Category Archives: Kepulauan Riau

Oleh-oleh dari Batam, Kepulauan Riau

Libur Long Weekend kemarin saya ke Batam. Agenda utamanya adalah menghadiri pernikahan sahabat. Disusul dengan agenda lain seperti melihat rumah yang sedang dikontrakan, menebus rindu pada setiap makanan yang ada di Batam, Silaturahmi melihat anak dari teman-teman yang baru saja melahirkan.

Nah, berhubung kali ini ke Batam sebagai wisatawan (tidak pulang ke Rumah sendiri), teman-teman sepermainan yang di Batam berbaik hati untuk berbagi tugas membelikan saya oleh-oleh sebagai buah tangan untuk keluarga di Depok. Continue reading

Advertisements

[Sibling’s Time] Pantai Vio-Vio, Batam, Kepulauan Riau

Kemana kamu pergi di awal tahun ini? Kalau saya, Pulang kerumah. Saya berinisiatif mengajak serta kakak semata wayang. Karena beliau sudah memiliki seorang putra, saya yakin perhatian ibu saya akan kapan saya kasih mantu, akan teralihkan pada cucunya. 😀 *senyum jahil*

Ibu saya engga tahu, kalau saya pulang bersama anak sulung & cucunya. Yang beliau tahu, saya pulang seorang diri (meski berharap saya mengenalkan calon). Dan Suprised dong. Ibu saya terharu menyambut kami didalam mobil. Berkali kali cucunya diciumin dan saya sukses dicuekin. deuh.

Setelah hari pertama dirumah saya habiskan dengan istirahat total, kemudian keesokan harinya mengajak kakang bermain di Mall, hari ketiga saya pengen banget mantai. Setahun yang lalu, saya nyempet-nyempetin banget buat ke Pulau Labun, Tahun ini saya ngajakin kakak, adik & keponakan ke Pantai Vio-vio. Kebetulan jagoan-jagoan saya juga belum pada pernah.

20160103_181510

Pantai Vio-vio ini terletak Setelah Pantai Melur. Design papannya lucu, penuh cerah ceria. Dalam papannya sih, menjajikan Pantai cantik. Haiklah kita lihat. Continue reading

5 Makanan yang patut dicoba Di Tiban Centre

prata-c.jpg

Ketika Pulang kerumah kemarin, saya menyempatkan diri untuk kuliner-an di Tiban Centre. Setelah saya hijrah ke Bandung untuk kuliah, tiba-tiba di depan komplek perumahan saya ada foodcourt gitu. Dari ujung ke ujung. Sesekali saya sih lebih sering minta dibungkusin sama adik saya. Kemarin, niat banget untuk makan ditempat dan nyoba beberapa macam makanan yang versi adik saya, top 5 nya di Foodcourt Tiban Centre.

Inilah 5 Makanan yang patut dicoba berdasarkan penilaian adik saya 😀

Ayam Sambel Hijau Podomoro.

Ayam sambel hijau Podomoro yang ada di sini sebenernya cabang dari tempat lain. Cocok untuk yang suka pedas, karena cabe hijaunya ‘menusuk’. Biasanya sih, penyajiannya dipenyet gitu. Cuma karena takut huh hah, saya memilih untuk diletakkan dipinggir aja. 😀

Sambel Hijau Podomoro ini jadi makanan wajib saya setiap pulang beberapa kali terakhir. Endeusnya nyummy!

sambelhijaupodomoro

Harga: Rp. 17,000,- (termasuk nasi) Continue reading

[CharityLovers] One Day Fun Doing Fun goes to Batam

spanduk copy2 One Day Fun Doing Fun di Jakarta pada Oktober 2014 silam, saya niatkan menjadi Pilot Project-nya CharityLovers. Saya berencana untuk meng-agenda-kan kegiatan tersebut maksimal 6 bulan sekali. Bulan lalu, saya coba membawa konsep One Day Fun Doing Fun ke Batam. Tempat dimana saya menghabiskan masa remaja. Sekalian reuni kecil kecilan sama teman teman saya yang di Batam.

Kegiatan ini diadakan tepat 6 bulan setelah ODFDF Jakarta, 19 April 2015. Mencari tempat yang mirip mirip dengan konsep ODFDF; ruang terbuka hijau. Menyempatkan cek lokasi di H-4. Ketemulah ini..

Pantai!

Pantai!

Sesuailah dengan apa yang saya mau. Diatas rumput. Pemandangan Pantai (Plus, bisa melihat gedung tinggi Singapore). Rindang. Alhamdulillah. 🙂

Adik adiknya berjumlah 45 orang, terdiri dari 2 Panti Asuhan; Panti Asuhan Tanjung Uma berjumlah 28 Orang & Panti Asuhan Anak Cemerlang 17 orang.

Inti dari kegiatan ini adalah mengajak adik adik bermain, melepas penat belajar, belajar berkelompok, bersosialisasi dengan kakak kakak pendamping.

Kegiatan kali ini dipandu 2 mc kece; Kakak Steffi dan Kakak Liza. Kedatangan Dokter Nayla yang akan memberikan sosialisasi perihal sikat gigi. Dibantu Kakak Anil yang turut sumbangsih membacakan doa.

Games pertama; Permainan dimana kakak dan adik dibagi menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok diberikan beberapa buah balon, untuk ditiup, serta dipecahkan menggunakan anggota tubuh.

Setelah meramaikan lokasi dengan letusan balon. Beranjak ke kegiatan berikutnya; Sosialiasi menyikat gigi oleh dr. Nayla. Masing masing adik adik diberikan sikat gigi untuk praktek langsung.

Beranjak ke Games kedua; Bermain Kerang dan Mutiara. Rule-nya adalah, setiap adik adik adalah Kerang, setiap kakak kakak adalah Mutiara. Maka, ketika MC bilang 13 kerang, 2 Mutiara. Adik adik harus berjumlah 13 orang membentuk lingkaran, dan ada 2 kakak kakak nya berdiri didalam lingkaran.

yes, ini adalah games paling diskriminatif dimana banyak terjadi pertumpahan darah 😀

“Tuh kan, gara gara ko masuk kita jadi kalah.”

“Kak, kakak keluar. Kami uda pas, kak”

:’D

Lompat kemenangan!

Lompat kemenangan!

Games ketiga; Belum puas keketawaan dan masih ada waktu untuk bermain main, MC memberikan games lain lagi. Yakni, Masing masing kelompok kakak adik dimodali satu kertas koran. Dengan bantuan musik, setiap orang joget joget diatas koran. Ketika musik berhenti, koran tersebut dilipat. Kemudian, joget joget kembali, begitu seterusnya sampai ukuran terkecil kertas korannya.

Adik dan kakak mulai kehabisan tenaga. Kami sukses melupakan sejenak segala permasalahan hidup yang ada. Yang kami tahu, bagaimana menuntaskan games demi games, rangkaian kegiatan demi rangkaian kegiatan. Kemudian, sempat ada moment dimana Kakak Steffi memberikan Motivation Word nya. Dimana adik adik harus punya cita cita. Punya semangat untuk menggapai cita cita tersebut.

Motivation Word.

Motivation Word.

Setelah makan siang bersama, tidak ketinggalan pula ada doa bersama yang dipimpin langsung oleh Bapak Pengasuh Panti Asuhan anak Cemerlang.

_MG_1055

Mendoakan kesejahteraan. Mendoakan semoga apa yang diinginkan dan diharapkan oleh Kakak kakak maupun adik adik diijabah Allah. Aamiin.

Seperti ODFDF sebelumnya, ada pembagian Goodie-Bag serta cemilan lucu lucu-an sebagai oleh oleh adik adik untuk dibawa pulang.

Ngantri.

Ngantri.

Sayanora; Backsound : See you Again, OST Fast Forius.

Sayanora; Backsound : See you Again, OST Fast Forius.

Rasanya ga lengkap kan ya, kalau ga ada sesi foto rame rame. Foto keluarga besar One Day Fun Doing Fun goes to Batam.

Sampaikan salam pada One Day Fun Doing Fun part 3! \o/

Sampaikan salam pada One Day Fun Doing Fun part 3! \o/

Kegiatan ini, ga akan se-sukses ini, ga se-menarik, se-memuaskan ini tanpa kakak kakak kece yang ga lelah dan ga bosen buat menemani adik adiknya bermain. Dari jauh lubuk hati yang paling dalam dan rasa syukur yang ga ada matinya, saya atas nama pribadi dan CharityLovers hanya ingin bilang, terimakasih banyak, kak. Semoga kebaikannya dibales lebih oleh Allah SWT. 🙂

Kakak kakak kece penunjang ODFDF goes to Batam.

Kakak kakak kece penunjang ODFDF goes to Batam.

Last but not least, Alhamdulillah, selalu dan selalu didukung oleh keluarga yang terus menemani, membantu, mendampingi anaknya, kakaknya yang ga bisa diem ini.

I Love you, all.

I Love you, all.

Papa yang dari pagi uda repot repot nganterin bolak balik. Mama dengan geng posyandunya yang mau masakin konsumsi hari itu. Serta 2 jagoan yang uda mau ikutan, ngajakin temen temen terbaiknya buat ikut andil dalam kegiatan ini. :* Dan, kota manakah selanjutnya yang akan disambangi untuk One Day Fun Doing Fun? Kota kamu, mungkin. 🙂

Labun Island, Pulau Galang, Batam

8

Selamat datang di Pulau Galang

Semenjak saya menginjakan kaki di Kepulauan Seribu, saya selalu berfikir. Disekitaran Batam itu ada ga ya, tempat semacam pulau seribu ini. Dimana kita bisa snorkeling, secara kan Batam sekelilingnya laut. Sejauh ini, yang saya tahu cuma Belakang Padang. Itu juga ga bisa dipake snorkeling gitu, kan? Sampai suatu hari..

Salah satu temen nge-share foto tentang Labun Island, Pulau Galang, Batam. Punya kesempatan Weekend Gateway pulang ke Batam dalam rangka menghadiri walimahan sahabat saya, Nadia. Saya pun berusaha mengupayakan untuk bisa mengunjungi pulau ini. Pulau Labun.

Berbekal googling dan mencoba get lost, saya bersama travelmates, adik dan temanya si adik, menghabiskan minggu ke tempat ini.

Pulau ini terletak 90m dari Jembatan 6 Barelang, Pulau Galang. Nah, masuknya melalui pintu sebelah kanan yang ditutup dan digembok pagar besi. Saya baru tahu pada hari itu, bahwa ternyata untuk menuju pulau ini kita harus melakukan reservasi terlebih dahulu. Didepan pagar besi itu, ada sebuah spanduk yang berisi informasi Labun Island, berikut no telepon untuk dihubungi. Beberapa kali kita hubungi, nomernya tidak ada yang merespon. Gambling dong, kita markir mobil aja gitu lempeng didepan pagarnya, sampai (emang dasar rezekinya kita) si pembawa kunci datang untuk membukakan pintu untuk pelanggannya yang baru datang. Saya segera menghampiri beliau sambil bilang, bahwa saya sudah mencoba menghubungi no telepon untuk reservasi, namun tidak bisa. Continue reading