Drama Tentang pemilihan Baju Kerja.

Apakah Cuma saya yang setiap pagi hari setelah mandi bengong panjang didepan lemari dan kebingungan untuk memilih baju apa yang akan digunakan hari ini?

Rasanya itu kaya permasalahan pertama setelah bangun pagi dan mandi adalah memilih baju kerja. Wakaka. Dilalahnya ini terjadi hampi berulang setiap hari. Makanya, kalau ada kantor yang menerapkan kebijakan kewajiban menggunakan baju kantor yang seragam, sesungguhnya telah meringankan satu masalah di pagi hari. Hahhaha.

Setelah bekerja menjadi perempuan yang ke kantor setiap hari dari pukul 8 pagi sampai 5 sore, 8 tahun terakhir ini, ada beberapa pakaian kerja yang saya gunakan, diantaranya Baju Batik, Baju Gamis, Baju Seragam Kantor dan Baju Kemeja Wanita.

Baju Batik.

Pemersatu baju dimanapun kita berada. Mau ke kantor, mau ke acara resmi, mau ke kondangan, batik selalu bisa jadi andalan. Penempatannya yang fleksible bikin kita happy dang a perlu pusing selama ada Batik di Lemari. Betul?

Batikan

Baca: Apapun Moment-nya, Batik Tunik Pakaiannya.

Menggunakan batik di lingkungan kerja mulai marak ketika diperingati hari Batik Nasional pada tanggal 2 Oktober 2009 oleh UNESCO dan Batik ditetapkan sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Non bendawi.

Sejak saat itu mulai deh, batik bisa digunakan pada keseharian kerja. Mau dipakai hari apapun rasanya pas-pas saja. Kemudian, baru deh setiap tanggal 2 Oktober, janjian make batik sekantor.

Baju Gamis.

Alhamdulillah ya, punya kantor yang ga ribet untuk urusan pakaian. Selama sopan, diperbolehkan. Melihat beberapa teman kantor yang tetap tampak modis dan cantik menggunakan gamis saat bekerja, sayapun jadi keturutan. Udah mah longgar, enakeun dan bisa bikin tampak lebih anggun daripada pake celana. Jadinya mengoleksi Gamis sebagai pakaian kantor deh.

Tim Gamisan

Polo Shirt + Jeans + Sepatu Keds.

Biasanya, perusahaan startup yang kebanyakan isinya adalah kaum millenials memperbolehkan bekerja dengan menggunakan setelan jeans dan polo shirt. Namun, di perusahaan swasta yang berisi karyawan lintas generasi, pakaian kerja model begini diperbolehkan hanya diwaktu-waktu tertentu. Hari Jumat misalnya. Dikantor saya dulu, kita diperbolehkan menggunakan setelan begini, sementara sekarang, tidak. Huhu. Jeans + Sepatu keds sih masih oke dan dianggap sopan, Cuma shirtnya ini meski Polo tidak diperbolehkan.

View this post on Instagram

(19/30) Sharing is Happy. Setujuuu banget apa yang seperti @steffi_adam bilang kalau sebaik-baiknya manusia adalah yang paling banyak manfaatnya bagi sesama. Ini teman-teman yang jadi teman ketawa dan berdiskusi senin sampai jumat pukul 8 sampai pukul 5 sore. Ga hanya tentang kerjaan, setahun sekali kami berkumpul untuk menjadi tim huru hara acara human capital. Meski bukan bagian dari KPI pekerjaan, kegiatan ini bikin kita jadi sadar dan tahu bahwa kami bisa saling menjadi manfaat. Meski untuk itu kami harus membagi waktu disela sela daily pekerjaan. Meski untuk itu mau untuk jadi tumbal dan joget joget didepan umum. Meski untuk itu mau untuk dadakan nyiapin ini itu. Terimakasih yaa teman-teman keseharian. Keknya oke kalo sesekali baju ini jadi dresscode buat dipake lagi di hari Jumat. Sudah baca kisah Sharingnya @steffi_adam, silaaaa dibacaaa. ๐Ÿ™‚ @30haribercerita #30haribercerita #30HBC1819 #AlaniaBercerita

A post shared by Isnia Nuruldita (@alaniadita) on

Baju Seragam kantor.

Seragam Kantor

Hoah! Dulu-dulu jaman masih muda, ealah, dapet seragam kantor itu kok ya rasanya males mau make. Apalagi setelan kemeja yang rada gimana gitu kan, berasa kaya abang-abang service computer. Dulu itu waktu saya kerja di IT Consultant btw, muehehe. Eh sekarang dikasih kemeja seragam senengnya bukan main. Yaitu tadi, menjadi solusi dan pengurang kegalauan hati di pagi hari. Rasanya hepi aja gitu. Apalagi kalo kemejanya dengan bahan yang baik dan tampak kekinian.

Baju Kemeja Wanita.

Gitu deh, setelah dapet kemeja dari kantor. Dipake setiap hari Rabu. Pelan-pelan tapi pasti jadi ngerasa nyaman pake kemeja. Secara dulu zona nyamannya adalah menggunakan Gamis. Sekarang, saya jadi kepengen punya beberapa kemeja tambahan. Simple aja, supaya gampang naik ojeknya. ๐Ÿ˜€

Kalo dulu pake Gamis karena kost-an kantor jalan kaki. Sekarang kan susah ya, secara setiap hari mesti naik motor kurang lebih satu jam untuk menempuh Jakarta dari Depok.

Jadi nostalgia, saya sampai lupa kapan terakhir kali beli baju kemeja wanita, karena biasanya Mama yang nge-beliin. Muhehe. Sekarang, ketika melihat-lihat kemeja di Matahari Mall, jadi banyak yang dipikirinnya. Ingin beli kemeja lengan panjang, yang menutupi bagian belakang, yang warnanya tidak menterang, yang kalau bisa kotak-kotak agar badan terasa berisi, yang ini dan yang yang kumau.

Kalau kamu, Baju Kemeja Wanita incaran kamu yang seperti apa? Cobain share yuk!

Advertisements

3 thoughts on “Drama Tentang pemilihan Baju Kerja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s