Road to #ODFDF Goes to Yogyakarta

Tadinya, saya mengira One Day Fun Doing Fun goes to Bandung menutup rangkaian kegiatan Charity saya di tahun 2015. Sampai kemudian, Putri, teman sekamar saya yang sekaligus teman yang pertama kali repot bareng saya di Pilot Project, One Day Fun Doing Fun pertama kali di Jakarta, menikah di akhir tahun dan resepsinya di Yogyakarta.

Lantas, bukan karena mengharap dia akan kembali membawakan #ODFDF, sehingga saya memutuskan untuk memboyong kegiatan ini ke kota gudeg tersebut. Saya mengincar teman-teman semasa kuliah yang rencananya akan reuni di resepsi pernikahannya Putri.

‘Mungkin, seru, selain reuni di nikahan Putri, kita reuni juga dalam wadahnya #ODFDF ini.’ Pikir saya. Ditambah, temen-temen saya ini jugalah yang selama ini support saya dalam hal donasi. Nah, untuk mencari Panti Asuhan serta tempat, saya minta bantuan sahabat sedari SMP saya, yang masih menempuh pasca sarjana-nya di Yogya. Semestapun mendukung semuanya. Saya menyelesaikan pamflet, menyebarkannya, mencari uang. Anti, sahabat saya, survey beberapa lokasi – mengirimkannya pada saya -, survey panti Asuhan, ancang-ancang goodie bag dsb.

Goes to Yogyakarta!2

Lantas, kenapa di Hutan Pinus? Sebenernya bagi saya yang penting, tempatnya rindang, nyaman, dan bukan di kawasan Panti Asuhan. Anti sempet merekomendasikan beberapa tempat makan, sampai Candi Boko. Haha.

Eh tiba-tiba, Ami, teman saya yang di Medan nanya, how to get Hutan Pinus. Saya juga jadi kepikiran, karena belum pernah. Saya coba koordinasikan sama Anti, dan akhirnya kami putuskan untuk di Hutan Pinus. 🙂 

12 Desember 2015, Wake Up Hostel, Yogyakarta. 

Saya tiba di Yogyakarta, shubuh hari. Setelah menikmati sarapan dipelataran Malioboro, check-in Hostel dan bersiap kondangan.

Malemnya, Anti mengajak saya untuk technical Meeting sebentar di hostel tempat saya menginap. Mengenalkan #teamYogya yang sejauh ini membantunya, serta ingin kenal dengan #teamJakarta sebelum besok kita main bareng.

20160127171421.jpg

Technical Meeting. Taken By: Febby Restiyani

Sambil cengengesan Anti bilang kalau dia baru saja Landing di Yogyakarta sore tadi dari Jakarta. Sebelum menemui saya, dia mampir untuk crosscheck terakhir ke Panti Asuhan. Saya sempat sesaat terbelalak sampai akhirnya tersenyum.

“Maaf ya Mik, aku takut ko panik kalau tahu aku posisinya lagi di Bogor. Aku arrange temen-temen dari jauh mik. ” ujarnya lagi masih sambil cengengesan.

“No probs. Semuanya going well, kan?” tanya saya yang disambut acungan jempol Anti.

Sejujurnya saya terharu, hari hari itu mungkin masa libur kuliahnya Anti sehingga ia memutuskan untuk menghabiskan liburannya di Bogor. Kemudian ia rela-rela terbang dari Jakarta di H-Sekian Jam sebelum acara di mulai.

Belum selesai terharu memandangi Anti yang malam itu menguasai dialog kami diruang tengah Lobby. Saya memandangi kakak-kakak relawan kali ini satu persatu. Ada Febby yang mengajak adik sepupunya, ia terbang dari Jakarta dengan pesawat pagi. Kemudian, ada Mba Tika, temen trip saya dulu yang pernah juga ikut #ODFDF di Jakarta. Ia datang bersama Mba Dhita, teman di klub menulis saya. Mereka naik kereta Api pagi dari Jakarta dan baru tiba sekitar sore hari di Yogyakarta. Ada lagi Mba Ine dan Mba Yuni, 2 Kakak terbaik saya di Ibukota, mereka teman trip saya bareng Mba Tika dulu dulu sekali, dan donatur tetap disetiap acara #ODFDF. Mereka berdua terbang dari Jakarta Sabtu sore hari menjelang maghrib.

Iya, saya terharu, acara ini bisa bikin beberapa orang ini rela-relain terbang. Menyisihkan rupiahnya untuk dibelikan tiket pesawat/kereta api. Kalau saya mungkin, bisa meniatkan sambil reuni/jalan-jalan sehingga saya jalan dari jumat malem (biar ga rugi waktu). Temen-temen saya ini beneran niatin untuk kegiatan ini, jadi datang mepet-mepet waktu pun tak masalah. :’)

Ditengah dialog kami malam itu, saya kerepotan dengan teman baiknya adik saya yang di Batam, kesasar menuju hostel kami. Namanya Abil, ia adalah sahabat karib Rama, adik saya di Batam. Abil ikut di kegiatan #ODFDF di Batam. Kemudian, dia pindah sekolah ke Sragen. Ia datang mengajak saudaranya, momotoran dari Sragen ke Solo, kemudian naik kereta api ke Yogya. Mas Thoriq yang akhirnya menemukan keduanya dientah sekitaran mana 😀

Selepas briefing, kami menyempatkan untuk main-main ke Alun alun. Menemani tamu jauh ini yang belum pernah melihat mobil warna warni ala Yogya ini.

Sebelum tidur, Mas Thoriq memberi kabar, Adiknya yang di Semarang, baru saja nyampe Yogya setelah menempuh perjalanan Semarang – Yogyakarta naik motor.

Hua!

Saya harus apa untuk membalas kebaikan hati kakak-kakak ini? 😦

Semoga kakak-kakak ini selalu dan senantiasa di peluk Allah, diberkahi rezekinya, dimudahkan semua cita-cita dan mimpi-mimpinya, ya. Boleh minta aamiin? Aamiin.

 

 

 

Advertisements

8 thoughts on “Road to #ODFDF Goes to Yogyakarta

  1. Pingback: [CharityLovers] One Day Fun Doing Fun Goes To Yogyakarta (2) – Alania

  2. Pingback: Wakeup Homestay, Yogyakarta – Alania

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s