Category Archives: Sharing

Tanpa Gadget.

Pernah ga sih merasa kesel sama diri sendiri karena saban hari kerjaannya main hape mulu? Beberapa bulan belakangan saya merasakannya. Muak aja gitu ngeliat notif, terutama whatsapp. Saya tergabung dibeberapa grup yang dilalahnya pada aktif. Mau left group, saya punya kepentingan tersendiri. Mau hiatus whatsapp, hampir pekerjaan saya di kantor koordinasinya melalui whatsapp.

Saya hampir ndak ngikutin perkembangan group, teman-teman yang berkepentingan akan japri saya jika ada sesuatu yang harus didiskusikan. Namun melihat notif yang sekian ribu lines dan puluhan chat itu bikin saya pusing sendiri dan jadi males plus sebel. Namun gemes karena ndak bisa ditinggalin.

Belum lagi media sosial, duh godaannya ya. Dari bangun sampai mau tidur lagi asa ga lepas tangan ini dari gadget. Continue reading

Advertisements

4th Anniversary One Day Fun Doing Fun

*bangun-bangun memasuki bulan November*

Tulisan ini harusnya dibuat dibulan lalu, dimana facebook mereminder sebuah memory tentang pertama kalinya One Day Fun Doing Fun dilaksanakan. Bener-bener ya waktu 4 tahun berlalu itu kaya baru kemarin.

4th Annive

ODFDF (One Day Fun Doing Fun) adalah kegiatan sosial yang mengajak para relawan untuk bermain bersama anak yatim, piatu dan dhuafa dalam satu hari diluar Panti Asuhan.

Saya inget banget, pada perhelatan pertamanya, Relawan ODFDF adalah teman-teman terdekat saya. Teman main, teman nongkrong, temen kuliah dan temen kerja. Emang niatnya, ingin silaturahmi dalam suasana yang berbeda. Tidak hanya nge-Mall dan tertawa-tawa.

Eh niat silaturahmi awal disana, malah menumbuhkan silaturahmi-silaturahmi lain yang ternyata teramat sangat menyenangkan 🙂

Ndak kepikir juga bisa konsisten menyelenggarakan sampai ke-7 kota berbeda dan mencoba berbagai ide baru dalam konsepnya. Untuk tahun ini sendiri, ndak main-main ke tempat wisata, tetapi main ke Mall untuk belanja baju lebaraan. Continue reading

Kentjan di Bumi Sampireun.

Kalau lagi kangen sama masakan sunda dengan tempat yang agak proper, makan di Bumi Sampireun bisa jadi salah satu alternatif. Sebelum ke Bumi Sampireun yang ada di Bogor, sebelumnya saya pernah makan ditempat yang sama, Telaga Sampireun di BSD. Semenjak pindah rumah ke Depok, PR banget kan yak kalau kudu ke BSD, Tangerang. Maka, ke Bogor menjadi solusi yang baik untuk memenuhi ke-BM-an. (*Banyak Mau). Continue reading

Menetralisir asam dan menjaga keseimbangan pH dalam tubuh dengan Pristine 8+.

Sebelum tinggal di Ibukota, saya lama tinggal di Batam dan Bandung. Dikedua tempat ini, akses kemana-mana cukup mudah. Di Batam dimana tempat dulu kami sekeluarga tinggal, saya bisa mengendarai sepeda motor, atau dianter jemput papa dan adik-adik. Di Bandung, meski belum ada motor, banyak sekali angkot yang bisa saya gunakan. Cukup mudah karena naik dan turun angkot relatif dari tempat pergi dan tujuan.

Pindahlah ke Jakarta, yang jika ingin aman, mudah dan murah pilihan transportasinya terletak pada Busway dan Commuterline. Mulai deh, bawaannya dehidrasi terus. Tau kan jembatan busway di Jakarta itu ndak ada yang pendek dan jarang sekali yang tanpa tangga. Begitu juga dengan Commuterline, duh yaa itu, naik turun tangga dan jalan cukup jauh dari gerbang ke peron udah jadi hal yang lumrah. Continue reading

Drama Tentang pemilihan Baju Kerja.

Apakah Cuma saya yang setiap pagi hari setelah mandi bengong panjang didepan lemari dan kebingungan untuk memilih baju apa yang akan digunakan hari ini?

Rasanya itu kaya permasalahan pertama setelah bangun pagi dan mandi adalah memilih baju kerja. Wakaka. Dilalahnya ini terjadi hampi berulang setiap hari. Makanya, kalau ada kantor yang menerapkan kebijakan kewajiban menggunakan baju kantor yang seragam, sesungguhnya telah meringankan satu masalah di pagi hari. Hahhaha. Continue reading

Industri 4.0 untuk Makanan Dalam Negeri.

Selama saya menempuh masa pendidikan TK – Kuliah, saya ga pernah loh ada study tour atau kunjungan ke Pabrik apa gitu kaya kebanyakan orang yang sekolah atau tinggal dilingkungan pabrik.

Ketika Kementrian Perindustrian mengundang untuk kunjungan Industri kesalah satu Pabrik Wafer milik PT Mayora Indah, saya langsung ingin ikutan ambil bagian.

Count me in! Continue reading

Menikmati aneka makanan Italia ala La Cucina.

La Cucina. Our Pizza, Our Pasta, Our Passion.

Suatu kebanggan untuk saya bisa icip icip makanan rasa Italia plus langsung ngobrol bareng ownernya, Mba Indrawati dan suaminya yang bule. Restoran yang berada di daerah Tangerang ini pun rela-rela saya tempuh dari Depok.

La Cucina Pizza E Pasta.jpg

Pizza e Pasta!

Mba Iin beserta suaminya tinggal belasan tahun di Eropa. Kesukaannya pada kuliner makanan membuat ia dan suaminya memiliki ide untuk membuka resto dan kembali ke Indonesia. La Cucina mengandung arti Dapur Saya. Yes, Mba Iin meramu sendiri semua menu yang ia sediakan di restaurannya ini, maka, slogannya pun saya kira cukup nyambung. Pizza kami, Pasta kami dan Impian kami. Continue reading