Category Archives: Traveling

Kapuyuak; Kaos Unik Raso Minang, Oleh-oleh dari Jam Gadang.

2 tahun yang lalu, saya memenangkan salah satu hadiah dari #LiaMartaGiveAway yakni kaos Kapuyuak dari Bukittinggi, kemudian sering saya bawa untuk Jalan-Jalan. Ga nyangka juga, akhirnya saya bisa main-main dan belanja di Kapuyuak, produksi Kaos Unik Raso Minang di Bukittinggi.

woyb12

Kaos Hadiah dari Kak Lia

Produk ini tentu saja bisa jadi salah satu alternatif oleh-oleh kamu jika sedang mengunjungi Bukittinggi.

SONY DSC

Design Kaos Kapuyuak

Apakah Kapuyuak hanya memproduksi Kaos? Tidak. Yang diutamakan sih kaos dengan menggunakan font yang lucu, dan bahasa minang (yang-membuat-saya-bolak-balik-ke-Uda-dan-Uni-nya-untuk-nanyain-artinya-apa). Selain itu, ada juga handbag, topi, sendal dan gelang.

Dulu, saya pikir, jika mau merasa sedang tidak di Indonesia pergilah ke Gili Trawangan, maka kamu akan merasa minoritas karena Bule lebih mendominasi. Pergilah naik bus antar kota Jawa Timur yang sebagian besar orang-orangnya berbicara bahasa Jawa yang duh, saya beneran ga ngerti. Eh, menapakkan kaki di Kapuyuak juga membuat saya merasa asing. Kaga ngerti sama sekali ini tulisan yang saya baca ini artinya apaaa. 😀

Jaman saya kuliah, saya belajar tentang typografi, ilmu belajar tentang jenis huruf. Font. Gitu-gitu. Jadi mengamati font yang dipakai untuk design baju disini buat saya betah. Masalahnya yaitu, saya ga ngerti artinya apa.

Ada beberapa yang ketebak seperti nama-nama hari. Pelafalan jika dibaca seperti pribahasa. Dan yang paling dimengerti adalah “Urang Minang” Eeaa.

Untuk ukuran kaosnya juga dilabeli berbeda sama dengan yang lain. Seperti untuk ukuran S disebut Ketek, ukuran M disebut Manangah, ukuran L disebut Gadang, ukuran XL Gadang Bana dan Untuk XXL disebut Gadang Ba Kalabaihan. Muahahaha :))))

Main ke sini, senengnya kaya lagi main ke Joger kalau di Bali. Nge-betahin. Semalem di Bukittinggi 2 kali saya mampir kesini. ihihi.

Oleh-Oleh Bukittinggi? Beli di Kapuyuak sini! 🙂

Puncak Lawang; Tempat yang jangan tertinggal jika sedang Nge-Bolang

Karena belum pernah ke Sumatera Barat, Itenary perjalanan ke Sumbar saya serahkan sepenuhnya ke Kang Mas. Kecuali Taruko Cafe, tempat yang ujug-ujug pengen kita coba saat itu juga tanpa direncanakan. Saya ga punya ekspektasi apapun, tentang tempat-tempat yang akan dikunjungi nanti, eh Pantai Pasumpahan engga deng. Wisata kesana adalah request saya.

Sisanya, diajak kemanapun, saya ikut aja. Ikut coba nikmatin. Sampai akhirnya mobil tiba di Puncak Lawang. Saya teringat sesuatu, jadi ketika 30 Days Blog Challenge, saya sempet nulis artikel tentang tempat oke untuk paralayang di Indonesia. Dilalahnya, dalam tulisan saya, Puncak Lawang adalah salah satunya.

Semesta mendukung menjadikan tulisan saya yang tentu saja saya cari sumbernya via google, menjadi tempat yang akhirnya bisa saya kunjungi. Hanya dalam kurun waktu 2 bulan.

Puncak Lawang adalah salah satu tempat wisata daerah dingin di Sumatera Barat. Udara yang menelusup nyelip nyelip baju dengan angin yang buat hijab berkibas-kibas bikin saya excited! Setelah berpanas-panasan ria dan ‘gosong’ hoping Island, dibales dengan kesejukan di tempat ini.

Pemandangan yang tersaji dihadapan adalah Danau Maninjau. Melihat air dengan pemandangan dibawah dan sekitarnya yang hijau mengingatkan saya dengan Bukit Marese, di Lombok Barat. Berputar badan menyenangkan.

view-from-puncak-lawang-nia

Tempat ini dijadikan tempat untuk penyuka olahraga paralayang. Dengan ‘terbang’ dari atas sampai ke bawah sana. Sayangnya, pemandangan orang terbang tak bersayap itu hanya bisa dilihat dihari Sabtu & Minggu saja. Kebetulan, kemarin saya kemari di hari kerja, Senin, yang tentu saja jadi Sepi!

duduk-duduk-selow-nia

Nyepi Nyepi Hore

Aktifitas lain dari atas ini selain menikmati angin semilir dan danau maninjau, ada arena outbond juga untuk anak-anak kecil.

arena-games-pl-nia

Deretan Hutan pinus ini mengingatkan saya sama One Day Fun Doing Fun ketika di Joga, dan pengen suatu hari nanti bisa mengadakan ODFDF di tempat ini juga.

outbond-place-nia

Arena Outbondnya ini anak-anak-able. Happy deh kalau bawa anak-anak liburan kemari. Entahlah ya, kalau weekend ngantri atau engga. Siang-siang di hari senin yang sepi, bisa bikin anak Happy karena ga ada saingan. Hihihi.

Saya sih seneng banget diajakin kesini, kalau saja tidak mengejar waktu untuk ke Lembah Harau kemudian ke Bandara, saya pengen deh diem disini lebih lama. *kodekodediudara*

Taruko Cafe; Tempat Nongkrong Muda Mudi di Bukit Tinggi

Ketika live update di Instagram bahwa saya sedang menjelajah Bukit Tinggi, Kekasih hati adik saya mengirimi sebuah message; “Di Bukittinggi ada tuh, Teh, tempat yang view-nya bagus, dia sekalian cafe gitu. Namanya Taruko Cafe. Siapa tahu bisa jadi referensi”. Taruko Cafe tidak ada dalam daftar yang ingin saya kunjungi di Bukittinggi, tapi berbekal browsing, saya jadi menanggalkan untuk ke ‘tembok cina’-nya bukittinggi untuk bisa ke cafe ini.

Letaknya sejalan dengan Lembah Sianok, melewati pintu Goa Cina bawah, ikutin jalan yang tidak mulus sampai menemukan papan penunjuk Taruko Cafe. Tidak direkomendasikan jika kamu kesini berjalan kaki, yha! Jauh, cuy!

So, apa yang bikin tempat ini istimewa? Jelas, viewnya keren. Diantara lembah. Cafe yang serasa dan ada diatas pohon. Udara yang tentu saja sejuk ala Bukittinggi. Dan harga yang masih ramah di kantong.

view-taruko-cafe-nia

Landscape

Continue reading

Hati-hati! Perempuan lebih rentan depresi, Jadikan Staycation sebagai solusi.

“Aku stresslah, rasa-rasanya pengen kabur aja dari sini. Pergi jauh.”

Sebuah pesan whatsapp masuk dari sahabat karib saya di pulau seberang. Belakangan, ia emang sedang memiliki masalah dalam hubungan percintaannya. Masalah-masalah kecil yang akhirnya menjadi besar, membuatnya stress dan ingin sejenak kabur dari si pasangannya.

Kesehatan mental sering sekali luput dari perhatian. Secara fisik, sahabat saya ini baik-baik saja, namun secara mental, ia terguncang. Halah! Bawaannya, kok ya galau terus berhari-hari. Padahal, selain fisik yang sehat, jiwa yang sehat juga sangat penting. Dalam beberapa studi, perempuan rentan depresi dibanding pria.

Salah satu faktor yang menyebabkan perempuan rentan depresi adalah faktor hormonal.

Perempuan terganggu dengan siklus horomonal bulanan yang sering berbarengan dengan perubahan mood atau perasaan yang tidak nyaman. *sambil ngacung tangan* Saya juga hobi banget, mood-moodan sebelum, dikala dan sesudah menstruasi.

Bisa jadi ini juga yang sedang terjadi pada sahabat saya. Ia berkali-kali meminta saya untuk memberinya solusi. Terkait tekanan ia dalam berkarir dan kehidupannya dalam berhubungan dengan pasangannya.

Pada awalnya, saya sempat bingung memberinya solusi selain datanglah ke Jakarta, dan bermainlah bersama sama dalam beberapa waktu. Sampai kemudian, saya teringat sesuatu dan bilang.

“Coba Staycation deh.”

Jika ingin menghibur diri menghindar depresi, saya menyarankan untuk get lost disuatu tempat. Darisana, pasti akan mendapatkan banyak sekali pengalaman baru yang membuat kita menemukan ‘diri’ kita sendiri.

Sahabat saya ini, beberapa kali traveling bareng saya, namun belum pernah mencoba untuk traveling sendirian. Sementara  saya, 4 tahun belakangan ini jalan aja terus kemana-mana. Solo, duet, trio sampai traveling rame-rame kaya anak sekolah lagi study tour. Continue reading

Losmen Carlos, Penyedia jasa untuk yang mau Island Hoping di Sumatera Barat

Setelah memantapkan diri untuk Island Hoping di Sumatera Barat, saya browsing untuk paket-an nya. Dan halaman google didominasi oleh Losmen Carlos. Sehari sebelum hari H, saya booking deh penginapan + Paket island hoping & snorkeling dari Losmen Carlos. Setelah fixed di Booking by Phone, saya baru browsing review penginepan ini.

Dan jejeng! Di Trip Advisor, dari belasan reviewer 90% menilai losmen ini poor. Seketika saya galau se galau-galaunya. Mau cari penginepan lain, kok ya males. Mau tetep di sana, khawatir kecewa. Long short story, karena sudah kemaleman, dan sepanjang pesisir teluk bungus emang tidak ada hotel, yang saya bisa siapkan hanya mental. Bahwa, penginepan ini bisa saja mengecewakan saya juga seperti penilaian yang lainnya.

20160918_073635

Kami tiba sekitar pukul 12 malam, setelah 3x bolak balik di telponin Mikel (Yang Punya Losmen) memastikan jadi menginap atau tidak karena banyak yang ingin menginap disitu.

Kamar yang saya tempati seharga Rp. 300,000,- dengan kondisi yang menurut saya sih, masih dalam batas toleransi. Kasur spring bed, kamar mandi di dalam, kipas angin, extrabed serta satu buah karpet.

Jadi ternyata, ada 4 tipe kamar yang disediakan oleh Losmen Carlos.  Continue reading

4 Pulau di Padang Painan, Sumatera Barat

Tempat wisata apa yang terpikir oleh kamu jika disebutkan Sumatera Barat? Jam Gadang? Goa Jepang?  Lembah anai? Lembah harau? Danau Maninjau? Tahukah kamu, bahwa Sumatera barat punya pulau yang ciamik seperti halnya Malang Selatan.

4 Pulau ciamik ini terletak di Padang Painan, Sumatera Barat. Untuk bisa menyebrang keempat pantai ini, kita harus ke Teluk Bungus terlebih dahulu. Dari Teluk Bungus, banyak sekali tour travel yang menyediakan trip untuk ke Pulau-pulau disekitarnya.

Berikut 4 Pulau di Sumatera Barat yang buat saya terkagum-kagum.

Pulau Pagang

Pulau pagang ini sudah ada dari Tahun 1980an. Kebanyakan yang datang ke Pulau ini adalah Bule. Sedih ya kita. Sejak mulai maraknya tempat ini dijadikan tempat wisata, maka mulailah dibangun beberapa homestay. Pulau ini dijadikan sebagai spot snorkeling jika kamu mengambil paket one day snorkeling. Iya, jadi snorkelingnya di tepi pantai gitu, bukan tengah laut seperti di Karimun Jawa atau Kepulauan Seribu. Continue reading

Selain Nasi Jamblang, jangan lupa mengunjungi Goa Sunyaragi Jika sedang berlibur ke Cirebon

Long Weekend again!

Libur panjang sebelum ini, saya punya agenda dadakan ke Bandung, and you know lah ya, kalau uda long weekend kereta api arah pulang Jakarta dari Bandung sudah habis. Mau naik bus/travel, kebayang macetnya.  Iseng, saya coba dong nyari Tiket Kereta dengan rute Jakarta – Bandung. Bandung – Cirebon. Cirebon – Jakarta. Dan ada. :)))

Hitungan Jam mulai deh saya browsing, mau kemana mana aja. Karena cuma kurang lebih satu hari, saya menekankan ke kuliner, berburu batik dan menyempatkan wisata sejarah. Dan setelah mencoba Nasi Jamblang Ibu Nur yang menjadi khas-nya kota Cirabon. Saya mengunjungi satu tempat wisata yang menurut saya, syahdu. Goa Sunyaragi.

goa-sunyaragi

Tiket masuknya hanya 10,000,- rupiah saja. Didalamnya, kita akan menemukan bangunan yang berupa bebatuan kecil seperti foto pada diatas. Continue reading

Hati-hati Tertipu di Desa Sade

Desa Sade adalah salah satu tujuan yang sayang untuk dilewatkan jika sedang mengunjungi Nusa Tenggara Barat, apalagi jika kita ingin mengunjungi Pantai Kuta, Tanjung An dan Bukit Marese.

Jangan kaget, ketika kita sampai di pintu masuk desa Sade kita akan dihampiri local guide yang akan menceritakan sejarah Desa ini. Tidak ada tiket masuk, namun kita dapat memberikan tip dan donasi seikhlasnya untuk local guide dan desa ini setelah menulis buku tamu.

Sama halnya seperti Desa Panglipuran di Bali. Desa Sade adalah permukiman warga dengan bentuk rumah yang sama. Local guide akan membantu kita untuk mengerti sejarah di Desa ini sambil berjalan dari rumah ke rumah.

Hampir disetiap rumah, ada yang berjualan kain tenun, tas dan gelang. Dipajang diteras rumah mereka masing-masing. Kebanyakan local guide, akan mengarahkan kita untuk membeli kain tenun di tempat ia/saudaranya. Sehingga, jika kita mampir untuk menawar atau membeli kain tenun, ia akan mencoba mengalihkan perhatian kita untuk tetap mendengarkannya beliau.

pembuat-tenun

Pembuatan kain tenun, di teras rumah

Continue reading

Ketika cinta bertepuk sebelah tangan

Selamat hari merdeka, Indonesia!

Indonesia negeri yang cinta-able. Banyak orang yang suka, sayang dan cinta pada negeri ini. Setiap individu punya kecintaannya sendiri-sendiri. Ada yang suka karena kaya akan budayanya, ada yang ketagihan sama cita rasa kulinernya dan ada pula yang terkagum-kagum dengan alamnya. Saya jelas cinta pada poin yang terakhir. Kenapa? Continue reading

Aktivitas yang bisa dilakukan di Gili Trawangan

Gili Trawangan ibarat Kepulauan Seribu-nya Jakarta. Menginjakkan kaki di Lombok, alangkah tanggungnya jika tidak sekalian menyebrang ke Gili. Selain Gili Trawangan, ada juga Gili Air dan Gili Meno. Dari ketiga Gili ini, Gili Trawangan lah yang paling ramai dikunjungi para wisatawan untuk menginap. Sementara Gili Air dan Gili Meno hanya sebagai persinggahan jika kita memilih paket snorkeling.

Setahun yang lalu, saya hanya memiliki waktu sebentar untuk mengitari Gili Trawangan, ketika kemarin punya kesempatan kembali, saya jelajahi bener deh ini Gili. Jadi, kita bisa ngapain aja?

Snorkeling 3 Gili – Gili Trawangan, Gili Air & Gili Meno

Snorkeling.jpg

Dari Gili Trawangan, banyak sekali paket snorkeling ke 3 Gili. Untuk kamu yang tidak bisa berenang atau tidak ingin nyemplung, banyak sekali kapal glass bottom yang bisa buat kita ngintip keindahan bawah laut lewat dari kapalnya. Continue reading