KEBAIKAN BERBAGI, TERGANTIKAN BERTUBI-TUBI.

Saya tumbuh dari ayah bekerja dan ibu full menjadi ibu rumah tangga. Kehidupan kami dicukupkan, tidak berlebihan tidak juga kekurangan. Meski akhirnya kami tahu, Ayah kami cukup ‘ngos-ngosan’ menafkahi keluarga sehingga ia memutuskan untuk mengambil pensiun sebelum masa purna baktinya tiba.

Ibu saya sering membuat nasi kotakan yang kemudian meminta kami anak-anaknya untuk mengantarkan nasi kotak itu ke Panti Asuhan yang terletak ga jauh dari rumah kami.

Setelah dewasa saya tahu, bahwa ayah ibu saya menyisihkan rezekinya diwaktu waktu sulitnya. Ketika mereka mulai ragu akan rezeki besok lusa akan makan apa, mereka akan bersedekah dengan berbagi di hari ini. Sebagai pengingat bahwa kami harus senantiasa bersyukur apa yang kami dapat di hari ini. Saya bertekad untuk meniru apa yang Ayah ibu saya lakukan ini.

Di awal awal tahun hidup di Jakarta, saya memutuskan untuk membuat suatu gerakan berbagi.  Namanya One Day Fun Doing Fun. Kegiatan dimana mengajak adik adik yatim piatu dhuafa untuk bermain bersama. Tadinya, saya kira cukup mengajak mereka makan siang di luar (area panti), di satu restaurant yang cukup menyenangkan. Saya pun menganggarkan biaya dari sisihan gaji yang saya punya.

Kemudian, iseng-iseng saya posting di Media Sosial tentang rencana ini, lantas gayung bersambut. Teman-teman sekolah dan kuliah saya satu persatu ikut berdonasi. Membuat kegiatan ini tidak hanya cukup untuk makan siang, juga cukup melakukan aktivitas bermain dan santunan untuk dibawa pulang. Bahkan di hari H, donasi terus berdatangan sehingga kami alokasi-kan untuk kegiatan berikutnya.

Baca: [Charity Lovers] One Day Fun Doing Fun

Dasarnya saya yang juga suka jalan-jalan, jadi saya lakukan kegiatan ini diberbagai kota. Kota dimana saya menghabiskan masa kecil. Kota dimana saya kuliah. Kota dimana saya suka untuk mengunjunginya. Waktu berlalu, kegiatan ini sudah berjalan di lebih dari 5 kota. Jakarta, Batam, Bandung, Bogor, Yogyakarta, Garut, Majalengka, Lombok dan terakhir di Depok.

Karena tidak punya donatur tetap, biasanya saya mengadakan kegiatan ODFDF ini hanya jika saya punya cadangan tabungan dalam jumlah tertentu. Yha, apesnya kalo ga ada yang donasi, saya masih bisa backup dengan tabungan sendiri. Hal ini tentu membuat kegiatan ini tidak bisa dijadwalkan, yaa seadanya rezekinya aja.

Beruntung, saya kenal dengan Dompet Dhuafa Volunteer. Wadah dimana relawan berkumpul untuk melakukan banyak kegiatan berbagi di berbagai lini. DDV punya kegitan super seru bernama Voluntrip. Kegiatan pertama yang saya ikuti dan kemudian terus melibatkan diri dengan Dompet Dhuafa.

Voluntrip adalah kegiatan Volunteer sekalian jalan jalan (Trip). Waktu itu saya ikut di salah satu kabupaten Bogor. Pertama kalinya saya tahu bahwa sekelas kota bogor, masih ada daerah yang kaya di tv “Andai Aku Menjadi”, saya mandi di Sungai karena warga disana engga punya MCK.

Voluntrip

Rumah ke-2 untuk 2 hari 🙂

Baca: Voluntrip Round 2; Explore The Happiness

Selain Voluntrip, banyak aksi lainnya di Dompet Dhuafa Volunteer. Ada Cinecharity, acara nonton bareng adik-adik di Bioskop. Ada Serambi Inspirasi, dimana rutin mengajar di salah satu sekolah di Bantar Gebang setiap akhir pekan selama 1 semester.  Jambore Anak Indonesia, mengajak ratusan adik adik untuk menginap di salah satu resort, sehingga mereka bisa merasakan menyenangkannya tidur di hotel.

JAI2017

Jambore Anak Indonesia di Panjang Jiwo Resort, Bogor

Sederhananya, jika saya punya cukup uang untuk melakukan One Day Fun Doing Fun, saya akan bikin ODFDF. Namun, jika saya merasa tabungan saya belum cukup, saya menyumbangkan tenaga untuk diberbagai aksi DDV.

Kesamaan keduanya adalah, sama sama berbagi. 🙂

3 tahun yang lalu, ibu saya kesebut ingin punya rumah di Jabodetabek. Karena beliau berencana akan hidup bersama saya dan adik yang akan kuliah di Jakarta. Demi apapun, saya ga pernah kebayang bisa beli rumah di Jabodetabek dan ketika masih sendiri (belum menikah). Lha idealnya kan, punya rumah setelah menikah, hasil diskusi panjang antara suami istri ya kan?

Mana ketika hitung punya hitung DP yang saya harus sediakan sekitar 100 jutaan. Uang darimana maliiihh. Eh tapi tiba tiba dong, di hari terakhir batas deadline saya membayar DP, itu kebayar. Ga ngerti hitung hitungan rezekinya gimana. Huhuhu. Allah mudahkan Allah bukakan jalan.

Masang-masang

Kesampaian beli rumah, meski dapur dibikin sendiri.

Dipikir-pikir, seringkali untuk melakukan aktivitas berbagi selalu dibarengi dengan pengeluaran materi. Apalagi jika ODFDF sedang lintas kota, atau jika sedang membersamai aktivitas DDV. Beli tiket pesawat, akomodasi selama di kota tersebut, ingin ngasih sesuatu untuk adik adik untuk dibawa pulang. Effort-nya tidak hanya ke waktu namun ke materi.

Ini ga pernah kepikiran, karena ketika menjalaninya kita bahagia. Maka, lelah dan uang yang keluar pun rasanya impas dengan rasa bahagia yang kita dapatkan.

Saya akhirnya jadi kepikiran, bisa jadi rasa bahagia atas yang dirasakan orang orang dengan kehadiran kita, dengan donasi kita berujung pada doa tulus untuk kemudian hidup kita yang dimudahkan? Iya ga sih?

Akhir tahun 2018, saya bersinergi dengan salah satu yayasan untuk mengadakan ODFDF di Lombok, bersama korban penyintas gempa bumi yang kami rencanakan diadakan pada bulan Februari 2019. Qadarullah, per awal tahun 2019, harga tiket pesawat melambung tinggi. Sampai kami berangkat, harga tiket tak kunjung turun, 2x harga tiket normal. Saya tetap berangkat, mengingat ini sudah jauh direncanakan.

Main di Bengkaung

Bareng adik-adik yang masih tinggal di Tenda. 🙂

Ah, rezeki materi saya bisa cari lagi. Kesempatan ini jangan jangan tidak hadir dua kali. Batin saya kala itu.

Kami tetap berangkat. Mengetahui yang kami hampiri adalah korban gempa, sungguh harga tiket pesawat kami tidak sebanding atas kehilangan yang mereka rasakan. Dalam hitungan detik, kehilangan rumah dan anggota keluarga. Kami harus banyak banyak bersyukur.

Pertengahan tahun 2019, saya mengikuti kegiatan buka puasa bersama kurang lebih 2000 anak yatim dimana diwaktu bersamaan ODFDF juga jalan di salah satu panti asuhan di Jakarta Selatan. Saya menjadi salah satu tim kreatif di BukberAkbar, dan tetap memantau jalannya acara ODFDF dalam waktu bersamaan.

Tidak cukup sampai disitu, 2 hari kemudian, saya kembali incharge untuk kegiatan Borong Barang Bareng Bareng untuk adik-adik yang sedang menyiapkan lebaran.

Borong Barang Bareng Bareng

Kepung Transmart buat nemenin adik-adik belanja

Baca: Tentang Ramadan Taun ini..

Bahagia berbagi sungguh mengalahkan lelah ketika menjalaninya. Sungguh.

2 hari menjelang Lebaran, tiba-tiba Kak Lia, mention saya di twitter.

Announcment

EH APAAN NIH.

Emang saya ikut apa? Aselik saya sempet lupa. Diinget-inget, saya pernah iseng iseng ikutan salah satu polling Kumparan selama bulan Ramadhan. Ikutan polling doang. Yang ketika abis ikutan polling, saya juga udah lupa. Ga inget juga hadiahnya apa.

Gemeter dong saya.

Pas saya status-in di WhatsApp, langsung deh banjir ucapan selamat.

“Wah, rejeki kania yang sayang adik-adik”

“Kak, ini karena kakak baik ke semua orang.”

“Kaniaaa, Allah baik terus karena kania ga pernah berhenti berbuat baiknya”

Saya haru dong. Ternyata bener  harga tiket saya ke Lombok. Waktu cuti saya yang saya pake untuk bisa menemui adik adik korban gempa di Lombok. Waktu main saya yang saya gunakan untuk rapat rapat BukberAkbar. Energi saya untuk tetep bisa support kegiatan ODFDF meski saya tidak disana.

Allah ganti kontan dengan gawai seharga 2 digit! yang tentu saja saya ga mungkin akan mau beli gawai seharga segitu kalo pake uang sendiri.

Tapi saya rada ga setuju dengan beberapa ungkapan teman-teman bahwa rezeki ini hadir karena aktivitas berbagi saya. Ini hanya sebagian kecilnya. Diluar dimudahkan beli rumah dan di gratiskan gawai ini, rezeki lain bertebaran. Bisa berkumpul bareng keluarga, sehat sehat tanpa perlu bolak balik rumah sakit. Dimudahkan bersilaturahmi bersama saudara dan teman-teman.

Jadi, jangan sampai aktivitas berbagi kita diniatkan untuk mendapatkan hal-hal seperti ini. Saya jadi inget tentang satu langkah kita menuju Allah, seribu langkah Allah berlari ke arah kita. Mungkin dalam hal berbagi ini juga demikian.

Berbagilah dimulai dengan hal-hal kecil. Tersenyum. Memudahkan urusan orang lain. Sisihkan pendapatan untuk membayar zakat. Sedekah sesekali jika memungkinkan. Donor darah. Memberikan waktu dan tenaga untuk suatu aksi.

Hal hal baik, dimulai dari yang sederhana kok.

Bismillah, panjang umur yaa kebaikan berbagi. Semangat #1Hari1Kebaikan 🙂

“Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Menebar Kebaikan yang diselenggarakan oleh Dompet Dhuafa

24 thoughts on “KEBAIKAN BERBAGI, TERGANTIKAN BERTUBI-TUBI.

  1. @mirasahid

    Mashaallah, sampai merinding membacanya. Sepakat, berbagi benar-benar niat karena Allah, maka Allah cukupkan dari semua pintu. #ThankYouILearn Nia 🙂

    Reply
  2. Siti Nurjanah

    Masya Allah rejeki nya bagus banget ka’
    Tapi memang hitung2an versi Allah itu ‘Ajaib’ kuncinya adalah bersedekah dan berbagi
    Jangan takut berbagi karena kebaikan lha yang didapat

    Reply
  3. oviantyO

    Wah kereen banget mba. Memang dengan berbagi, tiba-tiba suka datang rejeki dari arah tak terduga. Alhamdulillah ya, janji Allah benar buat yang sedekah dan berbagi. Semoga semakin banyak rejekinya ya mba.

    Reply
  4. ovianty

    Alhamdulillah banget ya, rejekinya karena berbagi kebaikan. Memang suka gitu, datang rejeki dari arah tidak terduga. Nggak ada yang sia-sia, kalau mau berbagi. Semoga semakin berkah dan melimpah rejekinya ya mba

    Reply
  5. Bibi Titi Teliti

    Duh,duh, aku berasa terharu sekali bacanya dan ikutan bahagiaaaa.
    Semoga dirimu selalu dilancarkan rezeki dan diberikan kesehatan selalu supaya bisa terus berbagi.

    Okay, next rezekinya semoga bisa berangkat ke Korea yaaah, ketemu biasnya deh! Lee Jong Suk, Ji Chang Wook atau siapa tuh hehehe

    Reply
    1. alaniadita Post author

      Bibi. Doakan selalu yhaaa.

      Ya ampun, aku terharu banget didoain bisa ke korea. huhuhu.
      Ada aamiin paling kenceng ketika aku baca komen ini. AAMIIN YA ALLAH YAAA

      Reply
  6. Mugniar

    Masya Allah .. semangat berbagi di usia muda. Bukti bahwa Allah akan mencukupkan hamba-Nya yang senang berbagi . Baarakallahu fiik.

    Reply
  7. Nurul Sufitri

    Masya Allah, mbak Dita ini beneran apa yang telah dilakukan sebelumnya selalu membawa berkah ke diri sendiri dan keluarga. Siapa sangka hitung2an Allah SWT beda ya tau2 mbak bisa cukup uangnya ketika DL harus membayar DP rumah, barakallah. Salut sama mbak semangatnya berdonasi dan memberikan kebaikan buat orang2 yang membutuhkan 🙂 Salam kenal ya.

    Reply
  8. Eri Udiyawati

    Masya Allah, Mba Nia kamu memang menginspirasi. Semoga selalu dimudahkan urusannya, lancar rezekinya, ya. Berbagi itu memang indah dan mendatangkan rezeki dari segala penjuru.

    Reply
  9. Aprillia Ekasari

    Zaman kuliah dulu sering ikutan volutntetrip juga 😀 Pas jadi emak2 udah mulai susah hehe, akhirnya ya sebisanya aja hehe.
    Bener mbak kebaikan apapun pasti akan diganjar sama Tuhan, ada yang langsung, ada yang nantinanti bahkan saat kita gak ingat lagi, ada pula yang menyelematkan kita di akhirat kelak ya… 🙂

    Reply
  10. Uniek Kaswarganti

    Alhamdulillah selalu diberi kesehatan sehingga bisa selalu lancar berbagi ya Mb Nia. Salut dengan dirimu yang strong banget untuk terus berbagi dengan sesama. Wajar kalau diganjar dengan segala kebaikan yang terus berdatangan padamu.

    Reply
  11. lendyagasshi

    Berbagi kebahagiaan itu memang akan menciptakan kedamaian hati yaa..
    Dan senang sekali membaca kisah inspiratif kak Nia. Semoga banyak orang yang terinspirasi dan mengikuti kebaikan demi kebaikan untuk lingkungannya.

    Reply
  12. herva yulyanti

    MasyaAlloh makasih cerita berbaginya mba kadang logika kitabga sampe sama hitung2annyanAlloh mantap.mba sampembisa ada buatbDP rumah wow banget mb..

    Reply
  13. tamasyaku.com

    MasyaAlloh ya mba. Memang benar, rezeki hanya berputar-putar. Kita berbagi artinya kita memberi dan akan menerima juga. Semoga selalu dimudahkan dalam berbuat kebaikan ya.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s