Tag Archives: #KIJakarta5

Selamat Hari Pendidikan Nasional!

Ada yang spesial di perayaan Hari Pendidikan Nasional tahun ini untuk saya. Saya percaya, tidak ada yang kebetulan, semunya tentu saja ada dia Sang Maha Pengatur. Tiba-tiba saya dapet notifikasi keterima sebagai volunteer di kegiatan Dompet Dhuafa pada tanggal 29 April – 1 Mei 2016, which means, keesokan harinya, 2 Mei 2016 saya harus stand by untuk kegiatan Kelas Inspirasi Jakarta yang sudah lebih dahulu saya tahu, pengumumannya.

Menjelang Hari Pendidikan, saya dapet kesempatan untuk mengisi teaching indoor class bareng Zi (Mahasiswa Ui), Aini (Dokter Gigi), Silvia (Mahasiswa) & Ghaniy (Bekerja di salah satu perusahaan kontraktor) di MI Al Khoeriyah, Desa Cintamanik, Bogor.

Awalnya sih saya sempet gimana gitu, ya, di Kelas Inspirasi aja menjadi fasilitator, eh dilalahnya malah kebagian ngisi kelas di MI, Kelas 5 pula, tergolong kelas besar yang seringkali saya hindari di Kelas Inspirasi. Hehe.. Karma does exist. 😛

20160430_062936

Sekolahnya? luar biasa. Berada ditengah hehijauan sawah dan gunung dengan tidak ada bangunan lain didekatnya. Anak-anaknya seru. Mereka belum mengenal gadget, tidak ter-distract dengan sinetron. Lesson Plan yang kami berlima siapkan, bisa kami sampaikan dengan sangat baik. Continue reading

Briefing Kelas Inspirasi Jakarta 5 #KIJakarta5

Entah itu akan jadi Panitia, Inspirator, Fasilitator ataupun Dokumentator. Ingin sekali untuk tetap menjadi bagian dari Kelas Inspirasi. Karena lirik akan “masa yang akan datang, kewajibanmulah..” selalu teriang. — alaniadita.

Hua! Betapa merindunya lingkungan sekolah. Terakhir kali ikutan Kelas Inpirasi, Oktober 2015 di Bogor. Setelah itu, sempet berniat ikut KI Sukabumi,namun batal karena sesuatu hal.

Apa sih yang bikin ingin balik lagi, ingin balik lagi ke lingkungan kelas Inspirasi? Saya pribadi sih, karena nagih. Saya suka sekali anak kecil dan saya sempet pengen jadi guru. Haha. Eh iya, saya juga pernah berharap bisa jadi bagian dari Pengajar Muda, namun pupus di seleksi dan izin orang tua. Maka, Kelas Inspirasi adalah solusi. 😛

Pertama kali ikut di Lombok, saya menyadari bahwa saya gagal menginspirasi. Saya merasa pesan yang saya sampaikan, tidak sampai. Bahkan ketika pulang, saya merasa mereka masih tidak mengerti apa itu pekerjaan HRD. Kemudian, saya mencoba ke Bandung. Saya coba untuk mencari metode yang pas untuk menyampaikan profesi ini. Dikelas besar (4-6) pesan ini bisa sampai dengan baik. Continue reading