Persiapan menuju hari Kemenangan; Marhaban ya Lebaran.

10 hari menuju lebaran. Meuni teu karasa pisan, ya. Jadi bagaimana target selama bulan puasanya?  Untuk yang belum terpenuhi, yuk ah masih ada 10 hari lagi beramal dan beribadah dibulan beribu pahala ini. Setelah Ramadhan, maka terbitlah Lebaran. Hari kemenangan.

Setelah terakhir lebaran kumplit full team keluarga 3 tahun yang lalu, insyaAllah tahun ini kami akan lebaran bareng lagi. 2 tahun yang lalu, pisah sama kakak yang lebaran di rumah mertua di Sumedang, setahun yang lalu, saya mudik bertiga doang sama mama papa ke Malang. Tahun ini, kami akan lebaran dirumah baru bareng-bareng. Can’t wait!

Baca: Pertama kalinya Traveling bareng orang tua. Rasanya? Seru!

Semenjak mulai bekerja, moment menjelang lebaran ini, saya semangat sekali untuk nyiap-nyiapin printilan lebaran. Sama seperti ketika traveling, bagian browsing, window shopping, kemudian jajan-jajan pake THR menjadi keseruan tersendiri. Untuk moment lebaran, ada beberapa hal yang saya siapkan;

Menyisihkan di awal untuk pembayaran Zakat Fitrah

clasped-hands-541849_1920.jpg

Zakat Fitrah adalah Zakat diri yang diwajibkan oleh umat muslim dengan syarat yang ditetapkan dengan dengan izin Allah untuk kembali Fitrah. Dibayarkan selama bulan Ramadhan sampai sebelum sholat Ied Fitri. Jumlahnya juga tidak besar, yang penting ada makna berbagi didalamnya. Sedekahnya aja dibanyakin.

Berburu Tiket Mudik

people-1819022_1920.jpg

Jaman-jaman masih kuliah, gencar banget ini untuk bisa mendapatkan tiket mudik semurah-murahnya. Jadinya mantengin terus tiket maskapai dan promo-promo yang berada didalamnya. Tahun lalu, alhamdulillah dapet rezeki Tiket mudik gratis ke Malang, dilalahnya untuk karyawan yang masih single, boleh ngajak Ayah dan Ibu. #RejekiSingle. Nah, tahun ini, kakak saya yang agaknya kerempongan untuk mencari tiket mudik karena beliau dan keluarga yang akan menghampiri kita di Depok.

Mencoba tester demi tester kue Lebaran

cookie-1832169_1920.jpg

Mama saya adalah salah satu mama yang tidak pernah membuat kue lebaran sendiri. Haha. Beliau terbiasa dibuatkan oleh kakaknya yang rajin sekali membuat kue lebaran. Alhasil, jika sedang tidak dibuatkan yang mama lakukan adalah pergi ke Supermarket untuk membeli kue lebaran. 😀 Kebiasaan ini akhirnya nular ke saya. Haha. Menjadi pembeli, bukan pembuat.

Menyiapkan Baju Lebaran biar kompakan, gitu.

Keluarga kami cukup narsis. Suka sekali foto keluarga. Moment lebaran kaya gini, selalu jadi waktu yang dianggap tepat untuk menyeragamkan baju untuk kemudian foto-foto. Dan ya, biasanya saya sih yang inisiatif nyari model kemudian membelinya. Sesekali, minta donatur ke kakak. Haha.

Keluarga Bachtiar.jpg

Lebaran 3 tahun yang lalu

Ramadhan kali ini, adalah proses penyesuaian saya untuk pergi pulang kantor Jakarta-Depok. Rasanya jauh lebih capek ya, karena bertahun tahun terbiasa kantor-kostan yang jaraknya cukup dekat. Weekend juga sudah terjadwal dengan agenda bersama anak yatim piatu. Jadilah saya hunting baju muslim untuk lebaran di Zalora. Baju koko nya juga lucu-lucu. Saya tinggal klak klik klak klik, kemudian paket datang kekantor. Happy! Case closed untuk urusan seragaman.

Menyewa mainan agar keponakan betah dirumah

playground-2263827_1920.jpg

Yang berbeda dari lebaran tahun ini adalah, saya niat banget untuk nyewa mainan untuk keponakan yang tahun ini akan genap 3 tahun. Ceritanya Kakang, keponakan saya suka sekali naik perosotan. Dilingkungan rumah saya ada sih perosotan dan ayunan yang dapat dimainkan, masalahnya tidak ada pohon sehingga sedikit gersang. Biar dia bebas perosotan dari bangun tidur sampe mau tidur, saya cariin penyewaannya. *tanteyangniat.

Bela-belain ngantri di Bank untuk nuker uang baru

THR.jpeg

Semacam kurang afdol kan ya, kalau angpao lebaran tidak pake uang baru, atau meski bukan keluaran terbaru setidaknya uangnya baru. Muehehe. Beberapa tahun yang lalu itu, saya masih tuh suka nukerin uang receh kaya pecahan 2,000,- sampai 10,000,-. Eh tahun lalu dong, ketika mudik ke Malang, ternyata sepupu udah pada gede semua, jadinya blas ga laku. Uang biru deh keluar semua. Haha.

Ah, jadi ga sabar ya untuk segera lebaran. Biar bisa pesta opor, makan-makanin kue, main bareng keponakan, kumpul keluarga, foto bareng lagi. Kalau kamu? Sudah siap menyiapkan apa saja menjelang lebaran? Sharing, yuk!

Advertisements

9 thoughts on “Persiapan menuju hari Kemenangan; Marhaban ya Lebaran.

  1. febridwicahya

    Wahaa, lebaran kali ini aku masih seperti biasanya sih, tanpa mudik wkwkwk. Di Jogja aja dan menikmati kesepian yang mendalam ulululu~

    Udah lebaran loh ya kemarin. Mohon maaf lahir batin ya Mbak La 😀

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s