Author Archives: alaniadita

About alaniadita

Hallo, I'm Nia. Blogger based in Depok, Indonesia. Love to do traveling & Social Activities. For review and advertorial, feel free to catch me on alaniadita@gmail.com :)

SANDWICH GENERATION? TENANG, JANGAN BINGUNG. JADIKAN TRAVELOKA PAYLATER JADI SALAH SATU SOLUSI KEUANGANMU 😊

Saya generasi cicilan.

Perkara cicil menyicil udah jadi santapan hari-hari ketika saya masih bersekolah. Mama yang bayar biaya les kami dengan nyicil, Papa yang membelikan leptop saya dengan nyicil. Beli motor dengan nyicil.

Barang pertama yang saya impikan ketika kerja adalah Credit Card. Sayangnya, kala itu gaji saya belum cukup menjamin untuk bisa buat Credit Card. Padahal situasinya saat itu, saya kerja di Bandung sementara keluarga di Batam. Betapa mudahnya rindu saya terbayarkan jika saya bisa sering pulang dengan bantuan cicilan 😢.

Kebayang dong gimana rasa senangnya saya begitu Credit Card pertama yang saya punya setelah kerja di Ibukota. Kartu Sakti, begitu saya menyebutnya. Pada awalnya Credit Card ini seperti bentuk pencapaian, namun lama lama ia menjadi sebuah kebutuhan.

Generasi Millenial tanpa Credit Card. Iyakah?

“Generasi Millenial itu ga pake Credit Card, tauuuuk” Salah seorang teman berkata pada saya.

Jujur, saya sakit hati waktu denger doi ngomong gitu. Itu mungkin sekitar tahun ke-5 Saya menggunakan Credit Card. Credit Card yang memudahkan saya untuk bisa memberikan hadiah untuk ayah saya, yang memudahkan saya untuk bisa beli tiket pesawat sampai tiket konser.

Mungkin beliau belum tahu, bahwa saya menghidupi keluarga. Saya menitipkan beberapa kartu tersebut ke anggota keluarga dengan tujuan untuk berjaga-jaga. Mengingat saya banyak menghabiskan waktu beraktivitas di Jakarta, sementara kami tinggal di Depok.

Jadi, dalam keadaan darurat, CC itu bisa digunakan.

Continue reading

REWIND 2021

Tiba-tiba udah akhir tahun lagi aja, astagaaaaaa. Alhamdulillah. Seenggaknya, banyak hal baik yang terjadi ditahun ini, tentu selangkah lebih maju dari tahun lalu.

Mau coba kilas balik ah;

Januari 2021;

Konser Gratis SM Town. Jadi SM Stan jalur pandemi ini mah. Dari awalnya cuma Super Junior doang, liat liat TVXQ, liat liat red velvet, buka buka SNSD, ikut menyambut hadirnya Aespa, dahlaah, jadi ada menikmati semua sajian gratis dari semua artis SM.

Boleh lah, konser SM Town jadi salah satu bucket list. 😂

Diawali dengan konser Gratis, kemudian bertubi tubi ujian untuk Negeri Ibu Pertiwi. Banjir Bandang sempet di Kalimantan, Hilangnya SJ182 Rute Jakarta – Pontianak, Erupsi Semeru. Belum lagi pandemi yang masih berkelanjutan. 😭

Mendadak Bandung dan mendadak Staycation dengan tanpa persiapan; Kaga ada yang bawa baju. Muahahaha :)))

Februari 2021;

Menyelipkan Family Time dengan nginep di Kananta Home, Lembang Bandung. Seperti biasa disambi nganterin Kakang yang mau pulang ke Sumedang.

Maret 2021.

Kondisi pandemi berangsur menurun pada bulan ini. Seorang sahabat lagi ada dinas kerja ke Yogyakarta, sung tanpa ba bi bu ku ikutin. :))))

Ngalamin juga nih genose sebagai syarat perjalanan kereta 8 jam. Ga ada berani beraninya untuk buka Masker. Nginep di hotel hits jaman AADC 2 beredar.

Continue reading

COMEBACK STRONGER, KIM SEON HO!

Setelah euforia eps 16 Hometown Cha Cha Cha yang bikin kita ter-Hometown Bye Bye Bye, salah seorang temen kantor ngasih info melalui DM yang isinya skandal Kim Seon Ho yang diduga meminta mantan pacarnya untuk aborsi 🥲.

Seperti kebanyakan orang lainnya. Ku termasuk yang kenal Kim Seon Ho jalur Start-Up. Seiring berjalan pamornya kala itu, akhirnya ku memutuskan marathon santai nonton Variety Show-nya. 2 Days 1 Night. Awalnya emang nonton karena Seon Ho, malah jadi sayang semua member-nya. Ku mulai ngikutin aktivitas Dindin yang ternyata sering berhubungan sama member Super Junior. Ngikutin lagu baru Ravi yang pernah juga kena senggol skandal percintaan sama membernya SNSD. Nontonin drama-nya Jung Hoon.

Ngefans banget sih engga, makanya begitu kabar ini rame, engga yang kecewa atau kesel gimana. Cuma yaaaaa, “eh ada bandel bandelnya ugha yaa anda tuh 😂“. Lebih ke sedih karena, “yah, keknya ga akan liat dia lagi nih”.

Seperti skandal skandal sebelumnya, brand brand menarik foto dia dari peredaran. Project-nya didepan mata dibatalkan. Ini masih mending rame setelah eps 16 kelar, kalo yang sebelumnya kan ditengah drama, sung di cut dan pemainnya berubah 🥲. Ga kebayang nih kita, kalau hong ba jang diganti ditengah tengah yakan.

Beberapa hari setelah pengakuan Mbak mantan pacar dan pengakuan Seon Ho yang membenarkan tudingan itu, di tiktok rame aja kalau;

Continue reading

LIBURAN (COLONGAN) KE BATAM; 5D4N TRIP ITINERARY.

Iya, colongan. Karena tujuan awalnya bukan untuk berlibur, namun menghadiri pernikahan adikku di kota masa kecil kami sekeluarga, Batam.

Acara ini sudah dipersiapkan jauh jauh hari, tentu saja pada saat itu diputuskan harapannya pandemi sudah membaik, angka kasus harian menurun, Batam dan Jakarta berada di zona orange. Dilalah karena situasi tidak jauh dari lebaran, dan tentu saja bersamaan dengan banyak orang mudik, yang terjadi malah kebalikannya.

Batam zona merah. Mendadak keluar peraturan pemerintah kota yang melarang adanya aktivitas yang mengundang kerumunan, salah satunya pernikahan. :”( Mama Papa yang udah dateng beberapa hari sebelumnya dan tadinya mau bagi bagi undangan, jadi aja ga jadi. Saya dan bungsu menyusul sehari sebelum hari H. Maka, jadilah perjalanan kami menjadi seperti ini;

Continue reading

TOUR DE HOTEL: JAKARTA

*melirik kapan terakhir kali posting*
Astagaaa! 3 bulan yang lalu aja dong 😂

Saya kira, saya mampu untuk bertahan dirumah aja ga kemana-mana selama pandemi ini. Ternyata engga dong. 🥲 Cukup sadar diri karena ga bisa berjalan-jalan keluar kota seperti halnya sebelum pandemi, jadi yang menurut saya aman saat ini yaa, Staycation.

Keinginan Staycation udah ada semenjak saya terpapar, kerjaan saya sambil menunggu hasil test PCR negatif ya, scrolling online travel agent untuk nyari nyari promo nginep mureeh. Eh, begitu negatif langsung ciut. Haha. Masih parno keluar rumah. Alhasil, menciptakan rumah senyaman hotel sajalah. 👌🏻

Keberanian baru muncul setelah berbulan-bulan kemudian dilanjutkan dengan butuh suasana work from hotel yang lebih nyaman sehubungan dirumah sedang ramai sekali penghuninya. So, inilah beberapa hotel di Jakarta, tempat saya ‘melarikan diri’ sejenak.

Continue reading

FAMILY STAYCATION; KANANTA HOME, LEMBANG.

Disclaimer: Karena sekarang (sepertinya) Indonesia sedang memasuki second wave, yang akan diceritakan ini adalah perjalanan di bulan Februari 2021. Masih pandemi, hanya saja kenaikan kasus sedang menurun. Masih dihimbau untuk sebisa mungkin #dirumahaja.

Awal tahun lalu, mama sempat sakit yang mengharuskan beliau bedrest agak lama. Nyaris 2 mingguan. Pada saat itu, situasi lumayan hectic, hampir seluruh rumah sakit penuh dan banyak sekali prosedur yang harus dijalankan kalau ingin memeriksakan Mama via IGD. Jadi yang bisa kami usahakan adalah memastikan mama bukan terpapar covid, dan Cek darah mandiri memastikan bukan typus/dbd.

Sebagai Ibu yang menghidupkan rumah, sepi dan sedih sekali melihat Mama sakit 😥 Saya yang sudah mulai work from office cukup kewalahan harus membagi waktu antara beberes rumah, menyiapkan makan, kerja dan kembali kudu beberes rumah sebelum tidur. Beruntung, Teh Sinta mau bantu ngejagain dan ngurusin Mama disaat saya ke kantor.

Saat itu, saya pun bernazar, kelak Mama sembuh, pengen banget ngajakin Mama liburan. Senang-senang.

Continue reading

BERPERGIAN DI ERA NEW NORMAL.

Satu hal yang saya syukuri belakangan ini, keluarga kami berada di pulau yang sama. Ga kebayang kalau harus melalui pandemi dengan orang tua masih di Batam. Saya bisa sakau homesick. 😥

Terakhir kalinya ke Batam untuk ‘Pulang’ :’)

Alhamdulillah orang tua serumah di Depok, Alhamdulillah Abang penempatannya di kota kelahiran Mama di Tasikmalaya, sementara Teteh ngikut suaminya tinggal di Sumedang. Semuanya masih di Jawa Barat.

Sehingga ketika PSBB dilonggarkan, kami masih bisa saling mengunjungi. Abang yang selalu menyempatkan pulang disetiap jadwal wfh atau libur panjang, rejekinya dia bisa nebeng sama atasannya yang juga pulang ke arah Jakarta. Jadi mengurangi kecemasan kami karena harus berbaur naik kendaraan umum.

Continue reading

IED MUBARAK 1422 H.

Sampai lupa kapan terakhir kali menjalani ibadah bulan ramadan kaya anak kost. :)))) Tahun ini akhirnya ngerasain lagi, puasa berdua doang sama adik bungsu. Padahal rencananya, orang tua akan puasa dulu di Depok, kemudian ke Garut dan kita akan lebaran disana.

FINALE.

Terus ya, pemerintah ngeluarin peraturan dilarang mudik. Mama yang panik lantas langsung ‘kabur’ sebelum bulan Ramadan. Niatnya, akan pulang sebelum larangan mudik. Eh dilalah dong, peraturan larangan mudik tersebut di revisi waktunya. Mama, Papa dan Teteh pun terjebak di Garut. :”)

Gapapaa, udah rejekinya tahun ini giliran abang dan teteh yang ditemenin orang tua setelah tahun lalu mama papa menemani kami disini. Gantian kita.

Continue reading

PERKARA HAMPERS.

Yak! Molor sampe lebaran nih challenge nulis 30 harinya. Wakaka.

Kita rapel dulu untuk tema hari ke-29 ya. Diberi kebebasan untuk menentukan tema dan isinya sendiri nih;

Pengen ngebahas hampers yang entah kenapa tiba tiba rame di tahun ini, padahal ku sendiri udah mulai kirim kirim hampers dari tahun kemarin.

Padahal udah jadi tema nih di 30 day blog challenge tahun lalu, ceritanya bisa dibaca disini.

Continue reading

MOMEN LEBARAN YANG PALING BERKESAN.

Selama hidup, ada beberapa kali momen lebaran yang super duper ga bisa dilupain; Seperti yang diketahui, kami adalah keluarga perantauan yang hidup berpindah pindah dari satu kota ke kota lainnya. Lebaran tanpa mudik itu menjadi hal yang biasa dan lumrah. Kami pun ga masalah, cukup untuk ngumpul sekeluarga aja udah bikin seneng. :’)

Takbiran ter-selow.

Saya lupa waktu itu lagi kenapa, yang jelas ketika malam takbiran tiba dan lebaran sudah diputuskan esok hari, tidak ada aktivitas apapun didalam rumah. Mama asyik menonton tv selepas sholat isya, papa takbiran dan mengurusi zakat di mesjid, kami anak anak bertanya-tanya ke Mamam, “Mah, ini besok lebaran kita ga ada masak masak?” yang direspon mama dengan geleng geleng.

Continue reading