Tag Archives: Nusa Tenggara Barat

Amazing Marese di Lombok Selatan

SONY DSC

Setelah menimbang nimbang antara snorkeling di Gili atau kembali ke Lombok dan jalan jalan aja di Lombok, akhirnya kami memilih segera pulang ke Lombok 😀

Pukul 12.00 kami sudah sampai di pelabuhan Bangsal, dan memutuskan untuk menghampiri para penyedia mobil sewaan. Sisa waktu yang kami punya hanya setengah hari.

“Kalau aku mau ke Pink Beach sama Pantai kuta, bisa?” tanyaku pada segerombolan bapak bapak penyewa mobil ini.

“Wah jauh itu. Ujung ke Ujung.”

“Yauda deh, yang searah mana?”

“Pantai Kuta, Tanjung An, kalau mau”

Tak ingin membuang waktu, saya iyakan aja rute siang ini menuju Lombok bagian Selatan.Dengan ngawang ngawang disana ada apa aja. Yuwk.

Menuju Lombok Selatan dari Lombok Utara (baca: Pelabuhan Bangsal) membutuhkan waktu sekitar 2 jam. Saya memilih untuk ngobrol banyak hal dengan si Bapak Supir yang entah siapa namanya itu. Berbeda dengan supir mobil sewaan di Bali, supir di Lombok itu cenderung tidak ramah. Menjawab sekenanya.

“Mau mampir di Desa Sukarare?” ujarnya ketika kami sudah memasuki lombok bagian selatan.

“Boleh” Continue reading

Advertisements

Gili Trawangan, Nusa Tenggara Barat

Menuju Gili Trawangan dari Lombok, melalui Pelabuhan Bangsal. Akses kesananya, tidak ada public transportation. Bisa dengan mobil/motor sewaan atau dengan menggunakan taksi. Kalau Argo taksi dari kawasan Senggigi sekitar Rp. 130,000,- an. Ditambah retribusi pelabuhan sebesar Rp. 6.000,-

Ada 2 pilihan kapal menuju Gili. Kapal kayu dengan harga tiket Rp. 15.000,- per-orang dengan jarak tempuh sekitar 30 – 40 menit. Atau dengan menggunakan speed boat, seharga Rp. 100.000,- per orang dengan jarak tempuh 15 menit.

SONY DSC

Penampakan Kapal Kayu menuju Pulau Gili

Welcome Gili Trawangan!

SONY DSCGa pernah mimpi sih nginjekin kaki di Pulau ini. Dulu taunya cuma Lombok aja. Sempet ga jadi kenyataan nginjek lombok pas pertama kali ke Bali ditahun 2011. Pas dapet kesempetan ke Lombok 4 tahun kemudian, baru deh browsing browsing, baru deh tahu ada pulau Gili. Bela belain untuk nyempetin nginep disini walau cuma semalem. Dan menyesal. Menyesal karena kesini nya masih single. 😀

Setelah dijemput dan check in di sini. Kami yang sudah kelaparan, segera mengayuh sepeda untuk mengisi perut sekalian mengejar sunset.

Kayuhan kami terhenti ketika melihat bantalan ungu ungu lucu ini. Continue reading