Industri 4.0 untuk Makanan Dalam Negeri.

Selama saya menempuh masa pendidikan TK – Kuliah, saya ga pernah loh ada study tour atau kunjungan ke Pabrik apa gitu kaya kebanyakan orang yang sekolah atau tinggal dilingkungan pabrik.

Ketika Kementrian Perindustrian mengundang untuk kunjungan Industri kesalah satu Pabrik Wafer milik PT Mayora Indah, saya langsung ingin ikutan ambil bagian.

Count me in!

Semenjak Bapak Presiden Joko Widodo meresmika peta jalan yang disebut-sebut sebagai Making Indonesia 4.0, Beliau berharap sektor Industri 4.0 bisa menyumbang penciptaan lapangan kerja lebih banyak serta investasi baru yang berbasis teknologi.

industri 4.0.jpg

sumber: radioidola.com

Industri 4.0 ini adalah transformasi yang sedang berproses untuk integrasi Online dan Produksi dalam Industri. Semua proses dalam Produksi bersumber dari Internet. Pada produksi Makanan Dalam Negeri, Industri 4.0 ini sudah diterapkan pada pemilihan bahan bakunya. Proses pengemasannya masih dalam pengawasan tenaga Manusia.

Kementrian Perindustrian mengajak kami untuk melihat langsung dari penerapan Industri 4.0 ini ke PT Mayora Indah Divisi Wafer.

Sebelum melihat langsung dari proses pembuatan Makanan di Industri kita, Kementrian Perindustrian memaparkan mengenai Hebatnya Industri Makanan & Minuman di Indonesia. Kalau banyak makanan yang kita impor dan kita konsumsi di Negeri sendiri, banyak juga kok makanan kita yang di ekspor keluar Negeri. Jumlahnya banyak, kualitasnya pun bisa disejajarkan dengan produk mereka.

Ada 4 hal hebat dari Industri Makanan Kita menurut kementriap Perindustrian;

Mendatangkan banyak investasi dari dalam dan luar negeri

Makanan ringan kaya beng-beng, astor dll siapa sih yang ga doyan? Keponakan saya si kakang aja, sering banget ibunya nyetok makanan ringan gitu apalagi jika akan melakukan perjalanan seperti Sumedang – Depok.

Ternyata menjadi kesukaan orang luar negeri juga ini, karena makanan produksi kita banyak dan beragam.

Maka, Cintailah produk dalam negeri yang disukai orang luar negeri. Haha.

Memberikan lapangan pekerjaan.

Beragamnya makanan yang di Produksi tentu saja akan melibatkan banyak orang didalamnya. Sekarang, ada sekitar 1,041,266 orang yang bekerja dibidang Industri Makanan.

Makin banyak orang yang bisa berjualan produk olahan makanan.

Dari setiap produk makanan yang diproduksi, ada sekitar 8,057 unit usaha yang mengolah produk makanan menjadi jajanan enak yang bisa kita pilih dan nikmati. Dan dari produk makanan yang diolah banyak yang berhasil go Internasional.

Daerah-daerah di Indonesia lebih sejahtera.

Indonesia kita ini punya banyak sekali potensi besar untuk menjadi jagoan Industri makanan dan minuman di ASEN. Wuwuw!

Maka, kemarin, bersama Mayora Indah Divisi Wafer dan Kementrian Perindustrian, kita dibolehin untuk melihat proses pembuatan Beng-beng. Makanan yang disukai oleh kaum muda dan tua ini.

Sayangnya, selama berkeliling pabrik pembuatan ini, kami tidak diperbolehkan mengambil gambar. Jangankan, mengambil gambar, membawa kamera pun tak boleh.

Antri Masuk Pabrik.jpeg

PT Mayora Indah membuat sendiri kebutuhan dasar yang dibutuhkan untuk pembuatan beng-beng. Seperti tepung dan cokelatnya, hanya untuk diolah menjadi makanan dan tidak untuk dijual umum.

Ruang pertama yang kami masuki adalah ruang penyimpanan bahan dasar pembuatan. Kemudian memasuki ruangan lain dimana lapisan wafer dibuat berbentuk lempengan tipis. Dilanjutkan dengan dilapisi Cream-diberi lempengen wafer lagi. Baru deh di potong kecik kecik.

Setelah bentuk wafer kecil persegi panjang gitu, baru deh dilumuri sereal dan kemudian cokelat.

Langsung dibungkus? Ndak dong. Setelah dilumuri cokelat, si bakal calon beng-beng ini melewati mesin pendingin. Biar cokelatnya pas padat dengan serealnya. Setelah itu baru deh dibungkus.

Rasanya takjub aja gitu, melihat proses pembuatan makanan yang sehari-hari banget kita makan. Ku sih ga paham bagaimana Industri 1.0 pada jaman dulu ya, tapi melihat semua proses pembuatan beng-beng dengan didominasi oleh mesin yang kata aku mah canggih pisan ini, membuat ku bangga sih dengan produk Makanan dalam Negeri. Bangga karena dari cokelat yang kita makan itu, hasil dari teknologi, sumber daya manusia yang terlibat di pabrik bisa dihitung jari.

Ratusan ribuan produksi sehari bisa dilakukan dan didistribukan ya karena Industri 4.0 ini. Keren ya, kita!

Cintailah dan Mari kita konsumsi segala makanan produksi dalam negeri.

Kunjungan Pabrik.jpeg

Eh btw, jadi kamu tim Beng-beng dingin atau engga?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s