Tinggal di pinggiran Jakarta dan bekerja di kota Jakarta cukup menyita waktu saya dalam keseharian. Anggaplah hanya untuk bekerja, saya harus keluar rumah paling telat pukul 6 pagi dan kembali sampai dirumah paling cepet pukul 8 malem. Jika ada janjian bertemu after office hours, dapat dipastikan saya akan sampai rumah lebih malam lagi. Sebelum libur lebaran panjang kemarin, saya sempat lembur berhari-hari yang bikin pulang sangat larut.
Ketika hari pertama libur tiba, tentu saya jadi bersuka cita karena bisa dengan bebas bangun siang. Tapi setelah itu, saya bengong macam sapi ompong.
“Enaknya ini ngapain, ya?” Continue reading



