Category Archives: Volunteer

Tanpa Gadget.

Pernah ga sih merasa kesel sama diri sendiri karena saban hari kerjaannya main hape mulu? Beberapa bulan belakangan saya merasakannya. Muak aja gitu ngeliat notif, terutama whatsapp. Saya tergabung dibeberapa grup yang dilalahnya pada aktif. Mau left group, saya punya kepentingan tersendiri. Mau hiatus whatsapp, hampir pekerjaan saya di kantor koordinasinya melalui whatsapp.

Saya hampir ndak ngikutin perkembangan group, teman-teman yang berkepentingan akan japri saya jika ada sesuatu yang harus didiskusikan. Namun melihat notif yang sekian ribu lines dan puluhan chat itu bikin saya pusing sendiri dan jadi males plus sebel. Namun gemes karena ndak bisa ditinggalin.

Belum lagi media sosial, duh godaannya ya. Dari bangun sampai mau tidur lagi asa ga lepas tangan ini dari gadget. Continue reading

Advertisements

Jambore Anak Indonesia 2017

Jambore Anak Indonesia adalah kegiatan berkelanjutan mengajak anak yatim piatu dhuafa untuk nginep dua hari semalem seperti halnya Jambore, namun tidurnya buka di tenda. Tapi di hotel. Adalah New Panjang Jiwo Resort, yang menginisiasi kegiatan ini pada awalnya. Ia menyediakan puluhan ruangan hotel, beberapa villa untuk panitia, aula dan restoran makan untuk dapat digunakan. MasyaAllah banget deh ya. Kemudian, digandenglah Dompet Dhuafa sebagai partner yang mengurusi segala tek tek bengeknya.

Nah tahun 2017 ini adalah tahun ke-4 diadakannya JAI pada tanggal 7-8 Oktober 2017 dan masih di New Panjang Jiwo Resort. Saya termasuk salah satu yang terlibat sebagai tim Acara yang terlibat kepanitiaan. Dengan konsep kerajaan Dustanian yang akan berjuang bersama para Prajurit cilik untuk menjadikan Negeri Dustanian menjadi negeri yang baik dengan menomorsatukan kejujuran. Lantas Acaranya ngapain aja? Continue reading

LEBAY.

Mumpung masih dalam bulan Syawal, tiba-tiba kepengen ngebahas tentang Lebaran. Banyak hal yang kita dan orang-orang persiapkan untuk menyambut hari kemenangan, bukan? Mulai dari euforia mendapatkan THR, belanja baju lebaran, bikin kue kering, menyiapkan THR untuk keponakan sampai hal yang paling seru dan hanya ada di Indonesia, Mudik.

Kemudian pada Ied-Day, linimasa media sosial ramai dengan postingan Menu Lebaran, Family Potrait, dan hebohnya mudik melalui tol Brexit. 😀

Pernah menyadari engga, ditengah hari kemenangan yang selalu bikin kita happy karena akhirnya bisa bebas makan enak, silaturahmi saudara , dan berlomba-lomba upload foto #familypotrait, ada banyak orang yang gigit jari karena sirik? karena tidak bisa menikmati lontong dan opor? boro boro dapet THR, sungkem sama siapa aja bingung.

IMG-20160622-WA0001

Continue reading

Voluntrip Round 2; Explore The Happiness

Sebuah papan bertuliskan Citayam terlihat oleh kedua mata saya. Orang-orang berhamburan keluar, sementara saya sibuk melepas headset yang sedang kami (saya & kang Mas) gunakan. Menuju Bogor dari Stasiun Tanah Abang kami gunakan untuk menonton kembali film Ngenest. Kereta yang kosong membuat kami nyaman untuk menonton langsung dari leptop. Setelah berlalu dari Citayam, WhatsApp Call masuk atas nama Zi, member team teaching Indoor saya.

“Iya, Zi?”

“Kak, dimana?”

“Mau masuk Cilebut nih.”

“Oke, kak. Ditunggu ya.”

Sembari Kang Mas memasukkan leptop kedalam tasnya, saya memastikan bahwa kita akan segera merapat di Cilebut.

“Ini sudah stasiun Cilebut kan, Mas?” tanya saya memastikan ketika perlahan Comuterline mulai berhenti.

Belum sempat di jawab, sontak kami berdua melihat ke arah luar. Dan bacaan pertama yang tertera adalah .. Cibinong. Kami bertatapan kaget.

“Cibinong?” tanya saya.

“Kok Cibinong?” respon kang Mas.

“Emang lewat Cibinong?” tanya saya lagi.

“Harusnya engga, ya.” Jawab kang Mas lempeng.

Kami telat bergerak. Pintu sudah tertutup kembali, dan kereta kembali jalan tanpa menghiraukan keheranan kami. Saya berdiri. Melihat papan rute kereta. Dan, kereta ini berjalan ke Nambo.

Lantas, kami berpandangan, tertawa sambil berujar pelan, “kok kita bego?” 😀 Saya bukan kali pertama ke Bogor, begitu juga dengan kang Mas. Tapi seumur umur baru ini kami nyasar ke Nambo.

“Harusnya transit di Citayam, mba. Percuma turun di Cibinong juga, akan naik kereta ini juga. Soalnya cuma ada satu rel.” ujar seseorang didepan kami yang ga tega ngelihat kami saling mengutuk dihadapannya.

Sementara arah jarum jam sudah melewati pukul 4. Waktu dimana seharusnya paling lama kami berkumpul. Segala sesuatu tentu saja berkecamuk di kepala saya, mulai dari galau harus bilang ke Zi bahwa saya nyasar, sampai plan B jika saya tidak jadi berangkat. Haha. Setengah jam berlalu, akhirnya saya bilang juga kalau nyasar. Dan sejam setelahnya, saya  bilang;

“Kalau tinggal aku the last one, tinggal aja ya. Hahaha. Ga enaaaaaaakk..”

Voluntrip Round 2 adalah gerakan sosial dari Dompet Dhuafa. Sesuai namanya, Voluntrip merupakan gabungan dari Volunteer dan Trip. Menjadikan kegiatan Volunteer berbarengan dengan jalan-jalan. So saya banget kan, ya. 😀 Saya mendapatkan informasinya dari Group WhatsApp. Iseng, saya isi form nya. Dan ketika pengumuman, saya lupa kapan saya daftar dan ini kegiatannya kapan. Well, tampak ga niat, ya! Haha. Semakin kaget ketika tahu Technical Meeting-nya bersamaan dengan Briefing Kelas Inspirasi Jakarta 5, dan kegiatannya sehari sebelum pelaksanaan Kelas Inpisari Jakarta 5. Bersamaan dengan itu, saya sedang #lemburhore banget dikantor.

Di bismillah-in aja, dikerjakan pelan-pelan. Dicoba semampunya, toh sampai juga sampai hari H. Meski drama.

Melihat saya yang udah gendong tas gede berisi alat tempur untuk teaching indoor dan penyuluhan, kang Mas menghibur dengan, “kalau ditinggal, kita liburan ke tempat lain aja, ya :)” Continue reading

Selamat Hari Pendidikan Nasional!

Ada yang spesial di perayaan Hari Pendidikan Nasional tahun ini untuk saya. Saya percaya, tidak ada yang kebetulan, semunya tentu saja ada dia Sang Maha Pengatur. Tiba-tiba saya dapet notifikasi keterima sebagai volunteer di kegiatan Dompet Dhuafa pada tanggal 29 April – 1 Mei 2016, which means, keesokan harinya, 2 Mei 2016 saya harus stand by untuk kegiatan Kelas Inspirasi Jakarta yang sudah lebih dahulu saya tahu, pengumumannya.

Menjelang Hari Pendidikan, saya dapet kesempatan untuk mengisi teaching indoor class bareng Zi (Mahasiswa Ui), Aini (Dokter Gigi), Silvia (Mahasiswa) & Ghaniy (Bekerja di salah satu perusahaan kontraktor) di MI Al Khoeriyah, Desa Cintamanik, Bogor.

Awalnya sih saya sempet gimana gitu, ya, di Kelas Inspirasi aja menjadi fasilitator, eh dilalahnya malah kebagian ngisi kelas di MI, Kelas 5 pula, tergolong kelas besar yang seringkali saya hindari di Kelas Inspirasi. Hehe.. Karma does exist. 😛

20160430_062936

Sekolahnya? luar biasa. Berada ditengah hehijauan sawah dan gunung dengan tidak ada bangunan lain didekatnya. Anak-anaknya seru. Mereka belum mengenal gadget, tidak ter-distract dengan sinetron. Lesson Plan yang kami berlima siapkan, bisa kami sampaikan dengan sangat baik. Continue reading