Jelas saja silaturahmi kesana kemari. Engga yang offline, engga ya online. Hari lebaran hari dimana bertemu kembali saudara saudara yang lama ga ketemu, dan jadi ajang nunduk gagdget paling syahdu karena saling menghubungi untuk “dimulai dari angka 0 yhaa”.
Seringkali kami berlebaran dengan keluarga inti tanpa bertemu saudara. Namanya juga perantauan. Tapi sekalinya berlebaran di kampung, baik kampung Papa di Malang atau kampung Mama di Bandung/Garut/Tasik jadi supersibuk karena kapan lagi kumpul kumpul. Continue reading


