Voluntrip Round 2; Explore The Happiness

Sebuah papan bertuliskan Citayam terlihat oleh kedua mata saya. Orang-orang berhamburan keluar, sementara saya sibuk melepas headset yang sedang kami (saya & kang Mas) gunakan. Menuju Bogor dari Stasiun Tanah Abang kami gunakan untuk menonton kembali film Ngenest. Kereta yang kosong membuat kami nyaman untuk menonton langsung dari leptop. Setelah berlalu dari Citayam, WhatsApp Call masuk atas nama Zi, member team teaching Indoor saya.

“Iya, Zi?”

“Kak, dimana?”

“Mau masuk Cilebut nih.”

“Oke, kak. Ditunggu ya.”

Sembari Kang Mas memasukkan leptop kedalam tasnya, saya memastikan bahwa kita akan segera merapat di Cilebut.

“Ini sudah stasiun Cilebut kan, Mas?” tanya saya memastikan ketika perlahan Comuterline mulai berhenti.

Belum sempat di jawab, sontak kami berdua melihat ke arah luar. Dan bacaan pertama yang tertera adalah .. Cibinong. Kami bertatapan kaget.

“Cibinong?” tanya saya.

“Kok Cibinong?” respon kang Mas.

“Emang lewat Cibinong?” tanya saya lagi.

“Harusnya engga, ya.” Jawab kang Mas lempeng.

Kami telat bergerak. Pintu sudah tertutup kembali, dan kereta kembali jalan tanpa menghiraukan keheranan kami. Saya berdiri. Melihat papan rute kereta. Dan, kereta ini berjalan ke Nambo.

Lantas, kami berpandangan, tertawa sambil berujar pelan, “kok kita bego?” πŸ˜€ Saya bukan kali pertama ke Bogor, begitu juga dengan kang Mas. Tapi seumur umur baru ini kami nyasar ke Nambo.

“Harusnya transit di Citayam, mba. Percuma turun di Cibinong juga, akan naik kereta ini juga. Soalnya cuma ada satu rel.” ujar seseorang didepan kami yang ga tega ngelihat kami saling mengutuk dihadapannya.

Sementara arah jarum jam sudah melewati pukul 4. Waktu dimana seharusnya paling lama kami berkumpul. Segala sesuatu tentu saja berkecamuk di kepala saya, mulai dari galau harus bilang ke Zi bahwa saya nyasar, sampai plan B jika saya tidak jadi berangkat. Haha. Setengah jam berlalu, akhirnya saya bilang juga kalau nyasar. Dan sejam setelahnya, sayaΒ  bilang;

“Kalau tinggal aku the last one, tinggal aja ya. Hahaha. Ga enaaaaaaakk..”

Voluntrip Round 2 adalah gerakan sosial dari Dompet Dhuafa. Sesuai namanya, Voluntrip merupakan gabungan dari Volunteer dan Trip. Menjadikan kegiatan Volunteer berbarengan dengan jalan-jalan. So saya banget kan, ya. πŸ˜€ Saya mendapatkan informasinya dari Group WhatsApp. Iseng, saya isi form nya. Dan ketika pengumuman, saya lupa kapan saya daftar dan ini kegiatannya kapan. Well, tampak ga niat, ya! Haha. Semakin kaget ketika tahu Technical Meeting-nya bersamaan dengan Briefing Kelas Inspirasi Jakarta 5, dan kegiatannya sehari sebelum pelaksanaan Kelas Inpisari Jakarta 5. Bersamaan dengan itu, saya sedang #lemburhore banget dikantor.

Di bismillah-in aja, dikerjakan pelan-pelan. Dicoba semampunya, toh sampai juga sampai hari H. Meski drama.

Melihat saya yang udah gendong tas gede berisi alat tempur untuk teaching indoor dan penyuluhan, kang Mas menghibur dengan, “kalau ditinggal, kita liburan ke tempat lain aja, ya :)”

Sabtu pagi, saya melihat pemandangan epic. Hamparan sawah dan gunung serta hehijauan lainnya.

DCIM101GOPROGOPR3244.

My Morning View

Ya, setelah drama deg-deg an dan antara diajak dan ditinggal, akhirnya saya sempat naik ke tronton semenit sebelum kendaraan itu jalan. Masih rezekinya. πŸ˜€

Thankyou to Zi yang rela teriak teriak di pintu keluar Stasiun Bogor dan berlari bersama saya kearah tronton.

Bangun pagi langsung dilokasi? Engga dong. Kami semua yang terlibat di Voluntrip Round 2 ini bahu membahu membawa segala bentuk donasi, dari meeting point pertama (SMK) ke SD MI yang kami tuju. πŸ™‚

Menuju Cintamanik.jpg

Sepanjang jalan, yang kami lihat rumah penduduk yang berdempetan, jika melewati jembatan yang dibawahnya ada sungai, berbagai pemandangan bisa kami lihat, warga yang sedang mencuci, mandi, hingga buang air kecil/besar. Ya, Desa Cintamanik yang kami kunjungi masih dalam satu area kabupaten Bogor dimana sebagian besar rumah penduduknya tidak disertai dengan MCK.

Pagi itu, tidak ada yang lebih membahagiakan selain melihat sekolah sudah terlihat dipelupuk mata.

20160430_062936

MI Al Khoeriyah

Setelah menaruh barang, dan mencari adik yang rumahnya menjadi tempat singgah untuk kami, kami bergegas menaruh barang milik pribadi disana.

Dan jalan kaki menuju desa dimana mereka tinggal, lumayan juga jalannya. Mulai deh, salut bangga sama ksatria kecil ini yang punya semangat tinggi untuk tetap bersekolah. :’)

Upacara MI Al Khoeriyah

Persiapan Upacara Bendera

Setelah Upacara bendera dan ceremonial pembukaan, kegiatan hari ini adalah Indoor Teaching, Outbond Games, Penyuluhan serta Aksi Layanan Sehat.

Indoor Teaching

Diluar dugaan sih, akan ada kegiatan mengajarnya juga. Sempet kagetnya ketika dikelompokkan di kelas 5, secara saya hobi banget menghindar dari kategori kelas besar (4-6) kalau ikutan Kelas Inspirasi. Membawakan materinya lebih terasa beratnya ketimbang di kelas kecil. Beruntung, saya bersama Kak Aini, Kak Zi, Kak Ghaniy & Silvia untuk menggetarkan satu kelas ini.

Ada beberapa materi yang wajib kita sampaikan, mulai dari ke-Indonesia-an, pengetahuan umum, cita-cita & motivasi. Bareng team Indoor Teaching yang sebelumnya uda virtual meeting via whatsApp dan kopdar sekali, kita memilih beberapa metode; pemaparan sampai role play. Overall, menyenangkan! Sudah saya posting juga di sini.

IMG-20160502-WA0143

Outbond Games.

img1461993228071

Outbond Games

Namanya juga outbond, coba sebutkan dibagaiman mana ketidak seruannya? Menilik outbond games dari panitia acara Voluntrip Round 2 ini, membuat saya manggut-manggut dan punya wawasan baru untuk diaplikasikan di One Day Fun Doing Fun. Muehehehe.

Penyuluhan & ALS.

2 Kegiatan ini dilakukan secara bersamaan. Tadinya, kita berbagi kelompok lagi disini untuk menyampaikan materi terkait kesehatan badan & gigi, bahaya merokok & pentingnya cuci tangan.

Nah, dilalahnya pas waktunya pas turun hujan. Jadi deh, present-nya berjamaah dan keroyokan oleh tim Penyuluhan. πŸ™‚

Penyuluhan.jpg

Untuk ALS, ada kak Dita yang melayani lebih dari 100 pasien seorang diri. *big applause* dan dibantu oleh kakak-kakak yang berkecimpung didunia medis seperti apoteker. πŸ™‚

Beranjak sore, mulai deh kita kumpul-kumpul, foto-foto, mandi-mandi, selonjoran kaki, sholat-sholat dan menghirup udara non polusi ini sepuas-puasnya.

DCIM101GOPROGOPR3306.

What A Happy Face!

Ba’Da Isya, kami kembali berkumpul di Sekolah untuk Nobar buat adik-adiknya, dan untuk Makrab untuk kakak-kakaknya. Lumayan lah, untuk saling kenal nama dan kesan saran untuk panitia dari para volunteer. πŸ™‚

Bikin Kipas!

Hari kedua, sebelum jalan-jalan mengunjungi objek wisata lokal, kami berkumpul di sekolah untuk membuat kerajinan tangan.

DCIM101GOPROGOPR3316.

Ini lagi nungguin Ibu yang mau ngajarin bikin kipas, bukan nunggu jodoh berjamaah πŸ˜€

Beberapa warga disini mengajari kami untuk membuat kipas sate yang sering kita remeh dan tawar kalau beli dipasar. Dan ternyata, untuk saya pribadi, bikinnya susah banget. Haha. Waktu 2 jam habis untuk hanya membuat kipas ini;

kipas.jpg

Lumayanlah ya. Besok lusa kalau kepasar dan harus beli kipas tipe-tipe begini, lebih tahu diri deh ya nawarnya. Apalagi kalau home-made.

Main-main ke Curug!

Akhirnya yang ditunggu-tunggu pun tiba. Saya sempet rada gemes karena menuju curug ini molor lumayan agak dua jam. Takut kemaleman nyampe Bogor & Jakarta-nya, mengingat saya sudah ada janji untuk persiapan keesokan hari. Tapi ya, cuma mulai merelakan dan meng-ikhlaskan demi bisa menikmati. Hehe.

Menuju Curug, kita tempuh dengan..

..

..

Jalan Kaki dong.

Tapi bentar, ga akan pengen nolak, kalau sepanjang yang dilihat view-nya begini;

Pematang Sawah.jpg

Boong deng. Pematang Sawah ini terhampar di awal-awal perjalanan aja. Dan mulai hard-core, ketika harus berkali-kali melewati sungai, menghadang arus, menuruni tebing. Ah, so far, menyenangkan!

Perjalanan berujung pada sebuah curug yang mengalirkan air dengan cukup deras, bisa buat kita main air dan kecipak-kecipuk.

Voluntrip2

Dengan berakhirnya trip menuju curug, maka berakhir pula rangkaian kegiatan Voluntrip Round 2. 2 hari yang banyak ibrah untuk saya pribadi.Tentang kesederhanaan yang menjadi mewah. Tentang uang yang tak selalu jadi sumber kebahagiaan. Tentang teman seperjalanan yang menginspirasi.Β  Tentang sebuah tempat untuk Explore The Happinnes. πŸ™‚

IMG-20160502-WA0038

Keluarga besar Voluntrip Round 2 πŸ™‚


Epilog;

Minggu, 1 Mei pukul 04.45 a.m

“Bu, yuk bangun. Kita ke sungai” Ibu Dian membangunkan saya. Seperti terhipnotis, saya melek, memakai kacamata, mengambil handuk dan mengekor si Ibu dari belakang. Matahari masih dalam peraduannya. Saya yang tidak membawa senter, sesekali nyaris kepleset.

Ketika sampai di Sungai 2 pemandangan pertama yang saya lihat; 1. Seorang ibu sedang mencuci baju di sebelah kiri. Dan seorang ibu sedang pup disebelah kanan. Dan Bu Dian berjalan diantara keduanya sampai ketengah. πŸ˜€

Terus urang kudu kumaha?

Saya hanya menonton aktivitas di Sungai subuh hari itu, si ibu mencuci baju yang ia bawa terlebih dahulu, kemudian ia melepas satu persatu baju yang ia kenakan, kemudian langsung di cuci. Terakhir, ia mandi dan mengambil wudhu. Kemudian membalut tubuhnya hanya dengan handuk. Duh.

Sementara saya..

..

..

Masih bengong πŸ˜€

“Kamu ga ngapa-ngapain?” tanya beliau.

“Nganu.. Saya kebelet pipis, Bu. Ibu mau ya, temenin saya pipis di WC Mushola sekalian Wudhu”

Dijawab dengan anggukan beliau.

Voluntrip.jpg

Ibunya Dian, bersama anaknya yang memiliki kelainan pada mata sehingga ga pede setiap di ajakin Foto.

Advertisements

5 thoughts on “Voluntrip Round 2; Explore The Happiness

  1. Pingback: 7 Kegiatan menyenangkan selama Voluntrip Round 3. | alaniadita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s