Mengurus perjalanan tanpa travel agent; Beruntung di Belitung.

Salah satu benefit yang diberikan oleh perusahaan ditempat saya bekerja sekarang adalah Outing kantor tahunan dengan budget 2 juta per-orang. Kami dibebaskan untuk memilih tujuan. Namun jika biaya yang dikeluarkan lebih dari Budget ya nambah sendiri.

Untuk tour & travelnya, bekerja sama rekanan perusahaan yang bikin harga per-pax lebih mahal daripada ngurusin sendiri. Beberapa tahun terakhir, kami selalu over budget karena pilihan destinasi yang jauh dan pada waktu peak season, seperti Lombok, Bali dan Bromo. Nah, tahun ini teman-teman inginnya yang tidak perlu nambah biaya. Maka, dipilihlah Glamping di Bandung.

Saya dan teman-teman se-departement merasa ga worth-it menghabiskan 2 juta jika hanya ke Bandung. Jadilah kami merencanakan untuk jalan-jalan hanya ber-6 dan mengajak pasangan serta keluarga (Sedivisi kurang lebih 35 orang, btw).

Karena hanya sedikit, kami memutuskan untuk mengurus semuanya sendiri! Meski sambil-sambilan ngecek harga jika menggunakan travel tour lokal. Menggunakan travel rekanan jelas lebih mahal, karena ga mungkin tanpa untung kan? belum lagi pada domisili di Jakarta.

Berburu tiket Pesawat.

Moda transportasi ke Belitung dari Jakarta, menggunakan pesawat. Penerbangan kesana juga tidak seramai ke tujuan wisata lainnya. Melihat jadwal penerbangan pulang dan pergi menentukan Itenary kami selama jalan-jalan nanti. 5 dari 6 orang teman se-department saya cukup flexible dengan pemilihan maskapai. Sementara satu sisanya, selalu memprioritaskan untuk naik Garuda Indonesia. Disaat kami sibuk mencari penerbangan paling pagi, beliau sibuk untuk mencari Tiket Pesawat Garuda Indonesia.

Seperti biasa, kami hanya mengandalkan satu situs pencarian tiket online yang biasa kami gunakan. Bu Echa, yang saya panggil dengan Mamski di kantor nyaris frustasi karena maskapai kesayangannya itu tidak pernah muncul pada layar.

Kemudian, saya keingetan Skyscanner. Platform pencarian tiket pesawat dari berbagai sumber yang menyediakan layanan penjualan tiket pesawat. Plus-plusnya, menampilkan harga dengan ranget yang kita inginkan. Trus jika sudah ada, bagaimana? Skyscanner akan mengantarkan kita ke situs penjualan tiket tersebut.

SkyScanner

Situs ini membagi kategori penerbangan  mulai dari Terbaik, Termurah dan Tercepat. Kemudian menampilkan pula agent apa saja yang menyediakan tiket pulang pergi yang kita inginkan.

Karena Skyscanner ini, Mamski berhasil dong nemu tiket Garuda, meski hanya untuk sekali jalan pulang dan harus extend satu hari dari kami-kami. Hepinya uda kebangetan doski.

Pilihan Pesawat.JPG

User Interface Skyscanner ini memudahkan sekali untuk kita klik klik. Dan tidak membingungkan sama sekali.

Travel Agent.JPG

Tanpa bantuan Skyscanner saya ga akan tahu bahwa ada travel Agent Tripsta, BudgetAir dan MyTrip yang bisa menyediakan tiket PP dengan salah satunya Garuda Indonesia.

Urusan tiket selesai. Kami senang bisa terbang ke Belitung. Mamski senang bisa ikut berlibur dan naik Garuda Indonesia. 😀

Membuat Itenary.

Setelah tahu jadwal penerbangan baru deh, kami menyusun Itenary. Kami hanya 2 hari di libur Paskah. 30 – 31 Maret 2018. Sementara Mamski demi Garuda, rela extend sehari sampai 1 April 2018. Dengan mengajak masing-masing pasangan dan keluarga kami total berjumlah 9 orang dewasa + 2 anak kecil.

Kami putuskan untuk sehari full snorkeling di Pulau Lengkuas dan sekitarnya. Hari kedua, berjalan ke Belitung Timur untuk menikmati kopi Manggar dan Replika Sekolah Muhammadiyah.

Mencari hotel.

Agak drama karena sebagian besar hotel yang kami incer penuh pada tanggal tersebut. Ya gimana yaa, pas long weekend dan kami carinya mepet-mepet. Berbekal informasi sana-sini dan telepon sana-sini, kami nginep di Hotel Hanggar 21. Harga sangat bersahabat. Hotel nyaman. Dekat pula dengan Bandara.

Memutuskan moda transportasi.

Fyi, di Belitung ga ada taksi, adanya mobil pribadi. Public Transportasi juga ga ada. Jadi jika ingin ke Belitung, pilihannya 2 sewa motor atau sewa mobil, atau manfaatkan teman yang memiliki rumah/keluarga disana. Muehehe.

Tadinya kami ingin menyewa Hi-Ace. Supaya semuanya dalam mobil yang sama. Namun dipikir-pikir, karena hari pertama kami akan full main di Pulau Lengkuas, akan sayang sekali jika Hi-Ace nya parkir di Tanjung Kelayang. Maka, kami memutuskan untuk menyewa 2 mobil avanza lepas kunci @Rp. 250,000,- dan satu Hi-Ace untuk hari kedua @1.000.000,-. Hemat 500.000,-. Untuk bensin cukup Rp. 100,000,- untuk 2 mobil. Ihiy!

Sewa Kapal dan Paket Snorkeling.

Berbekal browsing sana-sini, saya dapat pemilik kapal yang bisa menyediakan kapal untuk hoping island. Sewa kapal seharga Rp. 400,000,- Paket makan siang di Pulau @Rp. 100,000 (termasuk kepiting), sewa life jacket @20.000,- dan alat snorkel @Rp. 20,000,-.

Pulau Lengkuas.jpeg

Kami hoping island nyaris seharian. Dari pukul 10 pagi sampai dengan pukul 5 sore. Bapaknya super baik, helpfull, jujur dan sabar banget dengan kondisi kami yang bawa anak kecil. Meski diawal saya memesan 10 alat snorkel, namun pada kenyataannya beberapa orang, tidak menggunakan alat tersebut, ga dihitung dong sama bapaknya. :’) Mana ga perlu DP pula lagi kaan. Super banget bapaknya!

Tanpa diminta, dengan senang hati kami memberikan tips lebih!

Memilih Tempat Makan.

Setelah memesan makan untuk makan siang di Pulau dan mendapat fasilitas sarapan dari hotel. Kami hanya perlu mencari tempat sarapan dan makan malam hari pertama, dan makan siang untuk hari kedua.

Eh dasarnya rezeki mah ya, pas sampai kota, pas pukul 8, pas Mie Atep Belitong buka. Makan malam di Belitong Timpo Duluk, pas dateng, pas penuh, ditinggal sholat Isya, udah kosong. Dan Makan siang di Rumah makan Fega di Belitung Timur. Oh iya, untuk makan-makan ini, @25 ribu untuk Mie Atep. Belitong Timpo Duluk Rp. 750,000 untuk semua. Dan Rumah makan Fega Rp. 1,100,0000 untuk semua.

Dan SEMUANYA ENAK ENAK YA ALLAH.

Cari tahu HTM tempat wisata.

Bagian lain yang kami cari tahu selanjutnya adalah tentang tiket masuk berbagai tiket wisata. Selama hoping island Gratis! Ndak ada yang bayar. Hore!

Museum Andrea Hirata.jpeg

Untuk Replika SD Muhammadiyah @3.000,- Museum Andrea Hirata @50.000,- sudah termasuk 1 buah buku karya Andrea Hirata. Kalau ga mau masuk, tetep bisa foto foto instagram-able didepan museumnya kok. 😀 Rumah Siput @5.000,-

Mengurus sendiri, jelas lebih hemat!

Dari hasil mencari informasi sana-sini, dan dibuatkan simulasi budget-nya, kami memutuskan untuk mengeluarkan uang @Rp 800,000,- diawal diluar tiket pesawat. Karena maskapai, adalah hak dan kemampuan masing-masing orang. Dimana lebih kurangnya nanti akan kami hitung kembali dari Belitung.

Setelah kembali ke Jakarta, dan saya hitung-hitung, uang kami masih sisa dong @25.000,- Pakbos yang membawa anak 2, hanya kami hitung 1 saja karena si Bungsu masih usia 4 tahun.

Puas banget, dengan nominal segitu, fasilitas segambreng-gambreng, setiap guide yang membersamai kami pada baik-baik, setiap makanan yang masuk ke mulut enak-enak, moda maskapai juga suka-suka sesuai keinginan.

Seminggu dari perjalanan kami ke Belitung, kami semua gagal move-on! Dan merasa jalan-jalan se-departement ini tidak boleh berhenti disini. Kami udah mulai mencari destinasi wisata lainnya, dan siap untuk Jelajah Nusantara bareng-bareng lagi!

Dan ya, berharap Skyscanner akan terus ada biar memudahkan kami untuk mencari maskapai. Biar cepet gitu nemuin solusinya, ga jereng matanya pelototin tiket atu-atu. Doakan, yaaaaa! 🙂

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh ID Corners dan Skyscanner.

Advertisements

2 thoughts on “Mengurus perjalanan tanpa travel agent; Beruntung di Belitung.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s