Category Archives: Story

LEBAY.

Mumpung masih dalam bulan Syawal, tiba-tiba kepengen ngebahas tentang Lebaran. Banyak hal yang kita dan orang-orang persiapkan untuk menyambut hari kemenangan, bukan? Mulai dari euforia mendapatkan THR, belanja baju lebaran, bikin kue kering, menyiapkan THR untuk keponakan sampai hal yang paling seru dan hanya ada di Indonesia, Mudik.

Kemudian pada Ied-Day, linimasa media sosial ramai dengan postingan Menu Lebaran, Family Potrait, dan hebohnya mudik melalui tol Brexit. πŸ˜€

Pernah menyadari engga, ditengah hari kemenangan yang selalu bikin kita happy karena akhirnya bisa bebas makan enak, silaturahmi saudara , dan berlomba-lomba upload foto #familypotrait, ada banyak orang yang gigit jari karena sirik? karena tidak bisa menikmati lontong dan opor? boro boro dapet THR, sungkem sama siapa aja bingung.

IMG-20160622-WA0001

Continue reading

Eid Mubarak.

Halo hai!

Ada yang sudah masuk kerja lagi? Saya sudah nih dari kemarin. Sukses hanya 6 orang yang masuk dari total satu divisi 20 orang πŸ˜€ Gimana lebaran & ‘lebaran’ nya?

Seperti yang saya ceritain sebelumnya, kalau tahun ini saya, papa dan Mama lebaran di Malang, di kampungnya Papa. Sementara kakak di Sumedang, dan 2 adik saya di Garut. Haha. Iya, tahun ini keluarga mencar-mencar nih lebarannya.

Terakhir lebaran di Malang bareng keluarga full team, 9 tahun yang lalu. Kami mudik naik mobil dari Bandung. Seru banget. Karena waktu itu belum macet kaya sekarang, dan kita bisa mencicipi posko mudik dengan leluasa.

Nah, setelah itu, lebaranan gantian kalau engga di Garut/Bandung ya di Batam. Setelah 9 tahun banyaaak banget perubahannya, terutama di nambah adik sepupu. Haha. Saya jujur happy banget nih, lebaran tahun ini. Berasaaaaa banget silaturahminya, kalau lebaran di Garut, biasanya abis ied, sungkem dan makan, kita tidur. :))) Kalau di Batam, mama papa sering dituakan sehingga sering nerima tamu. Di Malang, kami ngider ke semua sodara2 papa. Saya sempet kaget, ternyata setelah ditotalin, saya punya 18 orang sepupu dari keluarga papa. Iya, delapan-belas. Mana saya urutan ke 3 tertua, sehingga merasa punya tanggung jawab memberikan mereka THR. haha.

Lebaran di Malang

Lebaran di Malang

Continue reading

Ajarkan anak jadi pribadi terbuka, dimulai dari dalam Rumah

“Nia, bagaimana sih pola hubungan dalam keluarga kamu, sehingga bisa menghasilkan kamu yang seperti ini? yang aktif & ceria?” tanya ibu HRD ditempat saya bekerja.

Kalau ditanya, apakah saya bahagia dengan keluarga saya? Ya, tentu saja. Saya bersyukur, disaat banyak sekali teman-teman saya yang berada dilingkungan keluarga tidak sempurna, saya tidak merasakannya.

Ibu saya memilih menjadi ibu rumah tangga setelah menikah.Terlebih ayah saya bekerja nomaden. Satu hal yang paling beliau senangi adalah ketika memiliki waktu untuk melepas anak-anaknya berangkat sekolah dan menyambutnya ketika pulang sekolah.

Saya jadi inget satu moment, ketika itu ibu saya meminta pada ayah saya untuk dibelikan meja makan. Ayah yang tahu rumah kami cukup sederhana, tampak sedikit keberatan. Bingung akan taruh dimana, jika meja makan ada didalam rumah kami.

Menurut Ibu, selama ini kami makan malam selalu diruang tamu yang merangkap dengan ruang keluarga dimana ada tv didalamnya. Sehingga seringkali fokus kami, anak-anaknya lebih sering ke tv daripada ke obrolan keluarga.

Alasan ini yang akhirnya membuat Ayah membelikan kami meja makan, yey! Berhasil? tentu saja. Meski hanya pada awal-awal. Kami sering bertukar cerita di meja makan sambil santap malam. Tidak sampai setahun, kami kembali lagi sih ke ruang tamu, tapi setidaknya kami tidak melulu fokus ke televisi. Kami mulai sering bercengkrama dan tertawa bersama.

Adik bungsu saya, suatu hari bercerita, bahwa ia baru saja ditembak oleh salah satu perempuan yang orang tuanya adalah ketua RW dilingkungan rumah saya. Sementara ayah saya pada saat itu sebagai ketua RT. Sebut saya nama anaknya Putri, Putri bilang suka pada adik saya, mereka berdua masih SD. Adik saya mau menjadi pacarnya dengan syarat Putri membayarnya dengan sejumlah uang. Dan Putri balik memberi syarat, jika Putus, sejumlah uang yang telah diberikan harus dikembalikan :))))

Pacaran pake jaminan. Hahaha. Continue reading

Bertanya Tidak Sesat di Jalan, Rajin menabung Tidak akan Buntung.

IMG_5240

Siapa yang hobi nabung? Berbicara tentang menabung, seharusnya kita budidayakan semenjak kita kecil.Β  Waktu saya kecil dulu, saya suka menabung di celengan kaleng yang ada kuncinya. Kuncinya dipegang sendiri, kalo uda pengen banget beli sesuatu sampe kepikiran, dibuka sendiri πŸ˜€ Merdeka sendiri. Haha. Atau pernah juga, nabung di celengan plastik. Iya sih, celengan plastik ga ada kuncinya, tapi bisa dicongkel πŸ˜€ Ada yang suka begini juga, engga? Continue reading

Berbagi di Bulan Dana PMI

13 tahun yang lalu saya berada dibarisan paling belakang disetiap upacara bendera. Saya bertugas sebagai anggota jaga mewakili dari anggota PMR. 5 tahun berikutnya, saya masih menjadi anggota PMR dalam balutan seragam putih abu-abu. Ya, saya betah menjadi anggota PMR selama 6 tahun.

Keinginan jadi dokter kecilkah? Atau bercita cita kelak akan menjadi dokter? Tidak keduanya, motivasi saya ketika itu hanya ingin berada dibarisan paling belakang ketika upacara bendera tiba. Mengantarkan teman yang kebetulan sakit karena tak sarapan ke UKS, kemudian curi curi istirahat di UKS sampai upacara usai πŸ˜€

Namun, seiring latihan yang sering saya ikuti, saya pun mulai tertarik dengan materi yang diajarkan. Minimal, bermanfaat untuk lingkungan sekitar saya, teman sekelas & keluarga. Ada 7 prinsip palang merah yang sampai hari ini saya hafal diluar kepala, yakni;
image

Pelatih saya mengajarkan cara mudah untuk menghapalnya; Manusia Sama Netral Mandiri Sukarela Satu Semesta. Sehingga, jika kami ditugaskan untuk menjadi pembaca 7 prinsip dalam acara kemah, kami hanya perlu menambah awalan Ke- dan akhiran –an disetiap katanya.
Continue reading

Proses Rekrutmen.

Mau ngelanjutin, postingan tentang Jobseeker kemarin ah. Setelah perjuangan mencari pekerjaan usai, masih ada badai berikutnya, proses rekrutmen. Pernah gagal? ya, pernah. Sering ga, ya? Ngg..

Masing masing perusahaan punya standart proses rekrutmen nya masing masing, kebanyakan mirip mirip, beberapa ada juga yang beda. Saya pertama kali ikut proses ini waktu di kantor pertama di Bandung. Waktu itu, boro boro mau googling/beli buku tips lolos psikotes/interview, saya lempeng aja gitu psikotest tanpa bekal. Bagian pertama, test logika aritmatika, ini berhubungan dengan hitung hitungan. Ditahap ini, saya sik ngerjain sebisa dan semampunya aja, kalo ga nemu ya, pake logika aja, angka angkanya ditambahin, dikurangin, dikaliin, dibagi sampai ketemu hasil akhir yg ada di pilihan jawaban πŸ˜€

Kemudian, test logika penalaran. Bentuknya yang kaya gini loh.

Sumber gambar dari sini

Sumber gambar dari sini

Saya sih ya, ngisinya pake perasaan aja. Sambil dikira kira. Sesekali kertasnya di puter puter. πŸ˜€ Kalo uda buntu, ya, pake prinsip mempercantik lembar jawaban aja πŸ˜€

Setelah itu, kita dihadapkan pada, analog verbal test, ini tuh yang perbandingan kaya gini; – wanita : kebaya = pria :
– a. sepatu b. baju c. topi d. jas. Ini mah ya kira kira aja mana yang nyambung ya.

Pernah di kasih kertas gede seukuran A3, yang isinya diminta untuk menjumlahkan angka dengan dibatasin waktu, engga? Namanya Kraeplien/Pauli. Pertama nya sih saya shock. Apa apaan ini, timbal balik pula. Kesini sini saya baru ngeh kalo buat ngisi ini, jangan terburu buru, sehingga yg terlihat malah nanti garisnya menurun. Semangat di awal gitu. Lantas? Kalo segaris lebih bagus? Engga juga. Segaris malah nunjukin kita flat gitu, sama bisa aja dicurigai curang. Isi aja sebisa nya semampunya. Garis naik turun dengan rentang tidak jauh katanya baik. πŸ™‚ cmiiw.

Continue reading

Having Fun With The Liebster Award

Diakhir bulan, menuju akhir pekan kali ini, saya dikejutkan dengan sebuah comment dari Dita, Adik kelas saya. Dimana Ia, memberikan award yang berujung pada list soal yang harus saya jawabΒ  gitu. Maka, mengawali bulan kesayangan saya, saya persembahkan award ini.

Award nya adalah.. *drumroll*

liebster-awardAward ini berasal dari Adik kelas saya di Jaman Putih Abu Abu, terimakasih, ya, Dita. Kita bertemu di organisasi Rohani Islam selama 2 tahun berturut turut. Ia menjadi junior yang baik dalam berkontribusi dan berpartisipasi disetiap agenda kerja kita. Secara ga sengaja, saya menemukan blognya ketika blogwalking. Alhamdulillah, semoga jadi media penyambung silaturahim, ya, dek πŸ™‚ Yang pengen tahu, blognya Dita, monggo disimak disini.

About Libster Award

Liebster Award sendiri bertujuan untuk menjalin keakraban sesama komunitas blogger. Penghargaan ini didedikasikan kepada blog-blog yang mendukung blogger baru dengan harapan mendapatkan wawasan ke dalam komunitas blogging.

Caranya:

  • Post award ke blog kamu
  • Sampaikan terima kasih kepada blogger yang mengenalkan award ini & link back ke blog dia
  • Share 11 hal tentang kamu
  • Jawab 11 pertanyaan yang diberikan padamu
  • Pilih 11 blogger lainnya dan berikan mereka 11 pertanyaan yang kamu inginkan

Anw, semuanya berbau sebelas. Angka Favorit saya karena bertepatan dengan bulan lahirnya saya, November. πŸ™‚

11 Hal tentang Isnia Nuruldita

1. Satu satunya anak yang ketika lahirnya, ditemani oleh Papa. Punya satu kakak perempuan dan Dua adik laki laki yang perbedaan umurnya hanya satu tahun.

2. Lahir di Purwokerto, menghabiskan masa kecil di Lhokseumawae, Aceh Utara. Memulai masa remaja di Batam, Kepulauan Riau. Mencoba belajar dewasa sekalian Kuliah di Bandung, Jawa Barat. Sedang mencari rezeki di Ibukota, Jakarta.

3. Ga bisa bahasa Jawa. Maaf, saya #JawaMurtad.

4. Travelling Addict. Pengen banget bisa nginjek seluruh bagian dari Indonesia. Jalan jalan luar negeri yang pengen digapai. Mekkah.

5. Suka banget anak kecil. Suka ngadain baksos baksos gitu.

6. Pengennya kuliah jurusan Psikologi, lulus snmptn jurusan Komunikasi, kuliahnya jurusan Tekhnik Informatika, kerjanya di Human Resources.

7. Dipanggil Nurul dirumah, Dita di kampungnya Papa, dan Isni, Isna, Isnia, Umi, Nia di lingkungan pertemanan.

8. Percaya kalau, Bahagia itu sederhana dan ada dimana saja.

9. Pembaca Buku, penikmat Stand Up Comedy. Dan berharap suatu hari bisa menjadi Penulis, tapi engga jadi Stand-Up Comedian.

10. Pengen bisa berdagang. Ngikutin sunnah nabi.

11. Pengen segera dilamar dan melangsungkan pernikahan. Eeaalah. Aamiin πŸ™‚

Pertanyaan yang harus di jawab dari Dita;

Sejak Kapan kamu ngeblog? Alasan?

Dari SMP. Sebagai sekretaris abadi selama 3 tahun, ngerasa perlu punya media untuk ngetik ngetik curhat online. :p

Sebutkan 3 buku favorit mu?

Sejauh ini, Divortiare – Ika Natassa, Life Journey – Windy Ariestanty, Sabtu Bersama Bapak – Adhitya Mulya.

Siapakah tokoh yang menginspirasi hidup mu dan sebutkan kenapa?

Mama. Full time mother yang punya hobi melukin nyiumin anak anaknya setiap hari. Beliau yang memegang penuh kendali didalam rumah. Menjadi orang pertama yang pasang badan ketika anak anaknya butuh perlindungan. Menjadi penyejuk buat suaminya. Rajin ibadah. Ramah. Rame. Gaul.

Sebutkan 3 kegiatan favoritΒ mu?

Travelling, Charity, Duduk di Cafe sambil liat timeline & baca buku ditemani segelas lemon tea.

Apa makanan favorit mu?

Cireng, Basreng, Bala bala dan segala yang digoreng goreng :’D

Sebutkan 5Β tempat yangΒ ingin kamu kunjungiΒ !

Mekkah, Madinah, Sabang, Merauke, Bunaken.

Punya profesi impian? Apa? Dan kenapa ?

Ibu Rumah Tangga yang bisa menghasilkan uang dari Nulis. Biar bisa dirumah, mengantar dan menyambut suami di pintu, melihat setiap jengkal tumbuh kembang anak. Ngapain eksis dan punya jabatan di kantoran, tapi suami dan anak anaknya ga keurus 😦

Deskripsikan nama blog mu. Kenapa memilih nama tersebut dan apa maknanya?

Alania. Semua isinya ya Ala Nia. Jalan jalan Ala Nia. Berbagi Ala Nia. Bercerita Ala Nia. Semua semua isinya Ala Nia gitu πŸ˜€

Apa rencana jangka panjang kamu agar bermanfaat bagi banyak orang?

Pengen banget ngejadiin Charity Lovers itu jadi kegiatan yang berkesinambungan. Berbagi terus. Menjadi penyambung antara orang yang ingin berbagi rezeki dan orang yang berhak menerima rezeki.

Apa surat dalam Alquran yang paling kamu sukaiΒ ?

Surat Asy – Syarh.

Bukankah kami telah melapangkan dadamu? Dan Kami pun telah menurunkan beban darimu. Yang memberatkan punggungmu. Dan kami tinggikan sebutanmu bagimu. Maka, sesungguhnya setelah ada kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Maka apabila engkau telah selesai dari sesuatu urusan, tetaplah bekerja keras untuk urusan yang lain. dan Hanya kepada Tuhan engkau Berharap.

Apa yang akan kamu lakukan dengan duit Rp 100.000.000,- ?

Umroh, sama nabung buat nikah. :)))

Tuliskan 3 hal yang membuat kamu semangat menjalani hidup

Diberkahi keluarga yang harmonis, pekerjaan yang menyenangkan, teman teman yang senantiasa ada.

Selanjutnya, award akan saya berikan ke 11 orang. Siapakah 11 orang yang beruntung itu. Kakak Saya, Sintamilia. Adik Saya, Muchamad Yusuf & Achmad Ramaditya. Sahabat sepanjang masa, Alit Prayogi. Kakak kelas jaman SMA, Kak Lianda Marta. Soulmate, Widya Ayu &Β  Desy Oktafia. Temen Sekantor, Vivi Zulfiana. Temen Kuliah, Annisa Rizka & Ihsan Saidi. Temen seangkatan pindah ke Jakarta, Teh Dini Angreyni.

Berikutnya, ini adalah 11 Pertanyaan dari Saya.

1. Apa yang membuat kamu bersyukur dalam menghadapi hidup?

2. Keberhasilan apa selama hidup yang ngebuat kamu menjadi orang paling beruntung sedunia?

3. Kegagalan apa yang pernah terjadi yang bikin kamu hidup ini tidak adil?

4. Film Favorit sepanjang masa?

5. Buku bagus yang pernah kamu baca?

6. Kalau ada promo tiket pesawat 100 ribu pp ke semua tujuan di Indonesia, dan kamu punya kesempatan untuk membeli satu tiket, kemana kamu akan pergi? kenapa?

7. Gunung atau Pantai?

8. Punya Challenge terhadap diri sendiri yang belum tercapai? Apa? dan Kenapa?

9. Sebutkan 3 sahabat terbaik yang tak lekang oleh waktu bagimu.

10. Penghasilan yang cukup, Atasan yang baik, JobDesk pekerjaan yang dikuasai serta teman kantor yang menyenangkan. Dari 4 poin tersebut, kamu memiliki semuanya, kah?

11. Kalau kamu diberi secarik kertas untuk menyampakan uneg uneg pada ayah & ibu. Pengen nulis apa?

Silahkan dijawab 11 orang terpilih! πŸ˜€ dan berikan link blog nya di kolom komentar. Kita bersenang senang saja, ya. Tidak usah terlalu serius. Enjoy the award! πŸ™‚

[CharityLovers] One Day Fun Doing Fun

IMG_3038-a

venue

Kenapa di Situ Gintung? Saya pribadi pernah menghadiri acara ditempat ini selama dua kali. Dan selalu jatuh cinta dengan lokasinya yang hijau. Setelah melihat kondisi Yayasannya juga, serasa tidak memungkinkan untuk kita gunakan bermain main secara bebas dan lepas. Maka, kami sepakatlah untuk mengajak adik adik ‘keluar’ dari rumahnya dan bermain bersama kami, ditempat ini.

IMG_3050-a

Rombongan Adik adik yang langsung dipimpin kakaknya. πŸ™‚

Putri memimpin Adik Adik dari Yayasan, tepat pukul 09.30 a.m. Which means, kita bisa memulai acara ini dengan ontime. Adik adik yang turut serta pada hari itu sekitar 20 orang.

Selfie first.

Selfie first.

Continue reading

Tentang Bandung, Bromo dan Bali

Sebagai manusia yang merasa perlu membaca majalah wanita sampai hari ini, saya meminjam majalah Cita Cinta milik rekan kantor. Didalamnya, tak sengaja ketangkap mata cuplikan perkataan dari seorang travel blogger, Claudia Kaunang.

β€œSebelum menjelajah Luar negeri, kunjungi 3B. Bandung, Bromo dan Bali. Bandung dikenal dengan kuliner, tempat belanja dan Wisatanya. Bromo dikenal dengan keindahan panorama alam gunung dan Bali, tentu saja dikenal dengan keindahan pantainya.”

Dulu dulu banget, saya pernah nge-tweet kira kira seperti ini, β€œ3 kota yang saya rekomendasikan untuk #solotraveling pertama kali; Bandung, Yogya dan Bali” Kenapa saya tidak merekomendasikan Bromo? Ngetrip ke Bromo ga bisa sendirian, minimal berlima lah. Karena kita kudu nyewa jeep. Ga ada angkutan umum. Kecuali kalau touring ya, momotoran gitu.

.. and here we go!

BANDUNG

Saya berterimakasih sekali kepada ibu yang telah β€˜melempar’ saya dari Batam kemari untuk menempuh pendidikan setelah SMA. Menghabiskan waktu 3 tahun bikin saya jatuh cinta sama kota ini berkali kali. Apa ya.. kota ini romantis. Udaranya sejuk. Hiburannya banyak. Kulinernya segala macam ada. Tempat belanja? Dari factory outlet, deretan distro sampai pasar pagi Gazibu semuanya bikin nagih. Wisata? Dari ujung ke ujung terbentang.

Cuma di bandung, naik angkot isinya akang akang kasep sama neng neng geulis. :p Cuma di Bandung, sepanjang jalan Dago dimalam minggu bertebaran mahasiswa kece ngamen dan jualan bunga. Cuma di Bandung, gandengan tangan jalan kaki dari Stasiun sampai jalan merdeka ga berasa capeknya. Eeaa. Kotanya nyenengin banget deh. Terlebih sekarang dipimpin oleh kang Emil yang sangat β€˜mendengar’ suara rakyat. Sampe niat dong, bikin taman Jomblo di bawah jembatan Pasopati. :)))

Camping Ground, Cikole Lembang

Camping Ground, Cikole Lembang

Kebun Teh, Ciwidei

Kebun Teh, Ciwidei

Kawah Putih, Ciwidei

Kawah Putih, Ciwidei

Kawah Gunung Tangkuban Perahu

Kawah Gunung Tangkuban Perahu

Saung Angklung Mang Udjo, Bandung

Saung Angklung Mang Udjo, Bandung

BROMO

Saya berterimakasih pada maskapai tigermandala (–uhuk, yang kini sudah pailit) pernah memberikan promo JKT – SUB dengan harga Rp. 236,000,– pulang pergi πŸ˜€ Karenanya, saya bisa menginjakkan diri di Ranukumbolo dan menyempatkan melanjutkan perjalanan sampai Bromo.

Decakan kagum pertama kali melihat gimana serunya ngeliatin matahari keluar dari peraduannya. Subhnallah berkali kali ketika melihat kawah Bromo. Mampir ke Area Pasir berbisik dan Bukit Teletubbies. Beneran deh, Bromo emang luar biasa.

Golden Sunrise di Pananjakan, Bromo

Golden Sunrise di Pananjakan, Bromo

Gunung Bromo

Gunung Bromo

Pasir, dengar bisikku kah?

Pasir, dengar bisikku kah?

I Run To You!

I Run To You!

IMG_2984-aBALI

β€œWhere are come from?” | β€œIndonesia” | β€œWow. Bali!” Setiap bule yang ga sengaja nanya kita berasal darimana, pasti taunya kalo Indonesia = Bali, huh. Tengs to God, too, saya bisa nginjek icon of Indonesia ini sekeluarga untuk pertama kali. Ke Bali tanpa main watersport itu sayang banget. Makanya, mending nabung bener bener dan abisin bener bener deh disini. Gembel ke Bali tanpa nyobain mainan laut ini asa kumaha kitu.

Selain lautnya yang sudah tidak ada tandingannya lagi. Langitnya itu loh. Mau hujan gimana juga di Jakarta, di Bali langitnya tetap cantik. Sunsetnya euh. Nagih.

Sampai saya mau bilang terimakasih citilink untuk tiket promo Rp. 144,000,- pulang pergi JKT – DPS sukses membuat rindu saya kemBALI terpuaskan. Kali kedua, saya pergi seorang diri. Mencoba melangkah diatas kaki sendiri tanpa travelmates. Sukses? Sukses dong!

Flying Without Wings

Flying Without Wings

woho! Diving!

woho! Diving!

Say Hi, dari Bali!

Say Hi, dari Bali!

Ubud dalam episode #solotraveling #kemBALI

Ubud dalam episode #solotraveling #kemBALI

Golden Sunset, Jimbaran, Bali

Golden Sunset, Jimbaran, Bali

Karena syarat 3B telah kupenuhi, maka, luar negeri yang akan aku jelajahi adalah .. Mekkah! Pengen banget nginjek Mekkah. Boleh minta Aamiin? πŸ™‚

Note about you; Papa.

*Backsound : Yang terbaik bagimu – Ada Band ft Gita Gutawa*

Seseorang pernah datang dan bertanya, “Kamu pengen punya calon/suami yang seperti apa?” pertanyaan yang biasanya dijadiin basa basi ditengah obrolan. “Yang seperti papa.” jawabku pendek. “Yang strata pendidikan-nya dan kemapanan finansialnya seperti papa juga?” tanyanya menohok.

Papaku lebih dari sekedar pendidikannya dan kemapanan finansial. Papaku punya lebih dari itu.

Papaku karyawan Telkom (dulunya) dan saya bangga. Dilingkungan teman teman SD/SMP/SMA pada saya, banyak sekali temen temen sekelas yang ayahnya bekerja di perusahaan yang sama seperti papa, kita sering tenar dengan ‘anak Telkom’, sering ketemu di acara ulang tahun Telkom yang biasanya diadakan setahun sekali. Kita para anak telkom ini suka kompakan pake baju seragam yang dibagikan buat orang tua kita.

Saya lahir memiliki mama yang full time di rumah. Merawat kami. Ada kakak yang berumur 3 tahun diatas saya. Diumur saya 7 tahun, papa mama memberikan saya adik laki laki, disusul setahun kemudian, lahir kembali adik laki laki. Papa bekerja sendirian menjadi tulang punggung keluarga. Mama serius menjadi pendamping kami dirumah. Mama akan menjadi pelindung nomor satu di rumah, Beliau lah yang tahu setiap perubahan kami di rumah. Beliau menjadi orang pertama yang akan datang ke sekolah ketika kami ditimpa masalah. Papa? Setelah seharian kerja, akan setia mengantarkan kami, anak anaknya jika butuh buku sekolah, isi ulang printer, beli sepatu, periksa ke dokter. Semuanya dilakukannya setelah urusan pekerjaannya beres.

Kata mama, dari ke empat anaknya, sayalah satu satunya anak yang ketika lahiran didampingi papa. Itu kenapa, saya dekat sekali dengan beliau. Cuma saya, yang dari TK sampe SMA diantar setiap pagi oleh papa. Diantara saudara saudara, saya yang paling aktif berorganisasi, dan selalu diantar oleh papa. Pernah suatu waktu di masa SMA, saya belum sempat mengerjakan tugas dijam pelajaran akhir, saya meminta papa untuk menjemput saya untuk pulang di Jam istirahat. Kemudian papa melakukannya untuk saya. hihihi.

Papa taat beribadah. Dari kecil, hidupnya kebanyakan dihabiskan di mesjid dan mushola sekitaran rumahnya. Tapi beliau ga pernah memaksa kami, anak anak perempuannya untuk menutup aurat. Kakak saya memutuskan berhijab sedari SMP, yang kebetulan doski SMP di Aceh yang mewajibkan siswi nya untuk menutup aurat. 2 tahun, iya menyinggung2 saya untuk mengikuti jejaknya menutup aurat. Menjelang masuk SMA, saya utarakan niat itu dihadapan papa mama.

“Nurul mau pake jilbab pas SMA.”

“Serius dek? Ih, nanti kamu ga bisa pake rok pendek lucu lucu loh.” Mama menimpali. Iya, mama saya gaul abis. >,<

“Anaknya uda baik mau berjilbab, kok ya di halang halangi..”Β  Papa menengahi

Hari pertama pendaftaran masuk SMA, saya berjilbab. Papa yang menemani saya, tersenyum. Kebetulan, dihari pendaftaran itu, mama dan adik adik sedang menemani kakak pendaftaran di Bandung.

Image

Hari pertama pake Jilbab, 9 tahun yll. Orang pertama yang diajak foto box (era pada jamannya) ya, papa. πŸ™‚

Menjadi karyawan salah satu perusahaan besar, tidak menjamin kemapanan finansial dikeluarga kami. Selain menafkahi kami, papa juga menyekolahkan adik adiknya. Sehingga, kehidupan kami juga tak selalu bermewah mewahan. Rumah kami kecil, mobil yang kami punya juga sederhana. Mobil bekas. Tapi ditengah kesederhanaan, papa berhasil mengajari saya, bahwa hidup itu bukan melulu soal materi. Bukan tentang kepunyaan akan suatu hal. Hidup itu menikmati. Papa yang saat itu kerja di bagian logistik, memiliki wewenang untuk mengatur peminjaman mobil kantor. Ketika nganggur, beliau akan membawa pulang, dan mengajak kami untuk menikmatinya. “Mungkin sekarang kita belum bisa mobil bagus enak gini, tapi yang penting kita uda pernah ngerasain kan naik mobil bagus..” tuturnya selalu.

Papa yang baik, tidak pernah menuntut mama untuk memasakinya tiap hari. Untuk melihat rumah rapi tiap hari. Seringkali, beliau pulang makan siang dengan membeli makanan kesukaan mama. Sesekali, baliau juga membantu pekerjaan rumah untuk meringankan pekerjaan mama. Setiap tahun, ia selalu mengecilkan baju sekolah kami yang seringkali kebesaran.

Papa yang baik, pernah mengorbankan 1 tiket pesawatnya untuk perjalanan dinas menjadi 3 tiket ekonomi kapal laut, semata agar saya dan kakak saya bisa mudik pulang ke rumah. Nyatanya, kami kehabisan kasur, sehingga harus tidur menggelepar dibawah. Ditengah keluhan akan panas, pengap dan lain lain. Papa dengan sabarnya, ngelus ngelus kepala saya. πŸ˜₯ Ceritanya ada disini, tapi maap, itu tulisan masih alay banget. :))))

Papa yang rajin beribadah. Memberi contoh bagaimana anak laki laki sudah seharusnya sholat di mesjid. Bagaimana puasa senin kamis. Khatam Al Quran ketika Ramadhan. Yang akhirnya kebiasaan kebiasaan itu nular ke anak anaknya. Saya mulai senin kamis sedari SMA sampai saat ini. Menular ke adik adik. Sampai terakhir saya pulang ke rumah, papa bercerita, “Saya terharu ketika Dek Ama, Adik bungsu saya, membangunkan papa untuk sahur dan mengingatkan untuk senin kamis.” Padahal, apapun yang kami kerjakan sampai hari ini, itu karena apa yang beliau kerjakan dan kami lihat. Itu karena, pengajaran beliau yang disampaikan secara halus sekali. Memulainya pada diri sendiri.

Ditengah kehidupan yang sederhana ini, papa bisa mengajak mama naik haji. Iya, naik haji. Jadi di kantor papa, ada program naik haji gratis bagi karyawan yang lolos admin dan test segala macam. Setelah bertahun tahun nyoba dan gagal, di tahun terakhir program naik haji ini ada, papa berhasil membawa mama turut serta ke tanah suci. Papa lagi lagi ngajarin bahwa, bahagia itu ga melulu tentang materi. Bahagia itu ada karena kita usaha. Karena kita yakin rezeki itu akan selalu ada. :’)

Ketika saya mulai kuliah, saya tahu papa tampak keberatan membiayai kedua anaknya yang sedang kuliah bersamaan. Saya ingat betul, beliau pernah menransfer Rp. 40.000,- yang bisa diambil di ATM BNI pecahan 20.000,- an. Rp. 40.000,- itu untuk berdua saya dan kakak saya. Saya tahu, saat itu mungkin beliau juga sudah ga punya lagi pegangan uang, tapi demi kami, ditransfer segitu segitunya juga. Setiap pulang liburan kuliah, saya selalu kembali ke Bandung dengan koper penuh. Bukan penuh karena baju, tapi sembako. Papa mama membekali saya dengan sembako yang bisa dibeli di Koperasi dengan sistem potong gaji. Dari pembalut sampe minyak goreng selalu memenuhi koper saya. Dulu, saya nyaris berputus asa dan bersedih hati. Tapi hari ini, saya bersyukur, nyaris putus asa dan sedih hati saya saat itu membuat saya jadi jauh lebih kuat dari apa yang saya yakini dari diri saya. Mungkin ada benarnya, kita harus bener bener jatuh sampai titik 0, biar kita bisa kembali melangkah pelan pelan hingga kembali ke puncak.

Setelah memutuskan untuk pensiun, papa mengajak kami berlibur ke Bali. Sebuah tempat yang dulunya, hanya menjadi mimpi bagi kami anak anaknya. Kami bersenang senang. Saya sempat berbisik pada si kakak, “Papa menjalani tugasnya dengan sangat baik. Beliau memimpin, mengayomi, melindungi keluarga kita ya, Teh. Setelah mama diajak naik haji, sekarang kita diajak liburan sesenang ini.”

Apa yang papa lakukan sungguh jauh lebih besar dan lebih mulia dari tudingan “strata pendidikan” dan “kemapanan finansial”. Papa mengajarkan yang lebih daripada itu.

ImageSelamat ulang tahun! Terimakasih sudah memberikan rasa aman, nyaman, bahagia hidup ditengah keluarga ini, dear Papa. Memberikan banyak petuah, pengalaman dan jutaan doa yang selalu papa curahkan pada kami, anak anakmu. — Ulang tahun ke-53 di 30 Mei 2014 πŸ™‚

“Tuhan tolonglah, sampaikan sejuta sayangku untuknya. Ku terus berjanji, tak kan khianati pintanya..

Ayah dengarlah, betapa sesungguhnya ku mencintaimu. kan kubuktikan, ku kan penuhi maumu :’)” — Yang terbaik Bagimu. Ada Band ft Gita Gutawa.