Category Archives: Culinary

Berburu kuliner di Yogyakarta

Happy banget ketika tahu Outing kantor tahun ini ke Yogyakarta. Selain karena akhir taun lalu terlalu sebentar di Yogyes, mayan kan ngurang-ngurangin biaya ke Yogya pake uang sendiri mengingat Yogya adalah kota yang saya harapkan bisa dikunjungi minimal setahun sekali.

Tambah happy ketika kami diizinkan untuk mulai Outing dari hari Jumat sampai dengan Minggu. Dan ku diizinkan cuti untuk extend nambah sehari. Wuwu!

Maka, dalam kesempatan 4 Hari 3 Malam di Yogya, inilah deretan tempat makan yang berhasil saya sambangi;

SATE PINGGIR JALAN SEPANJANG MALIBORO

Selesai check-in hotel pukul 04.30 sore, kami hanya naruh barang langsung cus ke landmark kota Yogya. Palagi kalau bukan Malioboro. Sambil wefie di Mandatory Photo Spot, kami berburu ‘ngemil’ sate ayam dan sate telur puluh yang dijajakan sepanjang Malioboro. Continue reading

Icip icip Makanan Khas Lombok

Ndak pernah kebayang bisa bolak balik Lombok sampai tiga kali. Alhamdulillah ya, ada aja rezeki dan kesempatannya. Baru kali ini pula, beneran muterin Lombok aja sampai puas. Sebelum-sebelumnya kan ada aja kesempatannya buat nyebrang ke Gili.

Tentang makanan yang bisa dikonsumsi, tenang aja, secara Lombok kan kota seribu mesjid. Makanan halal mah banyak banget. Cobain ya beberapa makanan yang setiap ku balik ke Lombok, kudu banget diicipin.

Nasi Balap Puyung

Nasi Balap Puyung

Nasi Balap Puyung

Begitu landing, saya dan Amel di jemput oleh rombongan untuk langsung jalan-jalan ke Desa Sade, Tanjung An dan Pantai Kuta Mandalika. Menuju sore, saya request untuk makan Nasi Balap Puyung. Khas Lombok yang hanya ada di Lombok. Nasi Balap Puyung terdiri dari, Nasi, Sayur buncis, Ayam suir dengan level pedas sesuai request, kentang kering dan kacang keledai. Wuwuwu! Continue reading

Kentjan di Bumi Sampireun.

Kalau lagi kangen sama masakan sunda dengan tempat yang agak proper, makan di Bumi Sampireun bisa jadi salah satu alternatif. Sebelum ke Bumi Sampireun yang ada di Bogor, sebelumnya saya pernah makan ditempat yang sama, Telaga Sampireun di BSD. Semenjak pindah rumah ke Depok, PR banget kan yak kalau kudu ke BSD, Tangerang. Maka, ke Bogor menjadi solusi yang baik untuk memenuhi ke-BM-an. (*Banyak Mau). Continue reading

Menikmati aneka makanan Italia ala La Cucina.

La Cucina. Our Pizza, Our Pasta, Our Passion.

Suatu kebanggan untuk saya bisa icip icip makanan rasa Italia plus langsung ngobrol bareng ownernya, Mba Indrawati dan suaminya yang bule. Restoran yang berada di daerah Tangerang ini pun rela-rela saya tempuh dari Depok.

La Cucina Pizza E Pasta.jpg

Pizza e Pasta!

Mba Iin beserta suaminya tinggal belasan tahun di Eropa. Kesukaannya pada kuliner makanan membuat ia dan suaminya memiliki ide untuk membuka resto dan kembali ke Indonesia. La Cucina mengandung arti Dapur Saya. Yes, Mba Iin meramu sendiri semua menu yang ia sediakan di restaurannya ini, maka, slogannya pun saya kira cukup nyambung. Pizza kami, Pasta kami dan Impian kami. Continue reading

Oleh-oleh dari Batam, Kepulauan Riau

Libur Long Weekend kemarin saya ke Batam. Agenda utamanya adalah menghadiri pernikahan sahabat. Disusul dengan agenda lain seperti melihat rumah yang sedang dikontrakan, menebus rindu pada setiap makanan yang ada di Batam, Silaturahmi melihat anak dari teman-teman yang baru saja melahirkan.

Nah, berhubung kali ini ke Batam sebagai wisatawan (tidak pulang ke Rumah sendiri), teman-teman sepermainan yang di Batam berbaik hati untuk berbagi tugas membelikan saya oleh-oleh sebagai buah tangan untuk keluarga di Depok. Continue reading

Menikmati Jamuan Samudera

Sebagai orang yang sebagian besar hidupnya tinggal disekitar Laut, ku suka sekali dengan Seafood. Dan semenjak pindah ke Ibukota 5 tahun yang lalu, mulai keranjingan banget sama kepiting, setelah sebelumnya hanya kenal ikan dan cumi doang. Pertama kali ku diajakin Kang Mas untuk menikmati Seafood di salah satu resto Seafood dibilangan Kepala Gading. Duh, itu enaaaaaak banget!

Kemudian, mulai hits lah itu makan seafood yang tanpa piring itu. Jadi keikutan hunting makanan seperti itu kan, ya.

Baca: Icip-icip Kepiting di Cut The Crab

Suatu hari, dari grup Backpacker yang saya ikuti, adalah yang merekomendasikan untuk makan Seafood di PLTU Ancol. Atas dasar penasaran, maka pergilah saya dan beberapa teman se-WAG kesana. Continue reading

[Weekend Story] 2 Hari makan di 3 Kota

Semenjak pulang pergi Depok – Slipi, kayanya saya belum pernah ‘jalan jauh’ lagi selain ke Bandung gitu deh. Setiap turun dari Commuterline, terus disambut dengan, “Selamat datang di Stasiun Depok”, saya suka rindu dengan “Selamat datang” di Stasiun besar lain, gitu.

Nah, weekend kemarin, Kang Mas ngajakin saya untuk ‘jalan jauh’ sedikit! Hore, akhirnya! Beliau ada urusan di Tegal, kemudian akan mampir sebentar di Brebes kemudian kembali ke Jakarta. Nah, karena kelupaan, ga dapet deh itu tiket pulang ke Jakarta via Brebes. Alhasil, ku minta mampir dong pulang via Cirebon, eh di Approve.

Makan siang di Tegal

Sampai di Tegal sekitar pukul 1 siang, browsing dong cari makanan khas sini, sebenernya di perjalanan sempet browsing-browsing tempat wisata. Namun, waktunya mepet sekali, karena mengejar urusan di Brebes. Jadinya, yaudahla ya. Sesuai informasi, makanan khas Tegal adalah Tahu Aci dan Soto Tauco.

Tahu Murni

Berangkatlah kami menuju Tahu Murni. Salah satu brand Tahu Aci yang cukup tersohor di Tegal. Sebijinya dihargai Rp. 1,200,-. Untuk oleh-oleh bisa dibeli dengan besek seharga minimal Rp. 50,000,-. Tahu Aci ini adalah tahu kuning yang tengahnya diberi tepung Aci. Bentuknya kicik-kicik, dan menurutku sih ya, enak dimakan pas hangat buat cemilan. Continue reading