[Weekend Story] Membelah Jakarta untuk menyelesaikan #7MissionBNI

Dalam rangka perayaan HUT BNI46 yang ke-71, kemarin 5 Agustus 2017, BNI46 mempersembahkan kegiatan #7MissionBNI. Sebuah acara seru yang menantang 70 peserta untuk menyelesaikan 7 tantangan selama 7 jam di Jakarta.

Form link registrasinya saya terima dari social media-nya BNI, saya isi, kemudian saya lupa sampai suatu dini hari saya liat notif Instagram saya di mention oleh akunnya BNI, diinfokan nama team bersama team member-nya.

https://www.instagram.com/p/BXN1a2bBo9t/?taken-by=bni46 Continue reading

Advertisements

Kebodohan-Kebodohan ketika Jalan-jalan

Minggu lalu, saya ‘jalan-jalan’ ke Pondok Indah Mall. Biasanya sih menyerahkan nasib pada ojeg online. Namun kemarin, saya lagi ingin naik KRL kemudian disambung dengan busway. Jadilah rutenya Depok – Kebayoran. Jalan kaki ke shulter busway pasar kebayoran, kemudian Kebayoran – Pondok Indah Mall. Jalan kakinya lumayan dengan kondisi yang menurut saya kurang kondusif.

Di shulter baswey inilah tiba-tiba ingetan saya melayang ke kebodohan-kebodohan saya dalam perjalanan. Continue reading

Anaknya Ayah.

Memasuki bulan syawal (-bulan setelah lebaran) menjadi bulan dimana isinya kebanyakan sebaran undangan pernikahan. Orang berlomba-lomba untuk lamaran atau menikah dibulan yang katanya baik ini.

Namun, seperti halnya ada kelahiran, kabar bahagia, ada juga kabar duka yang berseliweran selama bulan Syawal kemarin.

Salah satu kehilangan yang bikin saya kaget adalah, meninggalnya ayah dari rekan kerja saya dulu. Ayahnya yang tidak pernah menunjukkan kesakitannya. Baru saja merayakan ulang tahun dan merayakan ulang tahun pernikahannya. Trus, ya semacam tiba-tiba meninggal dunia. Tapi ya, namanya umur emang hanya Tuhan yang tahu, ya. Continue reading

[Weekend Story] Sarapan di Sabang 16 dan piknik asik di Setu Lembang

Jadi ceritanya, semenjak memutuskan untuk pindah domisili dari Jakarta ke Depok, saya merasa sabtu minggu terasa sedikit hampa. Haha. Jarang sekali hangout, selain karena faktor Jarak juga karena faktor keuangan yang saat ini sedang jungkir balik untuk menjadi stabil.

Baca: Untuk perempuan yang menciptakan rumah sebagai tujuan ‘pulang’ bagi keluarganya.

Minggu kemarin, akhirnya mencoba melawan diri untuk produktif lagi ‘keluar kandang’ untuk nyari kesibukan. Malem minggu, tiba-tiba kang mas ngasih tau kalau Minggu pagi ada kegiatan #BhayangkariRun di Monas. Adik-adik saya kebetulan kurang piknik dan bosan dirumah, menyambut acara ini dengan antusias.

Kegiatannya pukul 05.30 pagi, dan kami baru berangkat jam segitu dari rumah. Muahaha. Alhasil, nyampe Monas sudah pukul 07.00 pagi. Orang-orang sudah mencapai garis finish dan berkalung medali. Pupus sudah tidak bisa ikut menyemarakkan, bukannya olahraga kami berjalan ke arah Jalan Sabang untuk nyari sarapan. Continue reading

Tenang Liburan, Tanpa Anyang-anyangan

Saya baru saja kembali ke ruang tunggu setelah buang air kecil dan Sholat. Pengumuman tanda penumpang tujuan Jakarta – Palembang sudah bisa memasuki pesawat sudah terdengar. Saat itu saya beserta Kang Mas hendak melakukan perjalanan ke Palembang. Kang Mas sudah berdiri untuk mengantri, saya cengengesan dan meminta diri untuk ke toilet lagi.

Baca: Mengelilingi Bumi Sriwijaya dalam Satu hari

“Bukannya barusan tadi dari toilet juga?” tanyanya geram.

Entahlah, padahal mah kalau uda masuk toilet ya engga beser juga sih. Bahkan hanya keluar sedikit. Tapi ada perasaan kepengen pipis aja gitu, meski udah jongkok mah engga banyak juga. Huft.

Sempet sih kepikiran, apa ini yang namanya Anyang-anyangan?

Mengingat saya cukup sering berpergian, rasanya perasaan selalu ingin pipis ini mengganggu sekali. Apalagi kalau sedang pergi beramai-ramai, gathering kantor ke luar kota misalnya. Alangkah tidak enaknya membuat banyak orang menunggu. Akhirnya saya bertekad untuk mencari tahu.

Jadi, Anyang-anyangan adalah gejala awal infeksi saluran kemih, yaitu rasa ingin buang air kecil terus menerus namun hanya sedikit yang keluar. Tuh, kan! L Meski ada gejala lain yang mengikutinya seperti, Nyeri atau perih saat buang air kecil dan Warna urin yang keruh dan berbau menyengat.

Walaupun saya tidak merasakan nyeri atau perih dan urin yang berbau menyengat, saya merasa perlu untuk tetap mengatasi Anyang-anyangan mengingat gejala awal yang rasa ingin buang air kecil terus menerus itu saya rasakan terus.

Jika di spesifikan lagi, beberapa gejala tambahan untuk diwaspadai terkait Anyang-anyangan ini adalah:

  • Frekuensi Buang air kecil sering dengan volume sedikit
  • Pada Wanita terasa nyeri dibagian Panggul. Pada Pria, terasa nyeri dibagian anus
  • Perih saat Buat Air Kecil
  • Urin berbau menyengat, agak pekat dan kadang mengandung darah
  • Merasa Lelah
  • Demam

Tenang saja, Anyang-anyangan bisa diatasi!

Ada berbagai cara untuk mengatasi Anyang-anyangan ini. Cara sederhananya adalah dengan banyak minum air putih dan jangan menahan apabila ingin buang air kecil. Apalagi untuk saya yang hampir seharian duduk di depan computer. Penting banget untuk rajin minum air putih. Karena dari hasil baca-baca, salah satu penyebab Anyang-anyangan ini karena dehidrasi. Kekurangan cairan bisa menyebabkan penurunan jumlah urin.

Cara lainnya adalah dengan mengonsumsi ekstrak dari buah Cranberry yang didalamnya terkandung Proantocyanidin. Proantocyanidin memiliki khasiat mencegah dan menangkap bakteri yang menempel pada saluran kemih.

Cranberry adalah tanaman jenis berry yang banyak ditemukan dibagian utara Amerika dan Kanada. Cranberry dikenal sebagai sumber vitamin untuk meningkatkan kekebalan tubuh, mencegah sariawan dan sebagai antioksidan.

Masalahnya, kalau di Indonesia dimana kita bisa mendapatkan buah Cranberry ini? Buahnya sih engga ada, tapi produk praktisnya ada. Namanya Uri-cran, produk pertama di Indonesia yang memberikan solusi alami untuk mencegah dan mengatasi Anyang-anyangan, menjaga kesehatan saluran kemih dan dapat diminum kapan saja.

Infographic-UriCran.jpg

Ada 2 bentuk dari Uri-cran. Kapsul dan Sachet. Saya yang minum kapsul seringkali ga ketelen lebih memilih untuk mengonsumsi yang Sachet. Praktis juga untuk dibawa-bawa ketika berpergian.

Sebelum merembet ke gejala yang lain, saya sedang rutin mengonsumsi untuk setidaknya menghilangkan gejala awal yang satu itu. Yuk ah, mulai sadar kesehatan! 🙂

 

Love Hate Relationship: Commuterline

Ini udah gatel dari kemarin mau nulis tentang ‘seru’nya berada didalam gerbong besi bernama Commuterline. Commuterline adalah salah satu transportasi umum yang menghubungkan Jabodetabek (Jakarta Bogor Depok Tangerang dan Bekasi). Selama tinggal di Jakarta, cukup sering sih menggunakan moda Commuterline, namun pada akhir pekan. Jadi tidak seramai hari kerja, dan masih dalam batas kewajaran transportasi umum seperti lain. Menurut saya, tidak ada yang perlu dikomentari, dikeluhkan menaiki transportasi ini. Namun berbeda cerita ketika saya mulai pindah domisili ke Depok yang berarti saya akan ‘berteman akrab’ dengan moda transportasi ini.

Jika sedang pas jadwal dengan adik bungsu saya yang kuliah di Kebayoran, maka setiap pagi saya bersama ia mengendarai sepeda motor menuju kantor. Pulangnya, baru deh saya naik Commuterline. Namun jika tidak, saya dengan teguh hati menyerahkan diri pada Commuterline ini. Continue reading

[Charity Lovers] One Day Fun Doing Fun Batch #7 Goes to Majalengka.

Why of why bisa sampai di Majalengka? Jadi ceritanya, salah seorang kakak relawan #OneDayFunDoingFun di Yogyakarta pernah e-mail kesaya dan minta tips and trick untuk bisa mengadakan aksi sosial. Setelah jelasin singkat, saya malah jadi nawarin, “eh, gimana kalo berada dibawah naungan #ODFDF?” Jadi, beliau yang akan mencari tempat serta panti asuhannya, saya yang akan berusaha mencari donaturnya. Deal.

Sesuai kesepakatan kami, kegiatan ini akan kami laksanakan menjelang bulan Ramadhan. Anggap aja menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. Dan tetap 2 hari 1 malam, berdasarkan pengalaman di #ODFDF Batch 6 kemarin, menginap adalah salah satu jalan bounding time paling menyenangkan bersama antar kakak relawan. Continue reading