[Sibling’s Time] Pantai Vio-Vio, Batam, Kepulauan Riau

Kemana kamu pergi di awal tahun ini? Kalau saya, Pulang kerumah. Saya berinisiatif mengajak serta kakak semata wayang. Karena beliau sudah memiliki seorang putra, saya yakin perhatian ibu saya akan kapan saya kasih mantu, akan teralihkan pada cucunya. πŸ˜€ *senyum jahil*

Ibu saya engga tahu, kalau saya pulang bersama anak sulung & cucunya. Yang beliau tahu, saya pulang seorang diri (meski berharap saya mengenalkan calon). Dan Suprised dong. Ibu saya terharu menyambut kami didalam mobil. Berkali kali cucunya diciumin dan saya sukses dicuekin. deuh.

Setelah hari pertama dirumah saya habiskan dengan istirahat total, kemudian keesokan harinya mengajak kakang bermain di Mall, hari ketiga saya pengen banget mantai. Setahun yang lalu, saya nyempet-nyempetin banget buat ke Pulau Labun, Tahun ini saya ngajakin kakak, adik & keponakan ke Pantai Vio-vio. Kebetulan jagoan-jagoan saya juga belum pada pernah.

20160103_181510

Pantai Vio-vio ini terletak Setelah Pantai Melur. Design papannya lucu, penuh cerah ceria. Dalam papannya sih, menjajikan Pantai cantik. Haiklah kita lihat.

20160103_170625

Aksesnya begini huwo!

Menuju Pantai ini seperti membelah bukit. Tanahnya belum diaspal. Dan masih sepi. Saya sih sudah ancang-ancang mau kesininya senin aja biar ga rame, eh malah jadi Minggu dan menjelang sore banget. Jam 5 sore, baru memasuki Pantai ini.

Biaya masuknya Rp. 10,000,-/orang yang diarea dalam tiketnya akan dicek kembali. Yang pertama kali saya lihat dari parkiran adalah, hamparan pasir dengan pohon dan gazeebo yang jarang-jarang. Untuk dapat menduduki gazeebo ini, pengunjung dikenakan biaya sebesar Rp. 150,000,-

Beruntunglah kami, cuaca pada sore itu mendung-mendung syahdu yang bikin kami cukup menaruh barang-barang di tempat duduk disalah satu pohon, dengan tanpa biaya.

20160103_174723

Ketika mata menyapu pandangan, yang menarik saya melihat ini;

20160103_174600

Semacam spot sunset gitu. Duduk disitu dikala sunset sempurna sepertinya menyenangkan, kan, ya?

Bergeser sedikit pandangannya, saya melihat..

20160103_174639-aa.jpg

Waaaa. Ayunan kaya di Lombok πŸ˜€

Eh hm, jangan berekspektasi Pantai ini seperti Bali/Lombok, ya. Haha. Saya yang tadinya niat banget nyebur jadi urung. Lantas, kami disini nangisin menemani kakang bermain pasir.

Jadinya kami membiarkan kakang bermain – kemudian nangisin – kalau udah nangis, kami kasih ke ibunya. Kemudian diulang kembali dari awal. πŸ˜€

Si Bungsu, sempet minta kami berfoto dengan gaya seperti dulu pernah lakukan di Bali, cuma ya, karena sekarang uda ada Kakang jadi ya gimana ya. Jadinya malah begini;

_MG_7910

Kalau kakang udah sama Ibunya, maka, kamipun narsis bertiga.

_MG_7961

Kenapa Ayah & Ibu saya ga ikut? Mereka tampak lelah dan takut kecapekan karena jarak tempuh Pantai ini yang jauh dari rumah. Beliau-beliau memilih untuk istirahat dirumah, dan setiap satu jam sekali neleponin udah dimana, karena kangen cucunya.

Apakah pantai ini worth it? yes. Disini juga ada permainan air semacam banana boat gitu. Pasirnya masih bersih banget. Cuma ya gitu, kebayang kalo datengnya siang bolong, pasti panas banget karena masih jarang pohon rindangnya. Waktu terbaik sepertinya pas sunset.

Untuk pilihan liburan dibatam, saya rasa Pantai Vio-vio layak untuk dikunjungi.

_MG_7992

Hai, selamat berlibur, dari muka maha galak-nya kakang. πŸ˜›

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s