20 Jam di Yogyakarta; Tempo Gelato, Warung Klotok & Malioboro.

Mengunjungi Bandung, Bali dan Yogyakarta adalah hal yang ingin saya lakukan disetiap tahun. Hal ini baru saya kemukakan di akhir tahun lalu ketika membuat resolusi 2018. Diawal tahun, saya berkesempatan mengikuti Kelas Inspirasi Bandung. Menyusul pertengahan tahun, salah seorang sahabat menikah di Bandung. Cukuplah membuat keinginan terpenuhi.

Saya sempet mendaftar Kelas Inspirasi Bali demi terpenuhinya ingin kem-Bali. Eh Qadarallahu, outing kantor saya di lakukan 2 minggu sebelum pelaksanaan KI Bali, dan tujuannya adalah kemBali! Hore, gratis! Dilalah ketika di Bali kami merasakan gempa yang membuat saya akhirnya urung untuk mengikuti KI Bali.

Bandung Checked.

Bali Checked.

Diawal bulan Desember kemarin, ku uda nerimo lah kalau ndak bisa ke Yogya yauda ga usa dipaksain. Mungkin lain kali. Eh pas uda “ikhlas”, Allah kasih jalan. Tiba-tiba Adik saya bilang KAI Access lagi ada promo. Trus ya, semestakung. Saya beli tiket Bandung – Yogya 50 ribu aja. Dan Yogya – Jakarta 150 ribu kelas eksekutif. Klik klik klik bayar terus bengong.

Bengong karena beli tiketnya bikin ga nyampe 24 jam di Yogya.

HAHAHAHADEMIDEMIKAN.

Kenapa dari Bandung? Jadi ada kegiatan International Volunteer Anti Coruption 2018 di Bandung dari Jumat – Minggu. Kemudian, saya mengajukan cuti Jumat dan Senin. Tadinya mau explore Bandung dan nyicipin penginepan Pod disana. Jadi deh, ke Yogyanya hari Minggu dari Bandung, dan langsung pulang senin malemnya. Muehe.

Short Story, Pukul 3 sore saya bertolak dari Bandung dan sampai tepat dini hari. Setelah penggalauan memilih hostel, akhirnya saya kembali ke Edu Hostel dengan pertimbangan;

Edu Hostel.jpg

Mini pool dan bengong bengong lucuk.

  • Ada female dorm. Dibanyak hostel lucu-lucu, adanya mixed dorm. 😦
  • Ada satpam yang standby. banyak yang petugas hanya nunggu sampai pukul 5 sore.0
  • Dekat dengan stasiun.
  • Dengan poin agoda, ku hanya perlu membayar 37 ribu saja semalem. Muahaha.

Baca: Edu Hostel, Yogyakarta.

Sarapan di Edu Hostel.jpg

Anggaplah sarpaan nasi uduk + teh manis ini 10 ribu. Jadiku nginep cuma bayar 27 ribu. :)))

Dapet temen sekamar tiga orang lainnya, yang leyeh-leyeh all day long. Sampai saya checkout pukul 10 pagi, mereka bertiga masih goler goler dong. Kalau ndak pulang hari itu, mungkin saya juga melakukan hal yang sama. :))))

Tujuan pertama pagi itu adalah makan es krim di Tempo Gelato. Yang konon katanya rame terus itu. Beruntung, karena hari itu hari kerja, sepi. Alhamdulillah. Saya cukup menikmati pagi itu dengan khusyuk.

Tempo-Gelato.jpg

Duile.

Vanila Choco + Kiwi!

Vanila Choco + Kiwi!

Menjelang makan siang, saya memutuskan untuk makan siang di Warung Kopi Klotok. Jarak dan tarif ojek online cukup lumayan karena lokasinya yang berada di Kaliurang KM 16. Prediksi saya kala itu adalah, jangan-jangan biaya makan sama ongkos gojeknya mahalan transport-nya. Muaha.

Menurut cerita, Warung kopi klotok ini juga suka antri panjang. Yang wajib di coba adalah pisang gorengnya yang khas. Dan untuk ibu yang sedang hamil, gratis! Memasuki area Warung ini seperti biasa aja. Lokasinya agak menjorok kedalam dimana kiri kanannya adalah sawah.

Warung Klotok

Duile (2)

Tempatnya pun hanya seperti rumah tempo dulu. Dengan menu yang rumahan banget. Nasi putih pulen. Telor Dadar. Tempe goreng. Sayur Lodeh aneka toping. Ikan Asin. Sambel dadak.

Menu Warung Klotok.jpg

Sebagai anak baru pencinta kopi. Saya pesen kopi klotok + es batu dan tentu saja pisang goreng yang direkomendasikan.

Makan di Warung Klotok.jpg

Nikmat Makan enak yang manakah yang kamu dustakan.

Ngopi di Klotok.jpg

Makan segitu sampe perut penuh dan sempet minta tambah es batu saking enaknya kopi, tarif makan saya ndak sampe 30 ribu. Duuh terharu. Bener aja kan, mahalan naik ojek pp nya. Wakakak.

Area Dapur serba pisang.jpg

Area dapur yang menyatu dengan tempat kita makan. Cem dirumah nenek :))))

Sempet takut ndak dapet ojek karena lokasinya yang jauh dari pusat kota, eh ternyata ada aja kok yang nyantol. Saya bertolak ke Malioboro dengan tujuan ngubek-ngubek Mirota Batik. Kesukaan saya pada Mirota sama dengan kesukaan saya pada Joger di Bali. Seneng meski hanya lihat-lihat.

Aksesoris

Beli deng ga cuma liat liat :))))

Menjelang sore, hujan turun cukup deras. Seorang teman sekolah jaman saya di Batam menemui saya di Raminten. Kami ngobrol cukup lama sampai 1 jam sebelum kereta saya kembali ke Jakarta.

Mampir bentar ke Bakpia, saya cus langsung ke Stasiun Tugu dan kembali pulang.

Dibilang puas, tentu saja belum. Namun saya seneng dan lega. Semua kota yang ingin dikunjungi, kesampaian. Alhamdulillah.

Semoga masih punya waktu, rezeki dan jodoh untuk kembali lagi! Ada aamiin?

10 thoughts on “20 Jam di Yogyakarta; Tempo Gelato, Warung Klotok & Malioboro.

  1. Sekar

    Kok aku baca tulisan yg bagian promo tiket eksekutif itu rada kesel ya? Hahaha πŸ˜„ sering banget ketinggalan promo.

    Sekarang jogja udah makin bagus yaa. Di semua tempat tuh seolah-olah berlomba mempercantik tampilan supaya instagramable gitu. Udahnya murah, surga banget. Tiati lho mbak dita nanti kangen hahaha

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s