REBUTAN BELI MASKER.

Kita semua tahu kan ya, gimana Masker tiba-tiba jadi barang mewah diawal awal Covid-19 masuk ke Indonesia. Harganya yang tiba-tiba melonjak naik. Belum lagi ada aja orang yang berniat tidak baik. Salah seorang teman, membeli masker untuk kebutuhan donasi, eh ditipu aja dong. Yang dateng bukannya masker, malah sampah 😦

Jauh sebelum sekarang ini, saya udah punya masker kain. Tentu masker ini saya gunakan untuk melindungi diri sendiri dari tidur yang seringkali suka mangap. Saya ini pelor. Duduk sebentar di KRL, bisa tidur lep nyenyak, even cuma jarak 1 stasiun yang paling lama ga sampe 10 menit. Kalau ke bandara ngejar First Flight, duduk mamenit di dalam Bus, lep, bangun bangun udah di Soekarno Hatta. Continue reading

RAMADHAN DENGAN SOCIAL DISTANCING.

Marhaban ya Ramadhan. Alhamdulillah kita dipertemukan dengan bulan Ramadhan. Dikasih umur. Dikasih sehat.

Euforia Ramadhan selalu menemani kita dengan;

Iklan sirup dan Indomie. Dari Sabang sampai Maraukeeeeee, dari apa sampai pulau rote. Indomie Selerakuuu. Ini kalau uda ada beginian di tipi tanda bulan ramadhan sebentar lagi. Dilanjutkan dengan beraneka rasa sirup marjan yang digadang gadang disiapkan untuk menu berbuka puasa.

Antrian buka puasa bersama. Saking padetnya, puasa juga belum hari hari jadwal buka puasa bersama udah ada. Dari temen kantor, alumni kampus, alumni sekolah, geng nongkrong, geng mantan teman sekantor. Bener-bener waktu yang menyenangkan buat Silaturahmi. Continue reading

YANG KULAKUKAN AGAR TERHINDAR DARI CORONA.

Salah satu tujuan besar bersama kita semua saat ini adalah untuk putuskan rantai penularan Covid-19. Biar ga nambah lagi kasusnya, biar ga nambah lagi yang meninggal dunia.

Tapi tentu saja kita sadari bersama bahwa, tidak semua orang bisa #dirumahaja. Banyak orang yang mengandalkan rezeki pada pendapatan harian. Banyak orang yang mengandalkan gajian, tetapi kantornya tetap harus beroperasi dimasa pandemik ini sehingga harus tetap berpergian.

Lantas, langkah preventif apa yang bisa kulakukan untuk pencegahan covid-19 ini. Continue reading

KITA BERSAMA, LAWAN CORONA!

Kondisi sekarang ini, beneran diluar dugaan kita semua yakan. Kaya semua yang tiba-tiba. Tiba tiba ada virus ga tau wujudnya kek apa, tapi merepotkan banyak orang.

Kakakku di PHK. Beliau freelancer di salah satu perusahaan E-Commerce.

Sahabatku hanya mendapatkan Upah pokok aja. Beliau kerja di Wedding Organizer.

Temenku digaji 50%. Ia bekerja di rumah sakit swasta yang bukan rujukan Covid-19. Pasien rawat jalan menurun drastis.

Uwa-ku sebagai pemilik villa, langsung sepi pelanggan. Karena sama sekali tidak ada kunjungan. Continue reading

PENGARUH COVID-19 DIKESEHARIANKU

Diantara banyak hal yang terjadi selama pandemik Covid-19 terjadi di Indonesia. Saya ingin mensyukuri banyak hal;

Alhamdulillah masih punya pekerjaan. Perusahaan masih bertahan dan bisa ‘membiayai’ kami. Untuk pertama kalinya dalam 10 tahun kiprah bekerja, ngerasain yang namanya Work From Home. Selama ini, ku kira harus bekerja di Agensi aja biar ngerasain apa itu WFH. Sempet kepengen, tapi tau diri bidang pekerjaanku bukan itu. Jadi ku kubur cita cita bisa punya kebebasan waktu dalam bekerja. Eh, gegara Corona kesampaian. Oh, gini toh rasanya bangun tidur ku lekas kerja.

Pun harus ke kantor, perusahaan berbaik hati melarang kami untuk naik transportasi umum. Kami dibekali untuk bisa naik taksi/go car PP. Karena ongkosku bisa sampai 400 ribu pulang pergi, ku memilih full wfh. Continue reading

COVID-19, ANNYEONG!

Banyak hal menyenangkan di awal-awal tahun 2020. Meski Jakarta sempet banjir besar di tanggal 1 Januari, bikin kami sekeluarga yang tadinya mau ke Garut lepas shubuh di hari pertama tahun 2020, molor sampai abis ashar karena banjir menggenangi beberapa titik di Ibukota.

Dalam rangka nganterin pulang kakak dan keponakan, serta nganterin mama yang ingin berlibur sebentar ke Garut, saya dan adik saya jadi curi curi liburan sebentar cuti sehari. Cukup buat refreshment dan one day gateway menepi dari ibukota.

Di pekan ke-2 bulan Januari, saya kembali ke hall ICE BSD untuk menikmati (kembali) konser Super Show 8. Iya, konsernya super junior. Mihihi. Continue reading

RESOLUSI BARU SETELAH 2 MINGGU #DIRUMAHAJA

Setelah ada instruksi baik dari pemerintah dan perusahaan tentang kebijakan Work From Home (WFH).Β Akhirnya bisa ngerasain bekerja dari rumah macam teman-teman yang kerja di Agency. Muehehe.

Beberapa hari yang lalu, sempet nulis tentang hal-hal yang bisa dilakukan selama #dirumahaja di postingan ini. Jadi selain bekerja dari rumah, baca 1 buku, nonton drama 1 episode, scrolling social media, masak-masak, makan, tidur, gitu terus looping selama seharian. Continue reading

#DIRUMAHAJA; SURGANYA INTROVERT.

Sedih ya, melihat perkembangan dunia belakangan ini. Berasa ujug ujug diserang dan bikin kita semua panik dan menghela napas panjang.

Ekonomi perlahan namun pasti mulai lumpuh. Temen saya yang kerja di travel perjalanan umroh, dirumahkan sementara sampai perjalanan ke mekkah dibuka kembali. Temen saya yang lain kerja di event organizer, cukup hidup dengan gaji pokok karena banyak pernikahan yang ditunda. 😦

Adik saya, setelah melihat saya work from home, dan seharian dirumah lantas bertanya, “Gimana rasanya dirumah teh?” Mengingat dulunya rumah ini berasa kamar kos dan hanya sebagai tempat tidur. Aktivitas 16 jam diluar rumah. Diluar Depok bahkan. Senin sampai Minggu.

Continue reading

Mendadak Jastip di BBW 2020.

Tahun ini adalah tahun ke-4 BBW yang saya niatkan untuk datangi. Saya pernah kesana sendiri naik transportasi umum, pernah nyewa mobil karena mau ngajakin mama dan kakang turut serta, pernah naik KRL juga rombongan sirkus rame rame. Tahun lalu, saya dan kakak saya cek ombak buka jastip, tapi tidak terlalu banyak peminatnya.

Saya pun keburu puyeng karena datang di jam ramai pengunjung. Jadi selama 3 kali berturut turut belanjaan saya ga pernah menyentuh angka satu juta.

Tahun ini, ada yang ngajakin saya untuk nginep bareng di sekitar ICE. Meski sebenernya saya bercita cita untuk bisa nginep di Shantika. Muahaha. Biar tinggal ngesot aja dulu gitu ke ICE BSD. Tapiya dipikir pikir, mending uangnya jadi buku kan ya, daripada untuk rebah rebahan yang cuma itungan jam. Continue reading

DIBALIK DRAMA SI WIRELESS CHARGING.

Kalau disuruh menilai diri sendiri, salah satu yang mungkin akan saya sebutkan adalah impulsif. Saya adalah orang yang tidak berpikir panjang untuk membuat keputusan, namun (syukurnya) tidak ada yang saya sesali di hari ini.

Jaman gaji masih sejutaan, saya selalu nekat beli tiket pesawat untuk pulang kerumah. Tanpa berpikir panjang, setelah itu nanti makannya gimana.

Jaman gaji UMK, saya menghabiskan 1/3 gaji untuk melancong ke Karimun Jawa. 1/3 buat bayar kost-an, lantas sisanya untuk makan. Kalau kurang ya tinggal puasa.

Jaman mama saya kucruk kucruk kode minta rumah, rumah yang cicilannya sepanjang jalan kenangan itu dan melewati batas minimal cicilan dalam range gaji, saya tancap.

Jebol KI di luar kota, lempeng aja langsung beli tiket tanpa mempertimbangkan uang harian bulanan tersisa untuk bulan itu. Continue reading