Tag Archives: #Charity

[CharityLovers] One Day Fun Doing Fun Goes To Yogyakarta (1)

Ketakutan terbesar kami hari ini adalah Hujan. Secara acara ini diselenggarakan di pertengahan bulan Desember, yang hujan lagi sering-seringnya menghampiri. Saya sengaja memesan satu buah bus, hm, kopaja lebih tepatnya, untuk akomodasi kakak-kakak relawan dan adik-adiknya.

Alhamdulillah, pagi di tanggal 13 Desember 2015, cerah πŸ™‚

IMG_5081 copy

Matahari menelusup diantara rindangnya pohon Pinus.

Bagi adik-adiknya, ini adalah kali pertama mereka mengunjungi tempat wisata ini. Dan bagi sebagian besar kakak-kakak yang terlibat juga. πŸ˜€ Jadi selain bermain dalam kegiatan ini, sekalian #piknikhore dan #wisatabareng.

Sebelum acara dimulai, kami memberikan snack pagi untuk kakak dan adiknya agar bertenaga (?) ketika bermain nanti, sehingga bisa memenangkan bermacam permainan yang diadakan. Continue reading

Advertisements

Road to #ODFDF Goes to Yogyakarta

Tadinya, saya mengira One Day Fun Doing Fun goes to Bandung menutup rangkaian kegiatan Charity saya di tahun 2015. Sampai kemudian, Putri, teman sekamar saya yang sekaligus teman yang pertama kali repot bareng saya di Pilot Project, One Day Fun Doing Fun pertama kali di Jakarta, menikah di akhir tahun dan resepsinya di Yogyakarta.

Lantas, bukan karena mengharap dia akan kembali membawakan #ODFDF, sehingga saya memutuskan untuk memboyong kegiatan ini ke kota gudeg tersebut. Saya mengincar teman-teman semasa kuliah yang rencananya akan reuni di resepsi pernikahannya Putri.

‘Mungkin, seru, selain reuni di nikahan Putri, kita reuni juga dalam wadahnya #ODFDF ini.’ Pikir saya. Ditambah, temen-temen saya ini jugalah yang selama ini support saya dalam hal donasi. Nah, untuk mencari Panti Asuhan serta tempat, saya minta bantuan sahabat sedari SMP saya, yang masih menempuh pasca sarjana-nya di Yogya. Semestapun mendukung semuanya. Saya menyelesaikan pamflet, menyebarkannya, mencari uang. Anti, sahabat saya, survey beberapa lokasi – mengirimkannya pada saya -, survey panti Asuhan, ancang-ancang goodie bag dsb.

Goes to Yogyakarta!2

Lantas, kenapa di Hutan Pinus? Sebenernya bagi saya yang penting, tempatnya rindang, nyaman, dan bukan di kawasan Panti Asuhan. Anti sempet merekomendasikan beberapa tempat makan, sampai Candi Boko. Haha.

Eh tiba-tiba, Ami, teman saya yang di Medan nanya, how to get Hutan Pinus. Saya juga jadi kepikiran, karena belum pernah. Saya coba koordinasikan sama Anti, dan akhirnya kami putuskan untuk di Hutan Pinus. πŸ™‚Β  Continue reading

[CharityLovers] One Day Fun Doing Fun goes to Batam

spanduk copy2 One Day Fun Doing Fun di Jakarta pada Oktober 2014 silam, saya niatkan menjadi Pilot Project-nya CharityLovers. Saya berencana untuk meng-agenda-kan kegiatan tersebut maksimal 6 bulan sekali. Bulan lalu, saya coba membawa konsep One Day Fun Doing Fun ke Batam. Tempat dimana saya menghabiskan masa remaja. Sekalian reuni kecil kecilan sama teman teman saya yang di Batam.

Kegiatan ini diadakan tepat 6 bulan setelah ODFDF Jakarta, 19 April 2015. Mencari tempat yang mirip mirip dengan konsep ODFDF; ruang terbuka hijau. Menyempatkan cek lokasi di H-4. Ketemulah ini..

Pantai!

Pantai!

Sesuailah dengan apa yang saya mau. Diatas rumput. Pemandangan Pantai (Plus, bisa melihat gedung tinggi Singapore). Rindang. Alhamdulillah. πŸ™‚

Adik adiknya berjumlah 45 orang, terdiri dari 2 Panti Asuhan; Panti Asuhan Tanjung Uma berjumlah 28 Orang & Panti Asuhan Anak Cemerlang 17 orang.

Inti dari kegiatan ini adalah mengajak adik adik bermain, melepas penat belajar, belajar berkelompok, bersosialisasi dengan kakak kakak pendamping.

Kegiatan kali ini dipandu 2 mc kece; Kakak Steffi dan Kakak Liza. Kedatangan Dokter Nayla yang akan memberikan sosialisasi perihal sikat gigi. Dibantu Kakak Anil yang turut sumbangsih membacakan doa.

Games pertama; Permainan dimana kakak dan adik dibagi menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok diberikan beberapa buah balon, untuk ditiup, serta dipecahkan menggunakan anggota tubuh.

Setelah meramaikan lokasi dengan letusan balon. Beranjak ke kegiatan berikutnya; Sosialiasi menyikat gigi oleh dr. Nayla. Masing masing adik adik diberikan sikat gigi untuk praktek langsung.

Beranjak ke Games kedua; Bermain Kerang dan Mutiara. Rule-nya adalah, setiap adik adik adalah Kerang, setiap kakak kakak adalah Mutiara. Maka, ketika MC bilang 13 kerang, 2 Mutiara. Adik adik harus berjumlah 13 orang membentuk lingkaran, dan ada 2 kakak kakak nya berdiri didalam lingkaran.

yes, ini adalah games paling diskriminatif dimana banyak terjadi pertumpahan darah πŸ˜€

“Tuh kan, gara gara ko masuk kita jadi kalah.”

“Kak, kakak keluar. Kami uda pas, kak”

:’D

Lompat kemenangan!

Lompat kemenangan!

Games ketiga; Belum puas keketawaan dan masih ada waktu untuk bermain main, MC memberikan games lain lagi. Yakni, Masing masing kelompok kakak adik dimodali satu kertas koran. Dengan bantuan musik, setiap orang joget joget diatas koran. Ketika musik berhenti, koran tersebut dilipat. Kemudian, joget joget kembali, begitu seterusnya sampai ukuran terkecil kertas korannya.

Adik dan kakak mulai kehabisan tenaga. Kami sukses melupakan sejenak segala permasalahan hidup yang ada. Yang kami tahu, bagaimana menuntaskan games demi games, rangkaian kegiatan demi rangkaian kegiatan. Kemudian, sempat ada moment dimana Kakak Steffi memberikan Motivation Word nya. Dimana adik adik harus punya cita cita. Punya semangat untuk menggapai cita cita tersebut.

Motivation Word.

Motivation Word.

Setelah makan siang bersama, tidak ketinggalan pula ada doa bersama yang dipimpin langsung oleh Bapak Pengasuh Panti Asuhan anak Cemerlang.

_MG_1055

Mendoakan kesejahteraan. Mendoakan semoga apa yang diinginkan dan diharapkan oleh Kakak kakak maupun adik adik diijabah Allah. Aamiin.

Seperti ODFDF sebelumnya, ada pembagian Goodie-Bag serta cemilan lucu lucu-an sebagai oleh oleh adik adik untuk dibawa pulang.

Ngantri.

Ngantri.

Sayanora; Backsound : See you Again, OST Fast Forius.

Sayanora; Backsound : See you Again, OST Fast Forius.

Rasanya ga lengkap kan ya, kalau ga ada sesi foto rame rame. Foto keluarga besar One Day Fun Doing Fun goes to Batam.

Sampaikan salam pada One Day Fun Doing Fun part 3! \o/

Sampaikan salam pada One Day Fun Doing Fun part 3! \o/

Kegiatan ini, ga akan se-sukses ini, ga se-menarik, se-memuaskan ini tanpa kakak kakak kece yang ga lelah dan ga bosen buat menemani adik adiknya bermain. Dari jauh lubuk hati yang paling dalam dan rasa syukur yang ga ada matinya, saya atas nama pribadi dan CharityLovers hanya ingin bilang, terimakasih banyak, kak. Semoga kebaikannya dibales lebih oleh Allah SWT. πŸ™‚

Kakak kakak kece penunjang ODFDF goes to Batam.

Kakak kakak kece penunjang ODFDF goes to Batam.

Last but not least, Alhamdulillah, selalu dan selalu didukung oleh keluarga yang terus menemani, membantu, mendampingi anaknya, kakaknya yang ga bisa diem ini.

I Love you, all.

I Love you, all.

Papa yang dari pagi uda repot repot nganterin bolak balik. Mama dengan geng posyandunya yang mau masakin konsumsi hari itu. Serta 2 jagoan yang uda mau ikutan, ngajakin temen temen terbaiknya buat ikut andil dalam kegiatan ini. :* Dan, kota manakah selanjutnya yang akan disambangi untuk One Day Fun Doing Fun? Kota kamu, mungkin. πŸ™‚

Kelas Inspirasi Bandung #3; SD N Bandung Baru 1

Jadi, bagaimana mengajar di Bandung?

Kalau di Kelas Inspirasi Lombok, satu kelas diisi oleh 4 orang Inspirator sekaligus, anak anak yang diatur paling banyak 20 orang. Itu juga uda penggabungan dari 2 kelas. Jadi, kalo uda mulai krik krik moment, bisa lempar ke Inspirator lain. Terus kita istirahat. Di Bandung? Beda jauh! Satu kelas benar benar satu orang Inspirator, bahkan kami sempat kebingungan karena kekurangan Inspirator. Rasanya? Pengen pulang. hahaha. πŸ˜€

KELAS IV

Saya dijadwalkan dikelas 6B sebenernya, namun, ternyata kelas 6A dan 6B digabung, sehingga saya ‘dilempar’ menuju keas IV. Pertama kali melihat anak anak didalam kelas ini dari pintu, mereka semua duduk sangat rapih. Tangan dilipat diatas meja. Melihat saya serius dari bangkunya masing masing.

Saya berjalan masuk ke dalam kelas, serentak anak anak tersebut mengucapkan, “Assalammualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..” tanpa dikomandi. Saya diem sebentar, sampai akhirnya, menjawab, “Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh”. Kemudian hening dan saya bingung harus gimana. πŸ˜€

“Kok diem?” Akhirnya itu kata kata yang keluar dari mulut saya. Mereka masih diam. Salah nyapa ini mah. Untuk mengatasi grogi, saya mulai bertanya, “Ada kapur ga, ya?” | “Yang piket hari ini, siapa? Boleh ambilkan kapur?”

Dua orang perempuan berdiri, lalu keluar kelas. Sambil menunggu, saya bertanya lagi. “Enaknya kita belajar apa ya?” | “MATEMAAAAAAATIIIIKAAAAAAAA!” serempak mereka menjawab. Mampus kan. Salah nanya. “Baik, sebelum mulai, aku tulis namaku dulu ya.”

“Panggil saja Nia. Mau manggil Ibu Nia atau Kak Nia?” | “KAAAAK NIAAAAA!”

“Oke baik, kalo pada suka Matematika, kita mulai dari berhitung ya. Namun, dikelipatan 3, kalian harus teriak Dung. Ngerti ya?” *yes, langsung masuk ke ice breaking pertama*

Kemudian kemudian, saya keasikan mengajak mereka bermain. Sehingga lupa menyampaikan materi yang saya ingin sampaikan. Akhirnya, saya membuat papan cita cita. Dimana, mereka menuliskan namanya, dan ingin menjadi apa suatu hari nanti. Kemudian ditempel deh.

Anak anak dikelas ini rame dan asik sekali. Sampai saya keluar kelas, mereka masih dadah – dadah – in saya dari Jendela. “Kaaakk Niaaaaa” teriak mereka sambil dadah dadah. Aih, dik. :’)

Continue reading

[CharityLovers] One Day Fun Doing Fun

IMG_3038-a

venue

Kenapa di Situ Gintung? Saya pribadi pernah menghadiri acara ditempat ini selama dua kali. Dan selalu jatuh cinta dengan lokasinya yang hijau. Setelah melihat kondisi Yayasannya juga, serasa tidak memungkinkan untuk kita gunakan bermain main secara bebas dan lepas. Maka, kami sepakatlah untuk mengajak adik adik ‘keluar’ dari rumahnya dan bermain bersama kami, ditempat ini.

IMG_3050-a

Rombongan Adik adik yang langsung dipimpin kakaknya. πŸ™‚

Putri memimpin Adik Adik dari Yayasan, tepat pukul 09.30 a.m. Which means, kita bisa memulai acara ini dengan ontime. Adik adik yang turut serta pada hari itu sekitar 20 orang.

Selfie first.

Selfie first.

Continue reading

Dibalik Layar, One Day Fun Doing Fun!

2 Oktober 2014

β€œPut, urang nyimpen uang sisa Jambore Nasional nih. Kita Charity lagi, yuk. Kangen juga, udah lama” Suatu malem saya memulai percakapan dengan Putri, sebelum tidur.

β€œYuk! Urang juga mau sedekahin cicilan ini yang baru lunas.”

Malem itu, kita mulai hunting nanya sana sini, sambil mikirin konsep kasar. Kita sepakat untuk mengajak anak anak Yayasan bermain. Kalo bisa di Panti Asuhannya, kalau engga, ya keluar ke suatu tempat. Segalanya dipermudah, kita menemukan satu Yayasan di daerah Rempoa. Dimana kita juga naksir sama satu tempat dibilangan ciputat, yang (untungnya) jaraknya engga jauh dari Panti Asuhannya.

4 Oktober 2014

Kita mulai untuk dateng ke Yayasan, memohon izin, mencari waktu yang tempat, dan memikirkan konsep. Oke masalah waktu adik adik, kita bergerak ke venue yang sudah kita pilih, mencoba mencocokkan jadwal gazeebo yang kosong. Alhamdulillah nyambung. Yayasannya oke, venue-nya oke. Sempet shock melihat harga paket makan yang ada, kami ngerasa butuh waktu agak panjang untuk mengumpulkan donatur. Maka, kami putuskan kami butuh waktu 2 minggu untuk menyiapkan ini semua.

5 Oktober 2014

Selepas menunaikan sholat ied, dan berlebaran se-ala kadarnya. Malem harinya, saya memulai mengonsep acara dan membuatkan mini pamfletnya. Putri tidak keberatan untuk menjadi tim Marketing yang mencari dana. Continue reading

Sharing is Caring

Seminggu terakhir, kami (Saya, Putri, — my roomates) memborbardir media sosial dengan campaign ‘one day fun doing fun‘ yang akan kami selenggarakan insya Allah di Minggu, 19 oktober 2014. Pamfletnya kira kira begini;

One day fun doing fun!

One day fun doing fun!

Sambutannya baik. Tapi ada juga satu dua yang nanya diluar dugaan kami. Misalnya seperti, apakah kegiatan ini rutin? siapa penyelenggaranya? Ini agenda keberapa? Tentunya, bikin kami Speechless. πŸ˜€

Continue reading