Monthly Archives: March 2016

Desa Panglipuran, Bali

Desa Panglipuran1

Halo! Gimana-gimana, long weekend-nya?  Banyak orang sering nanyain, ‘Nia, long weekend, kemana?’ Saya jarang banget keluar kota ketika libur panjang. Terakhir libur panjang Februari lalu, rencananya pengen ke Bandung, Cipularang macet banget. Berubah haluan ingin ke Puncak, macet juga. Alhasil saya ke Bandung hari ke-2 naik kereta, dan dilanjut ke Cirebon. Dalam episode keabisan tiket kereta Bandung – Jakarta, tapi tiket Cirebon – Jakarta masih banyak. *alesan*

2 tahun yang lalu, saya liburannya pasti deh seminggu sebelum atau seminggu setelah long weekend. Tempat wisatanya biasanya sepi gitu 😀 Terakhir kali long weekend jalan-jalan sih Agustus 2015 lalu, ke Bali. Dan emang direncanakan secara matang, karena bawa rombongan keluarga dan teman-teman sedivisi.

Selain ke Pantai, kami menyelipkan satu destinasi lain di Bali, yakni ke Desa Panglipuran. Sebuah daerah Desa adat di Daerah Bangli. Jaraknya sekitar 45 km dari kota Denpasar. Hm, cukup jauh sampai bisa bikin kita tertidur di sepanjang jalan sih. Worth it dengan pemandangan yang kita dapetin. Continue reading

Belanja di IKEA Alam Sutera

Ikea4

Sejak menginjakkan kaki di Jakarta 4 tahun lalu, saya seneng banget jalan-jalan cuci mata di Ace Hardware atau Informa. Kebetulan kosan saya, dekat dengan Gandaria City. Sukses bikin saya jadi hobi bolak balik kemari.

Tiba-tiba linimasa ramai dengan IKEA. Ikea yang ketika pembukaan-nya orang-orang pada rela antri. Kemudian, komentar orang-orang tentang harganya yang mahal. Saya sih ga tertarik, bukan karena harganya yang mahal, tapi lebih karena jauh. 😀 Ikea ada di Tangerang, sementara saya di Jakarta Selatan.

Sampai tiba-tiba Kang Mas pindah kontrakan yang kosong belum ada apa-apa. Saya jadi semangat ngomporin; “IKEA sih yuk, Mas. Mumpung masih kosong :D” Tentu saja, sebelumnya ngider terlebih dahulu ke Ace & Informa.

Karena bener masih kosong banget, selain Ace & Informa, kita juga muterin Carrefour & Lotte-Mart. Ngapain? Bandingin harga dong! *teteup*

Sabtu sore, kita mulai mikir-mikir gimana caranya bisa menggapai Ikea. Nanya-nanya shuttle bus, test price di Uber & Grab, sampai liatin maps. Niat hati, akan naik motor sampai Jl Veteran, kemudian naik shuttle bus, berubah menjadi tancap gas aja deh sampe IKEA nya. *labil* Continue reading

Tentang Gojek, Grab & Uber

Awal-awal moda transportasi berbasis online ini merebak di pasaran, saya agak memandang sebelah mata, secara bawa kendaraan sendiri, ada semacam perasaan ‘tidak perlu’ muehehe. *sombong* 😀

Sampai suatu hari, ya, well kemakan omongan sendiri. Saya mau trip luar kota, yang sebelum ke Stasiun, mau ketemuan dulu dengan mba Yuni dan paginya dianter oleh kang Mas. Uda deh, kali itu untuk pertama kalinya saya naik Gojek.

Logo Gojek

Kenapa Gojek? Entahlah hati saya sreg duluan aja sama gojek. Pesen deh buat nganterin saya ke Senayan City, dengan hanya Rp. 15.000,- saja.

Mungkin pertanyaan saya, sama kaya kebanyakan penumpang lainnya, “Bapak sejak kapan di Gojek?” berujung dengan curhatan, bahwa doi sebelumnya PNS yang terlibat pemakai Narkoba. :/ “tapi sekarang, bapak ga bawa narkoba, kan?” tanya saya super serius. Yang tentu saja, dijawab tidak. Continue reading

Museum Kata Andrea Hirata

Pada Januari 2013 lalu, ketika saya berjalan-jalan ke Belitung, yang terpikir oleh saya hanyalah mengunjungi tanjung tinggi dimana Ikal berlari-lari dan ngopi cantik di Manggar, kawasan 1000 kopi.

Pada perjalanan ke Belitung Timur yang memerlukan waktu sekitar kurang lebih 3 jam dari Tanjung Pandan, Mas Alim, guide kami ketika itu, mengajak ke tempat yang tidak saya rencanakan sebelumnya. Museum kata Andrea Hirata. Buat saya, ini semacam surprise. 🙂

Museum Kata Andrea Hirata ini adalah museum sastra pertama di Indonesia, yang tentu saja isinya tentang karya dan tentang kata. Suka deh konsepnya. Sederhana namun ciamik. Continue reading

Tips Nenda Di Pulau Seribu

3 tahun yang lalu, saya punya pengalaman buruk menarik ketika nenda di Kepulauan Seribu. Ceritanya, pernah saya tulis disini. Nah, kemarin, dalam rangka icip icip Berlayar dengan Sabuk Nusantara 46, saya pun memilih untuk kembali nenda.

Kami memilih turun di Pulau Pramuka. Setelah googling & browsing, ada 2 pilihan tempat yang bisa kami pilih untuk nenda. Pulau Karya & Pulau Semak Daun. Dari segi biaya, lebih murah Pulau Karya, karena tinggal menyebrang dengan kapal motor seharga Rp. 4,000,- sekali jalan. Sementara, menuju Pulau Semak Daun, kita harus menyewa satu buah kapal seharga Rp. 250,000,- an (untuk < 5 orang)

Dengan semangat hemat, tentulah ya kami memilih Pulau Karya. Dalam perjalanan, saya sempat melihat restoran diatas laut, dan iseng nanyain ke pak supir kapal nya, itu apa dan berapa kalau makan disitu. Beliau pun menyambut baik dengan, “save aja nomer saya. Nanti malem kalau mau makan disitu, saya jemput dan saya antar.” Continue reading

Berlayar bersama Sabuk Nusantara 46

Ada kabar baik untuk travelers yang suka atau ingin menyambangi Kepulauan Seribu. PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) memberikan satu kapal perintis untuk membawa penumpang dari Pelabuhan Sunda Kelapa ke Kepulauan Seribu. Pulau-pulau yang saat ini menjadi tujuannya adalah Pulau Untung Jawa, Pulau Pramuka, Pulau Tidung (upcoming) dan Pulau Kelapa.

Tarifnya jauh dibawah kapal yang biasa kita gunakan dari Pelabuhan Muara Angke. Rp. 15,000,- saja sekali jalan per-orang. As we know, kapal dari Muara angke – Kepulauan seribu sekitar Rp. 40,000,- – Rp. 50,000,- sekali jalan. Kan lumayan jauh kan, ya? PP di Sabuk Nusantara aja, tidak sampai sekali jalan naik kapal nelayan 😀 Continue reading