Kebodohan-Kebodohan urusan perdapuran.

Sungguh postingan ga penting mengawali tahun 2018. Haha. Berhubung kemarin salah satu goals di tahun ini adalah menikah, tiba-tiba yang keingetan adalah urusan dapur. Menyoal urusan dapur, banyak sekali kisah memalukan saya selama berkecimpung di Dapur.

Melanjuti Kebodohan-kebodohan ketika Jalan-jalan, maka saya akan mengulas Kebodohan-kebodohan urusan perdapuran.

Tepung Terbang

Suatu hari, saya main ke kosan kakak saya di Bandung. Beliau membuatkan saya tempe goreng tepung yang (ketika itu) menurut saya enak banget.

“The power of Bumbu spicy” Katanya sambil menunjukkan tepung bumbu yang ia gunakan.

Balik ke Jakarta, semangat 45 dong, beli itu bumbu dan sepotong tempe untuk dijadikan tempe goreng seperti apa yang saya makan sebelumnya.

Nyalain kompor. Potong-potong tempe. Balur-balur tepung lalu cemplungkan ke Minyak.

BYUAAAR.

Semua tepung terbang ke atas. Mengambang diatas minyak, menutupi tempe yang tertahan dibawah.

😦

SAD.

tempeeeee.jpg

Source: http://sehat-pagi.blogspot.co.id | Ekspektasi: ini. Realita: Gitu deh.

Mana itu sekali cemplung, banyak lagi ya tempenya. Tepung yang beluber kesana kemari buat tempe jadi tak bertepung sama sekali. Sekalinya mateng, diangkat dan dicicipi, ndak ada rasanya. :)))

Laper dan kesel, tempenya kubiarkan, dan jalan ke warung nasi padang.

Iye, tepungnya sama aku ga dikasih air.

Udah pake bumbu siap saji aja, ku masih gagal.

“Kentang sekilo berapa?”

Saya berjalan ke penjual sayur disekitar kostan. Kemudian, duduk jongkok melihat sesuatu.

“Ibu, ini kentang sekilo berapa?” Tanya saya sambil memegang potongan kentang yang sudah di satukan per-kg.

Ibunya diam melihat saya sebentar. Kemudian menjawab.

“Tapi itu ubi. bukan kentang”

ZONK!

Iya, bedain kentang sama Ubi aja aku ndak bisa. 😐

Kangkung vs Singkong

kangkung.jpg

Source: Sahabatdapur.com

Hari itu saya sedang puasa. Menyempatkan diri ke pasar diwaktu jam istirahat kantor berhubung malemnya ada salah seorang teman yang akan menginap.

“Ibu, beli kangkungnya 2 iket ya.”

Kemudian si Ibu menyiapkannya dibelakang.

Sambil melihat-lihat belanjaan yang lain, saya melihat sayuran hijau yang tampak lebih segar.

“Ibu, mau beli kangkung ini 2 iket” ujar saya lagi, melihat si Ibu tidak membawa apa-apa selepas dari belakang.

Si Ibu memandangi saya lama sekali, kemudian berkata, “Jadi kangkung apa singkong? Itu yang kamu pegang daun singkong.”

cassava-leaves-878933_1920.jpg

HAAAAAH! -____________-‘

“Rebusin telor, ya!”

Waktu itu saya lagi ikutan opentrip ke Dieng, Wonosobo. Kita nginep di satu homestay rame-rame yang dilengkapi dengan dapur.

Malemnya, pada ke Indomaret jajan-jajan sebangsa Indomie, telor, kopi dan lain-lainnya. Enak kan ya, dingin-dingin masak Indomie rebus plus telor sambil ngariung keketawaan diruang tengah.

Besokannya, abis hunting sunrise di Sikunir, kita siap-siap packing dan kembali makan Pop Mie. Salah seorang teman yang sedang menyantap Pop Mie, meminta saya untuk merebus telor.

Ketika saya berjalan ke arah dapur, ia memanggil saya kemudian berkata, “Bisa kan, rebusnya?”

Saya hanya melengos. Ya ampun telor rebus doang.

Saya rebus air hingga mendidih. Saya pecahkan telor dan kemudian merebusnya sampai matang. Saya bawa telor rebus ini ke ruang tengah, saya kira telor ini akan menjadi temannya Pop Mie yang sedang ia santap.

“Nih” saya julurkan telor rebus maha karya saya barusan.

Dia hanya menggeleng kemudian tertawa. “Telor ini untuk dimakan di Jalan. Bukan di makan sekarang. Lagi sejak kapan telor rebus pake aer?”

egg-1536990_1920.jpg

Maksudnya dia gini.

Yang kumasakin ada bonus air nya. HAHAHAHAA.

Dengan kebodohan-kebodohan yang telah kulakukan ini. Doaku hanya satu ya Tuhan, semoga jodohku kelak Suka, Hobi dan Ngerti segala perintilan perdapuran. Hahahaha.

Tenang, bukan dia yang masak kok.

Ku yang akan belajar. XD

Advertisements

17 thoughts on “Kebodohan-Kebodohan urusan perdapuran.

  1. rumahpintar256

    Wua..ha..ha.., ternyata alaniadita lucuuuuu….✌✌

    Klo mantan pacar saya alias istri, ga bisa ngebedain kiri dan kanan. So, klo lagi jalan ama dia nyari2 sesuatu (alamat) dia pling ga ngeeh mana blok kiri mana belok kanan. Bahkan pas mau ngecap jempol, pihak bank bilang pake jempol sebelah kiri, dia trmenung mikir (akhirnya dengan cepat saya angkat jempolnya yg sblah kiri krena tau dia susah kiri/kanan).
    Tuk mslah msak me masak jngan khwatir, awalnya istriku juga ga bgitu pham kok, tapi sekarang masakannya ueeenaak, sampai2 saya makan nambah terus makanya berat badan saya bertambah..πŸ˜πŸ˜‚πŸ˜‚

    Reply
    1. alaniadita Post author

      Aku juga gabisa bedain kanan dan kiri sih. :))))
      Tos!
      Salamin sama istrinya, Mas. Doakan saya juga menular kepintaran urusan masak-memasaknya. πŸ˜€

      Reply
  2. botih.cho

    Oke, semalam beli makan di warung nasi ditanya “mau pakai apa, mbak?” kujawab dengan pedenya “pakai buncis mbak” sambil nunjuk tumis kacang panjang πŸ˜€

    Reply
  3. Desy

    Ya Alloh niaaaaaa
    Percayalah. Kita 11-12 saat jaman belum menikah πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚
    Sampe saat ini gk bisa bedain ketumbar dan merica πŸ˜‚

    Reply
    1. alaniadita Post author

      Hahaha.
      Aku ternyata ga sendirian :’)
      Merica yang kecil, Ketumbar yang besar. Gitu bukan?
      Kalau bingung, merica beli yang uda jadi bubuk aja. Hahahaa.

      Reply
  4. Sintamilia

    Jadi inget, aku pernah nyuapin Kakang sama sayur di panci yang kukira bayam.
    pas udah hampir abis, aku baru merhatiin bentuk daunnya beda. aku iseng nyicip, hambar blas. ga ada bawang merah, bawang putih, garem. pure cuma air thok.

    ternyata itu daun entah apa yang direbus untuk obat Engkingnya Kakang. LOL. Tapi kok Kakang pasrah aja ya makan itu?

    kusalahkan Enin yang mengganti panci berisi bayam di atas kompor dengan panci berisi tu daun :))

    Reply
  5. mfadel

    Bahahahaha… kok lucu sih ini :((
    Kita selevel btw kak. Kadang ragu kalau ngeliat daun-daunan di pasar. Berasa main kuis, nebak sebenarnya itu daun apa

    Reply
  6. Zara Widya

    terngakak banget sih ini asli …. Dalam dunia permasakan bisa dibilang aku tuh behhh zonk banget tapi setelah baca ini dalem ati langsung ngomong “Ya Allah masih mending aku deh masih bisa ngebedaiin walau masaknya amburadul”. Ayo kak semangat belajar demi menjadi (calon) istri solehah πŸ˜›

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s