Category Archives: Review

Ketika ngemil Churros tak lagi harus mahal

churros.jpg

Churros. Source by: dapurkobe.co.id

Siapa yang tahu tentang Churros? Belakangan, dunia per-cemilan Indonesia ramai dengan makanan asal eropa ini. Makanan ini berbentuk unik dengan permukaannya yang bergerigi. Memiliki rasa gurih. Tekstur Crunchy diluar dan lembut didalam.

Varian rasanya beraneka ragam, bisa mencelupkan kedalam cokelat. Atau menaburinya dengan tepung Gula.

Di beberapa cafe  banyak sekali menu ini dengan harga yang cukup lumayan merogoh dompet. Hadirlah Churraoz sebagai solusi dari tidak perlu mengeluarkan uang terlalu banyak untuk bisa menikmati cemilan ini. Continue reading

Ketika cinta bertepuk sebelah tangan

Selamat hari merdeka, Indonesia!

Indonesia negeri yang cinta-able. Banyak orang yang suka, sayang dan cinta pada negeri ini. Setiap individu punya kecintaannya sendiri-sendiri. Ada yang suka karena kaya akan budayanya, ada yang ketagihan sama cita rasa kulinernya dan ada pula yang terkagum-kagum dengan alamnya. Saya jelas cinta pada poin yang terakhir. Kenapa? Continue reading

Sentul, The Next One Day Fun Doing Fun-kah?

Sebelum mengadakan One Day Fun Doing Fun Batch 4 di Yogyakarta, saya saban hari browsing tempat oke yang kira-kira masuk kategori untuk dilaksanakannya One Day Fun Doing Fun. Dan tercetuslah satu tempat yang menurut saya oke banget. Gunung Pancar, Sentul.

Gunung Pancar2

sumber foto : gunungpancar.com

Continue reading

Belanja di IKEA Alam Sutera

Ikea4

Sejak menginjakkan kaki di Jakarta 4 tahun lalu, saya seneng banget jalan-jalan cuci mata di Ace Hardware atau Informa. Kebetulan kosan saya, dekat dengan Gandaria City. Sukses bikin saya jadi hobi bolak balik kemari.

Tiba-tiba linimasa ramai dengan IKEA. Ikea yang ketika pembukaan-nya orang-orang pada rela antri. Kemudian, komentar orang-orang tentang harganya yang mahal. Saya sih ga tertarik, bukan karena harganya yang mahal, tapi lebih karena jauh. 😀 Ikea ada di Tangerang, sementara saya di Jakarta Selatan.

Sampai tiba-tiba Kang Mas pindah kontrakan yang kosong belum ada apa-apa. Saya jadi semangat ngomporin; “IKEA sih yuk, Mas. Mumpung masih kosong :D” Tentu saja, sebelumnya ngider terlebih dahulu ke Ace & Informa.

Karena bener masih kosong banget, selain Ace & Informa, kita juga muterin Carrefour & Lotte-Mart. Ngapain? Bandingin harga dong! *teteup*

Sabtu sore, kita mulai mikir-mikir gimana caranya bisa menggapai Ikea. Nanya-nanya shuttle bus, test price di Uber & Grab, sampai liatin maps. Niat hati, akan naik motor sampai Jl Veteran, kemudian naik shuttle bus, berubah menjadi tancap gas aja deh sampe IKEA nya. *labil* Continue reading

Museum Kata Andrea Hirata

Pada Januari 2013 lalu, ketika saya berjalan-jalan ke Belitung, yang terpikir oleh saya hanyalah mengunjungi tanjung tinggi dimana Ikal berlari-lari dan ngopi cantik di Manggar, kawasan 1000 kopi.

Pada perjalanan ke Belitung Timur yang memerlukan waktu sekitar kurang lebih 3 jam dari Tanjung Pandan, Mas Alim, guide kami ketika itu, mengajak ke tempat yang tidak saya rencanakan sebelumnya. Museum kata Andrea Hirata. Buat saya, ini semacam surprise. 🙂

Museum Kata Andrea Hirata ini adalah museum sastra pertama di Indonesia, yang tentu saja isinya tentang karya dan tentang kata. Suka deh konsepnya. Sederhana namun ciamik. Continue reading

Berlayar bersama Sabuk Nusantara 46

Ada kabar baik untuk travelers yang suka atau ingin menyambangi Kepulauan Seribu. PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) memberikan satu kapal perintis untuk membawa penumpang dari Pelabuhan Sunda Kelapa ke Kepulauan Seribu. Pulau-pulau yang saat ini menjadi tujuannya adalah Pulau Untung Jawa, Pulau Pramuka, Pulau Tidung (upcoming) dan Pulau Kelapa.

Tarifnya jauh dibawah kapal yang biasa kita gunakan dari Pelabuhan Muara Angke. Rp. 15,000,- saja sekali jalan per-orang. As we know, kapal dari Muara angke – Kepulauan seribu sekitar Rp. 40,000,- – Rp. 50,000,- sekali jalan. Kan lumayan jauh kan, ya? PP di Sabuk Nusantara aja, tidak sampai sekali jalan naik kapal nelayan 😀 Continue reading

Berburu Makanan di Cirebon

PhotoGrid_1456476525808

Dalam rangka liburan panjang dan menepis kebosanan di ibukota, saya kemarin menyempatkan diri untuk berjalan menjauh sedikit. Kota ini, yang sering dilewati Kereta Api jurusan Semarang, Yogyakarta & Solo. Tidak sejauh ke Purwokerto, tidak pula sedekat ke Bandung, dialah Cirebon.

Ini kali pertama saya menginjakkan kaki di Cirebon, dan tentu saja pengen dong nyobain makanan khasnya. Yuk intip, saya kemarin berhasil nyemil, makan siang dan makan malem apa selama di kota ini; Continue reading

Menikmati Sejuknya Baturaden dari Green Valley Resort

Sebelum saya Jalan-jalan ke Objek Wisata Baturaden dan Pancuran Pitu, saya terlebih dahulu ngubek-ngubek cari hotel didaerah Baturaden. Sebelumnya, kang Mas uda nyampe duluan bareng temen-temennya, uda dapet penginepan juga, namun ketika beliau Share bentukan tempat tidurnya, sungguh bikin saya tak berselera. Haha.

Saya kekeuh mau nyari hotel sendiri. :p Setelah menelusuri sepanjang jalan menuju Baturaden, saya terpikat dengan hotel ini. Green Valley Resort.

GreenValley3

Penilaian pribadi saya ketika itu sih, hotelnya tampak modern, baru, terawat, bersih, hijau dan tidak remang-remang. (baca: tips booking Online Hotel Ala Nia)

Saya sempet juga sambil jalan, sambil browsing hotel ini bagaimana. Sayangnya, saya tidak booking online, karena jauh dari mesin ATM. hehe. Padahal, selisihnya lumayan bisa sampai Rp. 150,000,- #perempuanperhitungan 😀 Continue reading

Wakeup Homestay, Yogyakarta

Akhir tahun 2015, One Day Fun Doing Fun diadakan di Yogyakarta. Sebelum-sebelumnya, saya tidak pernah bingung mencari tempat menginap, karena kebetulan diadakan di Jakarta (Tempat saya berdomisili), Batam (Rumah Orang Tua) & Bandung (Nebeng menginap di Rumah kakak).

Salah satu PR ketika membawa ODFDF ke Yogya adalah mencari penginapan untuk saya terutama dan untuk kakak-kakak yang relawan yang berasal dari luar kota.

Yang terlintas dipikiran saya adalah Edu Hostel, tempat saya menginap 2 tahun yang lalu bersama adik saya. Namun kemudian, salah satu kakak relawan, Febby, membantu saya mencari pilihan lain untuk menginap. Karena mungkin akan ramai yang akan ikut serta, saya memilih untuk cari penginepan tipe dorm. Disamping harganya lebih murah dari hotel, bisa menjalin silaturahim lebih dekat karena sekamar tidak hanya berdua.

Setelah berdiskusi, akhirnya kami memilih untuk menginap di Wakeup Homestay. Letaknya tepat di ujung jalan Sastrowijayan. Dekat sekali dengan Malioboro. Aksesnya bisa jalan kaki dari Stasiun Kereta Api Tugu dan bisa naik TransJog dari Bandara Adi Sucipto.

20151212_083943

Pintu Depan, Wakeup Homestay

Kabar baiknya, jika memungkinkan kita dapat melakukan early check-in dengan tanpa biaya tambahan. Ini oke banget, buat kita yang nyampe Jogja shubuh hari, kan? Early Check-in bisa jika ada kamar yang kosong dan diatas pukul 7 pagi. Continue reading

Napak Tilas menjelajah Bandung

Pertama kali kenal Adam & Susan dari Twitter. Sukaaaa banget deh dengan pasangan ini. Kerjaannya jalan jalan mulu. Sebagai orang yang masih belum berani untuk melepaskan diri dari jabatannya sebagai buruh pabrik, sirik to the max sama pasangan yang memiliki hobi yang sama untuk terus tetap berjalan. Selama ini, mupeng mupeng deh mantengin linimasa mereka di twitter, dengan akun @pergidulu, huh.

“Sheraton, payun, kang” ujar saya sehari hari setiap naik angkot menuju ke kost-an. Iya, kostan saya diseberang Sheraton Hotel and Towers banget. Paling gampang buat jadi clue untuk memberhentikan angkot 😀

Saya menghabiskan waktu 3 tahun untuk kuliah di Bandung. Selama itu, saya nge-kost di Dago Pojok. Letaknya persis di Seberang Sheraton. Selama itu pula, saya menjadi saksi bahwa hotel satu ini, seriiiing banget digunakan untuk event event acara. Lahannya yang luas, bikin area ini tak pernah macet, meski ada acara besar didalamnya. Seumur umur tinggal di Dago Pojok, mentok mentok masuk lingkungan Sheraton, ke ATM nya doang. Secara anak kostan ya, mana kepikiran kan buat nginep di hotel kece ini.

Kemudian, @pergidulu nanya, kalau diberi kesempatan untuk #NginepGratisSheratonBdg, Itenary-nya mau kemana?

Mau napak Tilas! ~~~~~\o/

Untuk yang belum tahu, Hotel ini terletak di Jalan utama Dago. Iyes, kawasan yang paling ngehits se Bandung raya. Saya coba lampirkan petanya, ya.

Peta Dago!

Peta Dago.

Jadi tidak perlu khawatir, kalau kamu tidak punya kendaraan atau tidak bisa menyewa kendaraan. Angkot yang melintas didepan hotel ini banyak, sering bahkan nyaris 24 jam selalu ada.

Kalau saya berangkat pagi dari Jakarta, saya tiba di Bandung pukul 11.00 pagi. Dari pool travel di Simpang Dago, saya tinggal naik angkot ke arah Dago Atas. Bisa menggunakan angkot Stasiun Dago/Kelapa Dago/Riung Dago. Hal yang pertama akan saya lakukan, silaturahim ke Ibu kost yang ada di Dago Pojok dan Beli basreng.

Basreng adalah salah satu makanan khas Bandung. Singkatan dari Bakso Goreng. Jadi bakso bulet di potong potong panjang, kemudian di goreng dan diberi bumbu.

Didepan hotel Sheraton, ada Yomart. Disebelah yomart, jalan menuju ke dalam Dago pojok, disitulah saya biasa jajan Basreng ini. Sebuah nya di hargai Rp. 1.000,- jajanan murah enak nikmat.

Sambil menunggu jam untuk check-in, ga ada salahnya memutari kawasan Hotel Sheraton ini untuk foto foto yang kemudian di review di Blog! Mungkin iya, budget hotel ini bukan untuk kantong mahasiswa atau anak kostan. Tapi siapa tahu, bisa jadi referensi untuk suatu hari nanti kalau kita mau honeymoon di Bandung. ihihi. Aamiin kan dulu, yuk! Aamiin.

Menghindari lalu lintas yang padat di sepanjang jalan Dago, saya ingin menghabiskan sore di Taman Hijau sambil melihat kuda. Gimana kalo ke D’Ranch? D’Ranch terletak di Lembang. Kita bisa ngangkot langsung dari depan hotel ini. Naiklah angkot Kelapa – Dago/ Stasiun – Dago/Riung – Dago sampai ke McD Simpang Dago. Dari situ, kita berjalan kearah ITB untuk melanjutkan naik Angkot Cicaheum – Ledeng, sampai ke Terminal Ledeng. Kemudian, naik satu kali lagi angkot, Ledeng – Lembang, sampai Lembang 🙂

Turun deh di perempatan setelah pasar Lembang. Berjalan kaki sekitar 5 menit. Cukup dengan membayar tiket masuk sebesar Rp. 5.000,- termasuk welcome drink susu murni, kita bisa mendapatkan pemandangan ini;

ab

D’ Ranch. \o/

aa

Nikmat duduk sore lepas dari hiruk pikuk padat kota manakah yang kamu dustakan?

Ga cuma mandangin lahan hijau terbentang, dan ngemil ngemil lucu. Di D’Ranch, kita bisa berlatih kuda, menunggang kuda, bermain beberapa kegiatan outdoor. B=)

Malem minggu, rasanya ada yang kurang kalo tidak mencoba mencicipi dinner romantis di The Valley, Dago Pakar. Letaknya? Deket banget sama hotel Sheraton. Ya emang sih, ga bisa naik angkot juga, karena letaknya agak menjorok kedalam. Naik taxi, argo-nya tidak akan sampai Rp. 50.000,- kok. Kapan lagi menikmati citylight kota Bandung dari atas? 🙂

thevalley

Wanna? 🙂

Untuk harga, mungkin agak overpriced, tapi worth it kok dengan rasa dan pemandangan yang kita dapatkan. Bandung, menjadi salah satu kota romantis. 🙂

Minggu pagi, setelah menunaikan ibadah sholat shubuh. Pilihan yang tepat untuk berjalan kaki sampai Taman Hutan Raya Ir. Juanda. Jangan takut kelelahan karena jalan sendirian, banyak kok orang orang yang berolahraga dengan tujuan yang sama. 🙂

Dari Taman Hutan raya, tanggung sekalian bermain dan berfoto di tempat yang lagi nge-hits di Bandung. Tebing Keraton. @pergidulu pernah mengupas how to dan cerita tentang Tebing keraton ini disini.

tk

Lelah berolahraga pagi, kembali ke Hotel untuk menikmati sarapan yang telah disediakan. Bermalas malasan menikmati udara Bandung dan lingkungan Hotel yang menyenangkan. Berenang adalah pilihan yang tepat untuk melatih otot otot kaki dan tangan sebelum melakukan check-out. 🙂

Sebelum kembali ke Jakarta, saya yang suka sekali baca buku, tak akan melewatkan untuk mampir ke Rumah Buku. Sebuah toko buku yang setiap hari selalu ada discount. Terletak di Jalan Supratman. Dari hotel Sheraton, hanya perlu naik sekali angkot jurusan Riung – Dago. Turun di pusdai, kemudian Jalan kaki sedikit. 🙂

Semoga itenary ini cukup untuk membuat saya melepas rindu pada Bandung, dan Dago tempat saya dulu pernah ber-domisili. Kalau kamu? Akan kemana saja jika diberikan kesempatan yang sama? 🙂

Sumber gambar selain doc pribadi;

-http://gambar-rumah.com/attachments/bandung/408961d1365447665-cluster-villa-dago-umaia-kawasan-bandung-utara-peta-dago-umaia-village-1.jpg

-http://www.klikhotel.com/klik/database/property/gallery/48/2-675.jpg