Tag Archives: Covid19

PANDEMI HARI KE-200; BERTUBI TUBI PENGALAMAN BARU.

Genap sudah kita menginjak hari ke-200 masa pandemi wabah Covid-19. World Health Organization (WHO) menyatakan Covid-19 sebagai wabah dunia pada tanggal 11 Maret 2020.

Setelah 200 hari berlalu, apa kabar hidupku sejauh ini?

Rejeki dan Ujian datang bergantian. Diuji dengan teh sinta yang kena Lay Off, diberikan rejeki dengan fasilitas tambahan dari kantor di masa PSBB awal. Jadi tau rasanya punya Sopir pribadi rumah-kantor itu kek apa.

Diuji dengan diberhentikannya fasilitas Sopir Pribadi di masa transisi, diganti dengan rezeki bisa anter Kakak, Keponakan, Sepupu dan Orang Tua ke Garut untuk liburan sekaligus mengungsi tanpa drama di cegat dijalan.

Highlight-nya mungkin diantara 200 hari ini, diuji dengan terpapar Covid-19. Namun diganti dengan rejeki, teman-teman, sahabat, rekan kerja yang baik baik dan perhatian sekali selama menjalani masa isolasi. Ga berhenti sampai disitu, gegara Isolasi Mandiri akhirnya dipaksa beradaptasi untuk urusan domestik rumah tangga. Tiba-tiba jadi piawai di Dapur, bisa masak ini itu.

Setelah melalui drama bolak balik Swab dan Isolasi selama kurang lebih 1,5 bulan, menimbulkan ide untuk bikin produk sendiri bareng Teh Sinta dan Adik-adik.

Baca: Proses Kreatif #GardaGajah, #JenderalJerapah #LetnanLebah

Diluar itu semua, masih punya banyak list tontonan baik dari Netflix, Viu, Vlive, Disney+, Youtube. Masih punya list baca buku yang ingin diselesaikan. Masih ada list beberapa menu masakan yang ingin dicoba.

Dipikir-pikir banyak sekali yang pandemi ‘ambil’ selama 200 hari ini. Waktu bertemu dengan teman-teman, sahabat dan keluarga. Pekerjaan orang tersayang yang tiba tiba hilang. Kesempatan untuk berkegiatan sosial dengan adik-adik yang kurang mampu.

Hanya satu yang akan kupertahankan untuk tidak diambil oleh pandemi. Semangat kita.

Bismillah ya teman-teman, 100 hari menuju 2021. Semoga segera ada kabar baik. Semoga segera kembali hidup kita yang seperti sebelum pandemi. Semoga Allah terus ada untuk melindungi kita dengan rejeki dan keberkahannya.

COVID-19 SURVIVOR; BOLAK BALIK SWAB TEST PCR.

Saya mengerti betul bahwa informasi mengenai Covid-19 sangat dinamis sekali, dari gejala-nya yang berubah atau bertambah, maupun dari cara penanganannya. Yang saya tahu, jikalau kita terpapar dan isolasi mandiri dirumah, maka akan ada petugas medis dari Puskesmas setempat yang mendatangi rumah dengan lengkap berpakaian APD level 3. Ini yang membuat saya akhirnya memutuskan untuk memberi tahu lingkungan sekitar bahwa saya terpapar dan sedang isolasi mandiri.

Tujuannya ga lain ga bukan biar mereka ga kaget kalo tiba-tiba ada orang berpakaian APD lengkap masuk ke komplek kami. Nyatanya, itu tidak ada lagi. Eh, atau karena kami tidak bergejala berat (?). Jadinya, adik saya diminta lapor sendiri ke Puskesmas, pun kegiatan swab test berkala kami lakukan dengan kami yang keluar rumah.

Jadi begini, saya Swab Test PCR pertama kali tanggal 20 Juli 2020. Hasilnya positif. Saya memutuskan untuk isolasi mandiri dirumah. Adik saya (karena serumah dan kontak erat) baru dapet jadwal swab dari puskesmas 14 hari dari swab saya, tanggal 3 Agustus 2020. Namun, karena dia izin dari tempat magangnya karena alasan saya positif, kantornya berbaik hati meminta dan membiayai ia untuk Swab Test di RS Swasta dengan hasil 6 jam; Rp 3,500,000,-. Adik saya Swab Test pada tanggal 28 Juli 2020, hasilnya Negatif.

Continue reading

WELL, I’M COVID-19 SURVIVOR.

Tanggal 20 sebulan yang lalu, kami se-divisi diminta untuk melakukan swab test seiring dengan adanya penemuan kasus positif di gedung tempat kami bekerja. Kami sempet nawar untuk hanya rapid test, namun tetap diwajibkan untuk melakukan swab test.

Kasus pertama kami ketahui 2 hari sebelumnya, dimana ketika tahu informasi itu saya langsung mendadak demam. Rasanya kaya sugesti pikiran, langsung saya hantam dengan paracetamol dan langsung mereda pada sore harinya.

Keesokan harinya, saya batuk. Saya hantam lagi dengan obat batuk, sampai akhirnya saya melakukan swab test. Hasil swab test akan keluar dalam 2 hari. Kami diminta langsung untuk isolasi mandiri, kantor di tutup selama 3 hari.

Continue reading

COVID-19, ANNYEONG!

Banyak hal menyenangkan di awal-awal tahun 2020. Meski Jakarta sempet banjir besar di tanggal 1 Januari, bikin kami sekeluarga yang tadinya mau ke Garut lepas shubuh di hari pertama tahun 2020, molor sampai abis ashar karena banjir menggenangi beberapa titik di Ibukota.

Dalam rangka nganterin pulang kakak dan keponakan, serta nganterin mama yang ingin berlibur sebentar ke Garut, saya dan adik saya jadi curi curi liburan sebentar cuti sehari. Cukup buat refreshment dan one day gateway menepi dari ibukota.

Di pekan ke-2 bulan Januari, saya kembali ke hall ICE BSD untuk menikmati (kembali) konser Super Show 8. Iya, konsernya super junior. Mihihi. Continue reading