Author Archives: alaniadita

About alaniadita

Hallo, I'm Nia. Blogger based in Depok, Indonesia. Love to do traveling & Social Activities. For review and advertorial, feel free to catch me on alaniadita@gmail.com :)

Gerakan Titip Qurban; dari Kota ke Pelosok Desa.

Setelah 30 Blogger Challenge Ramadan kelar, langsung blas hilang tanpa tersisa semangat nulis sehari sekalinya. Hahaha.

Apa kabar teman-teman? Menginjak bulan ketiga kita masih #dirumahaja. Udah ada yang berani keluar rumah belum?

Saya kira, saya masih bisa bertahan lebih lama dengan kondisi masih harus #dirumahaja, ternyata hati kecil mah gabisa dipungkiri ya. Kangen juga beraktivitas, kangen ketemu sama temen-temen, kangen bikin kegiatan sosial lagi.

Beberapa hari lagi udah masuk bulan Juli, dimana itu berarti Idul Adha sebentar lagi, Hari Raya Qurban kita. Tahun lalu, sahabat sahabat saya dari Dompet Dhuafa Volunteer, bikin gebrakan baru untuk menyembelih hewan Qurban di pelosok desa bertajuk Qurban Cinta di Cintamanik.

Desa yang ternyata pernah saya hampiri dalam kegiatan Voluntrip. Desa dimana mandi, cuci baju dan cuci piring masih dari sungai. Desa dimana anak anak masih mainan di lapangan, nyore main air di sungai, dan jalan kaki (lumayan jauh) ke sekolahan. Desa yang masih dalam area Jawa Barat, namun serasa jauh dari peradaban jaman teknologi selayaknya di Ibu kota.

Baca: Voluntrip Round 2; Explore The Happiness.

Antusiasme warganya luar biasa, bapak ibu dan anak anak senang sekali, bisa menyaksikan langsung pemotongan hewan qurban di desa mereka. Semua turun tangan saling bantu dan ngambil peran.

Euforia ini yang terkenang dan ingin diulang lagi sama temen-temen yang kali ini bergerak dibawah naungan doinggood.movement. Tahun ini, insyaAllah akan ada lagi gerakan Titip Qurban; Dari Kota ke Pelosok Desa. Harapannya, donatur yang dikota ambil bagian dari Gerakan Titip Qurban ini untuk di bagikan di pelosok desa. ๐Ÿ™‚

Titip Qurban adalah program dirancang untuk berbagi daging qurban dari kota hingga ke pelosok desa. Jadi, dengan kata lain hewan yang kamu qurban atau sedekahkan akan kami sebar ke pelosok desa yang terdampak Covid19. Terutama desa yang memang biasanya jarang mendapatkan hewan qurban. Sejauh ini, daerah yang Insya Allah akan disambangi; Bekasi, Jonggol, Cigudeg, Cimapag, Ciampea, Parung Panjang, Rumpin dan Ciaruten.

Jadi, program Titip Qurban ini ada dua tipe;

1. Sedeqah qurban, dengan minimal Rp. 10.000 kalian sudah bisa ikut sedekah daging. Uang yang terkumpul nantinya akan dibelikan hewan qurban yang juga akan disembelih dan dibagikan kepada warga di pelosok desa. Hewan qurban akan disembelih menggunakan nama tokoh masyarakat atau tokoh agama yang dinilai layak menjadi pekurban namun belum mampu membeli hewan qurban sendiri.

2. Titip qurban, dengan Rp. 2.550.000 atau Rp. 2.990.000 untuk ukuran sapi yang lebih besar kamu sudah bisa ikut berkurban 1/7 bagian sapi.

REKENING TITIP QURBAN
Rek a.n Fajar Firmansyah
๐Ÿ”ธBNI 0457994693 ๐Ÿ”ธMandiri 1680000855492
๐Ÿ”ธBRI 151101005362504

Rekening a.n Nur Wahyuni
๐Ÿ”น BCA 3980109495

Informasi & Konfirmasi
0858-9004-3231 a.n Fajar Firmansyah

Seperti yang kita tahu, ditengah situasi pandemi seperti ini banyak hal berubah. Ada yang terkena dampak sehingga mungkin tidak bisa ikut berkurban, ada yang kelimpahan rezeki karena efek dari masyakarat yang #dirumahaja. Yang pasti, setiap orang bisa turut berkontribusi.

Belum mampu untuk utuh 1 ekor kambing? Gapapa, bisa ikut ambil bagian di Sedekah Qurban. Ingin titip Qurban dan disalurkan ke daerah-daerah yang sudah kusebutkan diatas, boleh banget.

Al Hajj 36-37, yaitu:

ููŽูƒูู„ููˆุง ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง ูˆูŽุฃูŽุทู’ุนูู…ููˆุง ุงู„ู’ู‚ูŽุงู†ูุนูŽ ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุนู’ุชูŽุฑูŽู‘ ู„ูŽู†ู’ ูŠูŽู†ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ู„ูุญููˆู…ูู‡ูŽุง ูˆูŽู„ุง ุฏูู…ูŽุงุคูู‡ูŽุง ูˆูŽู„ูŽูƒูู†ู’ ูŠูŽู†ูŽุงู„ูู‡ู ุงู„ุชูŽู‘ู‚ู’ูˆูŽู‰ ู…ูู†ู’ูƒูู…ู’

โ€œMaka makanlah sebagiannya (daging qurban) dan berilah makan orang yang merasa cukup dengan apa yang ada padanya (orang yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Daging daging qurban dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai keridhaan Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.โ€

Semoga Allah mudahkan dan mampukan kita untuk menunaikan qurban ditahun ini ya, dan menjadikan kita sebagai hamba Allah yang bertakwa. Aamiin allahumma aamiin.

MENTAL HEALTH AWARNESS.

Mendekati hari kemenangan, saya jadi teringat kejadian yang menimpa salah satu sahabat saya tepat satu tahun yang lalu menjelang hari raya Idul Fitri.

Dia menyayat tangannya sampai berdarah. Muasalnya dari kehidupan percintaannya yang tidak berjalan sesuai apa yang diharapkannya, ditambah support keluarga yang tidak sesuai ekspektasinya. Apesnya, dia berada jauh dari saya. Sehingga saya cukup kesulitan untuk menenangkannya karena ia tidak ingin didekati oleh keluarganya.

Untungnya, dia cukup bisa menguasai dirinya, dalam artian masih bisa saya ajak komunikasi. Saya mendengar detail keluhannya, apa saja yang dia rasakan. Saya coba sarankan untuk segera menemui psikiater, karena ya ini butuh diobati oleh ahlinya. Sayangnya, kala itu dokter dokter dirumah sakit masih libur dalam rangka lebaran. Apalagi dokter jiwa bukanlah dokter yang selalu ada, seperti halnya dokter umum di IGD.

Selepas lebaran, ketika saya ambil hadiah THR di Kumparan, saya menemui salah seorang teman yang bekerja disana. Lupa gimana ceritanya, kita ngobrolin tentang kesehatan mental, saya ceritakan lah sekilas kondisi sahabat saya ini, dan kesulitannya mencari konselor yang ternyata kalaupun ada, berlaku system antrian.

Dia menyarankan untuk melalui platform Halodoc. Aplikasi kesehatan yang tersedia juga layanan konsultasi dokternya. Tidak butuh antrian sampai bulanan, bisa memilih dokter dan waktu yang pas sesuai jadwal kita dan (saat itu) masih free. Ini solutif sekali karena temen saya ini berada diluar kota Jakarta, sehingga ia tetep bisa konsultasi meski jarak jauh.

Sungguh saya baru tau juga, kalo Halodoc punya layanan konsultasi, sebelumnya saya pake platform ini untuk memesan obat hasil resep dari dokter perusahaan yang tidak sampai 30 menit, obat tersebut sudah ada ditangan saya. Iyaa, secepat itu.

Dari awal kami sudah sepakati bersama, bahwa ini hanyalah langkah awal kami untuk mendeteksi gangguan apa yang sedang diderita. Nantinya, akan tetap berkunjung ke dokter untuk tatap muka.

Berhasil! Banyak sekali penambahan ilmu akan Kesehatan Mental setelah ia konsultasi via Halodoc beberapa kali. Setelah itu, dia memutuskan untuk mengikuti berbagai kegiatan healing yang diadakan di Jakarta. Masih dalam rangka ikhtiar, ia kembali ‘ikut antrian’ untuk konsultasi ke dokter di Rumah Sakit dikotanya sekala berkala.

Ia diberi resep untuk beberapa waktu. Dan konsultasi beberapa kali dalam lingkup waktu tertentu.

Setelah hampir mau setahun, akhirnya semalem diagnosa dari dokter keluar. Ia di diagnosis gangguan Bipolar episode Depresif. Untuk gangguan ini, ternyata tidak cukup bercerita dan mendapat masukan, harus ditunjang lagi dengan pengobatan medis karena Neurotransmitters otaknya terganggu. Selama mengikuti anjuran dokter untuk minum obat, ia merasa hidupnya lebih tenang.

Semalem, akhirnya ia bercerita flashback masa kecilnya. Diusia 9 tahun, dia sudah mengancam akan bunuh diri. Kemudian ketika dia di ungsikan kesatu ruangan ketika orangtuanya berantem, ia menyakiti dirinya sendiri dengan memukul kepalanya dengan benda lain sampai benjol. Itu terjadi begitu saja tanpa ia tahu, apa yang sedang ia lakukan dan rasakan. Terjadi begitu saja.

Barulah diusia menjelang 30 tahun, ia membaca banyak informasi tentang kesehatan mental, dan akhirnya keputusan terbaik pun dia lakukan, mencari pertolongan pada ahlinya.

Saat ini ia masih menjalani terapi, baik konsultasi maupun konsumsi obat. Sesekali mengikuti self healing sebagai penunjang. Kelak jika sudah dinyatakan sembuh dan hidupnya lebih baik, ia berjanji akan sharing tentang perjalanan kesehatan mentalnya.

Dia ga pengen akan ada orang orang yang menghakimi dengan berkata kurang bersyukur, kurang iman, kurang sholat, kurang ini dan kurang itu. Ini murni karena emang ada bagian yang emang harus ditangani secara medis.

Yang perlu kita sepakati bersama bahwasannya, ke Psikolog atau ke Psikiater bukan berarti kita gila. Kita kesana karena kita tahu, ada yang salah pada jiwa kita dan kita butuh orang yang ahli dibidangnya untuk menemani kita menyembuhkannya.

Jadi plis, kalo ada temen yang berencana untuk memeriksakan dirinya ke psikolog, jangan komen, “Emangnya kamu gila?”

HAMPERS LEBARAN.

Ada sesuatu yang baru nih di ramadhan kali ini. Tanpa buka bersama, tanpa saling tatap muka, memunculkan keinginan baru, ingin tetap bersilaturahmi melalui kirim kiriman.

Ini perasaan saya aja, atau sebenernya tiap tahun juga begini. Orang orang saling kirim kirim sesuatu ke kerabat dan teman-temannya. Saya sih baru nyoba taun ini, dan seru juga ternyata.

Awalnya lebih karena ingin membantu teman-teman yang jualan online dibidang kuliner. Support dagangannya dengan memberikan dagangannya, keteman-teman terdekat. Saya beli roti canai untuk makanan berbuka teman-teman saya di Batam. Episode nanyain alamat mereka tanpa terkesan ingin mengirim sesuatu jadi challenge tersendiri yang seru seru sedap. Ehe. Continue reading

SOPIR PRIBADI.

Sesuatu yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya, bahwa saya akan punya sopir pribadi. :’) Yakali kan, mobil aja ga punya, gimana segala mau punya sopir.

Semenjak social distancing mulai digalakkan dan kemudian diberlakukannya PSBB didaerah Jabodetabek, direktuk kami melarang keras untuk menggunakan kendaraan umum jika harus ke kantor. Beliau mengizinkan kami untuk menggunakan moda transportasi yang bersifat lebih invidualis. Seperti grab car, go car dan taxi.

Jadilah selama masa pandemi, saya bolak balik ke kantor naik Taxi. Duh, gaya. Sekali jalan argonya setarif uang belanja mamam 3 hari untuk kami sekeluarga. Pulang pergi sehari? wogh, bisa uang makan sekeluarga seminggu. Continue reading

SEBELUM RAMADHAN BERAKHIR.

Waktu itu ya, bener bener sat set sat berlalunya. Cepet banget. Ini udah menghitung hari menuju hari kemenangan. Hari lebaran.

Lagi, ku bersyukur sekali menjalani ramadan ditengah pandemi, banyak sekali hal hal baik yang bisa dilakoni meski dengan situasi seperti ini. Berasa cepet banget waktu sehari habis, karena kejar kejaran dengan mengamalkan amalan amalan baik dibulan ramadhan. Bisa puasa dirumah seperti kembali ke jaman sekolah. Haha.

Banyak sekali doa doa yang dipanjatkan sebelum ramadan ini usai;

Semoga Allah ridho dengan ibadah yang kita lakuin selama sebulan ini. Buatku, prestasi taun ini, belum pernah bolong tarawih berjamaah. Alhamdulillah, dikasih papa sehat yang terus bisa ngimami kita.

Semoga kita masih diberikan umur sampai hari kemenangan dan bulan ramadhan tahun depan, mengingat tahun ini kita banyak sekali kehilangan ditinggal duluan oleh hamba Allah yang lain.

Semoga setelah bulan Ramadhan keadaan dunia jadi lebih baik, kita sudah bisa beraktivitas meski dengan protokol The New Normal. Aseli, kemarin sempet ke kantor dan buka bareng diruangan. Rasanya kangen sekali. Ngobrol, pesen go-food dan cekikikan sama rekan kerja.

Candi Ratu Boko

Ingin lekas bisa outing bareng lagi, ya Allah :’)

Semoga tahun depan, bisa kembali menjalani rutinitas bulan ramadhan seperti tahun tahun sebelumnya. Bukber sama orang-orang, ikut kegiatan kerelawanan, safari mesjid, berburu takjil, Ramadan Trip dan lebaran full kumplit dengan keluarga tersayang.

AAMIIN!

 

LEBARAN TAHUN INI; SAAT YANG TEPAT UNTUK BERHEMAT.

Memasuki 10 hari puasa terakhir di bulan Ramadhan. Sungguh ga kerasa waktu berasa lari. Kek baru kemarin PSBB, minggu depan udah mau lebaran aja. Huhu. Tiba-tiba keingetan kebiasaan lebaran dari tahun ke tahun;

Gagap jajan, dari kue lebaran, aneka cokelat, cemilan-cemilan. Memasuki bulan Ramadan, mulai deh berdatangan katalog katalog rang jualan kue. Mulai deh seruangan scrolling berjamaah buat makanan jamuan selama lebaran dirumah. Kalo pas jadwalnya Kakang (keponakan saya) lebaran di Depok, saya mulai deh, nyari cemilan favoritnya.

THR

Nuker uang baru. Meski ga tau mau ngasih siapa, karena ga ada sodara yang kicik kicik, nuker uang baru buat lebaranan suka bikin hati tenang aja. Kalo ada bocah bocah ketuk pintu, ada yang ditempelin ke tangannya ๐Ÿ˜€ Continue reading

MUDIK? IYA ATAU ENGGA?

Hari ini, berita ramai tentang Bandara Soekarno Hatta yang dipenuhi oleh calon penumpang. Misuh misuh lah orang tentang dimana PSBB, dimana Social Distancing, dimana perasaan mereka yang berkumpul kumpul itu.

Oleh beberapa orang saya sempet dijapri dan diajak diskusi. Awalnya saya itu ga mau komen. Kemudian saya kembali kerja. Buka youtube. Hari ini saya pengen ditemani sama lagu lagunya weslife. Sampai muncullah satu lagu; Continue reading

LEBARAN YANG DIRINDUKAN.

Jelas saja silaturahmi kesana kemari. Engga yang offline, engga ya online. Hari lebaran hari dimana bertemu kembali saudara saudara yang lama ga ketemu, dan jadi ajang nunduk gagdget paling syahdu karena saling menghubungi untuk “dimulai dari angka 0 yhaa”.

Seringkali kami berlebaran dengan keluarga inti tanpa bertemu saudara. Namanya juga perantauan. Tapi sekalinya berlebaran di kampung, baik kampung Papa di Malang atau kampung Mama di Bandung/Garut/Tasik jadi supersibuk karena kapan lagi kumpul kumpul. Continue reading

MENU KHAS LEBARAN.

Karena kami hidup berpindah pindah dari Purwokerto, Bandung, Aceh, Batam dan kini kembali ke Pulau Jawa serta mama yang ga hobi hobi masak, maka menu lebaran kami adalah menu nasional yang ada dan bisa dimasak tanpa harus menunggu lebaran.

Pernah pada satu masa dimana, semua orang uda masak masak untuk persiapan lebaran, eh tiba tiba hilal ga muncul maka lebaran masih lusa. Rame deh timeline dengan, “gegara hilal setitik mubazir rendang sepanci”. Ada yang masih inget? Kala itu, tampaknya cuma keluarga kami yang can’t relate, karena kita emang belum masak-masak. ๐Ÿ˜€ Continue reading