Menyambut 2018, #JadiBisa bikin konsep baru yang seru.

Sebentar lagi tahun 2017 akan berakhir. Itu artinya sudah 4 tahun berjalannya kegiatan sosial yang selama ini saya kerjakan. One Day Fun Doing Fun. Barangkali ada yang belum tahu, One Day Fun Doing Fun adalah aksi sosial yang saya dan teman-teman kerjakan kurang lebih 4 tahun belakangan. Tadinya hanya iseng-iseng, ga tau akan seserius ini. Berpindah pindah kota. Bertambah teman baru. Silaturahmi tidak berhenti dan jalan-jalan ga ketinggalan.

Selama 4 Tahun, One Day Fun Doing Fun sudah roadshow ke 7 kota + 1 kota yang sama (Reunite Series). 7 kota tersebut adalah Jakarta, Batam, Bandung, Yogyakarta, Bogor, Garut dan Majalengka. One Day Fun Doing Fun lahir dari kesukaan saya pada kegiatan sosial dan jalan-jalan. Maka, jadilah berbagi sambil jalan-jalan. Hehe.

Berawal dari uang pribadi.

Pertama kali One Day Fun Doing Fun diadakan, saya dan Putri – salah satu sahabat saya – ngobrol receh masalah rindu berbagi dengan anak-anak yatim. Kemudian, kami berdua ‘patungan’ untuk bisa membiayai makan sekitar 30 anak yatim disatu restoran di Jakarta Selatan.

img_3050-a

Putri beserta adik-adik dari Panti Asuhan Al Yasin

Lalu kemudian, kami berpikir, seru kali ya ngajakin temen-temen kantor atau teman kuliah yang saat ini masih ada di Bandung dan Jakarta. Mereka bayar sesuai uang makan saja. Jadi kita silaturahmi sekalian berbagi. Sayapun iseng design flyer yang berisikan nama kegiatan, tempat, waktu, peluang donasi dan jumlah uang yang harus dibayarkan oleh relawan yang ingin ikutan.

Semesta mendukung. Sampai hari ini saya ga ngerti gimana ceritanya di rekening saya udah ada donasi aja sebesar kurang lebih 12 juta kurang dari satu bulan. Sementara relawan terdaftar sekitar kurang lebih 30 orang.

Kami sampai bingung itu donasi harus dibelikan apalagi. Segala alat tulis, alat mandi untuk di Panti sampai buah-buahan ala seserahan kami beli, namun donasi tak kunjung habis. Akhirnya kami memilih untuk digunakan di kesempatan berikutnya.

Tidak selamanya mulus.

Sejak dari kegiatan pertama kurang lebih menghabiskan dana 7 jutaan. Saya akhirnya menetapkan 7 juta sebagai standar pengadaan kegiatan. Sisa dari kegiatan sebelumnya, akan menjadi modal awal di kegiatan dikota selanjutnya.

Namun, karena saya ‘kerja sendiri’ tidak ditopang sponsor tertentu, ga selamanya standar ini terpenuhi. Lantas jika tidak, saya dengan rela menggunakan kekurangannya memakai uang pribadi.

Resiko menggunakan uang pribadi ini akhirnya membuat saya berprinsip, tidak akan mengadakan ODFDF jika tabungan saya tidak mencapai 7 juta. 😀 Jadi bisa diketahui, jika sudah ada flyer bertebaran, itu artinya saya sedang siap untuk menalangi. Pada kenyataanya, Tuhan tidak pernah membiarkan saya ‘sendirian’ selalu deh ada jalan rezekinya.

Perlahan tapi pasti, Pro Kontra mulai bermunculan

Setelah melalui 5 kali pengadaan ODFDF mulai deh ada kerikil kerikil yang datang menghampiri, mulai dari menganggap kegiatan ini fiktif dan (dianggap) berniat menipu donatur sampai ungkapan bahwa saya pencitraan agar terlihat baik di media sosial untuk mengundang simpati.

Ungkapan negatif tersebut, untungnya diimbangi oleh beberapa DM di Instagram Pribadi saya tentang ketertarikannya, donasinya dan support untuk kegiatan ini.

Ada satu wapri dari salah satu sahabat yang buat saya terenyuh dan saya inget sampai sekarang.

“Kemarin nunggak, ga? Kalau nunggak, jangan diem aja. Kabarin, ya. Kita tanggung bareng-bareng.”

Teman-teman yang berkomentar negatif, saya yakini adalah orang-orang yang belum mengenali saya. Saya ga mungkin bisa bergerak mandiri buat aksi jika tidak punya dasar. Di usia saya yang belum menginjak 17 tahun, saya udah duduk bersama mbak dan mas berumur diatas 20 tahunan untuk menjadi pendamping anak yatim dhuafa Rumah Zakat Indonesia.

Pada jaman itu, menjadi relawan minimal berusia 17 tahun. Saya yang masih 15 tahun udah ikut memeluk anak, membantu dapur umum dan dijuluki relawan super junior.

Sepanjang masa putih abu-abu dan kuliah saya habiskan untuk wara wiri berkontribusi terutama untuk anak-anak yatim piatu dhuafa ini.

Mengajak keluar dari area Panti Asuhan/Tempat mereka tinggal

Jaman kuliah, saya mentok hanya bisa main-main di area Panti Asuhan karena keterbasan dana yang kami punya. Jadi pada One Day Fun Doing Fun, saya selalu mengusahakan aktifitasnya berada diluar zona mereka tinggal. Nilai plus jika bisa diajak ke tempat wisata. Selain tempat, satu tujuan yang ingin saya capai adalah mereka mengenal character building. Bagaimana bekerja sama dalam tim, menyusun strategi, menjaga kekompakan, memiliki mental juara serta berjiwa besar jika kalah.

Di Jakarta, mereka kami ajak menikmati makan siang di salah satu restaurant makan Situ Gintung. Di Batam, kami ajak mereka bermain ditepian pantai. Di Bandung, kami ajak berjalan-jalan ke De’ Ranch, Lembang. Di Yogyakarta, kami ajak berwisata ke hutan Pinus. Di Bogor, kami ajak bermain ke empang dan sawah di Sindang Barang. Di Garut, kami ajak mereka bermain di villa pribadi. Di Majalengka, main-main di halaman sebuah tempat pusdiklat.

Minder karena sering dibully

Dari kesemua Panti yang kami ajak untuk terlibat, ada Panti Asuhan yang mengatur pola pendidikan anak asuhnya sendiri dengan memanggil khusus guru kerumah atau menyekolahkan mereka di yayasan yang sama.

Ada juga yang tetap mengikuti sekolah umum disekitar Panti Asuhan sehingga mereka menempuh pendidikan berbarengan dengan anak-anak yang tinggal dan dibesarkan dengan orang tua.

Tidak jarang, mereka sering diledekin karena pada waktu liburan tidak kemana-mana, tidak bisa mengerjakan cerita mengarang tentang liburan dari guru karena nyatanya mereka emang tidak kemana-mana. Ketika teman-teman sekelas menceritakan pengalamannya berwisata di salah satu tempat wisata, mereka hanya bisa menyimak atau seringkali memilih melipir karena malu.

#JadiBisa menanamkan nilai baru pada One Day Fun Doing Fun berikutnya

Nah, selama 7 kali pengadaan ODFDF mereka kami ajarkan character Building hanya sesama mereka dan relawan saja. Jadi ditempat-tempat yang sudah kami tentukan, mereka kami buatkan kelompok kelompok bermain. Lingkupnya hanya teman-teman yang sudah mereka kenal dan kakak relawan yang bertugas bekerja sama bersama mereka.

Attraction Activities.png

Semenjak Traveloka merilis fasilitas baru, Attraction & Activities saya semacam mendapat insight baru. Saya ingin menanamkan nilai baru pada adik-adik. Saya ingin mereka diberi kebebasan untuk menikmati suatu wahana hiburan sendiri. Tujuannya, mereka bisa belajar untuk tertib mengantri, membuat pilihan-pilihan atas keberanian memilih wahana yang akan mereka naiki. Mengenalkan tempat wisata seru yang mungkin selama ini mereka dengar dari teman-teman sekelas yang nasibnya jauh lebih beruntung.

Navigasi Traveloka.png

Navigasinya pun sangat memudahkan user. Kita bisa memilih dari popularitas, harga, rating dan waktunya. Kemudian, mau Attraction, Activity, Culinary atau Tour.

Hal ini nantinya akan memudahkan juga dari segi donatur. Para donatur secara mandiri bisa melakukan sendiri untuk pembelian tiketnya. Dengan maksimal membeli 9 pax sekali transaksi, donatur bisa dengan leluasa membelikan tiket sesuai kemampuannya untuk didonasikan kepada Adik-adik.

Jika selama ini, donatur menyumbangkan donasinya hanya dengan satu rekening pribadi milik saya, dengan adanya Traveloka, mereka bisa membeli tiket dan melakukan pembayaran dengan banyak cara. Bisa dengan Kartu Kredit atau Transfer melalui bank yang sudah terintregasi dengan Traveloka.

Belum lagi Promonya yang nyaris ada terus. Entahlah potongan harga, atau beli sekian tiket gratis tiket lagi. Ini bisa menjadi berkah bertubi-tubi buat adik-adik nanti.

Tiket Wahana Traveloka

Promo di Attraction & Activities

Dengan membeli tiket jauh-jauh hari, kami bisa puas bermain tanpa harus antri loket. Waktu yang dihabiskan untuk antri pada loket manual, bisa digunakan secara maksimal untuk bounding relawan atau langsung bermain di wahana permainan yang ada.

Serunya lagi, wahana bermain yang dijual Traveloka tidak terbatas hanya di Jakarta. Kota-kota besar lain di Indonesia juga tersedia.

Kota-kota traveloka.png

Saya udah ga sabar untuk mengawali 2018 dengan konsep One Day Fun Doing Fun yang baru ini. Saya juga udah ngelirik beberapa kota yang belum pernah disambangi ODFDF dan wahana seru yang saya incer. Bali kayanya seru, ya! *kodekodediudara*

Semoga dengan adanya ini bisa memudahkan untuk semua, ya. Untuk donatur yang bisa melakukan donasi dari manapun. Untuk saya yang jadi bisa semakin mudah untuk mengatur semuanya. Untuk adik-adik penerima manfaat yang akan belajar banyak hal baru.

Doakan, ya!

Advertisements

12 thoughts on “Menyambut 2018, #JadiBisa bikin konsep baru yang seru.

  1. kunudhani

    Kmu tervaik mbak, menginsparasi, aku suka bgt baca klo udah ngomngin kegiatan sosial d blog ini, pokokny maju terus ya, jangan dengerin omngn yg gak enak, moga lancar 🙏🙏

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s