Voluntrip Round 2; Explore The Happiness

Voluntrip Round 2 adalah gerakan sosial dari Dompet Dhuafa. Sesuai namanya, Voluntrip merupakan gabungan dari Volunteer dan Trip. Menjadikan kegiatan Volunteer berbarengan dengan jalan-jalan. So saya banget kan, ya. πŸ˜€ Saya mendapatkan informasinya dari Group WhatsApp. Iseng, saya isi form nya. Dan ketika pengumuman, saya lupa kapan saya daftar dan ini kegiatannya kapan. Well, tampak ga niat, ya! Haha. Semakin kaget ketika tahu Technical Meeting-nya bersamaan dengan Briefing Kelas Inspirasi Jakarta 5, dan kegiatannya sehari sebelum pelaksanaan Kelas Inpisari Jakarta 5. Bersamaan dengan itu, saya sedang #lemburhore banget dikantor.

Di bismillah-in aja, dikerjakan pelan-pelan. Dicoba semampunya, toh sampai juga sampai hari H. Meski drama.

Melihat saya yang udah gendong tas gede berisi alat tempur untuk teaching indoor dan penyuluhan, kang Mas menghibur dengan, “kalau ditinggal, kita liburan ke tempat lain aja, ya :)”

Continue reading

Selamat Hari Pendidikan Nasional!

Ada yang spesial di perayaan Hari Pendidikan Nasional tahun ini untuk saya. Saya percaya, tidak ada yang kebetulan, semunya tentu saja ada dia Sang Maha Pengatur. Tiba-tiba saya dapet notifikasi keterima sebagai volunteer di kegiatan Dompet Dhuafa pada tanggal 29 April – 1 Mei 2016, which means, keesokan harinya, 2 Mei 2016 saya harus stand by untuk kegiatan Kelas Inspirasi Jakarta yang sudah lebih dahulu saya tahu, pengumumannya.

Menjelang Hari Pendidikan, saya dapet kesempatan untuk mengisi teaching indoor class bareng Zi (Mahasiswa Ui), Aini (Dokter Gigi), Silvia (Mahasiswa) & Ghaniy (Bekerja di salah satu perusahaan kontraktor) di MI Al Khoeriyah, Desa Cintamanik, Bogor.

Awalnya sih saya sempet gimana gitu, ya, di Kelas Inspirasi aja menjadi fasilitator, eh dilalahnya malah kebagian ngisi kelas di MI, Kelas 5 pula, tergolong kelas besar yang seringkali saya hindari di Kelas Inspirasi. Hehe.. Karma does exist. πŸ˜›

20160430_062936

Sekolahnya? luar biasa. Berada ditengah hehijauan sawah dan gunung dengan tidak ada bangunan lain didekatnya. Anak-anaknya seru. Mereka belum mengenal gadget, tidak ter-distract dengan sinetron. Lesson Plan yang kami berlima siapkan, bisa kami sampaikan dengan sangat baik. Continue reading

Briefing Kelas Inspirasi Jakarta 5 #KIJakarta5

Entah itu akan jadi Panitia, Inspirator, Fasilitator ataupun Dokumentator. Ingin sekali untuk tetap menjadi bagian dari Kelas Inspirasi. Karena lirik akan “masa yang akan datang, kewajibanmulah..” selalu teriang. — alaniadita.

Hua! Betapa merindunya lingkungan sekolah. Terakhir kali ikutan Kelas Inpirasi, Oktober 2015 di Bogor. Setelah itu, sempet berniat ikut KI Sukabumi,namun batal karena sesuatu hal.

Apa sih yang bikin ingin balik lagi, ingin balik lagi ke lingkungan kelas Inspirasi? Saya pribadi sih, karena nagih. Saya suka sekali anak kecil dan saya sempet pengen jadi guru. Haha. Eh iya, saya juga pernah berharap bisa jadi bagian dari Pengajar Muda, namun pupus di seleksi dan izin orang tua. Maka, Kelas Inspirasi adalah solusi. πŸ˜›

Pertama kali ikut di Lombok, saya menyadari bahwa saya gagal menginspirasi. Saya merasa pesan yang saya sampaikan, tidak sampai. Bahkan ketika pulang, saya merasa mereka masih tidak mengerti apa itu pekerjaan HRD. Kemudian, saya mencoba ke Bandung. Saya coba untuk mencari metode yang pas untuk menyampaikan profesi ini. Dikelas besar (4-6) pesan ini bisa sampai dengan baik. Continue reading

Rejected.

Rejected

Melanjutkan S2,Menikah.

Menikah Muda, Menikah Nanti.

Menjadi Wanita karir, Mengurus rumah tangga.

Liburan ke gunung, Liburan ke pantai.

Pribadi terbuka dan blak-blakan, Pribadi tertutup serba diiyakan.

Pilihan itu kita yang lakukan, bukan? Kita yang ngejalani. Dengan segala konsekuensinya. Dan dari semua pilihan itu, kita ga akan bisa selalu memuaskan orang lain dan bikin mereka bahagia.

Akan ada aja orang yang ga suka, ga mau ngerti, apa yang kita rasain, apa keputusan kita, apa pemikiran kita, cara kita berbicara, cara kita bersikap.

Orang lain boleh untuk ga peduli. Boleh? Tentu saja.

Ah, jangankan orang lain, sahabat, orang terdekat. Bahkan didalam satu keluarga satu darah saja, ada aja ketidakcocokan.

Jadi, ketika kamu mengalami penolakan-penolakan, ga usah khawatir. Hidup kita bukan untuk menyenangkan hati orang lain kok. πŸ™‚

Kelak akan datang masa dimana, apa yang kamu lakukan adalah hal yang orang lain senangi. Apa yang kamu sukai, ia pun suka. Apa yang kamu pikirkan, sama seperti yang ia pikirkan, apa yang kamu rasakan, ia juga merasakan.

Dan Rejected, akan menjadi Accepted. :’)

Butuh Vitamin Sea? Mungkin 13 Pulau di Kepulauan Seribu ini solusinya!

*Calling All anak Pulau*

Suka butuh waktu buat menyepi dari hiruk pikuk Ibukota, engga sih? Saya awal awal pindah kerja di Jakarta nyempet-nyempetin banget buat jalan jalan keluar kota minimal sebulan sekali. Stress bawaannya kalau mengikuti pola kerja dan jalanan yang ga pernah ada matinya. Sekarang sih mulai selow, mulai seneng tidur sepuas-puasnya saking hari hari dikantor sudah pagi pulang malem. Rasa-rasanya weekend sudah tidak berdaya buat angkat ransel dan melakukan perjalanan jauh.

Nah, selama 4 tahun di Jakarta, saya cukup sering nih bolak balik ke Kepulauan Seribu. Dari yang one day trip sampai Weekend Gateway. Cukup worth it kok ternyata. Dari budget yang dikeluarkan sama kepuasan yang kita terima. Check this out!

Pulau Kelor

Pulau Kelor

Vitamin Sea untuk sehari! Untuk menjangkau pulau ini kita tidak harus menginap. Jadi bisa dilakukan one day trip. Disinilah tempatnya Rio Dewanto dan Atiqah siholan ijab qabul. #infotainmentnews.

Ada apa? Semacam ada monumen gitu aja sih. Berasa hawa hawa perjuangan jaman dahulu kala aja. Sayang, airnya tidak terlalu biru dan kecipak kecipuk-able. Untuk hunting foto, okelah.

Pulau Onrust

Pulau Onrust 5

Tidak jauh dari Pulau Kelor ada Pulau Onrust. Pulau ini sudah ada sejak tahun 1615. Belanda membangun dermaga dari galangan kapal untuk memperbaiki kapal-kapal VOC. Kemudian pada tahun 1958 dibangun sebuah benteng kecil. Dilanjutkan pada tahun 1971 diperluas benteng tersebut menjadi benteng segilima, dibangun pula Gudang, Dok dan Kincir Angin. Continue reading

Sebuah Pengakuan dan Hadiah untuk Papa.

Apa hadiah yang pantas diberikan untuk seorang Ayah? Berbeda halnya, mencari hadiah untuk Mama. Untuk perempuan, agak sedikit lebih mudah untuk kita berikan sesuatu. Pakaian, tas, sepatu atau kosmetik kesukaannya bisa kita belikan. Meskipun, kemarin saya mencoba memberikan sesuatu yang ‘lain’. Tiket pulang kerumah. πŸ™‚

Sementara untuk Papa? Yang paling saya ingat, ketika dulu saya bersekolah di bangku SMP, saya mengajak kakak dan adik saya untuk patungan membelikan kado untuk ayah saya.

Baju?

No.

Sepatu?

No.

Jam Tangan?

Boro-boro.

Kami membeli kacamata hitam seharga Rp. 25,000,- πŸ˜€

Papa selalu menyempatkan diri untuk mengantarkan ke-empat anaknya ke sekolah sebelum beliau ke kantor. Dalam perjalanan, satu benda yang selalu dipakai adalah kacamata hitam. ‘Silau’ ujarnya jika kami bertanya kenapa beliau nyaris tak luput dari kacamata.

Nah, mendekati hari ulang tahunnya, kacamata hitam papa patah. Kamipun akhirnya sepakat untuk membelikan itu sebagai hadiah ulang tahunnya. Tentu aja papa senang, barang itu bermanfaat karena sesuai dengan kebutuhannya saat itu. :’)

Tahun lalu, menjelang ulang tahunnya, saya lumayan ‘mikir’ untuk membelikan papa hadiah. Sampailah saya teringat satu kejadian.

Waktu itu saya masih SMP dan janjian ke Mall bareng salah seorang teman. Papa meminjamkan handphone miliknya untuk saya bawa. Apes, di jalan, handphone tersebut jatuh. Saya tidak cerita sama sekali ke papa, walau dalam hati berniat suatu hari nanti barang itu akan saya ganti.

Papa yang pelupa, menganggap handphone tersebut jatuh dari tasnya bukan karena saya.Β  Beliau sama sekali tidak bertanya/mengintimidasi saya. Iya, papa saya baik sekali. πŸ™‚

Saya memutuskan untuk membelikan sebuah galaxy Tab, untuk menebus ‘dosa’ masa kecil saya. Bagaimanapun, saya pernah berjanji untuk mengganti. Meski janji itu hanya pada diri sendiri.

Bagaimana komentar papa? Beliau senang dan terharu, karena bagi beliau, barang itu adalah barang yang beliau inginkan sesuai dengan kebutuhannya saat ini. Hal ini dibuktikan dari hadiah saya yang beliau foto dan upload di media sosial miliknya.

Hari itu, sesungguhnya bukan hanya papa yang senang. Melainkan saya jauh lebih senang. Saya berhasil mengalahkan diri sendiri untuk jujur dan mengakui kesalahan. Papa menganggap itu hadiah terindah, sementara saya merasa telah memberikan 2 hadiah dalam satu waktu. Untuk papa, dan untuk saya ketika melihat papa bahagia. πŸ™‚

Hadiah, tidak selalu dan melulu tentang barang mewah dan bernilai mahal. Hadiah bagi saya tentang bagaimana, ketika itu saya berikan kepada oranglain menghasilkan ukiran senyum di wajahnya.

Papa, semoga papa berkenan, ya.:)

Bulan depan papa Ulang tahun, kira-kira papa dikasih hadiah apa, ya?

 

 

Desa Panglipuran, Bali

Desa Panglipuran1

Halo! Gimana-gimana, long weekend-nya?Β  Banyak orang sering nanyain, ‘Nia, long weekend, kemana?’ Saya jarang banget keluar kota ketika libur panjang. Terakhir libur panjang Februari lalu, rencananya pengen ke Bandung, Cipularang macet banget. Berubah haluan ingin ke Puncak, macet juga. Alhasil saya ke Bandung hari ke-2 naik kereta, dan dilanjut ke Cirebon. Dalam episode keabisan tiket kereta Bandung – Jakarta, tapi tiket Cirebon – Jakarta masih banyak. *alesan*

2 tahun yang lalu, saya liburannya pasti deh seminggu sebelum atau seminggu setelah long weekend. Tempat wisatanya biasanya sepi gitu πŸ˜€ Terakhir kali long weekend jalan-jalan sih Agustus 2015 lalu, ke Bali. Dan emang direncanakan secara matang, karena bawa rombongan keluarga dan teman-teman sedivisi.

Selain ke Pantai, kami menyelipkan satu destinasi lain di Bali, yakni ke Desa Panglipuran. Sebuah daerah Desa adat di Daerah Bangli. Jaraknya sekitar 45 km dari kota Denpasar. Hm, cukup jauh sampai bisa bikin kita tertidur di sepanjang jalan sih. Worth it dengan pemandangan yang kita dapetin. Continue reading

Belanja di IKEA Alam Sutera

Ikea4

Sejak menginjakkan kaki di Jakarta 4 tahun lalu, saya seneng banget jalan-jalan cuci mata di Ace Hardware atau Informa. Kebetulan kosan saya, dekat dengan Gandaria City. Sukses bikin saya jadi hobi bolak balik kemari.

Tiba-tiba linimasa ramai dengan IKEA. Ikea yang ketika pembukaan-nya orang-orang pada rela antri. Kemudian, komentar orang-orang tentang harganya yang mahal. Saya sih ga tertarik, bukan karena harganya yang mahal, tapi lebih karena jauh. πŸ˜€ Ikea ada di Tangerang, sementara saya di Jakarta Selatan.

Sampai tiba-tiba Kang Mas pindah kontrakan yang kosong belum ada apa-apa. Saya jadi semangat ngomporin; “IKEA sih yuk, Mas. Mumpung masih kosong :D” Tentu saja, sebelumnya ngider terlebih dahulu ke Ace & Informa.

Karena bener masih kosong banget, selain Ace & Informa, kita juga muterin Carrefour & Lotte-Mart. Ngapain? Bandingin harga dong! *teteup*

Sabtu sore, kita mulai mikir-mikir gimana caranya bisa menggapai Ikea. Nanya-nanya shuttle bus, test price di Uber & Grab, sampai liatin maps. Niat hati, akan naik motor sampai Jl Veteran, kemudian naik shuttle bus, berubah menjadi tancap gas aja deh sampe IKEA nya. *labil* Continue reading

Tentang Gojek, Grab & Uber

Awal-awal moda transportasi berbasis online ini merebak di pasaran, saya agak memandang sebelah mata, secara bawa kendaraan sendiri, ada semacam perasaan ‘tidak perlu’ muehehe. *sombong* πŸ˜€

Sampai suatu hari, ya, well kemakan omongan sendiri. Saya mau trip luar kota, yang sebelum ke Stasiun, mau ketemuan dulu dengan mba Yuni dan paginya dianter oleh kang Mas. Uda deh, kali itu untuk pertama kalinya saya naik Gojek.

Logo Gojek

Kenapa Gojek? Entahlah hati saya sreg duluan aja sama gojek. Pesen deh buat nganterin saya ke Senayan City, dengan hanya Rp. 15.000,- saja.

Mungkin pertanyaan saya, sama kaya kebanyakan penumpang lainnya, “Bapak sejak kapan di Gojek?” berujung dengan curhatan, bahwa doi sebelumnya PNS yang terlibat pemakai Narkoba. :/ “tapi sekarang, bapak ga bawa narkoba, kan?” tanya saya super serius. Yang tentu saja, dijawab tidak. Continue reading

Museum Kata Andrea Hirata

Pada Januari 2013 lalu, ketika saya berjalan-jalan ke Belitung, yang terpikir oleh saya hanyalah mengunjungi tanjung tinggi dimana Ikal berlari-lari dan ngopi cantik di Manggar, kawasan 1000 kopi.

Pada perjalanan ke Belitung Timur yang memerlukan waktu sekitar kurang lebih 3 jam dari Tanjung Pandan, Mas Alim, guide kami ketika itu, mengajak ke tempat yang tidak saya rencanakan sebelumnya. Museum kata Andrea Hirata. Buat saya, ini semacam surprise. πŸ™‚

Museum Kata Andrea Hirata ini adalah museum sastra pertama di Indonesia, yang tentu saja isinya tentang karya dan tentang kata. Suka deh konsepnya. Sederhana namun ciamik. Continue reading