Tips Keuangan saat bulan Ramadhan

Ada banyak hal yang berbeda di Ramadhan kali ini, selain bisa menjalankan ibadah selama bulan Puasa disekeliling keluarga, bulan Ramadhan tahun untuk pertama kalinya saya punya cicilan. Sebelumnya hanya sebagai kontraktor (setiap bulan ngontrak), Ramadhan ini saya bisa membeli sebuah Rumah untuk ditinggali keluarga.

Baca: Untuk Perempuan yang yang menciptakan rumah sebagai tujuan pulang bagi keluarganya.

Dengan adanya cicilan ini, cukup ‘merusak’ pola keuangan yang saya atur selama ini. Cicilan yang lumayan besar membuat saya harus cermat dan jeli untuk menurunkan biaya dari pos lainnya.

Sampailah saya pada hari Sabtu, di Grand Indonesia untuk menghadiri #HappyMeetUp With Happy Fresh. Disini, kami member group dari KEB akan mendengar Ibu Prita Ghozi tentang financial planning selama bulan Puasa. Ah, saya kira ya sama saja seperti halnya mengatur keuangan dibulan biasa. Pembagian buku tabungan dan pos pengeluaran biayanya. Namun ternyata, ada satu hal yang saya tidak sadari; Ramadhan Lifestyle.

Selama ini kukira bulan Ramadhan akan lebih hemat biaya hidupnya karena berkurangnya satu kali jam makan. Nyatanya, menjadi besar karena pos pengeluarannya bertambah satu. Buka bersama! Yes, bulan Ramadhan yang digadang-gadang sebagai bulan Buka Bersama bertajuk reuni. Kadang, sebelum puasa tiba, jadwal bukber udah full. Siapa yang begini?

Sebelum ini, saya nyaris tidak peduli bahkan tidak pernah mencatat setiap pengeluaran di kegiatan Buka Bersama ini. Belakangan, karena saya sedang memangkas biaya hidup untuk bisa memenuhi cicilan, saya jadi care dan hati-hati sekali dengan pengeluaran. Kalau dulu sebelum Ramadhan, saya makan siang beli nitip OB dikantor, semenjak nyicil rumah saya selalu membawa bekal bikinan mama. Selain saya harus menekan biaya hidup, lebih sehat juga, toh?

Disesi pemaparannya tentang Ramadhan Lifestyle ini, buat saya sedikit diem mikir. Mengingat harga sekali makan diluar + takjil + ongkos yang dikeluarkan + jajan-jajan kalau selepas bukber masih sempet window shopping. Uang sehari bukber saya bisa ngasih makan sekeluarga. πŸ˜€

Secara umum, beginilah Teknik mengatur pengeluaran menurut Ibu Prita. Setiap dana masuk langsung di Pos menjadi 3 bagian besar: Biaya Hidup, Investasi dan Dana Darurat. Thats why, beliau sangat menyarankan sekali untuk memiliki lebih dari satu rekening agar memudahkan kita membagi pos-pos ini disetiap ada dana kas masuk.

Teknik Mengatur Keuangan.jpg

Dari 3 pos besar ini diturunkan kembali menjadi pos-pos turunan lainnya. Nah, selama bulan Ramadhan, Ibu Prita kembali memaparkan pengaturan keuangan pada bulan Ramadhan. Tidak berbeda dengan keuangan pada bulan lainnya, yang berbeda adalah hadirnya Ramadhan Lifestyle yang tentu saja mempengaruhi pos pengeluaran lainnya.

Pengaturan Keuangan Ramadhan.jpg

Lantas bagaimana jika cicilan melebihi 20% seperti saya? Tentu saja dengan mengurangi pos di tempat lain. Saya memilih mengurangi alokasi pada Biaya Hidup dan Ramadhan Lifestyle. Saya memilih sekali untuk bukber yang saya ikuti. Misal, pasti mengambil bukber yang sifatnya gratis seperti Bukber kantor & Bukber Divisi. Dari sekian tawaran bukber bersama teman-teman saya mengambil hanya 1 atau 2. Sisanya, buka dirumah. πŸ™‚

Untuk bisa mencapai Gol Pengaturan pengeluaran tersebut, Ada beberapa cara pengelolaan yang dipaparkan oleh Ibu Prita;

Jangan enggan untuk membuat Anggaran Bulanan

Anggaran bulanan tetap diperlukan. Perkiraan pemasukan dan daftar pengeluaran yang harus dikeluarkan selama satu bulan. Buat list untuk memudahkan control kas keluar masuk.

Sediakan alokasi untuk Dana Darurat

Dana darurat sejatinya sejumlah 6x biaya hidup jika kita masih single. Sudah menikah tentu lebih daripada itu. Tidak perlu khawatir jika tabungan Dana Darurat kita belum segitu, dengan rajin menyisihkan dari pendapatan bulanan targetkan untuk bisa memenuhi standart Dana Darurat.

Buat list untuk merencanakan pengeluaran

Berapa cicilan yang harus dibayarkan. Kebutuhan rumah tangga apa yang sudah habis. Tabungan dan adakah perencanaan untuk jalan-jalan keluar kota. Semua di list pada setiap bulannya.

Cerdas berbelanja dengan membeli apa yang butuh bukan hanya apa yang ingin

Suatu hari, saya pernah mencari baju untuk dipakai disuatu acara resmi besok hari. Dilalahnya malem itu, saya super gak mood untuk belanja. Jadilah saya pulang dengan hampa.

Besokannya, ketika menemukan baju, tas atau sepatu lucu saya selalu punya alasan untuk membeli. Daripada ketika butuh, saya gak mood. Begitu kilah saya.Ini jadi bumerang ketika, tetiba rak sepatu penuh sementara saya pakai sepatu yang itu itu aja. Hiks. 😦

Di era keluar rumah kena macet ini, maka Do it Online!

Sebelum punya cicilan, saya punya alokasi dana yang cukup untuk biaya hidup. Hal ini biasanya saya gunakan untuk menraktir keluarga makan diluar. Apalagi momen Ramadhan seperti ini, ada masanya saya akan mengajak keluarga untuk makan di resto yang seringkali menghabiskan dana untuk 10 hari kami makan sekeluarga dengan masak sendiri. 😦

bukberbachtiars.jpg

Buka puasa bareng keluarga

Semenjak punya cicilan, pelan-pelan saya coba utarakan bahwa saya mengurangi biaya hidup untuk bisa menutupi cicilan. Sehingga, untuk sementara waktu kami harus berhemat.

Yang biasanya film bagus baru keluar, saya ajak sekeluarga nonton ga pandang hari. Sekarang, kami memilih nonton di Weekday dengan tarif yang lebih murah. Biasanya ada waktu-waktu kami jalan-jalan ke Mall atau Window Shopping ke IKEA, mulai bulan ini saya tiadakan. Biasanya belanja bulanan ke Supermarket, mulai ke minimarket atau bahkan turun ke Warung. You know, kalau lagi jalan rame-rame apalagi sekeluarga ke Supermarket, adaaaa aja barang-barang aneh yang baru disadari ketika melewati scanner kasir.

Suatu hari, saya pulang dengan kaget melihat stiker yang tertempel di saklar lampu kamar mandi.

Wall Stiker.jpg

Wall Sticker beli Online

“Ini mama beli dimana, stiker lucu-lucu begini?” karena saya sadar betul, mama tidak pernah jalan-jalan semenjak kami pindah rumah.

“Hehe. Beli Online” jawabnya sambil tersipu

SEJAK KAPAN MAMA BISA BELANJA ONLINE? -____-‘

Mama saya itu tidak punya handphone, dari semua anggota keluarga, mama bisa dibilang cukup gaptek. Ia mengandalkan anggota keluarga lainnya untuk mencari kabar. Ternyata, mama melihat katalog online melalui gadget papa, dan meminta tolong kakak saya untuk membelikannya. Jaman ya. Sudah secanggih ini.

Atas dasar ingin membenahi pola keuangan yang sedang carut marut, mulai awal bulan lalu saya ingin coba rutin belanja bulanan. Agar jelas kebutuhan bukan sekedar yang diinginkan, saya mengajak mama dan adik untuk bersama-sama belanja.

via ONLINE!

Pilihannya adalah berbelanja di Happy Fresh, Indoensia’s No 1 Online Grocery Delivery. Happy Fresh bisa di download di Play Store pada android dan juga bisa via Personal Computer/Leptop. Saya terangkan budget yang saya punya untuk belanja bulan ini, kami rumuskan bersama apa saja yang menjadi kebutuhan keluarga saat ini. Untuk sistem belanjanya sendiri, sama seperti belanja di e-commerce lainnya. Tinggal klak-klik.

hf3.png

Berbelanja sesuai budget

To be fair, ketika total sudah menyentuh angka budget sementara masih ada yang ingin kami beli, kami bersama-sama melihat summary belanjaan dan kembali memilah mana yang tidak begitu perlu. Satu hal yang tidak mungkin dilakukan jika berbelanja di Supermarket Offline.

Metode pembayarannya ada 2; Melalui Credit Card atau Cash on Delivery (COD). Hal ini memungkinkan banget buat saya (kalau saja) nanti memesankan kebutuhan rumah tangga dari jauh.

Dan jika ingin sekalian menghabiskan budget sedekah, pada bulan Ramadhan, Happy Fresh memfasilitasi untuk berdonasi yang nantinya barang yang kita belikan akan didistribusikan ke Panti AsuhanΒ Panti Asuhan Al’Khairiyah.

Happy Fresh Ramadhan.jpg

Kemarin, pesanan saya datang sedikit terlambat dari yang telah kami sepakati. Buat saya sih tidak begitu masalah, karena yang kami pesan adalah bahan makanan awet dan sedang tidak buru-buru untuk dikonsumsi.

Eh, keesokan harinya dapet e-mail kompensasi keterlambatan pengantaran. Happy Fresh memberikan free delivery untuk belanja selanjutnya. Aaak, terimakasih, Happy Fresh πŸ™‚

Bahagianya saya hari itu dobel-dobel sih, selain karena bisa silaturahmi dengan para Emak Blogger, nambah ilmu tentang keuangan, dan bisa mulai rutin belanja bulanan lagi lewat Happy Fresh.

Semoga Ramadhan tahun ini menjadi turning point untuk keuangan kedepannya. Ada aamiin? πŸ™‚

Happy Meet Up.jpg

Bersama Emak, Kumpulan Emak Blogger, Bayu Oktara (MC), Prita Ghozi, Happy Fresh Team

Advertisements

9 thoughts on “Tips Keuangan saat bulan Ramadhan

  1. wahyu eka arini

    NIa, aku kok salfok pas ada babang Happy Fresh, trus kamu yang pake helm sih. Apa kamu ikutan jemput barangnya? wkwkwkwkwkwk…
    Keren deh, masih muda udah beli rumah buat keluarga. Top top

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s