Category Archives: DI Yogyakarta

20 Jam di Yogyakarta; Tempo Gelato, Warung Klotok & Malioboro.

Mengunjungi Bandung, Bali dan Yogyakarta adalah hal yang ingin saya lakukan disetiap tahun. Hal ini baru saya kemukakan di akhir tahun lalu ketika membuat resolusi 2018. Diawal tahun, saya berkesempatan mengikuti Kelas Inspirasi Bandung. Menyusul pertengahan tahun, salah seorang sahabat menikah di Bandung. Cukuplah membuat keinginan terpenuhi.

Saya sempet mendaftar Kelas Inspirasi Bali demi terpenuhinya ingin kem-Bali. Eh Qadarallahu, outing kantor saya di lakukan 2 minggu sebelum pelaksanaan KI Bali, dan tujuannya adalah kemBali! Hore, gratis! Dilalah ketika di Bali kami merasakan gempa yang membuat saya akhirnya urung untuk mengikuti KI Bali.

Bandung Checked.

Bali Checked. Continue reading

Advertisements

Long Weekend Tiba, saatnya Santai di Pantai Yogyakarta

Mengunjungi Candi-candi seperti Candi Prambanan dan Candi Boko, Menikmati jalan sore hari di Maliboro, Kuliner Nasi Kucing dan Kopi Arang disekitar Stasiun Tugu adalah hal-hal yang terpikirkan oleh kita jika mengingat Yogyakarta.

Padahal, jika kita mau berjalan lebih jauh sedikit, Yogyakarta punya deretan Pantai cantik yang bisa kita nikmati seperti halnya Bali, Aceh dan Malang.

Baca: Menyusuri Pantai di Malang Selatan

Long Weekend di depan mata dan akan terjadi berulang kali di bulan April ini bisa jadi waktu yang pas untuk menjelajah Yogya lebih jauh untuk menyusuri Pantai-pantai indahnya. Bersama Sriwijaya Air, kamu bisa memesan tiket pesawatnya di Traveloka di https://www.traveloka.com/sriwijaya-air.

Berfoto dibawah Pohon duras di Pantai Pok Tunggal

pantai pok tunggal yogyescom

Source: yogyes.com

Pantai ini memiliki sebuah ikon yaitu pohon duras yang berdiri kokoh di pinggir pantai. Menikmati matahari terbenam juga bisa didapatkan dari Pantai ini. Pantai ini masih sangat sepi dan hanya di kunjungi oleh mereka yang ingin bermalam dengan mendirikan tenda bisa jadi alternatif long weekend bareng sahabat. Continue reading

Hati-hati! Perempuan lebih rentan depresi, Jadikan Staycation sebagai solusi.

“Aku stresslah, rasa-rasanya pengen kabur aja dari sini. Pergi jauh.”

Sebuah pesan whatsapp masuk dari sahabat karib saya di pulau seberang. Belakangan, ia emang sedang memiliki masalah dalam hubungan percintaannya. Masalah-masalah kecil yang akhirnya menjadi besar, membuatnya stress dan ingin sejenak kabur dari si pasangannya.

Kesehatan mental sering sekali luput dari perhatian. Secara fisik, sahabat saya ini baik-baik saja, namun secara mental, ia terguncang. Halah! Bawaannya, kok ya galau terus berhari-hari. Padahal, selain fisik yang sehat, jiwa yang sehat juga sangat penting. Dalam beberapa studi, perempuan rentan depresi dibanding pria.

Salah satu faktor yang menyebabkan perempuan rentan depresi adalah faktor hormonal.

Perempuan terganggu dengan siklus horomonal bulanan yang sering berbarengan dengan perubahan mood atau perasaan yang tidak nyaman. *sambil ngacung tangan* Saya juga hobi banget, mood-moodan sebelum, dikala dan sesudah menstruasi.

Bisa jadi ini juga yang sedang terjadi pada sahabat saya. Ia berkali-kali meminta saya untuk memberinya solusi. Terkait tekanan ia dalam berkarir dan kehidupannya dalam berhubungan dengan pasangannya.

Pada awalnya, saya sempat bingung memberinya solusi selain datanglah ke Jakarta, dan bermainlah bersama sama dalam beberapa waktu. Sampai kemudian, saya teringat sesuatu dan bilang.

“Coba Staycation deh.”

Jika ingin menghibur diri menghindar depresi, saya menyarankan untuk get lost disuatu tempat. Darisana, pasti akan mendapatkan banyak sekali pengalaman baru yang membuat kita menemukan ‘diri’ kita sendiri.

Sahabat saya ini, beberapa kali traveling bareng saya, namun belum pernah mencoba untuk traveling sendirian. Sementara  saya, 4 tahun belakangan ini jalan aja terus kemana-mana. Solo, duet, trio sampai traveling rame-rame kaya anak sekolah lagi study tour. Continue reading

Wakeup Homestay, Yogyakarta

Akhir tahun 2015, One Day Fun Doing Fun diadakan di Yogyakarta. Sebelum-sebelumnya, saya tidak pernah bingung mencari tempat menginap, karena kebetulan diadakan di Jakarta (Tempat saya berdomisili), Batam (Rumah Orang Tua) & Bandung (Nebeng menginap di Rumah kakak).

Salah satu PR ketika membawa ODFDF ke Yogya adalah mencari penginapan untuk saya terutama dan untuk kakak-kakak yang relawan yang berasal dari luar kota.

Yang terlintas dipikiran saya adalah Edu Hostel, tempat saya menginap 2 tahun yang lalu bersama adik saya. Namun kemudian, salah satu kakak relawan, Febby, membantu saya mencari pilihan lain untuk menginap. Karena mungkin akan ramai yang akan ikut serta, saya memilih untuk cari penginepan tipe dorm. Disamping harganya lebih murah dari hotel, bisa menjalin silaturahim lebih dekat karena sekamar tidak hanya berdua.

Setelah berdiskusi, akhirnya kami memilih untuk menginap di Wakeup Homestay. Letaknya tepat di ujung jalan Sastrowijayan. Dekat sekali dengan Malioboro. Aksesnya bisa jalan kaki dari Stasiun Kereta Api Tugu dan bisa naik TransJog dari Bandara Adi Sucipto.

20151212_083943

Pintu Depan, Wakeup Homestay

Kabar baiknya, jika memungkinkan kita dapat melakukan early check-in dengan tanpa biaya tambahan. Ini oke banget, buat kita yang nyampe Jogja shubuh hari, kan? Early Check-in bisa jika ada kamar yang kosong dan diatas pukul 7 pagi. Continue reading

[CharityLovers] One Day Fun Doing Fun Goes To Yogyakarta (2)

Keseruan kegiatan #ODFDF Yogyakarta, saya ceritakan di postingan ini. Keluar dari Pekarangan tempat wisata Hutan Pinus, kami melipir ke tempat dimana kami akan makan siang bareng.

Having Lunch di Bumi Langit.

Anti mengajak saya untuk makan siang di Resto Bumi Langit. Salah satu tempat makan yang tidak jauh dari lokasi Hutan Pinus. Awalnya saya agak sedikit ragu, karena tempat makan ini no MSG. Sehat banget, kan? Anak-anak suka engga ya? Kemakan engga ya? Apa mereka lebih suka KFC? :)))

IMG_5127 copy

dan ternyata tempatnya kece! Dari sini bisa lihat Jogja dari ‘atas’.

Katanya sih, kami akan diberikan satu pendopo sendiri. Nyatanya, kami digelarkan tikar dibawah, dimana disekelilingnya ada pengunjung lain. krik.. krik.. Continue reading

[CharityLovers] One Day Fun Doing Fun Goes To Yogyakarta (1)

Ketakutan terbesar kami hari ini adalah Hujan. Secara acara ini diselenggarakan di pertengahan bulan Desember, yang hujan lagi sering-seringnya menghampiri. Saya sengaja memesan satu buah bus, hm, kopaja lebih tepatnya, untuk akomodasi kakak-kakak relawan dan adik-adiknya.

Alhamdulillah, pagi di tanggal 13 Desember 2015, cerah 🙂

IMG_5081 copy

Matahari menelusup diantara rindangnya pohon Pinus.

Bagi adik-adiknya, ini adalah kali pertama mereka mengunjungi tempat wisata ini. Dan bagi sebagian besar kakak-kakak yang terlibat juga. 😀 Jadi selain bermain dalam kegiatan ini, sekalian #piknikhore dan #wisatabareng.

Sebelum acara dimulai, kami memberikan snack pagi untuk kakak dan adiknya agar bertenaga (?) ketika bermain nanti, sehingga bisa memenangkan bermacam permainan yang diadakan. Continue reading

Road to #ODFDF Goes to Yogyakarta

Tadinya, saya mengira One Day Fun Doing Fun goes to Bandung menutup rangkaian kegiatan Charity saya di tahun 2015. Sampai kemudian, Putri, teman sekamar saya yang sekaligus teman yang pertama kali repot bareng saya di Pilot Project, One Day Fun Doing Fun pertama kali di Jakarta, menikah di akhir tahun dan resepsinya di Yogyakarta.

Lantas, bukan karena mengharap dia akan kembali membawakan #ODFDF, sehingga saya memutuskan untuk memboyong kegiatan ini ke kota gudeg tersebut. Saya mengincar teman-teman semasa kuliah yang rencananya akan reuni di resepsi pernikahannya Putri.

‘Mungkin, seru, selain reuni di nikahan Putri, kita reuni juga dalam wadahnya #ODFDF ini.’ Pikir saya. Ditambah, temen-temen saya ini jugalah yang selama ini support saya dalam hal donasi. Nah, untuk mencari Panti Asuhan serta tempat, saya minta bantuan sahabat sedari SMP saya, yang masih menempuh pasca sarjana-nya di Yogya. Semestapun mendukung semuanya. Saya menyelesaikan pamflet, menyebarkannya, mencari uang. Anti, sahabat saya, survey beberapa lokasi – mengirimkannya pada saya -, survey panti Asuhan, ancang-ancang goodie bag dsb.

Goes to Yogyakarta!2

Lantas, kenapa di Hutan Pinus? Sebenernya bagi saya yang penting, tempatnya rindang, nyaman, dan bukan di kawasan Panti Asuhan. Anti sempet merekomendasikan beberapa tempat makan, sampai Candi Boko. Haha.

Eh tiba-tiba, Ami, teman saya yang di Medan nanya, how to get Hutan Pinus. Saya juga jadi kepikiran, karena belum pernah. Saya coba koordinasikan sama Anti, dan akhirnya kami putuskan untuk di Hutan Pinus. 🙂  Continue reading