Teruntukmu Seseorang.

Terkadang Tuhan Maha Bercanda itu benar adanya. Tiga tahun yang lalu, saya mulai menabung disana-sini; Saya menabung di Bank dengan sistem Autodebet, Saya menabung di Koperasi yang dikelola oleh Perusahaan dimana saya bekerja, Saya investasi mengumpulkan sedikit demi sedikit Logam Mulia dengan satu niat – Tabungan untuk Menikah.

Sebagai keturunan darah Jawa dimana anak perempuan adalah tanggungan ayah kandung, sementara ayah saya sudah pensiun sejak beberapa hampir 10 tahun yang lalu dan sudah tidak ada penghasilan tetap, saya merasa perlu untuk menabung sendiri untuk persiapan menikah suatu hari nanti.

Sampai disuatu hari, Mamam meminta saya untuk membeli rumah. (((beli rumah))) Sungguh sebuah keinginan setiap insan yang sudah atau sedang membangun keluarga kecil. Bukan hanya sekedar keinginan ketika Mama mengutarakan pintanya. Mama Papa memutuskan untuk ikut tinggal bersama saya setelah adik bungsu saya diterima di salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta.

Sementara disisi lain, duh, engga punya mimpi dan cita-cita saya beli rumah sebelum menikah. Saat itu saya sudah punya pacar dan sepertinya hubungan kami belum seserius itu untuk dibawa ke Pelaminan. Mau ego untuk tetap melanjutkan menabung takut ndak bikin orang tua bahagia. Mau beli rumah, tapi belum ingin.

Sampai saya berdoa, kalau kata Allah baiknya mengabulkan permintaan Mama maka mudahkan semua prosesnya. Jikalau tidak, saya minta diberi solusi yang terbaik.

Tiba-tiba semua menjadi mudah.

Dan rasanya kaya bangun tidur, sudah setahun lebih kami pindah ke rumah. Sudah setahun lebih pula dapur kami masih terbuka dan gitu-gitu aja. Iya, saya masih memperbaiki pola financial keluarga.

Mi Familia

Selfie pertama dirumah baru

Baca: Untuk perempuan yang menciptakan ‘rumah’ sebagai tujuan ‘pulang’ bagi keluarganya.

Akhirnya saya beli rumah. Hubungan percintaan saya? Selesai sudah. Ga kebayang, kalo seandainya dulu saya ngotot untuk mempertahankan tabungan nikah tapi ga jadi nikah.

Yang terjadi kemudian, saya bertemu dengan orang baru setelah hampir setahun menghuni rumah baru. Orang yang (sejauh ini) tepat diwaktu yang tepat. Cukup lama dekat, Mendengar dan didengarkan, Menyuarkan mimpi dan cita-cita kami. Hanya saja, kami Long Distance Relationship.

Tahun 2018 akan memasuki bulan kesepuluh beberapa hari lagi. Banyak sekali hal-hal yang sudah terjadi. Saya sempat berlibur ke Belitung dan Bali bersama teman-teman se-department. Menumpaskan rasa penasaran ikut lari Marathon 5k. Mengikuti 3 runtutan Kelas Inspirasi di Bandung, Batam dan Jakarta. Mengadakan kegiatan One Day Fun Doing Fun ketika bulan Ramadhan. Alhamdulillah, beberapa dari target saya ditahun ini tercapai dengan baik. Dari semua hal yang sudah terjadi dan dari ribuan foto yang ada di Gallery, ada 1 foto yang membuat saya terdiam untuk beberapa saat; Foto tentang Belitung, Bali, Kelas Inspirasi dan One Day Fun Doing sudah berulang bertahun-tahun. Sementara foto ini, untuk pertama kalinya ada hanya ada di awal tahun ini.

*drum roll*

Adalah foto selfie bersama tangan seseorang yang pertama kali bertemu di awal tahun. Eeeaaaak!

Pertemuan yang kemudian membuat kami sering sekali terlibat percakapan via suara. Pertemuan tatap muka yang mengawali setiap video-call. Pertemuan yang membuat kami yakin kami akan menjalani hubungan ini bersama-sama.

Dia yang tahu bahwa saya bekerja setiap hari bolak balik Depok – Jakarta untuk bisa menanggung keluarga. Membayar cicilan rumah, Membayar uang kuliah adik-adik saya, Membiayai hidup sehari-hari keluarga.

Setiap dia bilang bahwa dia bangga terhadap saya, saya selalu merasa perjuangan saya bermakna dan tidak sia-sia.

“Perempuan mandiri itu bukan untuk dijauhi dan disegani tapi untuk didampingi. Mereka hadir bukan untuk membuat laki-laki takut, namun sebagai pengingat bahwa jikalau alasan mandiri menjadikan alasan untuk para laki-laki mundur, rasanya pantas untuk kami disebut pengecut” Katanya selalu.

:’)

:’)

:’)

Semua hal yang tadinya menyenangkan, tiba-tiba berubah menjadi seolah mimpi buruk ketika ia kehilangan seluruh harta bendanya. SELURUHNYA.

Uang tunai, identitas, smartphone. Hilang sekejap. Semua-muanya.

Kami hanya mampu membeli sebuah handphone polyponic untuk berkomunikasi. Boro-boro smartphone yang sejutaan, untuk makanpun kami engap-engapan. Saya sampai lupa rasanya whatsApp dan Video Call-an dengan yang isinya ga jauh-jauh dari sudah dimana? sedang apa? Ada cerita apa hari ini?. SMS dan teleponan setiap hari? Mimpi. Handphone yang polyponic itu sering sekali mati tanpa alasan. Sehari sekali bisa telponan serasa mukjizat. Sisanya ya 2 hari atau 3 hari sekali. Itupun bisa jadi hanya bertahan 5 menit. Kemudian, Handphone tersebut kembali mati. :))))

Setiap hari saya membuat list apa saja yang ingin saya ceritakan ketika kami nanti akan teleponan. Setiap paket data saya habis dan saya tidak dapat jaringan internet saya tidak pernah merasa panik. Untuk pertama kalinya saya merasa, tanpa paket internet saya tidak apa selama telepon masuk atas namanya.

Setelah hampir 2 bulan berlalu. Beberapa hari yang lalu, ia memberikan kabar gembira.

“Nduk, doakan Usaha Mas lancar ya. Kayanya kita udah bisa mulai nyari-nyari smartphone yang harga-nya sejutaan. Mas butuh kamera yang bagus untuk jualan ikan Nduk.”

Ketika dia tetap berkerja keras untuk kembali ‘berdiri’, saya akan selalu berusaha untuk terus mendampingi.

Saya jadi ingin mencarikan smartphone yang jauh lebih layak. Toh ini bentuk dari investasi bukan barang konsumstif. Usahanya akan sangat bergantung dengan Smartphone. Beliau memelihara dan ternak Ikan. Jumlahnya mugkin sudah puluhan ribu, sejauh ini masih dijual secara offline, padahal menurutnya peluang untuk dijual online cukup besar.

Dia butuh kamera yang mumpuni karena yang difoto bukan benda mati dan diam. Namun foto hewan bergerak. Saya jadi keingetan Smartphone barunya Huawei Nova 3i. Sebelumnya Huawei juga pernah disebut sebut oleh sahabat saya yang sedang mencari smartphone baru. Saya cukup tertarik dengan spesifikasi seri Nova 3i;

  • Mon maap kali ini saya melihat fisik. Huhu. Kalau saya masih seneng warna Rise Gold, Mamas itu lagi seneng warna ungu. Smartphone dia terakhir sebelum hilang adalah warna ungu, dan doi kesemsem banget sama warna itu. Huawei Nova 3i ini design-nya irish purple gitu. Pertama saya lihat, saya tahu, mamas pasti bakalan suka juga.
  • Karena beliau selalu menekankan kebutuhannya pada kamera, ku ingin kasih sekalian smartphone yang punya 4 Kamera AI! Mamam kaaaaan. Kamera depannya 24MP. Tentu sebuah kabar baik untuk kami yang rindu bergantung dengan Video Call. Btw AI membuat kamera memiliki kecerdasan buatan yang bisa bikin foto jadi tampak ciamik. Meski tidak bisa bikin ikan berhenti sesaat ketika di foto, semoga bisa bikin Ikan-ikan mas jadi laku di pasaran. Aamin!
  • Saya ga perlu lagi mikirin External Memory karena Huawei Nova 3i ini punya Storage 128Gb. Huwooo! Beliau yang tidak pernah main instagram dan twitter ini, tapi seneng sekali menonton youtube dan main games. Storage segini mah ga akan abis-abis!
  • Karena doi ga mainan medsos, kalau sedang bertemu kita mainan games di Handphone. dengan GPU turbo yang ada pada Huawei ini, kami bisa mengulang saat-saat seru gaming bareng diawal-awal kami bertemu. Duh.

Smartphone selama ini hanya memenuhi kebutuhan konsumtif saya. Disaat ‘susah’ dan Smartphone akan menjadi alat kami untuk tetap bertahan hidup, saya jadi teramat sangat picky dan teliti. Semoga pilihan saya yang sebentar lagi akan saya sampaikan sama beliau tidak salah, yak!

Tentang huwei.jpg

Ini kira-kira Summary-nya

Punya tabungan untuk Nikah malah jadi Rumah. Giliran punya tabungan, pasangan enggan melangkah. Giliran nemu pasangan yang pas, jangankan untuk gaya hidup dan biaya nikah, membiayai hidup terasa susah.

Iya, Terkadang Tuhan Maha Becanda, tapi seringkali dan hampir selalu Tuhan Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Kami yakin kok, ini hanya sebentar lagi. Setelah ini, semuanya akan kembali lagi. Kembali dia lancar usahanya. Kembali kami bisa video-call lagi. Bahkan memungkinkan kami untuk bisa bersama-sama bertemu tanpa jarak.

Ini mungkin tidak mudah ya, Mas. Tapi semoga kita tidak pernah menyerah. Seperti 2018 yang sebentar lagi akan berakhir, ujian ini pun pasti akan berakhir.

For you, 2018 My Best Moment;

Everything will be okay in the end. If it’s not okay, it’s not the end. – John Lennon.

Tulisan ini diikutsertakan dalam giveaway blognya Jiwo

Advertisements

13 thoughts on “Teruntukmu Seseorang.

    1. alaniadita Post author

      Duuuh Miiil.
      ku sengaja publish setengah malem mungkin. Eh tetep aja yak, sepagi ini baca komen unimils deg degan gitu :))))

      Terimakasih banyak yaaa. Kamu juga selalu diberikan yang terbaik.

      Allah Maha Pengasih.
      Allah Maha Penyayang.

      udahan dong becandanya πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

      Reply
  1. Steffi Adam

    Akhirnyaaa Release yakkkk….
    Kalo baca tulisan ini, aku jadi pengen nulis tentang seseorang juga… πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚
    2
    Tapi,….
    Ah Sudah lah…
    Tulisannya bikin haru, seru, inspiratif…
    Aku saksi hidup nya… Ngelihat sama ngebaca tulisan sama2 seru nya… πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚
    Keep setronggg Kakak… Sama Becandanya Allah 😎😎😎

    Reply
  2. Vallendri Arnout

    Wuah. . . Ikut bahagia banget aku Nia. . . Nggak berasa kamu udah punya pacar lagi aja. Hua ha ha

    Setahun yang lalu, terakhir aku baca, kamu lagi barusan galau. Ada juga tentang kamu yang beli es krim pake kupon. Hua ha ha. Udah lama banget saya vakum ternyata.

    Ohiya, aku juga ikutan giveaway ini lho. πŸ˜‚

    Semoga kita sama2 menangπŸ€—βœŒπŸ’ͺ

    Reply
    1. alaniadita Post author

      Hahahahaa.
      iyaaaaaa! berasa sekali kamu lama ga nulis, eh tiba-tiba nulis kabar baik udah punya junior. Sehat-sehat yaaaa you both πŸ™‚

      Aamiin! ^^

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s