Tag Archives: Tenda di Pulau Seribu

Drama mencari Tenda dan Tips memilih Tenda Camping.

Awal-awal kapal Sabuk Nusantara milik PT Pelni melayani perjalanan Pelabuhan Sunda Kelapa – Kepulauan Seribu, terjadilah mini drama menyoal persoalan tenda. Kapal yang disubsidi ini emang lebih murah daripada kapal kayu milik nelayan yang beroperasi dari Angke. Namun, secara waktu jauh lebih lama. Hal ini dikarenakan rutenya adalah Pelabuhan Sunda Kelapa – Pulau Untung Jawa – Pulau Pramuka – Pulau Harapan. Pengalaman saya kemarin, baru merapat di Pelabuhan Pulau Pramuka pukul 14.30 WIB. Ini mah kalau ikut opentrip udah pasti ditinggalin.

Sementara jika naik kapal kayu milik nelayan, pukul 10 atau 11 pagi kapal dipastikan sudah merapat karena jalurnya langsung Muara Angke – Pulau Pramuka tanpa transit di Pulau Untung Jawa. Continue reading

Advertisements

Tips Nenda Di Pulau Seribu

3 tahun yang lalu, saya punya pengalaman buruk menarik ketika nenda di Kepulauan Seribu. Ceritanya, pernah saya tulis disini. Nah, kemarin, dalam rangka icip icip Berlayar dengan Sabuk Nusantara 46, saya pun memilih untuk kembali nenda.

Kami memilih turun di Pulau Pramuka. Setelah googling & browsing, ada 2 pilihan tempat yang bisa kami pilih untuk nenda. Pulau Karya & Pulau Semak Daun. Dari segi biaya, lebih murah Pulau Karya, karena tinggal menyebrang dengan kapal motor seharga Rp. 4,000,- sekali jalan. Sementara, menuju Pulau Semak Daun, kita harus menyewa satu buah kapal seharga Rp. 250,000,- an (untuk < 5 orang)

Dengan semangat hemat, tentulah ya kami memilih Pulau Karya. Dalam perjalanan, saya sempat melihat restoran diatas laut, dan iseng nanyain ke pak supir kapal nya, itu apa dan berapa kalau makan disitu. Beliau pun menyambut baik dengan, “save aja nomer saya. Nanti malem kalau mau makan disitu, saya jemput dan saya antar.” Continue reading