Tag Archives: DompetDhuafa

Andai Aku Menjadi; Tinggal di Rumah Pengayam bambu

Selama mengikuti rangkaian kegiatan Voluntrip Round 5 kemarin, kami (Saya, Kak Icha dan Kak Dimi) tinggal dalam satu rumah yang sama. Rumah milik Pak Odang beserta istri dan anak bungsunya.

Baca: Voluntrip Round 5: Special Reunion

Saya datang terlambat, tidak mengikuti rombongan yang sudah jalan menuju lokasi pukul 4 sore. Saya baru tiba di tempat pada pukul 10 malam. Kak Dimi dan kak Icha setia menunggui saya hingga kami bisa ‘pulang’ bersama kerumah Pak Odang.

Tidak jauh dari tempat dimana kami beraktivitas, namun menuju rumah Pak Odang memiliki tantangan tersendiri, jalanan yang menurun curam, serta licin jika hujan. Sebenarnya itu hanyalah jalan pintas agar kami bisa tiba lebih cepat. Continue reading

Advertisements

Jambore Anak Indonesia 2017

Jambore Anak Indonesia adalah kegiatan berkelanjutan mengajak anak yatim piatu dhuafa untuk nginep dua hari semalem seperti halnya Jambore, namun tidurnya buka di tenda. Tapi di hotel. Adalah New Panjang Jiwo Resort, yang menginisiasi kegiatan ini pada awalnya. Ia menyediakan puluhan ruangan hotel, beberapa villa untuk panitia, aula dan restoran makan untuk dapat digunakan. MasyaAllah banget deh ya. Kemudian, digandenglah Dompet Dhuafa sebagai partner yang mengurusi segala tek tek bengeknya.

Nah tahun 2017 ini adalah tahun ke-4 diadakannya JAI pada tanggal 7-8 Oktober 2017 dan masih di New Panjang Jiwo Resort. Saya termasuk salah satu yang terlibat sebagai tim Acara yang terlibat kepanitiaan. Dengan konsep kerajaan Dustanian yang akan berjuang bersama para Prajurit cilik untuk menjadikan Negeri Dustanian menjadi negeri yang baik dengan menomorsatukan kejujuran. Lantas Acaranya ngapain aja? Continue reading

Voluntrip Round 2; Explore The Happiness

Sebuah papan bertuliskan Citayam terlihat oleh kedua mata saya. Orang-orang berhamburan keluar, sementara saya sibuk melepas headset yang sedang kami (saya & kang Mas) gunakan. Menuju Bogor dari Stasiun Tanah Abang kami gunakan untuk menonton kembali film Ngenest. Kereta yang kosong membuat kami nyaman untuk menonton langsung dari leptop. Setelah berlalu dari Citayam, WhatsApp Call masuk atas nama Zi, member team teaching Indoor saya.

“Iya, Zi?”

“Kak, dimana?”

“Mau masuk Cilebut nih.”

“Oke, kak. Ditunggu ya.”

Sembari Kang Mas memasukkan leptop kedalam tasnya, saya memastikan bahwa kita akan segera merapat di Cilebut.

“Ini sudah stasiun Cilebut kan, Mas?” tanya saya memastikan ketika perlahan Comuterline mulai berhenti.

Belum sempat di jawab, sontak kami berdua melihat ke arah luar. Dan bacaan pertama yang tertera adalah .. Cibinong. Kami bertatapan kaget.

“Cibinong?” tanya saya.

“Kok Cibinong?” respon kang Mas.

“Emang lewat Cibinong?” tanya saya lagi.

“Harusnya engga, ya.” Jawab kang Mas lempeng.

Kami telat bergerak. Pintu sudah tertutup kembali, dan kereta kembali jalan tanpa menghiraukan keheranan kami. Saya berdiri. Melihat papan rute kereta. Dan, kereta ini berjalan ke Nambo.

Lantas, kami berpandangan, tertawa sambil berujar pelan, “kok kita bego?” 😀 Saya bukan kali pertama ke Bogor, begitu juga dengan kang Mas. Tapi seumur umur baru ini kami nyasar ke Nambo.

“Harusnya transit di Citayam, mba. Percuma turun di Cibinong juga, akan naik kereta ini juga. Soalnya cuma ada satu rel.” ujar seseorang didepan kami yang ga tega ngelihat kami saling mengutuk dihadapannya.

Sementara arah jarum jam sudah melewati pukul 4. Waktu dimana seharusnya paling lama kami berkumpul. Segala sesuatu tentu saja berkecamuk di kepala saya, mulai dari galau harus bilang ke Zi bahwa saya nyasar, sampai plan B jika saya tidak jadi berangkat. Haha. Setengah jam berlalu, akhirnya saya bilang juga kalau nyasar. Dan sejam setelahnya, saya  bilang;

“Kalau tinggal aku the last one, tinggal aja ya. Hahaha. Ga enaaaaaaakk..”

Voluntrip Round 2 adalah gerakan sosial dari Dompet Dhuafa. Sesuai namanya, Voluntrip merupakan gabungan dari Volunteer dan Trip. Menjadikan kegiatan Volunteer berbarengan dengan jalan-jalan. So saya banget kan, ya. 😀 Saya mendapatkan informasinya dari Group WhatsApp. Iseng, saya isi form nya. Dan ketika pengumuman, saya lupa kapan saya daftar dan ini kegiatannya kapan. Well, tampak ga niat, ya! Haha. Semakin kaget ketika tahu Technical Meeting-nya bersamaan dengan Briefing Kelas Inspirasi Jakarta 5, dan kegiatannya sehari sebelum pelaksanaan Kelas Inpisari Jakarta 5. Bersamaan dengan itu, saya sedang #lemburhore banget dikantor.

Di bismillah-in aja, dikerjakan pelan-pelan. Dicoba semampunya, toh sampai juga sampai hari H. Meski drama.

Melihat saya yang udah gendong tas gede berisi alat tempur untuk teaching indoor dan penyuluhan, kang Mas menghibur dengan, “kalau ditinggal, kita liburan ke tempat lain aja, ya :)” Continue reading