Musikal Petualangan Sherina dan Beberapa buku yang di Baca akhir-akhir ini.

Apa-apaan nih tiba-tiba udah akhir Februari aja. 😦

Beberapa bulan belakangan ini sedang malas melakukan sesuatu. Males ngeblog, males mainan sosmed, males posting foto, males ikutan event. Terus sama si Nia ini diikutin aja gitu malesnya. πŸ˜€

Menuju bulan ketiga di tahun 2018 juga tidak nafsu untuk pelesiran. Sejauh ini cuma ada satu kota yang ingin saya kunjungi berkali-kali. Sudah kesampaian sekali, semoga masih punya rezeki lagi untuk kembali ke kota itu.

Meski banyak waktu akhirnya untuk leyeh-leyeh . Ada beberapa kegiatan juga yang akhirnya bisa saya lakukan dengan sadar, nyaman dan happy.

Kegiatan tersebut; Nonton Musikal Petualangan Sherina, Nonton beberapa Film yang ketinggalan nonton di Bioskop dan Membaca beberapa buku.

Mengenang 18 tahun silam; Musikal Petualangan Sherina.

Musikal Petualangan Sherina

Finally!

Musikal Petualangan Sherina yang diinisiasi oleh Jakarta Movement of Inspiration pertama kali diadakan dibulan September 2017. Waktu itu bentrok dengan agenda jalan-jalan ke Makassar sehingga saya ga bisa ikutan nonton. Eh dilalahnya, pada bulan Desember 2017 lalu, ada penjualan tiket Early bird lagi untuk pertunjukan di bulan Februari 2018. Excited dong. Dan langsung beli ga pake mikir. Untuk kelas Echo yang harga normalnya Rp. 499,000,- cukup bayar Rp. 329.000 sahaja.

Rasanya ini pertama kalinya saya nonton pertunjukkan yang musikal begini. Diawal pertunjukkan saya sempet terharu dan nyaris mewek. Merasa sudah tua usia karena dulu jaman Petualangan Sherina booming kan saya masih kecik nonet. Masih ditemani mama papa ke Bioskopnya.

Selama pertunjukkan saya ga berenti bengong saking ‘Wah’ nya cara penyajiannya. Dari latar yang bergonta-ganti. Pemain yang semuanya bisa nyanyi dan joget. Alur jalan cerita yang rip mirip banget dengan Filmnya plus-plus ditambah beberapa percakapan yang kekinian. Musik pengiringnya juga yang keren gila. Belum lagi lighting dan printilan lain yang bikin saya seneng banget ada diruangan itu dan merasa ratusan ribu itu membayar kepuasan menikmati pertunjukkan ini.

Larangan untuk merekam selama pertunjukkan juga saya apresiasi sehingga tidak ada tangan tangan dan handphone ‘terbang’ selama pertunjukkan. Semuanya khusyuk, terharu dan tertawa bersama menikmati setiap menit dari pertunjukkannya.

Ah, keren sekali! Kalau nanti diulang lagi, sepertinya saya ga akan mikir dua kali untuk kembali membeli tiketnya.

Membaca cukup banyak buku!

Membaca lebih dari 5 buku dalam waktu 2 bulan menurut saya prestasi sih. Jaman SMA mungkin biasa, tapi semenjak kerja. Ah susah sekali. Menuntaskan satu bulan satu buku saja belum tentu kesampaian.

Ditengah kemalasan melakukan apa-apa belakangan, tapi masih punya minat baca dan bisa menyelesaikannya menyelipkan rasa bahagia lain sih di hati saya.

Buku-buku yang saya baca kemarin antara lain;

Ubur-Ubur Lembur – Raditya Dika

Ubur Ubur Lembur

Saya ini pembaca Blognya Raditya Dika dari SMA. Dari browsingnya pake Opera Mini di handphone kecil pada jamannya. Kemudian membaca bukunya satu-satu. Kemudian ia beralih menjadi Stand Up Comedian, Penulis Skenario Malam Minggu Miko, berperan juga sebagai Sutradaranya, kemudian film-film yang muncul di Bioskop sampai sekarang Raditya Dika sedang senang review apapun di Channel Youtubenya saya ikutin.

Dan dari kesemuanya, tulisannya yang masih jadi magnet buat saya. Selalu fresh dan ada nilai terselubung dan bisa diceritakan dengan bahasan yangs sederhana.

Dibukunya kali ini Radit bercerita tentang kehidupannya sekarang ini, tentang pembuatan film, tentang sudut pandang menjadi seorang artis (dalam hal ini dia bercerita tentang Prilly Latuconsina), tentang pertemuan dia sama teman masa kecilnya.

Isinya masih tentang kesehariannya yang selalu aja ada cerita dan makna didalamnya. πŸ™‚

Karena ga sabar dan takut kehabisan di Toko Buku, ku beli di Google Store dan baca via PlayBook. πŸ˜€

Resign – Almira Bastari

20180225_224404

Timeline twitter kala itu ramai tentang Bukunya Almira Bastari yang dikenal dengan @RatuCungPret. Saya kira isi bukunya tentang bagaimana mengendalikan diri menghadapi atasan untuk bilang mau resign. Haha.

Eh ternyata cerita Fiksi. Ada alurnya, ada tokohnya, ada dramanya. Cerita tentang 4 orang pegawai kantoran dengan masing-masing karakternya dan balapan pa dulu dulu Resign. Plus, taruhannya.

Ini relate banget jaman saya kerja di Bandung dulu. Karena merasa dizalimi sama Manajemen, akhirnya saling curhat berujung pada balapan Resign. Merasa prestasi kalau bisa Resign dan dadah-dadah-in temen yang masih bertahan. Haha. *jangan ditiru, ini ndak Baik.

Yang bikin seneng, novel ini bikin saya senyam senyum sepanjang KRL Depok – Jakarta karena penuturannya yang oke. Gud Job, Mba Almira!

Drama Papa Mama Muda – Pungky Prayitno & Topan Pramukti

20180225_224447

Dua orang dibalik sujiwo.com. Pasangan suami istri yang seringkali tulisannya viral di media social. Keduanya menulis buku yang tidak jauh-jauh dari apa yang pernah mereka tulis di Blog. Dimulai dari pertemuan keduanya, keputusan untuk menikah muda, Pandangan tentang mantan kekasih, berandai-andai apa yang akan terjadi jika keduanya berpisah, bagaimana keduanya mendidik anak dan berakhir dengan bagaimana mereka saling menguatkan untuk menghadapi prahara rumah tangga.

Dari yang senyam-senyum sampai baca penuh khidmat seola berada didalam pikiran keduanya. Buku ini banyak sekali hal-hal positif yang bisa saya serap dan terapkan.

Beruntung, kemarin saya mendapati buku ini langsung dari editornya. Menurut informasi yang beredar, baru akan ada di Toko buku 1 s/d 2 bulan kedepan. Tidak sabar? Bisa kepoin Instagramnya Pungky Prayitno untuk Pre-order.

Breaking Point – Pretty Angelia

20180222_203444

Di suatu malam perjalanan pulang ke Depok, saya scrolling timeline media social. Adalah Pretty Wuisan teman seangkatan saya ketika kuliah di Bandung dulu, posting buku hasil karyanya beserta informasi yang buat saya terbelalak.

Dapatkan diskon 61% untuk pengguna kartu kredit dan Flazz BCA dalam rangka hut BCA ke 61.

Sampai stasiun Depok, saya langsung merengek ke Adik untuk diantarkan ke Gramedia Depok. Tentu saja untuk membali buku karya Pretty dan buku lainnya yang didiskon. πŸ˜€

Breaking Poin adalah salah satu istilah Psikologi. Diartikan sebagai keadaan seseorang sedang jatuh sejatuh jatuhnya. Ibarat tengah tenggelam di lautan terdalam atau puncak dari Depresi. Merasa tidak ada artinya sehingga kebanyakan orang yang mengalami titik ini ingin bunuh diri saja.

Ide cerita yang sederhana namun tetap bermakna. Pretty menceritakan bahwa ujian Paket C bukan hanya untuk anak-anak bandel yang tidak lulus Ujian Nasional. Ada juga atlet yang waktu Ujian bentrok dengan jadwal tandingnya. Ada juga anak yang harus istirahat total karena kesehatannya. Dengan tokoh utama peserta ujian Paket C yang dikeluarkan dari sekolah karena diduga penyebab teman sekolahnya bunuh diri. Iya, hanya diduga, kemudian dikeluarkan. Zzz.

Akan selalu ada harapan disetiap kejadian. Begitu pun cerita dalam buku ini. Kecelakaan, pertandingan, tuduhan yang menyebabkan mereka tidak bisa mengikuti Ujian tidak serta merta menutup masa depannya. Ujian Paket C menjembatani mereka untuk tetap bisa memenuhi mimpi-mimpi.

Ah, ku suka ide dan jalan ceritanya yang sesekali ketebak namun tetap ingin terus baca.

Kirana & Happy Little World – Retnohening

20180226_124619

Buku ini adalah sekuel dari buku sebelumnya yang Best Seller juga. A little happy soul. Namun kali ini dalam bentuk komik! Kyak! Lucu banget. Kaya Kirana. XD

Komik ini selesai say abaca tidak sampai 30 menit dalam perjalanan Depok – Jakarta di pagi hari ketika berdiri. Kalau duduk, saya sih biasanya tidur.

Ibuk tetap menyisipkan nilai-nilai yang ingin ia sampaijkan pada kirana dan Pembaca. Beberapa cerita yang membekas adalah ketika ibuk mengajarkan Kirana untuk membaca Ayat Kursi sebelum tidur. Karena ayatnya kepanjangan, Kirana pun ngoceh;

β€œIbuk, jangan panjang-panjang, nanti Allah keburu tidur”

HAHAHAHAHAHAHAH!

Cerita lainnya, tentang Ibuk yang ngidam banget ingin makan Indomie. Setelah masak dan siap menyantap, ada aja tingkah kirana minta A sampai Z. Giliran kirananya udah bisa teratasi dan mau ditinggal main sendiri, Indomienya yang udah dingin, mengembang dan menyebabkan hilang selera makan.

Kebayang sedihnya. XD

 

 

 

Advertisements

8 thoughts on “Musikal Petualangan Sherina dan Beberapa buku yang di Baca akhir-akhir ini.

  1. liandamarta.com

    Duhhh masih kebayang-bayang megahnya Musikal Petualangan Sherina yaaa.. Baca tulisan kamu jadi bikin aku makin susah move on hahaha. Btw semua buku yang ditulis di sini belum ada yang ku baca, soon aku akan cari deh bukunya πŸ˜€

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s