Category Archives: Jakarta

Tentang dua rasa; Syukur dan Cukup.

Belakangan ini saya merasa lebih sensitif terhadap sesuatu. Gampang banget baper, ngelamun dan mikir panjang. Jadi jaman kuliah dulu, saya tergolong mahasiswi yang berkecukupan. Dalam artian, ya uang makan selama kuliah cukup. Kalau teman-teman disekitar saya dikirimi uang makan sebulan atau seminggu sekali, saya engga. Seadanya saja. Jika sedang butuh dan ada, saya dikirimin. Jika engga, biasanya saya ngungsi ke tempat saudara, buat nebeng makan. Muehehehe. Begitu juga dengan uang kostan. Ya ampun, saya pernah ngalamin keluar kos harus ngendap-ngendap biar ga ketahuan ibu kos.

Hal inilah yang bikin saya selama masa kuliah ga pernah belanja bulanan. Boro-boro, cukup untuk makan saja sudah alhamdulillah. Saya ga ngerti rasanya nyetok sembako itu kek apa rasanya. Kalau nyetok ikan teri buatan mama utk makan berbulan bulan sih tau.

belanja

Belanja bareng keluarga yang bikin happy dan rindu.

Saya memilih mencari kerja di ibukota, Jakarta. Selain untuk pencapaian hidup yang lebih layak. Saya pengen mulai jalan-jalan memenuhi mimpi. Tuhan mengabulkan semua ingin saya. Bekerja dan jalan jalan dengan keadaan yang cukup. Continue reading

Berburu Seafood di PLTU

Setelah nyobain Cut The Crab dan saya jadi doyan banget sama kepiting. Temen-temen trip ngerekomendasiin makan seafood di PLTU Ancol. Letaknya diluar PLTU, persis seberang kali. Berjejer beberapa resto Seafood yang aneka dagangannya ditaruh didepan.

Dari awal kemari, saya selalu makan di tempat ini, resto Seafood Ayu Cirebon. Terlihat lebih rame daripada tetangga-tetangganya. 😀

SeafoodAyu1

Kalau udah disini, saya cukup memesan Kepiting & Kerang. Tanpa nasi. Hehe. Saya suka kerang sudah lama, kalau di kota-kota seporsi kerang harganya sekitar 9 ribu – 30 ribu. Tergantung tempat dan bumbunya apa. Nah, disini, Kerang Hijaunya sekilo Rp. 16,000,- aja mak. Hanya direbus aja, rasanya enak. nyam. Continue reading

Jobseeker.

Sebuah whatsApp masuk atas teman SMA saya, “Nia, minta tips nyari kerja di Jakarta, dong.” Saya terdiam sesaat setelah membaca pesan itu, pikiran saya semacam throwback ke 3 tahun silam, dimana saya mencoba hijrah ke Jakarta.

* * *

Ketika kuliah D2, saya ditugaskan untuk kerja Praktek. Ketika itu, saya dipanggil untuk magang di K-Lite FM bersama 2 orang teman seangkatan saya namun berbeda jurusan. Jobdesk saya sederhana, mengisi content website mereka. Memotong siaran, lalu diupload ke Website. Sesekali, saya membantu men design promotion tools mereka. Kebetulan jurusan saya emang di Web Development dan saya suka mengotak ngatik Adobe Photoshop. Waktu itu, saya di beri uang saku Rp. 10,000,-/hari. Rasanya uda seneng kek apa. ihihi. Anak magang, gitu.

Setelah magang usai, saya emang langsung apply lamaran kesana kemari. karena ya gitu, kuliah tinggal sidang skripsi. Saya harus mulai nyari uang sendiri. Seminggu setelah berhenti magang, saya dipanggil kembali ke kantor K-Lite. Si Bapak meng-apresiasi kinerja saya selama Magang, dan tertarik untuk mengangkat saya sebagai bagian dari keluarga K-Lite. Beliau juga menunjukkan beberapa design saya yang akhirnya dicetak dan dijadikan media promosi radio mereka. Senang? ya tentu. Tidak ada penghargaan lebih baik, selain kerja keras kita dihargai 🙂

Sebulan saya menunggu kabar dari K-Lite tak kunjung datang, akhirnya mulai apply apply ke perusahaan lain. Sambil menunggu waktu dan mengisi kekosongan mengurusi tugas akhir, saya menerima tawaran untuk menjadi bagian dari panitia pelatihan sensus penduduk. Sehari dibayar Rp. 100,000,-. Kerjaannya? Jadi panitia registrasi, mengamati kelas, memberi arahan. Makan ditanggung, tinggal dihotel dan yang enak, bisa tidur siang. :)))

Baru 3 hari dari 15 hari perjanjian kerja itu, saya ditelepon oleh salah satu perusahaan software house yang mengabarkan saya bisa untuk mengikuti serangkaian test di perusahaan tersebut. Dalam percakapan itu, saya bilang bahwa saya sedang terlibat project pelatihan sekitar 2 minggu. Setelah itu, saya free. Beruntungnya, perusahaan ini mau ‘menunggu’ sampai saya selesai menyelesaikan pelatihan itu.

Saya diterima dan mulai kerja, dengan gaji pertama Rp. 900,000,- yes, masih dibawah sejuta. 😀 Kabar baiknya, saya melamar sebagai programmer dan keterima sebagai dokumenter, which means, saya bebas dari perkodingan. yes! Seminggu saya bekerja, saya mulai ga sabar untuk jalan jalan. Gajian belum, jalan jalan udah. :))) Ini gegara, Nithi yang ujug ujug nyamperin dari Batam dan pengen main ke Yogya! *toyor Nithi*

Gaji pertama belum keterima, tawaran ke yogya nya udah. Akhirnya kami memutuskan untuk naik kereta api ekonomi Bandung – Yogya seharga 20 ribuan. Rasanya? ya kapok. haha. Meski diawal awal kami menikmati perjalanan 8 jam itu. Masih bisa cekakak cekikikan, masih bisa jajan jajanan yang lewat. 5 jam berjalan, bawaan saya gelisah resah kepanasan. Balik sana balik sini ga karuan. Dalam perjanan ke Yogya itu, saya menerima sebuah sms yang berisi,

“Nia, perusahaan bersedia kamu bergabung bersama kami, bisa ke kantor segera? xxx – K-Lite.”

Ya gimana, saya baru aja kerja belum sampe 2 minggu. Itu juga si perusahaan uda nunggu 2 minggu, masa mau ujug ujug resign. Ya galau lah saya. Secara radio ini, masih dibawah PT Telkom. Suka ada bonus nya. Dan jobdesk nya itu loh, enaaakk. 😀  Eh, btw, kelanjutan cerita ke Yogya nya ada di postingan ini, ya.

Continue reading