MENU KHAS LEBARAN.

Karena kami hidup berpindah pindah dari Purwokerto, Bandung, Aceh, Batam dan kini kembali ke Pulau Jawa serta mama yang ga hobi hobi masak, maka menu lebaran kami adalah menu nasional yang ada dan bisa dimasak tanpa harus menunggu lebaran.

Pernah pada satu masa dimana, semua orang uda masak masak untuk persiapan lebaran, eh tiba tiba hilal ga muncul maka lebaran masih lusa. Rame deh timeline dengan, “gegara hilal setitik mubazir rendang sepanci”. Ada yang masih inget? Kala itu, tampaknya cuma keluarga kami yang can’t relate, karena kita emang belum masak-masak. 😀Pernah lagi, hilal udah keliatan. Udah jelas besok lebaran. Tapi tidak ada aktivitas memasak didapur. Rumah adem ayem. Ketika takbiran mulai berkumandang, rumah kami masih lengang. Kami anak-anak mama udah saling ngelirik penuh arti, “ini, kita ga nyiap nyiapin apa gitu?”

Sepuluh menit kemudian, ada suara ketokan pintu. Salah seorang tetangga mengantarkan ketupat. Menyusul kemudian, tetangga lain mengantarkan rendang. Disusul lagi, opor ayam dan sambel goreng kentang.

IYA, MAMAKU PESAN MAKANAN KESANA KEMARI UNTUK LEBARAN.

:))))))

Tipikal ga mau repot tapi tetep berasa aura lebarannya.

Pun masak sendiri, kita ga pernah heboh masak-masaknya. Karena sejujurnya, opor ayam, sambel goreng kentang ati dan ketupat hanya untuk sarapan setelah sholat ied sahaja. Siang harinya kita uda ngider cari bakso dan malem harinya udah makan indomie. Muehehe.

Seru juga ya, kalo yang sering mudik dan punya makanan khas lebaran sendiri. Kamu gitu juga ga?

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s