WELL, I’M COVID-19 SURVIVOR.

Tanggal 20 sebulan yang lalu, kami se-divisi diminta untuk melakukan swab test seiring dengan adanya penemuan kasus positif di gedung tempat kami bekerja. Kami sempet nawar untuk hanya rapid test, namun tetap diwajibkan untuk melakukan swab test.

Kasus pertama kami ketahui 2 hari sebelumnya, dimana ketika tahu informasi itu saya langsung mendadak demam. Rasanya kaya sugesti pikiran, langsung saya hantam dengan paracetamol dan langsung mereda pada sore harinya.

Keesokan harinya, saya batuk. Saya hantam lagi dengan obat batuk, sampai akhirnya saya melakukan swab test. Hasil swab test akan keluar dalam 2 hari. Kami diminta langsung untuk isolasi mandiri, kantor di tutup selama 3 hari.

Sehari setelah swab test, saya masak seperti biasa. Saya bikin cumi asin cabe hijau. Setelah mengulek sambel, saya iseng nyiumin itu ulekan. Voila! saya ga kecium apa apa dong. Saya cicipin, hanya rasa asin dari garam yang kerasa, pedasnya tidak. Saya belum tahu kalau ternyata, kehilangan indra cium dan bau ini adalah tanda-tanda covid-19 yang disebut Anosmia.

Hasil swab test keluar, 8 dari 10 orang diruangan saya positif Covid-19.

JEJEJENG.

Saya salah satunya :’)

Jujur, setelah swab test, saya jadi gelisah. Nunggu hasil 2 hari, aselik bikin kepikiran dan susah tidur. Begitu hasilnya keluar, saya butuh waktu untuk bengong. Saya harus gimana. Saya harus melakukan apa.

Pertanyaan pertama dari tim gugus tugas kantor adalah, saya akan isolasi dimana? Isolasi mandiri dirumah memungkinkan jika, ada kamar sendiri dimana kita bisa isolasi. Tidak ada lansia dan anak kecil. Jika tidak, kantor akan memfasilitasi untuk jemput-antar ke Wisma Atlet, Kemayoran.

Saya pernah liat bahwa fasilitas Wisma Atlet cukup baik, kamarnya, rooftop buat berjemur, jogging track, makanan, obat, swab test berkala.

Beberapa rekan seruangan, memilih untuk isolasi di sana. Kalau mau mikirin ‘konten’, saya pengen juga kesana, tapi saya kan pengen sembuh daripada pengen buat konten. huhu. Saya khawatir sama diri saya sendiri kalau kalau nanti temen sekamar saya ‘pulang duluan’ karena swab test-nya negatif duluan.

Saya memilih untuk Isolasi mandiri dirumah.

Saya mulai menarik napas. Saya harus lapor ke lingkungan tempat saya tinggal, membari informasi dan meminta bantuan ke Satpam komplek untuk bisa mengirimkan paket paket yang sebelumnya tertahan di pos satpam, untuk bisa diantarkan sampai teras rumah. Adik saya (orang serumah) harus lapor ke puskesmas, karena saya memutuskan Isolasi dirumah, maka menjadi tanggung jawab puskesmas setempat.

Sisanya saya lebih banyak menenangkan diri, saya belum bisa masuk kedapur untuk masak, sehingga 2 hari pertama adik saya yang masakin telor, indomie, nuget yang mudah dimasak. 2-3 hari pertama dari hasil positif, saya gelisah tidur. Semua orang yang memberi support, ga jauh jauh dari ‘jangan lupa bahagia, tetep happy yha’. Tapi disituasi itu, bingung kan mau tetep bahagia itu ya gimana ya?

Atau support lain, ‘Sayur, buah, vitaminnya yaaa’. Ini saya blank banget. Saya bener bener ga ada pengetahuan apapun tentang, sayur, lauk pauk, protein, vitamin. Disaat seperti itu, saya bersyukur sekali dikelilingi oleh banyak orang baik. Mereka membantu dengan pemahamanan mereka masing-masing. Saya dikirimin VCO (virgin coconut oil), Saya dikirimin Jamu Empon-empon, Saya dikirimin rendang, Saya dikirimin puding, Saya dikirimin Imboost, Betadine kumur. Saya dikirimin lemon, madu dan teh.

Jujur, ini ngebantu saya banget banget banget. T.T Saya tinggal memikirkan order Sayur dan buah untuk penunjang. Terimakasih sayurbox, tumbasin, segala aplikasi yang bisa memenuhi kebetuhan dapur dan bisa dianter ke rumah. Huhuhu.

Jadilah hari hari berikutnya, rutinitas saya adalah berjemur setiap 10 menit di teras rumah, sarapan, bikin teh madu lemon, makan siang, minum jamu empon-empon, minum vitamin, makan malam. Sempet hilang selera drakoran di 2 hari pertama, namun seterusnya saya bisa kembali untuk drakoran, youtub-an. Alhamdulillah tidur juga kembali nyenyak di hari ke-3.

Beberapa orang nanya gejala yang dirasakan, bahkan saya sempet dituding OTG. Yaitu tadi, saya hanya sempet ngerasa demam sedikit di H-2 saya swab, yang mungkin itu sebagai salah satu ‘penanda’ bahwa tubuh saya tidak baik baik saja. Saya juga batuk, namun tidak sering/tidak berdahak. Yang paling horor adalah yaa Anosmia itu, saya ga bisa nyium osengan bawang putih/bawang merah, saya ga bisa nyium sabun, saya gabisa nyium minyak kayu putih :((((( begitu juga soal indra pengecapan. Disini, berasa banget di ‘tegur’ Tuhan kalo sering lupa bersyukur akan nikmat mencium dan mengecap.

Untuk memancing indra ini, akhirnya saya menaruh beberapa tetes minyak kayu putih di masker. Selama isolasi mandiri dirumah, kami diwajibkan pake masker, btw.

Adik saya di swab 8 hari setelah saya swab, Alhamdulillah Negatif.

Saya swab lagi di hari ke – 10 setelah saya swab, Alhamdulillah sudah Negatif. Allahu akbar. Allah masih sayang.

Hari ini, hari ke-30 dari kami semua swab, belum sepenuhnya teman-teman saya pulih. Masih ada beberapa yang belum Negatif, ada yang baru negatif per-hari ini. 😥

Teman-teman, plis plis plis jaga kesehatan, patuhi dan kencangkan protokol kesehatan, sabar dan tetap #dirumahaja kalau tidak ada yang urgent. Semoga Allah lindungi kita selalu dengan kesehatan.

Terakhir, saya sempet bikin video tipis tipis, Jika kamu terpapar Covid-19.

6 thoughts on “WELL, I’M COVID-19 SURVIVOR.

  1. imeldasutarno

    Mba nia….semangat terus. Gak kebayang kalau ada di posisimu, mungkin aku bisa lebih panik dan gak bisa tidur bermalam-malam mikirin corona yang ada dalam tubuhku. Salah satu risiko bekerja di gedung memang seperti itu ya mba, apalagi sirkulasi udara kadang hanya mengandalkan AC saja, engga bisa buka-buka jendela, main-main di teras seperti yang kantornya bentuk rumah. Semoga pandemi segera berakhir di negara kita, amiin….

    Reply
    1. alaniadita Post author

      Untuk itu jangan lengah sama virus satu ini yaa, Mba Imeeeeel. Perketat protokol kesehatannya.

      Aamiin segera usai dan selesai lah pandemi ini yaah. huhuhu.
      kangen kebebasan. 😦

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s