Category Archives: Story

Saatnya sadar Gizi dan Nutrisi untuk para (Calon) Istri

Beberapa minggu yang lalu, di perusahaan tempat saya bekerja diadakan pemeriksaan tulang. Saya belum pernah coba nih, check kepadatan tulang begini. Mekanismenya kaki kita di jepit pake alat yang kemudia alat tersebut akan memberikan informasi apakah tulang kita sehat, Osteopenia atau Osteoporosis.

Kepadatan Tulang.jpg

Dikatakan tulang Sehat jika hasil nya < 1, dikatakan Osteopenia jika hasilnya diantara 1 s/d 2,5 dan Osteoporosis jika hasilnya diatas > 2,5. Semula saya biasa saja, sampai ketika hasilnya keluar, kepadatan tulang saya berada dititik Osteopenia. ๐Ÿ˜ฆ Ini apa karena mengandung kata ‘Nia’ pada Osteopenia yak? *abaikan*

Wanita beresiko 4x lebih tinggi dibanding pria untuk terkena Osteoporosis sesuai data International Osteoporosis foundation pada tahun 2014. Dan meningkat untuk Wanita Hamil, Menyusui serta Menopause. Maka, ketika ada salah seorang teman saya, wanita, masih single, ia terkena Osteoporosis membuat saya dan teman-teman lain keheranan. How come?

Nutrisi dan Gizi salah satu penyebabnya. Dengan banyak sekali asupan makanan yang tersedia dengan mudahnya, membuat kita suka terlena dengan kandungan gizi dan nutrisi didalamnya. Konsumsi Junk Food, makanan cepat saji. Sampai tak lagi peduli pada kandungan gizi.

Continue reading

Jadi, Kapan?

odfdf

Jujur saja, setahun belakangan ini generasi kelahiran 90-an pasti baper deh kalau ditanyain tentang ‘kapan?’ Entahlah itu Kapan Nikah, atau Kapan Hamil. Saya baru tahu rasanya sampai males lebaran dirumah saudara. ๐Ÿ˜€ Sampai ngancem lah sama orang tua, kalau lebaran di rumah saudara saya mau traveling aja. Ternyata, Kapan yang seringnya ditanya oleh saudara jauh itu traumatik buat saya. Muehhehe.

Belakangan ini, ternyata ‘Kapan?’ tidak hanya tentang kapan menikah, mulai merembet ke ‘Kapan One Day, lagi?’ Ternyata, rasa kesel gemes nya sama seperti ditanyain Kapan Nikah. :)))

One Day Fun Doing Fun adalah salah satu aktivitas sosial yang saya rintis 2 tahun yang lalu. Pada awalnya, hanya ingin meneruskan apa yang dulu pernah saya lakukan di Bandung. Kemudian, menjadikan Jakarta sebagai Pilot Project aksi ini. Eh keterusan, sampai roadshow di beberapa kota. Dari awalnya hanya teman dekat yang ikutan, merembet ke temen temennya temen. ๐Ÿ™‚

Saya inget, di One Day Batch 3, salah dua orang teman dekat dengan rela menyumbangkan dana yang cukup lumayan agar One Day Fun Doing Fun bisa dilaksanakan kembali. “Lagi galau, butuh hiburan” kata mereka. Mengetahui bahwa kegiatan ini menjadi salah satu moodboster untuk mereka, tentu saja buat saya merasa di hargai. Apa yang sudah saya kerjakan sampai hari ini, positif untuk mereka. Perjuangan mencari dana, relawan dan Panti Asuhan terbayar.

Kemarin, salah seorang relawan mengirimi sebuah pesan screenshoot dari seorang temannya, “eh kapan main bareng sama anak yatim lagi? pengen ikutan.” Saya pun Baper, lagi. Bagi saya, penghargaan tertinggi untuk kegiatan ODFDF ini bukan dari ucapan terimakasih ketika hari pelaksanaan, lebih dari pada itu, ketika mereka menagih untuk kembali lagi diadakannya kegiatan itu.

Dan rasanya .. bahagia ๐Ÿ™‚

https://www.instagram.com/p/BIYA5a3gScw/

Omong-omong tentang penghargaan, banyak ragam bagaimana kita menaruh penghargaan untuk seseorang. Bisa berupa minta maaf, terimakasih atau minta tolong, karena menghargai seseorang itu bisa jadi lebih tua atau lebih benar daripada kita. Hehe.

Dan mediumnya pun beraneka ragam, ya. 3 tahun belakangan ini, kantor saya suka ngasih voucher belanja Sodexo untuk lebaran. Karena banyak banget Merchant Sodexo-nya dan saya bingung mau dibelanjakan apa. Saya kasih lah Voucher itu ke Ibu saya, seluruhnya.

Saya bilang pada Ibu saya, terimakasih sudah mengizinkan saya untuk kerja di Ibukota. Vouchernya mungkin ga seberapa, tapi rasa sayang saya tak terbatas. ๐Ÿ™‚

sodexo

Voucher kesayangan Mama

Pada saat itu, kebetulan Ayah saya hendak mudik ke kampung halamannya di Malang, oleh Ibu saya, Voucher itu digunakan untuk membeli buah tangan yang dititipkan pada Ayah. Dua bulan berselang, Nenek saya meninggal dunia. Hal yang pertama kali ibu bilang ke saya adalah, ‘Alhamdulillah voucher kamu bermanfaat, ya. Setidaknya sudah sampai dan barang yang dikasih berguna untuk nenek kamu.’

Ibu saya merelakan voucher yang sudah menjadi haknya ya tidak lain, karena beliau memberi penghargaan pada ibu mertuanya. Yang telah membesarkan pendamping hidupnya. ๐Ÿ™‚

Jika menghargai orang lain sedemikian mudah, sudah semestinya kita jauh lebih bisa menghargai diri kita sendiri. Dari penghargaan itu, kita bisa menilai Achievment yang sudah kita dapatkan, kegagalan apa yang harus dikoreksi dsb. Karena tidak dipungkiri, apa saja yang kita kerjakan, apa yang kita usahakan, pada akhirnya untuk di hargai. ๐Ÿ™‚

Setelah semua jerih payahmu di hargai, Jadi, Kapan?

..

..

One Day Fun Doing Fun lagi ๐Ÿ˜€

LEBAY.

Mumpung masih dalam bulan Syawal, tiba-tiba kepengen ngebahas tentang Lebaran. Banyak hal yang kita dan orang-orang persiapkan untuk menyambut hari kemenangan, bukan? Mulai dari euforia mendapatkan THR, belanja baju lebaran, bikin kue kering, menyiapkan THR untuk keponakan sampai hal yang paling seru dan hanya ada di Indonesia, Mudik.

Kemudian pada Ied-Day, linimasa media sosial ramai dengan postingan Menu Lebaran, Family Potrait, dan hebohnya mudik melalui tol Brexit. ๐Ÿ˜€

Pernah menyadari engga, ditengah hari kemenangan yang selalu bikin kita happy karena akhirnya bisa bebas makan enak, silaturahmi saudara , dan berlomba-lomba upload foto #familypotrait, ada banyak orang yang gigit jari karena sirik? karena tidak bisa menikmati lontong dan opor? boro boro dapet THR, sungkem sama siapa aja bingung.

IMG-20160622-WA0001

Continue reading

Eid Mubarak.

Halo hai!

Ada yang sudah masuk kerja lagi? Saya sudah nih dari kemarin. Sukses hanya 6 orang yang masuk dari total satu divisi 20 orang ๐Ÿ˜€ Gimana lebaran & ‘lebaran’ nya?

Seperti yang saya ceritain sebelumnya, kalau tahun ini saya, papa dan Mama lebaran di Malang, di kampungnya Papa. Sementara kakak di Sumedang, dan 2 adik saya di Garut. Haha. Iya, tahun ini keluarga mencar-mencar nih lebarannya.

Terakhir lebaran di Malang bareng keluarga full team, 9 tahun yang lalu. Kami mudik naik mobil dari Bandung. Seru banget. Karena waktu itu belum macet kaya sekarang, dan kita bisa mencicipi posko mudik dengan leluasa.

Nah, setelah itu, lebaranan gantian kalau engga di Garut/Bandung ya di Batam. Setelah 9 tahun banyaaak banget perubahannya, terutama di nambah adik sepupu. Haha. Saya jujur happy banget nih, lebaran tahun ini. Berasaaaaa banget silaturahminya, kalau lebaran di Garut, biasanya abis ied, sungkem dan makan, kita tidur. :))) Kalau di Batam, mama papa sering dituakan sehingga sering nerima tamu. Di Malang, kami ngider ke semua sodara2 papa. Saya sempet kaget, ternyata setelah ditotalin, saya punya 18 orang sepupu dari keluarga papa. Iya, delapan-belas. Mana saya urutan ke 3 tertua, sehingga merasa punya tanggung jawab memberikan mereka THR. haha.

Lebaran di Malang

Lebaran di Malang

Continue reading

Ajarkan anak jadi pribadi terbuka, dimulai dari dalam Rumah

“Nia, bagaimana sih pola hubungan dalam keluarga kamu, sehingga bisa menghasilkan kamu yang seperti ini? yang aktif & ceria?” tanya ibu HRD ditempat saya bekerja.

Kalau ditanya, apakah saya bahagia dengan keluarga saya? Ya, tentu saja. Saya bersyukur, disaat banyak sekali teman-teman saya yang berada dilingkungan keluarga tidak sempurna, saya tidak merasakannya.

Ibu saya memilih menjadi ibu rumah tangga setelah menikah.Terlebih ayah saya bekerja nomaden. Satu hal yang paling beliau senangi adalah ketika memiliki waktu untuk melepas anak-anaknya berangkat sekolah dan menyambutnya ketika pulang sekolah.

Saya jadi inget satu moment, ketika itu ibu saya meminta pada ayah saya untuk dibelikan meja makan. Ayah yang tahu rumah kami cukup sederhana, tampak sedikit keberatan. Bingung akan taruh dimana, jika meja makan ada didalam rumah kami.

Menurut Ibu, selama ini kami makan malam selalu diruang tamu yang merangkap dengan ruang keluarga dimana ada tv didalamnya. Sehingga seringkali fokus kami, anak-anaknya lebih sering ke tv daripada ke obrolan keluarga.

Alasan ini yang akhirnya membuat Ayah membelikan kami meja makan, yey! Berhasil? tentu saja. Meski hanya pada awal-awal. Kami sering bertukar cerita di meja makan sambil santap malam. Tidak sampai setahun, kami kembali lagi sih ke ruang tamu, tapi setidaknya kami tidak melulu fokus ke televisi. Kami mulai sering bercengkrama dan tertawa bersama.

Adik bungsu saya, suatu hari bercerita, bahwa ia baru saja ditembak oleh salah satu perempuan yang orang tuanya adalah ketua RW dilingkungan rumah saya. Sementara ayah saya pada saat itu sebagai ketua RT. Sebut saya nama anaknya Putri, Putri bilang suka pada adik saya, mereka berdua masih SD. Adik saya mau menjadi pacarnya dengan syarat Putri membayarnya dengan sejumlah uang. Dan Putri balik memberi syarat, jika Putus, sejumlah uang yang telah diberikan harus dikembalikan :))))

Pacaran pake jaminan. Hahaha. Continue reading

Bertanya Tidak Sesat di Jalan, Rajin menabung Tidak akan Buntung.

IMG_5240

Siapa yang hobi nabung? Berbicara tentang menabung, seharusnya kita budidayakan semenjak kita kecil.ย  Waktu saya kecil dulu, saya suka menabung di celengan kaleng yang ada kuncinya. Kuncinya dipegang sendiri, kalo uda pengen banget beli sesuatu sampe kepikiran, dibuka sendiri ๐Ÿ˜€ Merdeka sendiri. Haha. Atau pernah juga, nabung di celengan plastik. Iya sih, celengan plastik ga ada kuncinya, tapi bisa dicongkel ๐Ÿ˜€ Ada yang suka begini juga, engga? Continue reading

Berbagi di Bulan Dana PMI

13 tahun yang lalu saya berada dibarisan paling belakang disetiap upacara bendera. Saya bertugas sebagai anggota jaga mewakili dari anggota PMR. 5 tahun berikutnya, saya masih menjadi anggota PMR dalam balutan seragam putih abu-abu. Ya, saya betah menjadi anggota PMR selama 6 tahun.

Keinginan jadi dokter kecilkah? Atau bercita cita kelak akan menjadi dokter? Tidak keduanya, motivasi saya ketika itu hanya ingin berada dibarisan paling belakang ketika upacara bendera tiba. Mengantarkan teman yang kebetulan sakit karena tak sarapan ke UKS, kemudian curi curi istirahat di UKS sampai upacara usai ๐Ÿ˜€

Namun, seiring latihan yang sering saya ikuti, saya pun mulai tertarik dengan materi yang diajarkan. Minimal, bermanfaat untuk lingkungan sekitar saya, teman sekelas & keluarga. Ada 7 prinsip palang merah yang sampai hari ini saya hafal diluar kepala, yakni;
image

Pelatih saya mengajarkan cara mudah untuk menghapalnya; Manusia Sama Netral Mandiri Sukarela Satu Semesta. Sehingga, jika kami ditugaskan untuk menjadi pembaca 7 prinsip dalam acara kemah, kami hanya perlu menambah awalan Ke- dan akhiran โ€“an disetiap katanya.
Continue reading

Proses Rekrutmen.

Mau ngelanjutin, postingan tentang Jobseeker kemarin ah. Setelah perjuangan mencari pekerjaan usai, masih ada badai berikutnya, proses rekrutmen. Pernah gagal? ya, pernah. Sering ga, ya? Ngg..

Masing masing perusahaan punya standart proses rekrutmen nya masing masing, kebanyakan mirip mirip, beberapa ada juga yang beda. Saya pertama kali ikut proses ini waktu di kantor pertama di Bandung. Waktu itu, boro boro mau googling/beli buku tips lolos psikotes/interview, saya lempeng aja gitu psikotest tanpa bekal. Bagian pertama, test logika aritmatika, ini berhubungan dengan hitung hitungan. Ditahap ini, saya sik ngerjain sebisa dan semampunya aja, kalo ga nemu ya, pake logika aja, angka angkanya ditambahin, dikurangin, dikaliin, dibagi sampai ketemu hasil akhir yg ada di pilihan jawaban ๐Ÿ˜€

Kemudian, test logika penalaran. Bentuknya yang kaya gini loh.

Sumber gambar dari sini

Sumber gambar dari sini

Saya sih ya, ngisinya pake perasaan aja. Sambil dikira kira. Sesekali kertasnya di puter puter. ๐Ÿ˜€ Kalo uda buntu, ya, pake prinsip mempercantik lembar jawaban aja ๐Ÿ˜€

Setelah itu, kita dihadapkan pada, analog verbal test, ini tuh yang perbandingan kaya gini; – wanita : kebaya = pria :
– a. sepatu b. baju c. topi d. jas. Ini mah ya kira kira aja mana yang nyambung ya.

Pernah di kasih kertas gede seukuran A3, yang isinya diminta untuk menjumlahkan angka dengan dibatasin waktu, engga? Namanya Kraeplien/Pauli. Pertama nya sih saya shock. Apa apaan ini, timbal balik pula. Kesini sini saya baru ngeh kalo buat ngisi ini, jangan terburu buru, sehingga yg terlihat malah nanti garisnya menurun. Semangat di awal gitu. Lantas? Kalo segaris lebih bagus? Engga juga. Segaris malah nunjukin kita flat gitu, sama bisa aja dicurigai curang. Isi aja sebisa nya semampunya. Garis naik turun dengan rentang tidak jauh katanya baik. ๐Ÿ™‚ cmiiw.

Continue reading

Having Fun With The Liebster Award

Diakhir bulan, menuju akhir pekan kali ini, saya dikejutkan dengan sebuah comment dari Dita, Adik kelas saya. Dimana Ia, memberikan award yang berujung pada list soal yang harus saya jawabย  gitu. Maka, mengawali bulan kesayangan saya, saya persembahkan award ini.

Award nya adalah.. *drumroll*

liebster-awardAward ini berasal dari Adik kelas saya di Jaman Putih Abu Abu, terimakasih, ya, Dita. Kita bertemu di organisasi Rohani Islam selama 2 tahun berturut turut. Ia menjadi junior yang baik dalam berkontribusi dan berpartisipasi disetiap agenda kerja kita. Secara ga sengaja, saya menemukan blognya ketika blogwalking. Alhamdulillah, semoga jadi media penyambung silaturahim, ya, dek ๐Ÿ™‚ Yang pengen tahu, blognya Dita, monggo disimak disini.

About Libster Award

Liebster Award sendiri bertujuan untuk menjalin keakraban sesama komunitas blogger. Penghargaan ini didedikasikan kepada blog-blog yang mendukung blogger baru dengan harapan mendapatkan wawasan ke dalam komunitas blogging.

Caranya:

  • Post award ke blog kamu
  • Sampaikan terima kasih kepada blogger yang mengenalkan award ini & link back ke blog dia
  • Share 11 hal tentang kamu
  • Jawab 11 pertanyaan yang diberikan padamu
  • Pilih 11 blogger lainnya dan berikan mereka 11 pertanyaan yang kamu inginkan

Anw, semuanya berbau sebelas. Angka Favorit saya karena bertepatan dengan bulan lahirnya saya, November. ๐Ÿ™‚

11 Hal tentang Isnia Nuruldita

1. Satu satunya anak yang ketika lahirnya, ditemani oleh Papa. Punya satu kakak perempuan dan Dua adik laki laki yang perbedaan umurnya hanya satu tahun.

2. Lahir di Purwokerto, menghabiskan masa kecil di Lhokseumawae, Aceh Utara. Memulai masa remaja di Batam, Kepulauan Riau. Mencoba belajar dewasa sekalian Kuliah di Bandung, Jawa Barat. Sedang mencari rezeki di Ibukota, Jakarta.

3. Ga bisa bahasa Jawa. Maaf, saya #JawaMurtad.

4. Travelling Addict. Pengen banget bisa nginjek seluruh bagian dari Indonesia. Jalan jalan luar negeri yang pengen digapai. Mekkah.

5. Suka banget anak kecil. Suka ngadain baksos baksos gitu.

6. Pengennya kuliah jurusan Psikologi, lulus snmptn jurusan Komunikasi, kuliahnya jurusan Tekhnik Informatika, kerjanya di Human Resources.

7. Dipanggil Nurul dirumah, Dita di kampungnya Papa, dan Isni, Isna, Isnia, Umi, Nia di lingkungan pertemanan.

8. Percaya kalau, Bahagia itu sederhana dan ada dimana saja.

9. Pembaca Buku, penikmat Stand Up Comedy. Dan berharap suatu hari bisa menjadi Penulis, tapi engga jadi Stand-Up Comedian.

10. Pengen bisa berdagang. Ngikutin sunnah nabi.

11. Pengen segera dilamar dan melangsungkan pernikahan. Eeaalah. Aamiin ๐Ÿ™‚

Pertanyaan yang harus di jawab dari Dita;

Sejak Kapan kamu ngeblog? Alasan?

Dari SMP. Sebagai sekretaris abadi selama 3 tahun, ngerasa perlu punya media untuk ngetik ngetik curhat online. :p

Sebutkan 3 buku favorit mu?

Sejauh ini, Divortiare – Ika Natassa, Life Journey – Windy Ariestanty, Sabtu Bersama Bapak – Adhitya Mulya.

Siapakah tokoh yang menginspirasi hidup mu dan sebutkan kenapa?

Mama. Full time mother yang punya hobi melukin nyiumin anak anaknya setiap hari. Beliau yang memegang penuh kendali didalam rumah. Menjadi orang pertama yang pasang badan ketika anak anaknya butuh perlindungan. Menjadi penyejuk buat suaminya. Rajin ibadah. Ramah. Rame. Gaul.

Sebutkan 3 kegiatan favoritย mu?

Travelling, Charity, Duduk di Cafe sambil liat timeline & baca buku ditemani segelas lemon tea.

Apa makanan favorit mu?

Cireng, Basreng, Bala bala dan segala yang digoreng goreng :’D

Sebutkan 5ย tempat yangย ingin kamu kunjungiย !

Mekkah, Madinah, Sabang, Merauke, Bunaken.

Punya profesi impian? Apa? Dan kenapa ?

Ibu Rumah Tangga yang bisa menghasilkan uang dari Nulis. Biar bisa dirumah, mengantar dan menyambut suami di pintu, melihat setiap jengkal tumbuh kembang anak. Ngapain eksis dan punya jabatan di kantoran, tapi suami dan anak anaknya ga keurus ๐Ÿ˜ฆ

Deskripsikan nama blog mu. Kenapa memilih nama tersebut dan apa maknanya?

Alania. Semua isinya ya Ala Nia. Jalan jalan Ala Nia. Berbagi Ala Nia. Bercerita Ala Nia. Semua semua isinya Ala Nia gitu ๐Ÿ˜€

Apa rencana jangka panjang kamu agar bermanfaat bagi banyak orang?

Pengen banget ngejadiin Charity Lovers itu jadi kegiatan yang berkesinambungan. Berbagi terus. Menjadi penyambung antara orang yang ingin berbagi rezeki dan orang yang berhak menerima rezeki.

Apa surat dalam Alquran yang paling kamu sukaiย ?

Surat Asy – Syarh.

Bukankah kami telah melapangkan dadamu? Dan Kami pun telah menurunkan beban darimu. Yang memberatkan punggungmu. Dan kami tinggikan sebutanmu bagimu. Maka, sesungguhnya setelah ada kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Maka apabila engkau telah selesai dari sesuatu urusan, tetaplah bekerja keras untuk urusan yang lain. dan Hanya kepada Tuhan engkau Berharap.

Apa yang akan kamu lakukan dengan duit Rp 100.000.000,- ?

Umroh, sama nabung buat nikah. :)))

Tuliskan 3 hal yang membuat kamu semangat menjalani hidup

Diberkahi keluarga yang harmonis, pekerjaan yang menyenangkan, teman teman yang senantiasa ada.

Selanjutnya, award akan saya berikan ke 11 orang. Siapakah 11 orang yang beruntung itu. Kakak Saya, Sintamilia. Adik Saya, Muchamad Yusuf & Achmad Ramaditya. Sahabat sepanjang masa, Alit Prayogi. Kakak kelas jaman SMA, Kak Lianda Marta. Soulmate, Widya Ayu &ย  Desy Oktafia. Temen Sekantor, Vivi Zulfiana. Temen Kuliah, Annisa Rizka & Ihsan Saidi. Temen seangkatan pindah ke Jakarta, Teh Dini Angreyni.

Berikutnya, ini adalah 11 Pertanyaan dari Saya.

1. Apa yang membuat kamu bersyukur dalam menghadapi hidup?

2. Keberhasilan apa selama hidup yang ngebuat kamu menjadi orang paling beruntung sedunia?

3. Kegagalan apa yang pernah terjadi yang bikin kamu hidup ini tidak adil?

4. Film Favorit sepanjang masa?

5. Buku bagus yang pernah kamu baca?

6. Kalau ada promo tiket pesawat 100 ribu pp ke semua tujuan di Indonesia, dan kamu punya kesempatan untuk membeli satu tiket, kemana kamu akan pergi? kenapa?

7. Gunung atau Pantai?

8. Punya Challenge terhadap diri sendiri yang belum tercapai? Apa? dan Kenapa?

9. Sebutkan 3 sahabat terbaik yang tak lekang oleh waktu bagimu.

10. Penghasilan yang cukup, Atasan yang baik, JobDesk pekerjaan yang dikuasai serta teman kantor yang menyenangkan. Dari 4 poin tersebut, kamu memiliki semuanya, kah?

11. Kalau kamu diberi secarik kertas untuk menyampakan uneg uneg pada ayah & ibu. Pengen nulis apa?

Silahkan dijawab 11 orang terpilih! ๐Ÿ˜€ dan berikan link blog nya di kolom komentar. Kita bersenang senang saja, ya. Tidak usah terlalu serius. Enjoy the award! ๐Ÿ™‚

[CharityLovers] One Day Fun Doing Fun

IMG_3038-a

venue

Kenapa di Situ Gintung? Saya pribadi pernah menghadiri acara ditempat ini selama dua kali. Dan selalu jatuh cinta dengan lokasinya yang hijau. Setelah melihat kondisi Yayasannya juga, serasa tidak memungkinkan untuk kita gunakan bermain main secara bebas dan lepas. Maka, kami sepakatlah untuk mengajak adik adik ‘keluar’ dari rumahnya dan bermain bersama kami, ditempat ini.

IMG_3050-a

Rombongan Adik adik yang langsung dipimpin kakaknya. ๐Ÿ™‚

Putri memimpin Adik Adik dari Yayasan, tepat pukul 09.30 a.m. Which means, kita bisa memulai acara ini dengan ontime. Adik adik yang turut serta pada hari itu sekitar 20 orang.

Selfie first.

Selfie first.

Continue reading