Drama mencari Tenda dan Tips memilih Tenda Camping.

Awal-awal kapal Sabuk Nusantara milik PT Pelni melayani perjalanan Pelabuhan Sunda Kelapa – Kepulauan Seribu, terjadilah mini drama menyoal persoalan tenda. Kapal yang disubsidi ini emang lebih murah daripada kapal kayu milik nelayan yang beroperasi dari Angke. Namun, secara waktu jauh lebih lama. Hal ini dikarenakan rutenya adalah Pelabuhan Sunda Kelapa – Pulau Untung Jawa – Pulau Pramuka – Pulau Harapan. Pengalaman saya kemarin, baru merapat di Pelabuhan Pulau Pramuka pukul 14.30 WIB. Ini mah kalau ikut opentrip udah pasti ditinggalin.

Sementara jika naik kapal kayu milik nelayan, pukul 10 atau 11 pagi kapal dipastikan sudah merapat karena jalurnya langsung Muara Angke – Pulau Pramuka tanpa transit di Pulau Untung Jawa.

Hal ini udah diantisipasi Kang Mas, sehingga ketika ada gathering komunitasnya yang akan mencoba perjalanan menggunakan Kapal Sabuk Nusantara ini mereka memilih untuk nenda daripada mengikuti opentrip.

Baca: Tips Nenda di pulau Seribu

Short story, saya diajak dadakan. Karena mostly laki-laki dan ada beberapa kaum perempuannya juga, kami harus mencari tenda sewaan tambahan.

Jadilah sore itu, disuatu tempat pengisian bahan bakar, saya googling dong informasi penyewaan tenda. Karena diburu-buru, yaudah la ya, saya liat aja informasi teratas dan langsung saya sebutkan nomornya untuk kemudian dihubungi oleh kang Mas.

Awalnya tampak biasa aja, kang Mas memulai percakapan dengan mengucapkan salam dan langsung to the poin nanyain perihal penyewaan tenda. Beberapa menit kemudian, mimik mukanya berubah. Antara bingung dan kesel. Feeling saya kemudian, telah terjadi sesuatu yang salah dalam hubungan telepon beliau dan saya tahu persis apa yang salah.

Beliau mematikan teleponnya disambut dengan tawa saya yang super kenceng. Dibalas dengan toyoran beliau.

Jadi, nomor yang saya berikan tadi adalah nomor penyewaan tenda untuk kawinan. Muahahahahahaha. XD Sementara kami sedang mencari tenda untuk camping yang kapasitasnya 2-4 orang saja.

“Bukannya dibaca dulu informasinya tenda apa yang disewain.” Kang Mas masih aja menggerutu.

Saya masih belum selesai tertawa.

Ya abis ku diburu-buru disuruh cari informasi. Sejauh ada nomor telepon yang bisa dihubungi, yakali ya sempet buka dulu linknya untuk baca informasinya apa.

WKWKWKWKWKWKWWK.

Berakhir happy ending sih, selain karena Kapalnya yang besar dan nyaman, masih sempet snorkeling, dan keakraban yang terjalin sesuai ekspektasi.

Dari sana kami punya niatan untuk mengajak teman-teman yang lain untuk nenda bareng lagi ditempat yang sama.

Berbekal harga sewa tenda di Ibukota yang lumayan itu, Kang Mas prefer untuk membeli tenda. Menurut tata hitungnya, menyewa berkali-kali bisa berinvestasi satu unit dan menjadi hak milik sendiri bisa digunakan berkali-kali sampai puas.

Karena kesibukan yang ternyata cukup menyita waktu pada saat itu, akhirnya belanja online adalah penyelamat. Baru tahu ternyata harga tenda camping bukan tenda kawinan untuk ukuran paling kecil sebenarnya tidak sampai setengah juta rupiah. Belum lagi adanya fasilitas seperti gratis Ongkir, Voucher discount dan Program cicilan 0%.

Di Kepulauan Seribu

Tips mencari tenda Camping ala kami;

  • Sesuaikan kebutuhan. Jika hanya untuk genk mini berjumlah 2-4 orang. Carilah tenda paling kecil yang memuat 3-4 orang. Namun jika punya genk solid yang > 5 orang dan kemana-mana selalu jalan bareng. Beli yang besar kemudian patungan! Investasi berjamaah.
  • Cari yang ringan. Sehingga mudah untuk dibawa-bawa dan tidak memberatkan, karena masih ada logistik lain yang juga harus dibawa-bawa, seperti: flysheet, matras, sleeping bag, peralatan masak dsb.
  • Perhatikan tinggi tenda. Tinggi ideal untuk tenda camping 1-1,5 meter. Semakin tinggi, semakin besar peluang untuk terbalik.
  • Bahan yang aman. Kalau bisa, cari tenda yang berbahan Nylon. Aman. Tidak mudah sobek dan anti air.
  • Rangka tenda alumunium. Ada dua pilihan rangka tenda camping yakni Alumium dan Fiberglass. Alumunium tergolong lebih ringan dan kuat dibanding Fiberglass yang mudah patah.
  • Fasilitas Tambahan. Jika memungkinkan, carilah tenda yang ada fasilitas-fasilitas tambahan seperti tempat menaruh lampu dibagian tengah. Teras tenda yang bisa digunakan sebagai tempat masak atau tempat duduk-duduk santainya.

Semenjak punya tenda sendiri, otomatis ga keulang lagi sih dramanya. Muahaha. Cuma keinginannya aja yang bertambah, ingin punya tenda yang lebih besar biar bisa memuat banyak orang. Biar teman-teman yang belum punya tenda, tetep bisa ikutan jalan-jalan!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s