Menulis itu, Candu!

Yak, setelah belakangan jarang sekali ngisi ‘rumah’ ini. Maka, 30 hari kedepan (semoga eike konsisten) blog ini akan update dalam rangka #BPN30daychallenge2018 yang digagas oleh Blogger Perempuan.

Dan, tema untuk Hari pertama ini adalah; Kenapa menulis Blog?

Karena ingin. Haha! Semenjak kecil, kami sekeluarga hidup nomaden. Saya lahir di Purwokerto, pada saat usia 2 tahun, papap membawa kami sekeluarga ke Bandung. Menginjak usia 4 tahun, kami kembali diajak pindah ke Lhokseumawe, Aceh Utara. Setelah 7 tahun di Aceh, kembali lagi kami diajak pindah ke Batam. Sampai SMA di Batam, saya kuliah di Bandung lalu memilih kerja dan mengadu nasib di Ibukota.

Nah, selam 7 tahun di Aceh ini papap cukup sering dinas luar kota. Oleh-oleh yang selalu beliau bawakan untuk kami, anak-anak perempuannya adalah buku diary. Saya dan kakak saya puas deh punya banyak sekali buku Diary. Dari yang biasa bentuk buku sampai yang ada kuncinya. Dari yang gambar teddy bear sampai sailor moon. Hahaha. Tanpa disadari, kami akhirnya rajin menulis Diary dari kecil. Menginjak remaja, ketika papap tidak lagi dinas dan beliin buku Diary, kami membelinya sendiri dan tetap menulis.

Menginjak SMP, ketika internet mulai dikenal. Saya sempat beberapa kali mengikuti workshop terkait cara bikin blog. Jaman dulu itu masih pake multiply. Mulai deh coba-coba. Kemudian, Radityadika mulai eksis dengan bukunya kambing jantan yang isinya diambil dari Blog. Nyobain deh bikin dan pindah curhat. Yang tadi curhatnya nulis, jadi ngetik. Meski dalam prosesnya, saya sering nge-draft tulisan tangan dulu baru diketik.

Ngeblog awalnya emang pure karena Cuma buat curhat doang. Biar plong aja gitu, kan. Lama kelamaan semacam jadi memori sakti yang bisa diakses dariman aja dan kapan aja. Terus yang baca juga engga kita doang, tapi orang sekitaran juga.

Terus, ketika mulai mandiri dan bisa jalan-jalan kesana kemari pake duit sendiri, merasa sayang kalua jurnal jalan-jalannya hanya untuk diri sendiri. Ditulis deh di Blog beserta foto-fotonya. Terus ketika ingin aktif berkegiatan social dan mencari sponsor, ya media dimana lagi yang bisa curhat sebanyak-banyaknya tanpa ada yang direvisi selain blog sendiri.

Jadilah Blog menjadi media portofolio. Tentang tempat wisata yang sudah dikunjungi dan kegiatan social yang berhasil di jalani. Bonus-bonusnya ya curhat colongan sekalian. Ku percaya kok, dari 10 postingan, setidaknya adalah 1 lah ya yang bermanfaat. Muahaha.

Beberapa tahun belakangan, si Teteh memberikan insight baru bahwa dari blog bisa ‘menghasilkan’. Akhirnya ikutan workshop tentang bagaimana monetize blog. Dari sana akhirnya belajar konsisten, belajar buat menulis yang baik meski belum sampai SEO, mulai ikut-ikutan lomba Blog.

Awal awal kalah lomba suka baper dan pundung menulis. Kesini sini uda tau celahnya, intinya mah jangan ngarep menang. Tulis dan lupakan. Haha. Disisi lain, mulai berdatangan email email yang ngajakin kerjasama. Jadilah sebagai sumber pendapatan lain. Alhamdulillah.

Insya Allah, ku akan tetap menulis meski nanti mungkin ga ada yang baca lagi atau ndak ada yang ngajakin kerjasama. Bahkan, jika mungkin medianya bukan Blog lagi. Semoga ya..

Advertisements

3 thoughts on “Menulis itu, Candu!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s