Selamat Jalan, Abi Sofyan.

Kalau yang sudah sering malang melintang di blog saya pasti pernah baca postingan saya yang ini, namun jika baru baru ini bacanya, akan saya rangkumkan postingan saya kala itu.

Saya memandang keluar lewat jendela pesawat ini. Para penumpang satu persatu memasuki pesawat. Pragumari sibuk membantu menyiapkan bagasi kabin. Dalam hati saya bergumam, “Iya sih, lagi solo traveling. Tapi kok ya ngerasa sendiri banget gini. Ga ketemu dan kenalan sama siapa siapa.” Saya kembali membaca sebuah novel “Project Happiness” yang baru saja saya beli di Bandara.

“.. kepada para penumpang, diinformasikan sesaat lagi pesawat ini akan lepas landas dari Bandara Ngurah Rai, Bali. Harap membuka penutup jendela. Gunakan sabuk pengaman. Untuk alasan keselamatan, lampu di kabin akan dimatikan..”

Saya menghela napas panjang. Menutup buku. Mencoba memejamkan mata sampai pesawat ini benar benar lepas landas. Menoleh ke penumpang sebelah, mata saya terusik oleh si Bapak yang mengeluarkan bundelan kertas bertuliskan ‘SKENARIO PARA PENCARI TUHAN 7 Episode 1″. Saya mencoba menoleh lebih jauh ke muka si Bapak. Berusaha mengingat, apakah beliau salah satu pemainnya. Pemain sebagai apa.

2 menit kemudian, si bapak mengajak saya berbincang bincang. Kami terlibat percakapan yang menyenangkan. Setidaknya saya beberapa kali tertawa. 10 menit sebelum landing. Beliau menyerahkan naskahnya pada saya, “Suka baca, ya? Mau baca ini?” Ujarnya sambil menyerahkan bundelan kertas tersebut. “Bapak, pemainnya?” tanya saya akhirnya. Rasa penasaran harus dituntaskan sebelum berpisah. “Bukan, saya sutradaranya.” jawabnya enteng.

Saya membaca halaman demi halaman naskah PPT. Sesekali tertawa ketika membaca bagian lucu yang selalu jadi daya tarik sinetron tersebut.

Save aja nomer saya. Kalau kamu mau, mampir aja ke lokasi syuting. Nanti saya kenalkan pada temen temen pemain PPT.”

Malem itu, saya diantar pulang oleh Sutradara PPT dan penulis skenario bajaj bajuri dan Suami suami takut istri yang kebetulan rumahnya searah dengan jalan ke kost-an saya.

3 minggu kemudian, saya berkeliaran disekitaran lokasi syuting untuk bertemu dan belajar arti dari syuting sinetron itu seperti apa. Bapak yang baik hati itu selalu bilang pada setiap orang, “kenalkan, ini Nia, saudara saya dari Batam.”

Kemarin, sekitar pukul 4 sore, saya sedang scroll scroll timeline instagram saya. Sampai pada postingan Dian Sastro yang ini;

sumber: liputan6.com

sumber: liputan6.com

Tetiba badan saya merinding. Sambil melafalkan Innalillahi wa inna ilaihi rajiun, saya pastikan sosok ini. Ya, sosok inilah yang saya ceritakan diatas. Abi Sofyan.

Memori saya langsung mengingatkan saya pada malam itu, dimana Beliau duduk disebelah saya. Bersama penulis skenario Bajaj bajuri yang duduk disebelahnya juga (beliau duduk diantara kami), mereka berdua akhirnya menemani perjalanan pulang saya ke Jakarta. Continue reading

Menyusuri Jejak Tsunami di Banda Aceh (3)

Setelah diantar ke Mesjid Raya Baiturrahman, Kapal Apung PLTD dan Museum Tsunami yang saya ceritakan disini, selanjutnya Abang Rollis mengantarkan kami ke tempat lain

“Abang tahu Pantai Lampuwuk? Jauh engga?” Tanya Febby pada Bang Rollis.

“Jauh sih.” Jawabnya

“Seberapa jauh?” sambung saya.

“Setengah jam-an deh kayanya.”

itu mah deket >,<‘

12.30 – 13.00 : Sholat Dzuhur di Mesjid Lhoknga

Maka, Jomlah kami menuju Pantai Lampuwuk, sebelumnya kami menyempatkan diri untuk sholat di hmm, sebelumnya, ada yang inget dengan mesjid ini?

Replika Mesjid yang tetap berdiri kokoh di Ule Lhee

Replika Mesjid yang tetap berdiri kokoh

Selain mesjid Baiturahman, mesjid ini juga rame banget diberitakan di Media Elektronik & Media Masa. Ya gimana ya, bangunannya utuh, sekelilingnya hancur lebur. Kita akan menemukan mesjid ini dalam perjalanan menuju Pantai Lampuwuk.

FullSizeRender(4)

Mesjid Rahmatullah, Kecamatan LhokNga.

Jadi, masih menurut cerita Abang Rolis, dulu ini Lhoknga ini kawasan padat penduduk. Setelah tsunami, atas bantuan negara turki lah, mesjid ini diperbagus, beberapa rumah penduduk dibangun, tapi ya ga sama seperti dahulu.

Jadilah menuju pantai, hanya dedaunan yang kami temui, jarang sekali menemukan rumah penduduknya. Dan inilah, pantainya! Kece!

13.00 – 15.00 : Tidur siang di Pantai Lampuwuk.

IMG_8079

Vitamin-Sea!

Well, kenapa cantik dan bersih lagi sepi? Karena ini bulan puasa. Ngiahaha. Hanya orang salah liburan seperti kamilah, yang berada di pantai ditengah cuaca yang panasnya ampun ampunan. 😀

Kosong.

Kosong.

Yang saya lakukan di sini, baca buku dan tidur siang. Ngiahaha. Seriusan, karena tempat tujuan yang ingin dicapai sudah habis, kami hanya menunggu waktu berbuka. Maka, kami menyempatkan diri untuk tidur siang dimari. 😀

Kalau kebangun, pemandangan yang dilihat ini;

IMG_4522Kemudian, tertidur lagi. Merasa pegal, duduk dan berjalan sedikit, pemandangannya ini;

IMG_4524Buat saya yang selama 7 tahun tinggal di Lhokseumawe, dan rumah saya persis diseberang Laut. Melihat pemandangan ini itu, seneng seneng seneng banget! Semacam kenangan masa kecil yang terkuak kembali. ceileh. 🙂 Alhamdulillah.

Sedari di Mesjid Lhoknga, saya sudah bilang pada Abang Rollis bahwa kami tidak menjamakkan sholat, sehingga minta diajakin untuk Wisata Mesjid sekalian. Ketika waktu sholat tiba, kita sholat saja di mesjid yang kita sedang atau akan lewati. Eh ilalahnya, pas adzan ashar, pas kami melintas di Ulee Lheue.

15.30 – 16.10 : Sholat Ashar di Mesjid Baiturrahim, Ulee Lheue

IMG_4547Ulee Lheue juga salah satu bagian terparah ketika tsunami tiba, ia berbatasan langsung dengan pantai. Ada 3 mesjid yang tetap berdiri kokoh ketika tsunami sementara disekelilingnya hancur lebur, yang Alhamdulillahnya ketiganya berhasil kami sambangi seharian ini. 🙂

IMG_4543 copy

Mengingatkan pada film Negeri 5 Menara.

Sebelum berburu takjil dan mencari tempat untuk berbuka puasa, kami masih diantar ke satu tempat lagi. guess where?

16.10 – 17.30 : Kapal diatas rumah Lampulo.

Dalam sejarahnya, kapal ini tadinya sedang berlabuh. Dan ketika tsunami datang, kapal ini terhempas mengikuti aliran air. Berkat kapal ini, ada 59 orang yang selamat dari musibah tsunami. Subhanallah ya. Kalau emang sudah ajalnya, mereka menemui ajalnya, jika belum, ada aja cara Allah mengirimkan ‘bantuan’. Masya Allah.

Perjalanan kali ini, buat saya sesuatu sekali. Hati bergetar berkali kali. Bersyukur dan mengagumi kebesaran Allah yang tiada tandingannya. Satu pertanyaan besar saya, mengapa Aceh bisa secepat ini ‘recovery‘ nya? Dalam menuju 11 tahun pasca tsunami, Aceh mengalami perkembangan luar biasa. Tatanan kota hampir sempurna. Dijawab lugas oleh Abang Rollis, bahwa Aceh masih punya Sumber Daya Alam yang menjajikan. SDA yang tentu saja diincar oleh negara luar. Jangankan membantu membangun kembali, teknologi negara asing saking canggihnya, sehari setelah kejadian tsunami, kapal asing yang berfungsi sebagai rumah sakit sudah menepi di Banda Aceh, dimana kita sendiri penduduk Indonesia masih bingung nyari akses menuju lokasi. Dokter dokter dan bala bantuan dari luar negeri sudah terlebih dahulu standby. Ah, entah untuk apapun itu, terimakasih banyak ya para relawan luar negeri untuk bumi saya, bumi pertiwi ini. 🙂

Menyusuri Jejak Tsunami di Banda Aceh (2)

Bus yang kami tumpangi memasuki Terminal Banda Aceh, kemudian berhenti. Berbeda dengan di Medan, bus ini kami naiki tidak dari Terminalnya, melainkan dari Pool Sempati Star-nya. Tampak semua orang menuruni bus ini, kamipun ikut ikutan turun. Seperti halnya terminal bus, sudah banyak abang abang ojek yang menyambut kami di pintu bus. Saya menggandeng Febby untuk mencari konter penjualan tiket Sempati Star terlebih dahulu. Untuk memastikan tiket pulang kami yang masih di hari yang sama. Ya, kami tidak menginap di Banda Aceh.

Berkat bantuan si penjual tiket, saya dihampiri seseorang yang katanya akan menemani perjalanan kami hari itu. Saya dan Febby memilih untuk menyewa mobil satu hari. Ia, yang kemudian saya tahu namanya Rollis, mematok Rp. 500,000,- untuk all day tour termasuk bensin dan supir. Saya tawar Rp. 400,000,- kemudian kesepakatan terakhir di Rp. 450,000,- 🙂

Hari masih pagi, pada saat itu pukul 9 pagi, saya meminta diantar ke Mesjid Raya Baiturrahman terlabih dahulu. Sekalian ingin mandi mandi.

09:00 am; Mesjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh.

Kota ini (baca: Banda Aceh) kota sepi, setidaknya jalannya tidak seramai Ibukota, saya tidak menemukan kemacetan. Melihat Mesjid Raya dari jauh, ingatan saya kembali ke 11 tahun silam, dimana mesjid ini selalu ada dilayar televisi & digadang gadang sebagai mesjid yang tetap berdiri kokoh ketika tsunami menghantam. Disana, saya menumpang mandi dan menunaikan sholat Dhuha. Memasuki area dalam mesjid, hati saya gemeteran. Tempat inilah yang 11 tahun lalu dipenuhi mayat korban tsunami. Penuh sumpek karena semua orang berusaha mencari sanak saudaranya ditempat ini.

IMG_4418

Saksi bisu..

Sayup sayup terdengar suara anak anak yang pada saat itu sedang mengaji. Saya bersujud sekali lagi.

Mesjid Baiturrahman

Mesjid Baiturrahman

Continue reading

Menyusuri Jejak Tsunami di Banda Aceh

Saya bangga pernah menghabiskan masa kecil di ujung pulau Indonesia. Lhokseumawe, Aceh Utara, Nanggroe Aceh Darussalam. Ayah saya ditempatkan disana oleh kantornya, yang membuat kami sekeluarga pun ikut serta. 7 tahun kami menghabiskan waktu di kota kecil itu, sampai akhirnya Ibu meminta ayah pindah, karena pada saat itu situasi mulai tidak aman terkait banyaknya oknum GAM (Gerakan Aceh Merdeka).

Kami pindah ke Batam, Kepulauan Riau pada pertengahan tahun 2001, 3 tahun kemudian, pada tahun 2004, terjadi bencana besar di Aceh. Tsunami. Bencana alam yang mengakibatkan 230 ribu manusia kehilangan nyawa. Keluarga saya tentu saja bersyukur, bahwa kami merasa ‘diselamatkan’ dari bencana itu. Namun, masih banyak teman teman/tetangga kami yang terjebak disana. Salah satunya, tetangga dekat kami ketika di Lhokseumawe. Pada saat kejadian, mereka sekeluarga sudah berdomisili di Banda Aceh, tempat dimana Tsunami terjadi. Bayangkan paniknya kami ketika itu, semua nomor posko yang tertera dilayar televisi kami hubungi, tak sekalipun kami berkesempatan berbicara, karena nomor itu selalu sibuk. Ayah saya tak kehabisan akal, beliau mengubek ngubek semua buku agendanya, mencari nomor lain yang bisa dihubungi, ketemulah nomor orangtua dari tetangga kami tsb yang berdomisili di Medan. Continue reading

Eid Mubarak 1436H

“Nur, kamu masih dapet THR nih. Kan belum nikah, nanti kalau uda nikah, baru deh bagi bagi sama sepupu, ya” — Tante Nana.

Saya speechless.

Akhirnya ke Batam lagi! Setelah belakangan merayakan hari idul fitri di Garut. Karena mepet, pulangnya H-2, berita buruknya, tepat dihari itu saya mens.

Angan angan pulang ngebantu mama beberes rumah dan bantuin masak masak, gagal total sodara sodara! saya sukses tepar 😦

Dihari pertama nyampe rumah, pertanyaan mama seperti yang sudah aku duga sebelumnya. “Kok kurusan?” Ada kali 10x belum juga 24 jam, pertanyaannya sama terus. 😐

Keesokan harinya, kami mampir ke rumah saudara satu satunya yang ada di Batam, yang hari itu mau mudik ke Surabaya. Berujung pada gagal terbang karena kasus gunung Raung. 

H-1 Lebaran. After a long time no see.

H-1 Lebaran. After a long time no see.

Malemnya, sukses tepar. Sempet pake drama nangis segala, saking kesakitannya. Padahal lagi malem takbiran. Walhasil, suprise banget ngeliat adik adik saya ngerapihin rumah, nyuciin piring, buang sampah. Sementara papa mengurusi zakat di Mesjid dan mama ngelusin, nemenin, dan melukin saya di kamar.

Besoknya? Demi terciptanya foto keluarga, saya mandi juga. Jangan bayangkan, sungkem syahdu, saya minta maaf dalam keadaan belum mandi. 😀

And here is it..

20150717_091835

Minal Aidzin Walfaidzin, Mohon maaf lahir & Batin. 🙂

Foto yang aneh aneh sih yuk, gini..

20150717_091810

Kalau sempet ada tamu, kita snooze dulu deh yaa.. 😛

Papa yang kebetulan RW, langsung banyak serbuan tamu. Saya dan adik adik memilih mengurung diri didalam kamar. Hanya keluar jika dicariin tamu, “.. Anak anaknya mana, pak?” Saya akan keluar, diikuti oleh adik adik 😀 Selebihnya, kami tidur. Haha. Sorenya, kami kedatangan Saudara yang akhirnya mengalihkan penerbangannya ke Jakarta, kemudian naik Bus ke Malang. 🙂

20150717_150024

Ga janjian abu abu. 🙂

Hari kedua lebaran, saya yang masih disminore menghabiskan banyak waktu di kasur. Demikian pula dengan adik adik.

Hari ketiga lebaran, saya menyempatkan diri menimbang berat badan di rumah Steffi, daaaann.. timbangan saya 43,2 kg 😦 Ini diluar ekspektasi saya. Saya kira, setelah kerjaan saya makan tidur selama dirumah, dan makan banyak jika diluar rumah, saya mengantongi 48 kg seharusnya. Nyatanya engga. 😦

Well, masih banyak yang harus disyukuri lebaran tahun ini. Bisa kumpul dalam keadaan sehat. InsyaAllah yang sudah dilakuin dibulan Ramadhan jadi berkah. Bisa ketemu lagi di Hari fitri tahun depan dengan formasi super lengkap. Ber-9 mungkin ya. Aamiin 🙂

Video-video yang membuat saya menangis.

Ada kalanya saya senang merasa sendiri. Entah karena itu saya bisa makan di warung tenda sendirian, keluar masuk toko toko dalam Mall, menambah kecepatan kendaraan saya, terakhir menonton sesuatu. Pagi ini, video video ini lah yang bikin saya sukses merebes mili.

Video tentang Perempuan.

Video ini saya tonton ketika memperingati hari kartini 2015, beredar diberbagai media social. Tentang divorced yang baru setahun mengaku ke Publik, saya punya teman sekantor yang bernasib sama, beliau bahkan lebih lama 2-3 tahun baru bisa cerita kalau sudah divorced. Tentang perempuan yang usia mau kepala 4 belum menikah, di lingkungan kantor saya malah usianya sudah lebih dari kepala 4. 😦 Tentang perempuan yang sekolah namun memilih jadi ibu rumah tangga, ini kakak saya dan ibu saya banget. Keduanya memilih untuk menjadi full time mother. Tentang perempuan yang berkarir sekaligus menjadi Ibu, hmm, saya bermimpi dan bercita cita untuk menjadi Ibu Rumah Tangga karena melihat Ibu saya. Mengetahui setiap jengkal perkembangan anak adalah hal yang menyenangkan, bukan? Namun, sejalan dengan itu, saya melihat ayah saya, agak ngos ngos-an untuk membiayai hidup kami. It’s why, saya pengen tetap bekerja, setidaknya bisa back-up pasangan.

Video ini tuh ceritanya apa ya, ya kita itu bener bener gatau apa yang akan terjadi kemudian hari. Besok itu misteri. Siapa yang kepikiran umur maju terus nikah ga jadi jadi? Atau menikah dan bahagia memiliki anak, kemudian di pisahkan. Atau sukses di karier akhirnya memilih menjadi ibu rumah tangga. Hidup itu ya gitu, serba pilihan 🙂

PS. Berhentilah nanya kapan menikah, nyakitin ati tauk.

Video tentang hubungan Ayah – Anak ditengah keluarga yang tak lagi utuh.

Anak yang tumbuh dalam keluarga Broken Home. Ini sempet rame juga di Media Sosial, sebuah video tentang Azka, anak dari Deddy Combuzer yang mendeskripsikan kehidupannya ditengah tengah keluarganya yang tak lagi utuh. The Story of Broken Home Kid. Azka menjelaskan bahwa dia tak kehilangan ayah ibunya. Mereka bertiga masih bisa liburan bareng, dia tidur bareng ayahnya dan ibunya setiap hari menjengkunya. :’) Kemudian, di ulang tahunnya yang ke-10, hitam putih menghadirkan Azka untuk ayahnya. Dan menyentuh sekali 🙂

Video tentang Umi Pipik yang tegar, kuat ketika ditinggal Uje dan musibah kebakaran dirumahnya.

Hmm, saya pengagumnya Umi. Wanita ini luar biasa sekali. Udah mah cantik, nerima Alm Uje yang dulunya pecandu berat Narkoba apa adanya. Diuji bertubi tubi, tetep senyum. Anak anaknya masya Allah, sholeh dan sholehah nya :’)

Napak Tilas (Wisata) Jawa Tengah.

“Nia, kamu asli mana?” Pertanyaan yang sering sekali saya terima.

“Hmm.. Saya lahir di Jawa Tengah, Ayah kelahiran Jawa Timur, Ibu kelahiran Jawa Barat. Yes, saya jawa tulen.”

“Jawa nya neng di?”

“Purwokerto. Hehe, tapi saya hanya numpang lahir. Masa kecil saya dihabiskan di Lhokseumawe, Aceh Utara. Masa Remaja di Batam, Kepulauan Riau. Kuliah di Bandung. Lantas kerja di Jakarta. Saya sukses ga bisa bahasa Jawa.”

Setelah lulus kuliah, saya bertekad untuk kerja di Jakarta, untuk mengejar pendapatan yang cukup dan kemudian Jalan jalan. Semesta mendukung. Saya menjelajah.

karjaw

Perjalanan pertama saya ke Jawa Tengah dari Jakarta adalah ke Jepara. Tujuan akhirnya Karimun Jawa. Saya menggunakan moda transportasi Bus. Perjalanan ditempuh selama 14 Jam. Tidak akan bosan, karena selama perjalanan disuguhi pemandangan ciamik.

Karimun Jawa ditetapkan sebagai Taman Nasional dimana kita bisa menikmati keindahan bawah laut. Menikmati terumbu karang yang berwarna warni. Menikmati tenggelamnya matahari dari atas kapal. Duduk bersenda gurau di Alun alun Karimun Jawa, menghilangkan segala kepenatan atas rutinitas yang ada. Bertemu teman baru, menghabiskan waktu dengan nyebur ke laut. Menyenangkan! 🙂

Untuk kamu yang ingin juga menikmati pesona karimun Jawa, PT Pelni membuka paket wisata bahari ke Karimun Jawa lebaran nanti. Check this out! Continue reading

Marhaban Ya Ramadhan.

Alhamdulillah, dipertemukan lagi dengan bulan suci Ramadhan. Ga kerasa uda 7 tahun menjalani bulan puasa jauh dari keluarga. Merantau tepatnya.

4 tahun terakhir dirasakan di Ibukota, Jakarta. Rasanya? Menyenangkan.

Ditahun pertama, agak kerasa beratnya. Belum punya motor. Kerja di perusahaan yang ga ada dispensasi pulang lebih cepat. Sering kali berbuka di halte depan Mall Gandaria City. Seorang diri? Iya banget. Setelah minum apa adanya, jalan kaki lagi ke kosan. Kasian banget deh sama diri sendiri kalo inget masa masa itu :’D Makan malamnya lebih sering beli diluar setelah tarawih.

Ngomong ngomong tentang tarawih, pengennya safari mesjid. Tapi karena belum punya temen yang punya kendaraan, dan saya sendiri juga masih naik umum kemana mana, memuaskan diri sholat di sekitaran kosan. Nah, ceritanya disebelah kosan cuma ada mushola, maka si bapak ibu kosan inisiatif nyewa tenda yang dibangun ditengah jalan khusus untuk taraweh. ihihi, seriusan, kita sholatnya di jalan raya. Macam macam sholat ied gitu. Mayan banget, anginnya sepoi sepoi. 😀

Sesekali buka diluar sih, sama temen kantor. Yang paling diinget, ditraktir Mas Leo berbuka puasa di Hanamasa. Duh, dulu makan di Hanamasa itu asa nu elit pisan. Susah diraih. Secara gaji masih pas-pasan. Jadi pas ditraktir disitu berasa dream comes true. Mas Le emang baik kaga keturutan.

Sahurnya? minim banget. Makan indomie itu uda paling mewah. haha. Itu juga masaknya di magic com. Ceritanya ga berani shubuh shubuh ke dapur sendirian.

Ditahun pertama ini, sempet berdoa, semoga taun depan puasanya ga sendirian gini. Sedih.

Dikabulin deh, tahun ke 2 Ramadhan di Ibukota saya punya teman.

.. Putri. Makanya lain kali berdoa yang spesipik, minta suamik, ga cuma buka dan saur sendirian ~~~\o/

Banyak hal baru ditahun ke 2 ini. Saya pindah kantor. Saya sudah memiliki kendaraan sendiri. Dan sholat teraweh ga lagi ditengah jalan. 😀 Mesjid disekitar kosan sedang di bangun. \o/

Dikantor yang sekarang, ada dispensasi waktu pulang menjadi pukul 4 sore. Kemudian, setiap hari ada ta’jil. 🙂 2 hari dalam seminggu, perusahaan yang menyediakan, sisa harinya, setiap orang didivisi gantian ngebeliin. Ah, sejahteranya saya.

Cucurak Menyambut Ramadhan

Cucurak Menyambut Ramadhan

Untuk berbuka puasa, karena ada Putri, saya suka masak. Yang seringkali masih bisa dimakan juga untuk sahurnya. 🙂

Undangan bukber mulai merajalela. Dalam seminggu hampir berimbang, antara memenuhi bukber dan masak. Saya berbahagia.

Memasuki tahun ketiga, masih dikantor yang sama, dengan jadwal ta’jil yang sama, saya masih bersama Putri, Mesjid disekitar masih dalam Pembangunan jauh lebih baik dan .. Saya Safari Mesjid!

Seneng banget, akhirnya nyoba ke mesjid mesjid gede yang ada di Ibukota. Yang jelas, ga sendirian. :))) Bareng kang Mas, saban hari kerjaannya ngider. Mana sekalian kulineran kan, ya. Segala macam ta’jil. Segala aneka makanan berat setelah taraweh. Menyenangkan!

Dan.. tiba tiba udah tahun keempat aja gitu Ramadhan di Jakarta. dan saya masih sendiri.

Cucurak menyambut Ramadhan ke-4 Nia di Jakarta ~~~~\o/

Cucurak menyambut Ramadhan ke-4 Nia di Jakarta ~~~~\o/

Saya masih dikantor yang sama. Masih bersama temen sekamar yang sama. Dan mesjid deket kosan udah bagus banget! Udah kaya mesjid Pondok Indah, gede dan Wah 🙂

Saya sempat membeli beberapa ‘alat perang’ untuk Ramadhan kali ini, semacam macam beli minyak, fast food untuk sahur dsb. Sempet ikut Taraweh pertama di Mesjid deket kosan yang uda bagus itu, Sudah siap lahir batin untuk puasa.

… kemudian saya mens. 😐

Waktu cepet banget ya, berlalunya. Berasa baru kemaren, puasa sendirian di Jakarta, kaya bangun bangun uda 4 tahun kemudian gitu. Lalu, resolusi Ramadhan saya tahun ini, apa?

Sama seperti tahun tahun sebelumnya, pengen berbuat apapun yang mengandung pahala.

Kalau ibadah wajib sudah semacam kebutuhan. Sekarang giliran ningkatin yang sunnah. Dhuha nya, Sholat Sunnah nya, Tilawahnya, Baca bukunya, Melakukan apapun yang manfaatnya.

Dan semoga. Semoga. Semoga tahun kelima besok statusnya berubah.

AAMIIN. *Doa tulus dari relung hati yang paling dalam*

10 tempat untuk #travelerPemula.

Ada ga sih, yang lagi mulai pengen jalan jalan setelah melihat orang lebih bahagia hidupnya dengan menghabiskan waktunya untuk jalan jalan? Atau karena ga sengaja baca majalah yang isinya tentang keindahan Indonesia? Atau kebaca ditimeline sosial media yang ternyata beberapa selebtwit pamer foto foto jalan jalannya? Atau pas lagi blogwalking, kebanyakan isinya menceritakan tentang perjalanannya ke suatu tempat?

Lalu, ada rasa yang sama untuk merasakannya juga. Yang dilanjutkan, bingung harus memulai dari mana?

Mungkin 10 tempat ini bisa menjadi awal kamu menjadi #TravelerPemula.

Jakarta

Sirik sama foto foto dari Pulau Derawan? Atau Raja ampat? Sebagai pemanasan, cobain deh ke Kepulauan Seribu. Ada banyak pulau yang bisa disambangi. Pulau Cipir, Pulau Onrust dan Pulau Kelor yang bisa didatangi satu hari pulang pergi. Pulau Tidung, yang hanya ditempuh 2 jam dari Muara Angke. Pulau Pari, Pulau Pramuka, Pulau Bira atau Pulau Harapan, Pulau terjauh dari ibukota.

jakarta

Bandung

Bandung

Menyepilah ke kawasan Lembang di Bandung. Ada tempat wisata Tangkuban Perahu yang terkenal dengan legendanya. Mampir melihat padang rumput hijau di D’Ranch. Dan menikmati malam di Bandung Floating Market.

Garut

Di Jawa barat, kamu bisa lihat replika dari negara Swiss. Angkat ransel menuju terminal bus luar kota terdekat, naikilah menuju Garut. Kamu bisa lihat hutan mati dari Gunung Papandayan, serta bonus sunrise ciamik.

Garut

Untitled-1

Ayo coba naik kereta api ke Jawa bagian tengah! Kamu bakal menemukan hal baru yang belum pernah kamu temui sebelumnya. Temen yang duduk disebelah kamu. Pemandangan sawah sepanjang jalan. Serta pelayanan jasa kereta api ini yang sejauh ini memuaskan. Ssst.. kamu ga perlu khawatir, untuk kelas ekonomi sampai eksekutif disediakan colokan gratis. Yes. Turunlah di Stasiun Solo Balapan. Nikmati acara tahunan kota Solo. Solo Batik Carnival.

Solo3 Solo2 Solo

Semarang

Semarang

Beranjak dari Solo, sempatkan untuk menginjakkan kaki di Semarang. Kunjungi mesjid megah di Jawa Tengah ini. Mesjid yang dibangun dengan pilar pilar yang bisa terbuka ketika hujan turun. 🙂

Jepara

Jepara

Ketagihan snorkeling setelah pulang dari Kepulauan Seribu, upgrade ke pulau yang lebih oke underwaternya sebelum menginjak Derawan. Karimun Jawa! Menuju pulau ini kita harus menyebrang dari Pelabuhan kartini, Jepara. Untuk sampai Pelabuhan ini, kita bisa menaiki bus antar kota sampai ke Jepara.

Jepara2

WonosoboMasih dari Jawa Tengah dan tidak terlalu jauh dari Jakarta, Wonosobo adalah satu kota yang harus dikunjungi sebagai #travelerPemula. Nikmati kesejukan udara di Desa tertinggi di Pulau Jawa. Lihat bagaimana banyak anak kecil yang berambut gimbal didaerah ini.

Dieng

MagelangMagelangSiapa yang ga mengenal Candi Borobudur? Candi yang pernah menjadi salah satu dari tujuh keajaiban dunia. Meski sudah tidak menjadi keajaiban dunia lagi, Candi Borobudur masih oke banget untuk menjadi salah satu tujuan destinasi untuk para traveler. Masa iya, sak umur hidup ga mau ngerasain gimana dulu rakyat Indonesia bersusah payah membangun Candi ini?Magelang2
malang2

Setelah menginjakkan kaki di Jawa Barat dan Jawa Tengah, jom kita ke Jawa bagian Timur. Mahameru mulai naik daun sejak film 5cm beredar di pasaran. Jika merasa tak sanggup untuk mencapai puncak, sampai di ranukombolo saja sudah menyenangkan hati, jiwa dan raga kok. Selesai melakukan pendakian, jangan lewatkan Pasir Berbisik dan menikmati sunrise di Bromo. Percaya deh, kamu bakal makin makin cinta sama negeri pertiwi ini.

Bali

Bersyukurlah karena sekarang sekarang ini, sering banget ada promo maskapai ke Bali. Kini nginjek Bali ga hanya mimpi. Beneran.

SONY DSC

So, what are you waiting for? Angkat ransel dan lakukanlah perjalanan 🙂

Tulisan ini diikutsertakan dalam rangka blog competition yang diadakan oleh #TravelNBlog

[CharityLovers] One Day Fun Doing Fun goes to Batam

spanduk copy2 One Day Fun Doing Fun di Jakarta pada Oktober 2014 silam, saya niatkan menjadi Pilot Project-nya CharityLovers. Saya berencana untuk meng-agenda-kan kegiatan tersebut maksimal 6 bulan sekali. Bulan lalu, saya coba membawa konsep One Day Fun Doing Fun ke Batam. Tempat dimana saya menghabiskan masa remaja. Sekalian reuni kecil kecilan sama teman teman saya yang di Batam.

Kegiatan ini diadakan tepat 6 bulan setelah ODFDF Jakarta, 19 April 2015. Mencari tempat yang mirip mirip dengan konsep ODFDF; ruang terbuka hijau. Menyempatkan cek lokasi di H-4. Ketemulah ini..

Pantai!

Pantai!

Sesuailah dengan apa yang saya mau. Diatas rumput. Pemandangan Pantai (Plus, bisa melihat gedung tinggi Singapore). Rindang. Alhamdulillah. 🙂

Adik adiknya berjumlah 45 orang, terdiri dari 2 Panti Asuhan; Panti Asuhan Tanjung Uma berjumlah 28 Orang & Panti Asuhan Anak Cemerlang 17 orang.

Inti dari kegiatan ini adalah mengajak adik adik bermain, melepas penat belajar, belajar berkelompok, bersosialisasi dengan kakak kakak pendamping.

Kegiatan kali ini dipandu 2 mc kece; Kakak Steffi dan Kakak Liza. Kedatangan Dokter Nayla yang akan memberikan sosialisasi perihal sikat gigi. Dibantu Kakak Anil yang turut sumbangsih membacakan doa.

Games pertama; Permainan dimana kakak dan adik dibagi menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok diberikan beberapa buah balon, untuk ditiup, serta dipecahkan menggunakan anggota tubuh.

Setelah meramaikan lokasi dengan letusan balon. Beranjak ke kegiatan berikutnya; Sosialiasi menyikat gigi oleh dr. Nayla. Masing masing adik adik diberikan sikat gigi untuk praktek langsung.

Beranjak ke Games kedua; Bermain Kerang dan Mutiara. Rule-nya adalah, setiap adik adik adalah Kerang, setiap kakak kakak adalah Mutiara. Maka, ketika MC bilang 13 kerang, 2 Mutiara. Adik adik harus berjumlah 13 orang membentuk lingkaran, dan ada 2 kakak kakak nya berdiri didalam lingkaran.

yes, ini adalah games paling diskriminatif dimana banyak terjadi pertumpahan darah 😀

“Tuh kan, gara gara ko masuk kita jadi kalah.”

“Kak, kakak keluar. Kami uda pas, kak”

:’D

Lompat kemenangan!

Lompat kemenangan!

Games ketiga; Belum puas keketawaan dan masih ada waktu untuk bermain main, MC memberikan games lain lagi. Yakni, Masing masing kelompok kakak adik dimodali satu kertas koran. Dengan bantuan musik, setiap orang joget joget diatas koran. Ketika musik berhenti, koran tersebut dilipat. Kemudian, joget joget kembali, begitu seterusnya sampai ukuran terkecil kertas korannya.

Adik dan kakak mulai kehabisan tenaga. Kami sukses melupakan sejenak segala permasalahan hidup yang ada. Yang kami tahu, bagaimana menuntaskan games demi games, rangkaian kegiatan demi rangkaian kegiatan. Kemudian, sempat ada moment dimana Kakak Steffi memberikan Motivation Word nya. Dimana adik adik harus punya cita cita. Punya semangat untuk menggapai cita cita tersebut.

Motivation Word.

Motivation Word.

Setelah makan siang bersama, tidak ketinggalan pula ada doa bersama yang dipimpin langsung oleh Bapak Pengasuh Panti Asuhan anak Cemerlang.

_MG_1055

Mendoakan kesejahteraan. Mendoakan semoga apa yang diinginkan dan diharapkan oleh Kakak kakak maupun adik adik diijabah Allah. Aamiin.

Seperti ODFDF sebelumnya, ada pembagian Goodie-Bag serta cemilan lucu lucu-an sebagai oleh oleh adik adik untuk dibawa pulang.

Ngantri.

Ngantri.

Sayanora; Backsound : See you Again, OST Fast Forius.

Sayanora; Backsound : See you Again, OST Fast Forius.

Rasanya ga lengkap kan ya, kalau ga ada sesi foto rame rame. Foto keluarga besar One Day Fun Doing Fun goes to Batam.

Sampaikan salam pada One Day Fun Doing Fun part 3! \o/

Sampaikan salam pada One Day Fun Doing Fun part 3! \o/

Kegiatan ini, ga akan se-sukses ini, ga se-menarik, se-memuaskan ini tanpa kakak kakak kece yang ga lelah dan ga bosen buat menemani adik adiknya bermain. Dari jauh lubuk hati yang paling dalam dan rasa syukur yang ga ada matinya, saya atas nama pribadi dan CharityLovers hanya ingin bilang, terimakasih banyak, kak. Semoga kebaikannya dibales lebih oleh Allah SWT. 🙂

Kakak kakak kece penunjang ODFDF goes to Batam.

Kakak kakak kece penunjang ODFDF goes to Batam.

Last but not least, Alhamdulillah, selalu dan selalu didukung oleh keluarga yang terus menemani, membantu, mendampingi anaknya, kakaknya yang ga bisa diem ini.

I Love you, all.

I Love you, all.

Papa yang dari pagi uda repot repot nganterin bolak balik. Mama dengan geng posyandunya yang mau masakin konsumsi hari itu. Serta 2 jagoan yang uda mau ikutan, ngajakin temen temen terbaiknya buat ikut andil dalam kegiatan ini. :* Dan, kota manakah selanjutnya yang akan disambangi untuk One Day Fun Doing Fun? Kota kamu, mungkin. 🙂