Author Archives: alaniadita

About alaniadita

Hallo, I'm Nia. Blogger based in Depok, Indonesia. Love to do traveling & Social Activities. For review and advertorial, feel free to catch me on alaniadita@gmail.com :)

LIBURAN (COLONGAN) KE BATAM; 5D4N TRIP ITINERARY.

Iya, colongan. Karena tujuan awalnya bukan untuk berlibur, namun menghadiri pernikahan adikku di kota masa kecil kami sekeluarga, Batam.

Acara ini sudah dipersiapkan jauh jauh hari, tentu saja pada saat itu diputuskan harapannya pandemi sudah membaik, angka kasus harian menurun, Batam dan Jakarta berada di zona orange. Dilalah karena situasi tidak jauh dari lebaran, dan tentu saja bersamaan dengan banyak orang mudik, yang terjadi malah kebalikannya.

Batam zona merah. Mendadak keluar peraturan pemerintah kota yang melarang adanya aktivitas yang mengundang kerumunan, salah satunya pernikahan. :”( Mama Papa yang udah dateng beberapa hari sebelumnya dan tadinya mau bagi bagi undangan, jadi aja ga jadi. Saya dan bungsu menyusul sehari sebelum hari H. Maka, jadilah perjalanan kami menjadi seperti ini;

Continue reading

TOUR DE HOTEL: JAKARTA

*melirik kapan terakhir kali posting*
Astagaaa! 3 bulan yang lalu aja dong 😂

Saya kira, saya mampu untuk bertahan dirumah aja ga kemana-mana selama pandemi ini. Ternyata engga dong. 🥲 Cukup sadar diri karena ga bisa berjalan-jalan keluar kota seperti halnya sebelum pandemi, jadi yang menurut saya aman saat ini yaa, Staycation.

Keinginan Staycation udah ada semenjak saya terpapar, kerjaan saya sambil menunggu hasil test PCR negatif ya, scrolling online travel agent untuk nyari nyari promo nginep mureeh. Eh, begitu negatif langsung ciut. Haha. Masih parno keluar rumah. Alhasil, menciptakan rumah senyaman hotel sajalah. 👌🏻

Keberanian baru muncul setelah berbulan-bulan kemudian dilanjutkan dengan butuh suasana work from hotel yang lebih nyaman sehubungan dirumah sedang ramai sekali penghuninya. So, inilah beberapa hotel di Jakarta, tempat saya ‘melarikan diri’ sejenak.

Continue reading

FAMILY STAYCATION; KANANTA HOME, LEMBANG.

Disclaimer: Karena sekarang (sepertinya) Indonesia sedang memasuki second wave, yang akan diceritakan ini adalah perjalanan di bulan Februari 2021. Masih pandemi, hanya saja kenaikan kasus sedang menurun. Masih dihimbau untuk sebisa mungkin #dirumahaja.

Awal tahun lalu, mama sempat sakit yang mengharuskan beliau bedrest agak lama. Nyaris 2 mingguan. Pada saat itu, situasi lumayan hectic, hampir seluruh rumah sakit penuh dan banyak sekali prosedur yang harus dijalankan kalau ingin memeriksakan Mama via IGD. Jadi yang bisa kami usahakan adalah memastikan mama bukan terpapar covid, dan Cek darah mandiri memastikan bukan typus/dbd.

Sebagai Ibu yang menghidupkan rumah, sepi dan sedih sekali melihat Mama sakit 😥 Saya yang sudah mulai work from office cukup kewalahan harus membagi waktu antara beberes rumah, menyiapkan makan, kerja dan kembali kudu beberes rumah sebelum tidur. Beruntung, Teh Sinta mau bantu ngejagain dan ngurusin Mama disaat saya ke kantor.

Saat itu, saya pun bernazar, kelak Mama sembuh, pengen banget ngajakin Mama liburan. Senang-senang.

Continue reading

BERPERGIAN DI ERA NEW NORMAL.

Satu hal yang saya syukuri belakangan ini, keluarga kami berada di pulau yang sama. Ga kebayang kalau harus melalui pandemi dengan orang tua masih di Batam. Saya bisa sakau homesick. 😥

Terakhir kalinya ke Batam untuk ‘Pulang’ :’)

Alhamdulillah orang tua serumah di Depok, Alhamdulillah Abang penempatannya di kota kelahiran Mama di Tasikmalaya, sementara Teteh ngikut suaminya tinggal di Sumedang. Semuanya masih di Jawa Barat.

Sehingga ketika PSBB dilonggarkan, kami masih bisa saling mengunjungi. Abang yang selalu menyempatkan pulang disetiap jadwal wfh atau libur panjang, rejekinya dia bisa nebeng sama atasannya yang juga pulang ke arah Jakarta. Jadi mengurangi kecemasan kami karena harus berbaur naik kendaraan umum.

Continue reading

IED MUBARAK 1422 H.

Sampai lupa kapan terakhir kali menjalani ibadah bulan ramadan kaya anak kost. :)))) Tahun ini akhirnya ngerasain lagi, puasa berdua doang sama adik bungsu. Padahal rencananya, orang tua akan puasa dulu di Depok, kemudian ke Garut dan kita akan lebaran disana.

FINALE.

Terus ya, pemerintah ngeluarin peraturan dilarang mudik. Mama yang panik lantas langsung ‘kabur’ sebelum bulan Ramadan. Niatnya, akan pulang sebelum larangan mudik. Eh dilalah dong, peraturan larangan mudik tersebut di revisi waktunya. Mama, Papa dan Teteh pun terjebak di Garut. :”)

Gapapaa, udah rejekinya tahun ini giliran abang dan teteh yang ditemenin orang tua setelah tahun lalu mama papa menemani kami disini. Gantian kita.

Continue reading

PERKARA HAMPERS.

Yak! Molor sampe lebaran nih challenge nulis 30 harinya. Wakaka.

Kita rapel dulu untuk tema hari ke-29 ya. Diberi kebebasan untuk menentukan tema dan isinya sendiri nih;

Pengen ngebahas hampers yang entah kenapa tiba tiba rame di tahun ini, padahal ku sendiri udah mulai kirim kirim hampers dari tahun kemarin.

Padahal udah jadi tema nih di 30 day blog challenge tahun lalu, ceritanya bisa dibaca disini.

Continue reading

MOMEN LEBARAN YANG PALING BERKESAN.

Selama hidup, ada beberapa kali momen lebaran yang super duper ga bisa dilupain; Seperti yang diketahui, kami adalah keluarga perantauan yang hidup berpindah pindah dari satu kota ke kota lainnya. Lebaran tanpa mudik itu menjadi hal yang biasa dan lumrah. Kami pun ga masalah, cukup untuk ngumpul sekeluarga aja udah bikin seneng. :’)

Takbiran ter-selow.

Saya lupa waktu itu lagi kenapa, yang jelas ketika malam takbiran tiba dan lebaran sudah diputuskan esok hari, tidak ada aktivitas apapun didalam rumah. Mama asyik menonton tv selepas sholat isya, papa takbiran dan mengurusi zakat di mesjid, kami anak anak bertanya-tanya ke Mamam, “Mah, ini besok lebaran kita ga ada masak masak?” yang direspon mama dengan geleng geleng.

Continue reading

TENTANG KUE LEBARAN.

Seinget saya, waktu kecil dulu dan saya masih jadi anak bungsu, Mama pernah mengajak kami membuat bersama kue lebaran, kaya nastar dan kastangel. Hanya saja, begitu adik adik saya lahir dan Mama ga lagi punya orang yang bantuin beliau. Mama ga pernah lagi masuk dapur untuk buat kue kue lebaran ini.

Kakak Mama yang di Bandung lah yang sering mengirimkan hasil tangannya untuk dijadikan kue lebaran dirumah. Kadang dikirimin, kadang dititipin ke kami yang saat itu kuliah di Bandung.

Beberapa tahun terakhir, Ua ga lagi mampu membuat kue dalam jumlah yang banyak, kebetulan ku juga udah mulai kerja dan dilalah ada yang jualan kue lebaran dikantor yang cocok dilidah kita, udah deh langganan sama dia.

Standart pada umumnya lah yaa, Nastar, Kastangel, Putri Salju dan All my favourit is Kue Semprit. Sayang nih, semenjak pandemi ga bisa order disana lagi.

Ingin bisa bikin ini sendiri, huuuh.

Oh, kalau mama lagi ada waktu dan mood-nya, beliau suka bikin makanan kesukaan papap, kacaang goreng. Muehehe.

Tahun ini, karena hanya berdua, rekan kerja saya ada yang ngasih setoples nastar dan saya beli cookies dari salah seorang teman di Instagram. Lainnya, kebanyakan cemilan micin. XD

Gapapa, kuenya seadanya, yang penting rasa kemenangannya. :’)

Marhaban ya Lebaaraaaaaan. :”)

RUTINITAS SAAT MENUNGGU BUKA PUASA.

UDAH HARI KE-26 AJA. :'(((((

Tema 30 Days Blog Challenge di hari ini adalah;

  1. Beberes Rumah; Ngangkatin jemuran, lipet-lipet, nyapu, ngepel
  2. Masak masak siapin santapan untuk berbuka
  3. Nonton apapun di apps streaming :))))
  4. Tadarusan, biar kalau aus langsung minum pas adzan.

Iyak, list di atas rutinitas tahun lalu ketika pandemi dan ga bisa kemana-mana. Harus #dirumahaja.

  1. Janjian dari satu tempat ke tempat lainnya.
  2. Safari Mesjid buat tarawih
  3. Berburu takjil kalau ga di pusat jajanan ya di area mesjid yang jadi inceran buat tarawih.

Nah, kalo ini rutinitas sebelum pandemi, masa dimana bebas mau ngapain aja dan kemana aja.

KERJA.

Iya, tahun ini rutinitas nunggu berbukanya sambilan kerja, karena udah work from office lagi. Fiuh.

MENU MAKANAN FAVORIT SAAT SAHUR.

Yang paling saya inget adalah, hampir selalu terjadi di hari pertama sahur lauk keluarga kami adalah rendang yang dibeli di warung nasi padang. Besokannya ya, kembali lagi ke Telor, Indomie atau Sarden.

Atau kalau ada goreng gorengan sisa berbuka, seperti bakwan atau mendoan, biasanya ini jadi lauk tambahan juga dikala sahur. Tahu tempe yang tinggal goreng jugaa.

Semuanya enak asal mama yang bikin, yakaan.

Nah, jaman jaman ngekost, menu sahur favorit ya warteg yang dibeliin sama teh sinta. wkakaka. Mager bener anaknya. Kalau lagi sendiri, cukuplah bagiku roti dan susu uht. :)))

Continue reading