Category Archives: Traveling

Menikmati Sate Maranggi Sari Asih, Cipanas, Jawa Barat

Semenjak tinggal dan menumpang hidup di Jakarta, saya lumayan sering bolak balik ke Puncak. Nah, dari setiap perjalanan bolak-balik itu pastinya dong ada aja jam jam makan yang bertepatan dengan posisi yang masih di Cisarua-Puncak Pass-Cipanas. Pernah nyobain makan di Cimory, dan seringnya sih jagung bakar di pinggir jalan untuk menikmati hawa dingin, air hangat dan sebuah buku.

Kalau lagi iseng, bahkan pernah ke Puncak hanya untuk numpang sholat sama makan jagung bakar doang terus turun lagi.

Nah kemarin, pas di puncak pas laper dan lagi ga kepengen makan-makan di cafe ala ala Cimory. Secara kan ya, sekarang banyak restoran instagram-able yang bisa dijajaki. Tapi perutnya lagi pengen makan enak kenyang. Bukan hanya sekedar pemandangan dan design yang bagus.

Keingetan Sate Maranggi Sari Asih yang pernah dilewatin pas touring ke Bandung, cus deh kesana. Tidak akan menemukan tempat yang nyaman penuh sofa, karena Sate Maranggi Sari Asih ini terletak di ruko-ruko.

Sate Maranggi

Sebagai penggemar sate, apapunlah kondisinya hajar bleh! Continue reading

Visit Tidore Island – 10 Alasan saya harus ke Pulau Tidore, sebuah tempat 2411 km dari Ibukota.

Inilah kenapa saya memilih Ibukota Jakarta sebagai tempat untuk tinggal saat ini. Disaat keluarga besar papa berada di Malang, keluarga besar mama berada di Bandung dan Mama, Papa serta adik-adik ada di Batam. Saya memilih untuk hidup mandiri lagi di Jakarta. Agar mudah melakukan perjalanan. Agar bisa lebih banyak menjelajah.

Bandara Internasional Soekarno Hatta, Bandara Halim Perdanakusuma, Stasiun Gambir, Stasiun Senen, Terminal Kampung Rambutan dan Terminal bus lainnya menjadi ‘gerbang’ bagi saya untuk melakukan perjalanan. Menjadi salah satu spot happiness saya ketika akan beranjak pergi sekaligus tempat helaan napas panjang ketika perjalanan usai tanda saya harus kembali untuk menjalani hidup di Jakarta dengan segala kemacetan, hiruk pikuk, asap polusi, tekanan kerjaan dan teman-temannya. Continue reading

Tentang dua rasa; Syukur dan Cukup.

Belakangan ini saya merasa lebih sensitif terhadap sesuatu. Gampang banget baper, ngelamun dan mikir panjang. Jadi jaman kuliah dulu, saya tergolong mahasiswi yang berkecukupan. Dalam artian, ya uang makan selama kuliah cukup. Kalau teman-teman disekitar saya dikirimi uang makan sebulan atau seminggu sekali, saya engga. Seadanya saja. Jika sedang butuh dan ada, saya dikirimin. Jika engga, biasanya saya ngungsi ke tempat saudara, buat nebeng makan. Muehehehe. Begitu juga dengan uang kostan. Ya ampun, saya pernah ngalamin keluar kos harus ngendap-ngendap biar ga ketahuan ibu kos.

Hal inilah yang bikin saya selama masa kuliah ga pernah belanja bulanan. Boro-boro, cukup untuk makan saja sudah alhamdulillah. Saya ga ngerti rasanya nyetok sembako itu kek apa rasanya. Kalau nyetok ikan teri buatan mama utk makan berbulan bulan sih tau.

belanja

Belanja bareng keluarga yang bikin happy dan rindu.

Saya memilih mencari kerja di ibukota, Jakarta. Selain untuk pencapaian hidup yang lebih layak. Saya pengen mulai jalan-jalan memenuhi mimpi. Tuhan mengabulkan semua ingin saya. Bekerja dan jalan jalan dengan keadaan yang cukup. Continue reading

Menikmati sajian kuliner khas Sumatera Barat

Apalah arti jalan-jalan tanpa sempat menikmati sajian kuliner khasnya, ya kan? Hal ini hanya tidak bisa saya lakukan jika sedang jalan-jalan pada bulan ramadhan. Diluar itu, saya sempatkan untuk icip icip makanan khas daerahnya.

Indonesia itu indah bukan hanya karena pemandangannya, tapi karena bahasa daerahnya, dan juga aneka makannya. Setuju dong?

Jadi, pas perjalanan ke Sumatera barat kemarin, selain hunting tempat untuk dikunjungi, saya juga nyari informasi makanan apa yang patut dicoba, secara ya, dimana-mana yang namanya restoran padang itu selalu ada ajaaa di seantero nusantara, dan (seringkali) jadi penyelamat rasa kalau lidah ga sreg sama makanan daerah 😀

Baca: 4 Pulau di Padang Painan, Sumatera Barat.

Karena kemaren jalan-jalan ke Padang sekalian dengan ngunjungin nikahan, ada beberapa jam makan yang dilakukan ditempat kondangan. Inilah beberapa tempat makan yang sempat saya datengin ketika di Sumbar. Continue reading

5 Tempat yang bisa dikunjungi di Taman Nasional Alas Purwo

“Besok, agenda kalian akan kemana?” Tanya Abangnya mas Sigit di malam kedua kami di Banyuwangi.

Hari pertama menyambangi Banyuwangi, saya dan ketiga sahabat langsung menyempatkan diri untuk melihat fenomena blue fire yang ada di Banyuwangi.

Baca: Menikmati fenomena alam yang hanya ada 2 didunia dari Kawah Ijen, Banyuwangi.

Tadinya, saya request ingin ke padang savana yang banyak beredar di Instagram. Yang katanya dikenal sebagai Afrika Van Java.

Namun, guide kami, Mas Sigit merekomendasikan untuk mengubah tujuan ke Taman Nasional Alas Purwo. Menurut beliau, di Padang Savana tersebut, sudahlah jauh, hanya memiliki satu spot foto saja. Sementara dengan mengunjungi Taman Nasional Alas Purwo, kita bisa mendapatkan banyak tempat dalam satu hari.

“Niatnya diluruskan, ya. Hanya untuk berwisata.” Tegasnya lagi. Setelah kami menginformasikan akan ke Taman Nasional Alas Purwo.

Barulah saya tahu, setelah googling sebentar bahwa taman nasional alas purwo adalah salah satu tempat yang sering dijadikan tempat untuk pesugihan. Continue reading

Melahap Rujak Soto ala Banyuwangi dan Menjejaki Air Terjun Telunjuk Raung

Setelah lelah mendaki demi pencarian Blue Fire di Kawah Ijen, kami kelaperan dan minta dicarikan tempat untuk sarapan. Fyi, dikawasan kawah Ijen hanya tersedia makanan ala ala naik gunung seperti pop mie dan gorengan.

Menjadikan Rujak Soto sebagai menu sarapan

Mas Sigit, selaku guide dan asli orang Banyuwangi mengajak kami untuk sarapan Rujak Soto. Rujak soto adalah salah satu kuliner khas Banyuwangi menyatukan antara Rujak cingur yang diberi kuah soto babat. Nah lho? Continue reading

Menikmati fenomena alam yang hanya ada 2 didunia dari kawah Ijen, Banyuwangi.

Kaya baru kemarin sore memutuskan untuk melupakan mimpi untuk menginjak Banyuwangi. Setelah berkali-kali berencana dan gagal melulu, saya mulai selow dan tidak lagi menggebu. Sampai pada waktu teman saya tiba-tiba ngajakin traveling, dan dengan impulsif nya, terjadilah pembelian tiket pesawat dan kereta api dalam sekejap mata.

And here we go, Banyuwangi!

Sudahlah ya, uang bisa dicari. Investasi memori kapan lagi. Pembelaan bagi orang yang baru saja kalap beli tiket ini.

Dulu, saya ingin ke Banyuwangi karena padang savananya, namun kemudian, saya diracuni untuk melihat fenomena alam yang hanya ada 2 didunia, salah satunya di Indonesia. Melihat blue fire. Jadi, blue fire adalah api biru yang muncul di tengah-tengah balerang didalam kawah ijen. Api biru, macam slogan kompor gas. Continue reading

Tentang melihat sesuatu hanya dari luar.

Kalau kata-kata dari quote yang bertebaran di media social mah, “don’t judge books by its cover” bahasa jawanya itu, jangan menilai sebuah buku dari tampak depannya saja. Kita berlomba dan mencoba mengaplikasikannya quote tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Saya pun demikian.

Tapi ternyata, sepertinya saya belum mampu. Terbukti dengan ketika saya mendatangi sebuah Pantai Trigulasi yang berada didalam kawasan Alas Purwo di Banyuwangi.

Pertama kali memasuki area Pantai, saya langsung hopeless dan males. Sepi sih, hanya saja banyak sampah yang terdampar di bibir pantai.

pantai-triagulasi

Dan sayangnya mendung.

Continue reading

Saung Angklung Udjo

Menonton Pertunjukan Bambu di Saung Angklung Mang Udjo

Apa yang terpikir olehmu jika mengunjungi kota Bandung? Kawah Putihnya? Legenda Tangkuban Perahunya, kah? Cilok, cilor & cirengnya? Mie kocoknya? Atau hotel dan bed and breakfast yang instagram-able?

Yes benar, Bandung memiliki banyak tempat wisata, tempat kuliner dan tempat nginep yang sesuai dengan keinginan kita. Disamping itu semua, Bandung juga memiliki satu pertunjukan seperti halnya kisah Ramayana di Uluwatu Bali. Ialah dia Pertunjukan Bambu di Saung Angklung Mang Udjo.

Sudah ada dari tahun 1966, Saung Angkung Udjo didirikan oleh Udjo Ngalagena (Alm) beserta istrinya  Uum Sumiati. Saung Angklung ini didirikan sebagai seni dan identitas budaya yang membanggakan.

Dengan harga tiket masuk sebesar Rp. 70,000,- per-orang dikala weekend, kita bisa ikut serta menikmati pertunjukan dari Saung Angklung Mang Udjo Continue reading

Cerita tentang Ramayana dalam balutan Tari Kecak di Uluwatu, Bali

Banyak hal yang saya sukai dari Bali, Pantai-nya, ketenangannya, water sport-nya, dan dari kesemuanya saya jatuh cinta sama Joger, pusat oleh-oleh yang hanya ada di Bali. Pernah loh, saya ke Bali dengan niat hanya untuk belanja di Joger. Waktu itu ada tiket promo, pp Jakarta-Bali Rp. 144,000,- saja. Saya pergi sabtu pulang Minggu, hanya untuk belanja dan menyepi sebentar di Ubud. Hihi.

Ada satu pertunjukan yang jangan sampai dilewatkan jika kamu mengunjungi Bali, Tari Kecak di Uluwatu.

Saya berkesempatan menikmati pertunjukan ini pada kali ketiga menginjakkan kaki di Bali. Bertempat di Uluwatu, pertunjukan Tari Kecak sambil menunggu sunset jadi hiburan tersendiri.

Tari Kecak.jpg

Tari Kecak

Adalah kisah tentang Ramayana yang disuguhkan, seperti yang sudah kita ketahui diceritakan tentang seorang Raja bernama Rama yang dikenal sangat bijaksana. Rama menyelamatkan permaisurinya yang bernama Dewi Sita yang diculik oleh Rahwana. Continue reading