Category Archives: Sumatera Barat

Menikmati sajian kuliner khas Sumatera Barat

Apalah arti jalan-jalan tanpa sempat menikmati sajian kuliner khasnya, ya kan? Hal ini hanya tidak bisa saya lakukan jika sedang jalan-jalan pada bulan ramadhan. Diluar itu, saya sempatkan untuk icip icip makanan khas daerahnya.

Indonesia itu indah bukan hanya karena pemandangannya, tapi karena bahasa daerahnya, dan juga aneka makannya. Setuju dong?

Jadi, pas perjalanan ke Sumatera barat kemarin, selain hunting tempat untuk dikunjungi, saya juga nyari informasi makanan apa yang patut dicoba, secara ya, dimana-mana yang namanya restoran padang itu selalu ada ajaaa di seantero nusantara, dan (seringkali) jadi penyelamat rasa kalau lidah ga sreg sama makanan daerah 😀

Baca: 4 Pulau di Padang Painan, Sumatera Barat.

Karena kemaren jalan-jalan ke Padang sekalian dengan ngunjungin nikahan, ada beberapa jam makan yang dilakukan ditempat kondangan. Inilah beberapa tempat makan yang sempat saya datengin ketika di Sumbar. Continue reading

Advertisements

Kapuyuak; Kaos Unik Raso Minang, Oleh-oleh dari Jam Gadang.

2 tahun yang lalu, saya memenangkan salah satu hadiah dari #LiaMartaGiveAway yakni kaos Kapuyuak dari Bukittinggi, kemudian sering saya bawa untuk Jalan-Jalan. Ga nyangka juga, akhirnya saya bisa main-main dan belanja di Kapuyuak, produksi Kaos Unik Raso Minang di Bukittinggi.

woyb12

Kaos Hadiah dari Kak Lia

Produk ini tentu saja bisa jadi salah satu alternatif oleh-oleh kamu jika sedang mengunjungi Bukittinggi.

SONY DSC

Design Kaos Kapuyuak

Apakah Kapuyuak hanya memproduksi Kaos? Tidak. Yang diutamakan sih kaos dengan menggunakan font yang lucu, dan bahasa minang (yang-membuat-saya-bolak-balik-ke-Uda-dan-Uni-nya-untuk-nanyain-artinya-apa). Selain itu, ada juga handbag, topi, sendal dan gelang.

Dulu, saya pikir, jika mau merasa sedang tidak di Indonesia pergilah ke Gili Trawangan, maka kamu akan merasa minoritas karena Bule lebih mendominasi. Pergilah naik bus antar kota Jawa Timur yang sebagian besar orang-orangnya berbicara bahasa Jawa yang duh, saya beneran ga ngerti. Eh, menapakkan kaki di Kapuyuak juga membuat saya merasa asing. Kaga ngerti sama sekali ini tulisan yang saya baca ini artinya apaaa. 😀

Jaman saya kuliah, saya belajar tentang typografi, ilmu belajar tentang jenis huruf. Font. Gitu-gitu. Jadi mengamati font yang dipakai untuk design baju disini buat saya betah. Masalahnya yaitu, saya ga ngerti artinya apa.

Ada beberapa yang ketebak seperti nama-nama hari. Pelafalan jika dibaca seperti pribahasa. Dan yang paling dimengerti adalah “Urang Minang” Eeaa.

Untuk ukuran kaosnya juga dilabeli berbeda sama dengan yang lain. Seperti untuk ukuran S disebut Ketek, ukuran M disebut Manangah, ukuran L disebut Gadang, ukuran XL Gadang Bana dan Untuk XXL disebut Gadang Ba Kalabaihan. Muahahaha :))))

Main ke sini, senengnya kaya lagi main ke Joger kalau di Bali. Nge-betahin. Semalem di Bukittinggi 2 kali saya mampir kesini. ihihi.

Oleh-Oleh Bukittinggi? Beli di Kapuyuak sini! 🙂

Puncak Lawang; Tempat yang jangan tertinggal jika sedang Nge-Bolang

Karena belum pernah ke Sumatera Barat, Itenary perjalanan ke Sumbar saya serahkan sepenuhnya ke Kang Mas. Kecuali Taruko Cafe, tempat yang ujug-ujug pengen kita coba saat itu juga tanpa direncanakan. Saya ga punya ekspektasi apapun, tentang tempat-tempat yang akan dikunjungi nanti, eh Pantai Pasumpahan engga deng. Wisata kesana adalah request saya.

Sisanya, diajak kemanapun, saya ikut aja. Ikut coba nikmatin. Sampai akhirnya mobil tiba di Puncak Lawang. Saya teringat sesuatu, jadi ketika 30 Days Blog Challenge, saya sempet nulis artikel tentang tempat oke untuk paralayang di Indonesia. Dilalahnya, dalam tulisan saya, Puncak Lawang adalah salah satunya.

Semesta mendukung menjadikan tulisan saya yang tentu saja saya cari sumbernya via google, menjadi tempat yang akhirnya bisa saya kunjungi. Hanya dalam kurun waktu 2 bulan.

Puncak Lawang adalah salah satu tempat wisata daerah dingin di Sumatera Barat. Udara yang menelusup nyelip nyelip baju dengan angin yang buat hijab berkibas-kibas bikin saya excited! Setelah berpanas-panasan ria dan ‘gosong’ hoping Island, dibales dengan kesejukan di tempat ini.

Pemandangan yang tersaji dihadapan adalah Danau Maninjau. Melihat air dengan pemandangan dibawah dan sekitarnya yang hijau mengingatkan saya dengan Bukit Marese, di Lombok Barat. Berputar badan menyenangkan.

view-from-puncak-lawang-nia

Tempat ini dijadikan tempat untuk penyuka olahraga paralayang. Dengan ‘terbang’ dari atas sampai ke bawah sana. Sayangnya, pemandangan orang terbang tak bersayap itu hanya bisa dilihat dihari Sabtu & Minggu saja. Kebetulan, kemarin saya kemari di hari kerja, Senin, yang tentu saja jadi Sepi!

duduk-duduk-selow-nia

Nyepi Nyepi Hore

Aktifitas lain dari atas ini selain menikmati angin semilir dan danau maninjau, ada arena outbond juga untuk anak-anak kecil.

arena-games-pl-nia

Deretan Hutan pinus ini mengingatkan saya sama One Day Fun Doing Fun ketika di Joga, dan pengen suatu hari nanti bisa mengadakan ODFDF di tempat ini juga.

outbond-place-nia

Arena Outbondnya ini anak-anak-able. Happy deh kalau bawa anak-anak liburan kemari. Entahlah ya, kalau weekend ngantri atau engga. Siang-siang di hari senin yang sepi, bisa bikin anak Happy karena ga ada saingan. Hihihi.

Saya sih seneng banget diajakin kesini, kalau saja tidak mengejar waktu untuk ke Lembah Harau kemudian ke Bandara, saya pengen deh diem disini lebih lama. *kodekodediudara*

Taruko Cafe; Tempat Nongkrong Muda Mudi di Bukit Tinggi

Ketika live update di Instagram bahwa saya sedang menjelajah Bukit Tinggi, Kekasih hati adik saya mengirimi sebuah message; “Di Bukittinggi ada tuh, Teh, tempat yang view-nya bagus, dia sekalian cafe gitu. Namanya Taruko Cafe. Siapa tahu bisa jadi referensi”. Taruko Cafe tidak ada dalam daftar yang ingin saya kunjungi di Bukittinggi, tapi berbekal browsing, saya jadi menanggalkan untuk ke ‘tembok cina’-nya bukittinggi untuk bisa ke cafe ini.

Letaknya sejalan dengan Lembah Sianok, melewati pintu Goa Cina bawah, ikutin jalan yang tidak mulus sampai menemukan papan penunjuk Taruko Cafe. Tidak direkomendasikan jika kamu kesini berjalan kaki, yha! Jauh, cuy!

So, apa yang bikin tempat ini istimewa? Jelas, viewnya keren. Diantara lembah. Cafe yang serasa dan ada diatas pohon. Udara yang tentu saja sejuk ala Bukittinggi. Dan harga yang masih ramah di kantong.

view-taruko-cafe-nia

Landscape

Continue reading

Losmen Carlos, Penyedia jasa untuk yang mau Island Hoping di Sumatera Barat

Setelah memantapkan diri untuk Island Hoping di Sumatera Barat, saya browsing untuk paket-an nya. Dan halaman google didominasi oleh Losmen Carlos. Sehari sebelum hari H, saya booking deh penginapan + Paket island hoping & snorkeling dari Losmen Carlos. Setelah fixed di Booking by Phone, saya baru browsing review penginepan ini.

Dan jejeng! Di Trip Advisor, dari belasan reviewer 90% menilai losmen ini poor. Seketika saya galau se galau-galaunya. Mau cari penginepan lain, kok ya males. Mau tetep di sana, khawatir kecewa. Long short story, karena sudah kemaleman, dan sepanjang pesisir teluk bungus emang tidak ada hotel, yang saya bisa siapkan hanya mental. Bahwa, penginepan ini bisa saja mengecewakan saya juga seperti penilaian yang lainnya.

20160918_073635

Kami tiba sekitar pukul 12 malam, setelah 3x bolak balik di telponin Mikel (Yang Punya Losmen) memastikan jadi menginap atau tidak karena banyak yang ingin menginap disitu.

Kamar yang saya tempati seharga Rp. 300,000,- dengan kondisi yang menurut saya sih, masih dalam batas toleransi. Kasur spring bed, kamar mandi di dalam, kipas angin, extrabed serta satu buah karpet.

Jadi ternyata, ada 4 tipe kamar yang disediakan oleh Losmen Carlos.  Continue reading

4 Pulau di Padang Painan, Sumatera Barat

Tempat wisata apa yang terpikir oleh kamu jika disebutkan Sumatera Barat? Jam Gadang? Goa Jepang?  Lembah anai? Lembah harau? Danau Maninjau? Tahukah kamu, bahwa Sumatera barat punya pulau yang ciamik seperti halnya Malang Selatan.

4 Pulau ciamik ini terletak di Padang Painan, Sumatera Barat. Untuk bisa menyebrang keempat pantai ini, kita harus ke Teluk Bungus terlebih dahulu. Dari Teluk Bungus, banyak sekali tour travel yang menyediakan trip untuk ke Pulau-pulau disekitarnya.

Berikut 4 Pulau di Sumatera Barat yang buat saya terkagum-kagum.

Pulau Pagang

Pulau pagang ini sudah ada dari Tahun 1980an. Kebanyakan yang datang ke Pulau ini adalah Bule. Sedih ya kita. Sejak mulai maraknya tempat ini dijadikan tempat wisata, maka mulailah dibangun beberapa homestay. Pulau ini dijadikan sebagai spot snorkeling jika kamu mengambil paket one day snorkeling. Iya, jadi snorkelingnya di tepi pantai gitu, bukan tengah laut seperti di Karimun Jawa atau Kepulauan Seribu. Continue reading

Filosofi & Jelazah Gizi dari sebuah Rendang

552a0fd86ea83406668b4567

Ada yang pernah menonton film Cita-citaku setinggi tanah? Adalah Agus salah satu Pemain Utama dalam film itu, kebingungan ketika disuruh menyelesaikan tugas sekolahnya; mengarang tentang Cita cita.

Ketiga sahabatnya bercita cita seperti kebanyakan anak lainnya; Sri ingin menjadi artis, Jono ingin menjadi tentara, Puji ingin membahagiakan orang lain. Sementara Agus? Cita citanya sederhana. Ingin makan di restoran padang. :’) Ayahnya hanyalah seorang kuli di Pabrik Tahu, sementara Ibunya ibu rumah tangga yang mahir dalam membuat tahu Bacem. Bagi Agus, makan di restoran padang itu keren. Kita akan diperlakukan bak Raja. Semua makanan disajikan didepan mata. Jika kita butuh apa-apa, tinggal menunjuk jari, maka pelayan akan menghampiri kita.

Agus berusaha keras untuk memenuhi cita citanya ini, ia membantu ayahnya, berjualan, merepotkan semua teman temannya, demi menikmati menjadi raja disebuah restoran padang.

“Cita citamu itu rendah, tapi bikin susah” begini celutuk salah satu sahabat Agus. 😀 Continue reading