Tag Archives: Culinary

5 Makanan yang patut dicoba Di Tiban Centre

prata-c.jpg

Ketika Pulang kerumah kemarin, saya menyempatkan diri untuk kuliner-an di Tiban Centre. Setelah saya hijrah ke Bandung untuk kuliah, tiba-tiba di depan komplek perumahan saya ada foodcourt gitu. Dari ujung ke ujung. Sesekali saya sih lebih sering minta dibungkusin sama adik saya. Kemarin, niat banget untuk makan ditempat dan nyoba beberapa macam makanan yang versi adik saya, top 5 nya di Foodcourt Tiban Centre.

Inilah 5 Makanan yang patut dicoba berdasarkan penilaian adik saya 😀

Ayam Sambel Hijau Podomoro.

Ayam sambel hijau Podomoro yang ada di sini sebenernya cabang dari tempat lain. Cocok untuk yang suka pedas, karena cabe hijaunya ‘menusuk’. Biasanya sih, penyajiannya dipenyet gitu. Cuma karena takut huh hah, saya memilih untuk diletakkan dipinggir aja. 😀

Sambel Hijau Podomoro ini jadi makanan wajib saya setiap pulang beberapa kali terakhir. Endeusnya nyummy!

sambelhijaupodomoro

Harga: Rp. 17,000,- (termasuk nasi) Continue reading

Advertisements

Filosofi & Jelazah Gizi dari sebuah Rendang

552a0fd86ea83406668b4567

Ada yang pernah menonton film Cita-citaku setinggi tanah? Adalah Agus salah satu Pemain Utama dalam film itu, kebingungan ketika disuruh menyelesaikan tugas sekolahnya; mengarang tentang Cita cita.

Ketiga sahabatnya bercita cita seperti kebanyakan anak lainnya; Sri ingin menjadi artis, Jono ingin menjadi tentara, Puji ingin membahagiakan orang lain. Sementara Agus? Cita citanya sederhana. Ingin makan di restoran padang. :’) Ayahnya hanyalah seorang kuli di Pabrik Tahu, sementara Ibunya ibu rumah tangga yang mahir dalam membuat tahu Bacem. Bagi Agus, makan di restoran padang itu keren. Kita akan diperlakukan bak Raja. Semua makanan disajikan didepan mata. Jika kita butuh apa-apa, tinggal menunjuk jari, maka pelayan akan menghampiri kita.

Agus berusaha keras untuk memenuhi cita citanya ini, ia membantu ayahnya, berjualan, merepotkan semua teman temannya, demi menikmati menjadi raja disebuah restoran padang.

“Cita citamu itu rendah, tapi bikin susah” begini celutuk salah satu sahabat Agus. 😀 Continue reading