Jangan menginap di Cosmos Bungalows, Tanjung Bara, Sulawesi Selatan

Ditengah hectic dan stress menyiapkan Jambore Anak 2017, saya menghibur diri dengan mencari tiket. Kan beberapa bulan lalu menang lomba nge-tweet berhadiah tiket kemana saja tuh.

Baca: Akhirnya! Ikutan Linkers Academy Batch 3

Tadinya uda jelas ingin digunakan untuk kem-BALI. Eh dilalahnya, gunung Agung sedang batuk-batuk. Trus bingung gitu, karena tidak menyiapkan plan B untuk urusan tempatnya. Sementara, tiket ini akan habis masa berlakunya.

Setelah mempertimbangkan sana sini, ada 3 tujuan yang akan saya pilih salah satunya; Medan, Manado atau Makassar. Berhari-hari saya browsing ketiga tempat ini. Kira-kira enaknya kemana, nanti disana mau ngapain aja, nginepnya gimana.

Sampailah saya melihat foto ini di Traveloka.

WoywoyBira.jpeg

Salah satu penginapan di Tanjung Bira

Fixed, saya mau ke Makassar! Ini kok ya cakep banget, yaaaak. Kemudian, setelah memilih reservasi online, saya menemukan kendala. Ditambah lagi, lokasinya yang masih dekat dengan Tanjung Bira, sering dikeluhkan beberapa wisatawan karena lingkungannya yang katanya banyak sampah.

Saya coba cari tempat lain lagi yang kira-kira sesuai dengan keinginan saya. Pemandangannya epic dan nyaman tentu saja,

JENG JENG!

Ketemulah Cosmos Bungalows. Letaknya di Pantai Bara. Melihat room rate di beberapa reservasi online, saya juga menyempatkan diri langsung Whatsapp ke pemiliknya.

Voila! Fast Respond.

James, sang pemilik yang langsung menerima chatting saya. Mengirimkan foto-foto untuk bungalows yang tersedia sebagai referensi. Saya langsung suka. Mana kita bisa leluasa berdiskusi terkait jumlah orang yang menginap. Untuk 3 orang, tidak perlu extrabed dan nambah 1 bungalow lagi. Karena ada bungalows yang disediakan untuk 3 orang, seperti dulu saya di Gili Trawangan.

Baca: [Homestay] Wood Stock, Gili Trawangan, NTB.

Setelah perjalanan panjang, yang nanti akan saya ceritakan how to get Cosmos Bungalows dari Bandara pada postingan terpisah, sampailah saya di Cosmos Bungalows.

Memasuki area yang hanya ada 7 Bungalow ini benar-benar mengingatkan saya pada Wood Stock di Gili. Hijau, rindang dan disambut ramah oleh beberapa Mbak yang kebetulan sedang bertugas siang itu.

Kamarnya persis seperti apa yang telah dishare sebelumnya. Ada lantai atas untuk single bed dengan suasana yang homey sekali. Harga yang cukup murah untuk segala pernak-pernik di kamar yang foto-able.

Seperti beberapa penginepan pada umumnya, ada Welcome Letter yang ketika membaca itu saya senyam senyum sendiri. Beberapa pernyataan yang saya suka adalah;

Please remember you are in the jungle and share this space with a variety of wildlife. We apologize if the geckos are a little loud sometimes, but this was their home long before we all come.

Intinya, mohon dimaklumi kalau ada suara tokek. Hihihi.

Our aim is for the staff to offer you incredible service with a small very second of your stay. However, they are onlyย  human. These are village ladies adapting to the tourism industry without any formal training or experience. Please be patien and respectful and you will no doubt make a new friend during your stay.

Pengakuan dimana kita hanyalah manusia biasa ini bikin saya happy sih. Benar, sebagai manusia meski dibayar untuk beramah tamah ada kalanya kan mood jelek juga. Ketika saya mempersiapkan diri untuk pernyataan ini, saya malah dapat keramah tamahan yang menyenangkan.

Saya berkali-kali mendengar bagaimana para staff disini melatih para bule berbahasa Indonesia.

chillin.jpg

Salah satu bule yang kupergoki mempelajari bahasa Indonesia

Ketika saya bingung dengan menu restaurant yang berbahasa inggris. Kemudian saya pastikan dengan bahasa Indonesia, saya sempat meminta maaf. “Duh, maafkan saya ya, English-nya kacau banget. Masa gini aja ga ngerti”

Respon mereka serentak, “Ih engga apa-apa, Mbaaak. Tanya aja jangan sungkan. Kita sama-sama belajar kok.”

Saya jadi terenyuh lah ya.

Belum lagi ketika saya utarakan ingin snorkeling, namun rombongan yang tidak sampai 5 orang bikin harga kapal rasanya menjadi mahal dan sempat galau karena mepet sekali dengan public transportation yang akan mengantarkan kami ke Makassar keesokan harinya. Mbak Eli, salah satu staff disana dengan inisiatifnya mencari partner untuk sharing kapalย  dan berusaha mencarikan mobil yang jamnya cukup saya tidak terburu-buru untuk menikmati snorkeling. Laft banget!

Some of bathroom have open roofs and leaves fall in. This in not dirt.. Its Nature. The Staff will be happy to clean any bathroom again upon request.

Saya menengok ke Kamar mandi sebelum baca pernyatan ini. Sempet sih terbesit, “ih, ada dedaunan jatuh.”

Kemudian, setelah baca saya jadi terkikik sendiri. “Oh itu engga kotor,kok. Itu nuansa alam.” Haha.

Rencananya, setelah check in, kami akan menyewa motor untuk jalan-jalan menyusuri tanjung Bira. Tapi apa daya, pantai yang membentang didepan mata dan bisa dijangkau hanya dengan tinggal turun tangga dari tempat makan bikin saya urung. Saya hanya ingin melaut sepuas-puasnya!

Grounding

TravelingAlaNia

Selow kaya di Pulau Pribadi.jpg

Santai kaya di Pantai

Sebelum maghrib uda bebersih ngejar waktu untuk hunting sunset. Ga jauh-jauh hanya perlu kembali ke area restorasi. Jadi emang selama disini, duduk lama-lama di Restoran udah cukup sih. Untuk makan. Untuk ngelamun. Untuk ngobrol sama Mbak-mbak disitu atau sama Bule-bule. Untuk melihat Bintang. Bagian ini paling menyenangkan sih.

Sunset.jpg

Sudah lama tidak melihat sunset!

Untuk sarapan, ada 2 pilihan; Pancake atau Egg yang disertai dengan 2 pcs roti. Plus Tea or Coffe & Juice.

Breakfast

Pilihan Breakfast

Untuk snorkeling, cus langsung tinggal turun ke bawah pake boat private yang sudah standby semenjak kita sarapan.

boat-snorkeling.jpg

Menyoal snorkeling Rp. 350,000,-/boat untuk maksimal 7 orang ke 1 pulau. Dan Rp. 700,000,-/boat ke 2 pulau. Dan sejauh ku snorkeling selama ini, disini paling huwaw. Terumbu karangnya masih warna warni dan bergerak sana-sini. Airnya jernih pyur macam cermin. Ikannya banyak banget seliwertan.

Snorkeling.jpg

Setelah snorkeling di 2 spot, kami dibawa mampir ke Pulau Liukang untuk menikmati kelapa muda @Rp. 20,000,-/biji nya.

Pulau Liukang.jpg

Menuju Liukang

Merapat kembali di Cosmos Bungalows bikin ku galau dan sedih. Satu sisi harus buru-buru packing karena waktu tersisa kurang lebih 1 jam, satu sisi aku ingin berenang lagi dilautan lepas bebas itu ya Allaaaah.

Rasanya ku ingin menggadaikan hotel yang sudah dibayar dipusat kota Makassar dan extend di sini. Namun apa daya, cash money pun sudah tidak memungkinkan. Haha.

Jadilah cuma bisa pasrah packing dan makan siang terakhir kalinya. Dilalahnya menu siang itulah yang terenak sepanjang memesan menu disini. Ikan Rica-rica. Kudu nyobain!

lunch1.jpg

Menu makan siang terendeus.

Jangan menginap disini jika hanya semalam seperti saya, 3 hari 2 malem lah minimal. Biar ga nyesel dan kepikiran kek saya sampe berhari-hari. Booking juga jauh jauh hari, menurut Mbak-mbak yang jaga dan Mas-mas yang nganterin Snorkeling di Cosmos itu rame terus. Coba tanyakan terlebih dahulu untuk kamar yang sea view. Dengan harga yang serupa namun view-nya langsung ke laut.

Menyesal di Cosmos.jpg

Saya Nia, menyesal cuma semalem nginep disini. :(((((

Cosmos Bungalows

Jalan Bara, Bira, Bonto Bahari, Bira, Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan 92513

WA: 0822-9260-8820

 

Advertisements

8 thoughts on “Jangan menginap di Cosmos Bungalows, Tanjung Bara, Sulawesi Selatan

  1. Arha

    Ya ampun untung aku baca nya sampai akhir,,kirain ada pengalaman buruk selama menginap disana. Secara sy juga warga sulsel asli.. dan sampe skrg blm pernah ke tanjung bara, hahaha
    Tetapi krn baca postingan ini, sy jd ancang ancang unt ambil cuti thn depan dan jalan2 kesana

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s