Tag Archives: #Bandung

[CharityLovers] One Day Fun Doing fun goes to Bandung

IMG_5841 copyMenyenangkan ketika Pilot Project dari kegiatan CharityLovers berjalan dengan sangat baik. Diluar dugaan, saya bisa mengadakannya kembali di luar kota Jakarta, di Batam.

Setelah mengadakan 2 kali dan alhamdulillah lancar tanpa halangan. Satu dua tiga orang mulai nanyain ke saya, ‘Ayo dong Charity lagi’. Saya jawabnya super males-malesan. Karena pada saat itu, kondisinya, koper abis acara di Batam juga belum dibongkar. ‘Duh, lagi males nyari donatur’ akhirnya jawab saya singkat.  Ia bertanya, berapa budget yang biasanya saya keluarkan untuk sekali kegiatan. Dan berapa saldo yang saat itu saya pegang. Saat itu juga, Ia menransfer sejumlah uang dengan pesan, ‘sudah aku transfer, semangat ya cari sisanya’ Ciyaaaaaal!

Kemudian, ada orang lain lagi yang bertanya hal serupa. Dan memberikan transferan yang serupa. Sampai saya berada dititik, oke baiklah, demi kakak kakak galau yang sedang cari kebahagiaan ini, saya akan mengadakan One Day dalam waktu dekat.  Saya mulai bikin flyer lagi. Mulai mosting di media sosial.

Kota selanjutnya, jatuh di Kota Bandung! Kenapa? Saya ingin mengembalikan memori dan kenangan ketika awal-awal dulu belum bergaji dan happy banget dengan kegiatan sosial ini. Tanpa Bandung, mungkin acara ini tak akan pernah ada. Ceritanya ada disini. Continue reading

Advertisements

Kelas Inspirasi Bandung #3; SD N Bandung Baru 1

Jadi, bagaimana mengajar di Bandung?

Kalau di Kelas Inspirasi Lombok, satu kelas diisi oleh 4 orang Inspirator sekaligus, anak anak yang diatur paling banyak 20 orang. Itu juga uda penggabungan dari 2 kelas. Jadi, kalo uda mulai krik krik moment, bisa lempar ke Inspirator lain. Terus kita istirahat. Di Bandung? Beda jauh! Satu kelas benar benar satu orang Inspirator, bahkan kami sempat kebingungan karena kekurangan Inspirator. Rasanya? Pengen pulang. hahaha. 😀

KELAS IV

Saya dijadwalkan dikelas 6B sebenernya, namun, ternyata kelas 6A dan 6B digabung, sehingga saya ‘dilempar’ menuju keas IV. Pertama kali melihat anak anak didalam kelas ini dari pintu, mereka semua duduk sangat rapih. Tangan dilipat diatas meja. Melihat saya serius dari bangkunya masing masing.

Saya berjalan masuk ke dalam kelas, serentak anak anak tersebut mengucapkan, “Assalammualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..” tanpa dikomandi. Saya diem sebentar, sampai akhirnya, menjawab, “Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh”. Kemudian hening dan saya bingung harus gimana. 😀

“Kok diem?” Akhirnya itu kata kata yang keluar dari mulut saya. Mereka masih diam. Salah nyapa ini mah. Untuk mengatasi grogi, saya mulai bertanya, “Ada kapur ga, ya?” | “Yang piket hari ini, siapa? Boleh ambilkan kapur?”

Dua orang perempuan berdiri, lalu keluar kelas. Sambil menunggu, saya bertanya lagi. “Enaknya kita belajar apa ya?” | “MATEMAAAAAAATIIIIKAAAAAAAA!” serempak mereka menjawab. Mampus kan. Salah nanya. “Baik, sebelum mulai, aku tulis namaku dulu ya.”

“Panggil saja Nia. Mau manggil Ibu Nia atau Kak Nia?” | “KAAAAK NIAAAAA!”

“Oke baik, kalo pada suka Matematika, kita mulai dari berhitung ya. Namun, dikelipatan 3, kalian harus teriak Dung. Ngerti ya?” *yes, langsung masuk ke ice breaking pertama*

Kemudian kemudian, saya keasikan mengajak mereka bermain. Sehingga lupa menyampaikan materi yang saya ingin sampaikan. Akhirnya, saya membuat papan cita cita. Dimana, mereka menuliskan namanya, dan ingin menjadi apa suatu hari nanti. Kemudian ditempel deh.

Anak anak dikelas ini rame dan asik sekali. Sampai saya keluar kelas, mereka masih dadah – dadah – in saya dari Jendela. “Kaaakk Niaaaaa” teriak mereka sambil dadah dadah. Aih, dik. :’)

Continue reading

Selamat Bertugas dan Selamat Menginspirasi

Menuju hari H Kelas Inspirasi Bandung, Saya berfikir bagaimana caranya untuk bisa menyampaikan materi dengan baik, dengan cara yang sederhana sehingga bisa sampai dengan baik. Saya mencari referensi dengan bertanya ke banyak orang. Media apa yang saya gunakan, ide apa yang sebaiknya saya jalankan. Ini bikin saya jadi memutar otak dan merasa jadi kreatif mendadak 😀

H-2 saya baru kepikiran buat semacam pohon cita cita untuk mengisi waktu kalau kalau nanti kelas mulai membosankan. Saya baru kepikiran cari ice breaking lucu lucu yang ga membosankan. H-1, disela sela meeting yang seharian, kerjaan yang belum terselesaikan, pikiran saya sukses kemana mana. 😀

Ketika break lunch, saya kabur dari kantor untuk beli beli karton, dan alat alat penunjang kreatif lainnya. Malemnya, dibarengi beberes kamar, packing, saya menyelesaikan tugas maha mulia ini. Papan cita cita dengan tema; “Gantungkan cita citamu setinggi bintang dilangit”

bintang2

Preparation

Continue reading

Sharing is Caring

Seminggu terakhir, kami (Saya, Putri, — my roomates) memborbardir media sosial dengan campaign ‘one day fun doing fun‘ yang akan kami selenggarakan insya Allah di Minggu, 19 oktober 2014. Pamfletnya kira kira begini;

One day fun doing fun!

One day fun doing fun!

Sambutannya baik. Tapi ada juga satu dua yang nanya diluar dugaan kami. Misalnya seperti, apakah kegiatan ini rutin? siapa penyelenggaranya? Ini agenda keberapa? Tentunya, bikin kami Speechless. 😀

Continue reading

Yang baru di Bandung.

Bandung emang ga pernah ada habisnya.

Saya bersyukur di ‘depak‘ dari Batam ke Bandung oleh Ibu saya. “Mau kuliah dikampus manapun, yang penting di Bandung” Begitu pesannya beliau ke kami, ke-empat anaknya. Bandung itu tempat dimana saya pertama kali ‘lepas dari sangkar’. Meninggalkan rumah, dan memulai hidup mandiri. Pertama kalinya daftar kuliah sendirian (yes, sebelumnya, saya selalu ditemani oleh ayah saya), pertama kalinya hidup nge-kost sendirian (ya meskipun sering sekali dikunjungi oleh Teh Sinta yang kebetulan kuliah di Jatinangor), dan Pertama kalinya saya mulai mengais rezeki untuk menghidupi diri. Semuanya dimulai dari sini, Bandung.

Bandung salah satu kota nge-hits di Indonesia yang terkenal akan berbagai kulinernya yang enak, Wisata alamnya yang luarbiasa, fashion-nya yang berkembang, gaya hidup anak mudanya yang kece sampai ke kasus genk motornya. Dan saya, menikmatinya selama kurang lebih 3 tahun.

Mengikuti perkembangan zaman, Bandung pun demikian, selalu aja ada hal baru yang seru di Bandung. It’s why, saya memilih untuk kerja di Ibukota. Saya masih suka susah move-on untuk jauh jauh dari Bandung.

Baru baru ini, Om Emil (Walikota Bandung sekarang, red) membangun Taman Jomblo di bawah jalan layang Pasopati. Iyes, Taman Jomblo. Taman untuk Jomblo jomblo gitu. Aku mah ga pernah duduk disitu. #GengsiJomblo.

Yang lagi ngehits baru baru ini adalah;

Tebing Keraton

Pertama kali saya tahu tentang ini dari temen pejalan yang ngepost di Grup Whatsapp. Kemudian, saya berkesempatan mengunjungi pertama kali bersama Papa. Best partner of life. Bermodal googling, saya bersama papa selepas Shubuh menuju Tebing Keraton. Letaknya di ujung jalan diarah Taman Hutan Raya Juanda.

Tidak direkomendasikan untuk gembel gembelan (baca: ngeteng naik angkot + Jalan kaki). Jauh banget. Ga direkomendasikan naik mobil juga. Uda paling bener momotoran aja. Akses kesananya jelek banget soalnya.

Halo, Tebing Keraton

Halo, Tebing Keraton

Karena tempat ini sudah mulai nge-hits. Banyak penduduk sekitar yang ngeh. dan bisa nunjukin jalan, kok. Untuk tarif masuknya, masyarakat sini mematok harga Rp. 11,000,- untuk wisatawan domestik dan Rp. 76,000,- untuk Wisatawan asing.

Kenapa tempat ini seru?

Karena dari sini, kita bisa liat pemandangan ini.

Bandung dari Ketinggian

Bandung dari Ketinggian

Sejauh mata memandang hijau, sejuk & Gunung. Tebingnya kecil dan curam sekali. Kita harus hati hati dengan langkah kaki.

20140907_094819 copy

Karena lagi rame-ramenya diomongin, coba kesini pas weekday deh. Biar ga rame aja gitu. Lebih menikmati alamnya.

Pemandangan a long the way.

Pemandangan a long the way.

Bukit Moko

Ada lagi nih. Bukit Moko. Kalau di Tebing Keraton kita engga bisa menikmati dimalam hari, berbeda dengan Bukit Moko. Bukit ini bisa kita nikmati di Malam hari. Lampu lampu bandung akan terlihat dari sini.

Pernah denger Caringin Tilu? Saung makan yang dari situ bisa lihat kerlap kerlip kota Bandung. Nah, Bukit Moko ini jauh di atasnya. Jadi masih keatasnya lagi. Akses jalannya bisa di mulai dari Jl. Padasuka. Patokannya Saung Angklung Udjo. Dari situ, lurus aja terus keatas sampe mentok. Medannya ga lebih berat dari pada ke Tebing Keraton, tapi lebih curam. :’D Namanya juga perjuangan ketempat kece, ya.

Katanya disini bisa menikmati sunset, sayang, pas saya kesana, mataharinya diselimuti mendung. Jadi gagal gitu sunsetnya 😦

Halo dari Bukit Moko

Halo dari Bukit Moko

Ditempat saya berdiri untuk menghasilkan foto diatas, kita harus beli makanan warung gitu deh. Kalo cuma nongkrong doang, dikenakan biaya. hihihi.

Menggenapkan Diri

Menggenapkan Diri

Meja nya dibuat dari bebatuan gitu. Uniknya, karena ini hamparan luas, si pengantar makanan biasanya berteriak ditengah lapangan. “Atas nama Rendra”. Nanti yang namanya Rendra tinggal lambai lambai tangan aja. Yagimana ya, kan ga lucu aja nanti kita ketemu ga sengaja di WC misalnya, “Yang namanya Rendra, yaa” Eeeaaa.

20140906_174344

Kalau malam hari, mau lebih dekat dengan Bintang. Disinilah tempatnya. Menyepilah dan hening sejenak lah ditempat ini. 🙂

Saya yakin, Bandung akan terus berkembang disegala bidangnya. Terlebih dengan oke-nya pimpinan Om Emil untuk membangun kota Bandung. Dan saya, akan terus sering main main ber- Weekend Gateway ke kota ini.

Oh iya, hari ini bertepatan dengan Ulang Tahun Bandung yang ke 204. Happy Birthday. Sst.. Aku jatuh cinta berkali kali padamu, Bandung.