[CharityLovers] One Day Fun Doing Fun Goes To Yogyakarta (2)

Keseruan kegiatan #ODFDF Yogyakarta, saya ceritakan di postingan ini. Keluar dari Pekarangan tempat wisata Hutan Pinus, kami melipir ke tempat dimana kami akan makan siang bareng.

Having Lunch di Bumi Langit.

Anti mengajak saya untuk makan siang di Resto Bumi Langit. Salah satu tempat makan yang tidak jauh dari lokasi Hutan Pinus. Awalnya saya agak sedikit ragu, karena tempat makan ini no MSG. Sehat banget, kan? Anak-anak suka engga ya? Kemakan engga ya? Apa mereka lebih suka KFC? :)))

IMG_5127 copy

dan ternyata tempatnya kece! Dari sini bisa lihat Jogja dari ‘atas’.

Katanya sih, kami akan diberikan satu pendopo sendiri. Nyatanya, kami digelarkan tikar dibawah, dimana disekelilingnya ada pengunjung lain. krik.. krik.. Continue reading

[CharityLovers] One Day Fun Doing Fun Goes To Yogyakarta (1)

Ketakutan terbesar kami hari ini adalah Hujan. Secara acara ini diselenggarakan di pertengahan bulan Desember, yang hujan lagi sering-seringnya menghampiri. Saya sengaja memesan satu buah bus, hm, kopaja lebih tepatnya, untuk akomodasi kakak-kakak relawan dan adik-adiknya.

Alhamdulillah, pagi di tanggal 13 Desember 2015, cerah πŸ™‚

IMG_5081 copy

Matahari menelusup diantara rindangnya pohon Pinus.

Bagi adik-adiknya, ini adalah kali pertama mereka mengunjungi tempat wisata ini. Dan bagi sebagian besar kakak-kakak yang terlibat juga. πŸ˜€ Jadi selain bermain dalam kegiatan ini, sekalian #piknikhore dan #wisatabareng.

Sebelum acara dimulai, kami memberikan snack pagi untuk kakak dan adiknya agar bertenaga (?) ketika bermain nanti, sehingga bisa memenangkan bermacam permainan yang diadakan. Continue reading

Road to #ODFDF Goes to Yogyakarta

Tadinya, saya mengira One Day Fun Doing Fun goes to Bandung menutup rangkaian kegiatan Charity saya di tahun 2015. Sampai kemudian, Putri, teman sekamar saya yang sekaligus teman yang pertama kali repot bareng saya di Pilot Project, One Day Fun Doing Fun pertama kali di Jakarta, menikah di akhir tahun dan resepsinya di Yogyakarta.

Lantas, bukan karena mengharap dia akan kembali membawakan #ODFDF, sehingga saya memutuskan untuk memboyong kegiatan ini ke kota gudeg tersebut. Saya mengincar teman-teman semasa kuliah yang rencananya akan reuni di resepsi pernikahannya Putri.

‘Mungkin, seru, selain reuni di nikahan Putri, kita reuni juga dalam wadahnya #ODFDF ini.’ Pikir saya. Ditambah, temen-temen saya ini jugalah yang selama ini support saya dalam hal donasi. Nah, untuk mencari Panti Asuhan serta tempat, saya minta bantuan sahabat sedari SMP saya, yang masih menempuh pasca sarjana-nya di Yogya. Semestapun mendukung semuanya. Saya menyelesaikan pamflet, menyebarkannya, mencari uang. Anti, sahabat saya, survey beberapa lokasi – mengirimkannya pada saya -, survey panti Asuhan, ancang-ancang goodie bag dsb.

Goes to Yogyakarta!2

Lantas, kenapa di Hutan Pinus? Sebenernya bagi saya yang penting, tempatnya rindang, nyaman, dan bukan di kawasan Panti Asuhan. Anti sempet merekomendasikan beberapa tempat makan, sampai Candi Boko. Haha.

Eh tiba-tiba, Ami, teman saya yang di Medan nanya, how to get Hutan Pinus. Saya juga jadi kepikiran, karena belum pernah. Saya coba koordinasikan sama Anti, dan akhirnya kami putuskan untuk di Hutan Pinus. πŸ™‚Β  Continue reading

Jakarta Attack. #KamiTidakTakut

Ada yang aneh pagi saya kemarin, dimulai dari ada suara laki-laki mengetok kaca kamar saya serasa bilang “Assalammualaikum” ketika saya sedang mandi berujung pada saya ga berani bukain pintu.

Kemudian, ketika jalan menuju kantor saya melihat 3 kali motor keserempet motor. Pertama, di depan Gandaria City, seorang pengemudi gojek bersenggolan dengan seorang pengendara lain. Mereka adu mulut, sampai saya tak tahan bergumam, “ssshh, apa sih..” 300 meter kemudian, ada lagi kejadian yang sama. Dua orang pengendara motor, seperti yang pertama, mereka adu mulut di jalanan. Yang terakhir, seorang pengendara motor kepepet mobil yang klakson di arah kanan, buat ia harus melipir ke arah kiri dan menyerempet motor disebelah kirinya. Dan ya, yang diserempet adalah saya. Karena saya dan ia masih bisa menjaga keseimbangan, yasudah berlalu begitu saja.

Refleks saya pun bergumam, “Mau ada apa sih Jakarta hari ini?”

Sebelum ini, saya pernah suatu malam merasakan kegerahan luar biasa didalam kamar. Kemudian saya memutuskan untuk mandi pukul 1 dini hari, namun tetap merasa panas. Sayapun berujar pada teman sekamar saya, “Nih ya, kalo gerahnya begini, kalau engga mau hujan gede, mau gempa.” Saya berbicara pukul 1 dini hari, dan pada pukul 3 dini hari, beneran gempa. >,<‘

Dikantor, saya pun kerja seperti biasa sambil sesekali chit chat sama Febby via Skype. Sampai pukul 11.06, chatingan yang masuk adalah; “sarinah ada bom. ada ledakan. depan starbucks”Β  Continue reading

[Sibling’s Time] Pantai Vio-Vio, Batam, Kepulauan Riau

Kemana kamu pergi di awal tahun ini? Kalau saya, Pulang kerumah. Saya berinisiatif mengajak serta kakak semata wayang. Karena beliau sudah memiliki seorang putra, saya yakin perhatian ibu saya akan kapan saya kasih mantu, akan teralihkan pada cucunya. πŸ˜€ *senyum jahil*

Ibu saya engga tahu, kalau saya pulang bersama anak sulung & cucunya. Yang beliau tahu, saya pulang seorang diri (meski berharap saya mengenalkan calon). Dan Suprised dong. Ibu saya terharu menyambut kami didalam mobil. Berkali kali cucunya diciumin dan saya sukses dicuekin. deuh.

Setelah hari pertama dirumah saya habiskan dengan istirahat total, kemudian keesokan harinya mengajak kakang bermain di Mall, hari ketiga saya pengen banget mantai. Setahun yang lalu, saya nyempet-nyempetin banget buat ke Pulau Labun, Tahun ini saya ngajakin kakak, adik & keponakan ke Pantai Vio-vio. Kebetulan jagoan-jagoan saya juga belum pada pernah.

20160103_181510

Pantai Vio-vio ini terletak Setelah Pantai Melur. Design papannya lucu, penuh cerah ceria. Dalam papannya sih, menjajikan Pantai cantik. Haiklah kita lihat. Continue reading

5 Makanan yang patut dicoba Di Tiban Centre

prata-c.jpg

Ketika Pulang kerumah kemarin, saya menyempatkan diri untuk kuliner-an di Tiban Centre. Setelah saya hijrah ke Bandung untuk kuliah, tiba-tiba di depan komplek perumahan saya ada foodcourt gitu. Dari ujung ke ujung. Sesekali saya sih lebih sering minta dibungkusin sama adik saya. Kemarin, niat banget untuk makan ditempat dan nyoba beberapa macam makanan yang versi adik saya, top 5 nya di Foodcourt Tiban Centre.

Inilah 5 Makanan yang patut dicoba berdasarkan penilaian adik saya πŸ˜€

Ayam Sambel Hijau Podomoro.

Ayam sambel hijau Podomoro yang ada di sini sebenernya cabang dari tempat lain. Cocok untuk yang suka pedas, karena cabe hijaunya ‘menusuk’. Biasanya sih, penyajiannya dipenyet gitu. Cuma karena takut huh hah, saya memilih untuk diletakkan dipinggir aja. πŸ˜€

Sambel Hijau Podomoro ini jadi makanan wajib saya setiap pulang beberapa kali terakhir. Endeusnya nyummy!

sambelhijaupodomoro

Harga: Rp. 17,000,- (termasuk nasi) Continue reading

Hallo, 2016

*tiba tiba bangun tidur udah tahun 2016*

Menghabiskan liburan awal tahun, saya memilih pulang seperti yang saya ceritakan disini. Dirumah, saya memutuskan untuk membaca resolusi-resolusi di 2015 kemarin di postingan ini.

Ditahun kemarin, Alhamdulillah sebagian besar resolusinya tercapai.Β Adapun yang berhasil saya lalui adalah sbb.

  1. 4x ikut Kelas Inspirasi. Target saya sih 3 kota sepanjang tahun ini, namun Allah memberi lebih, saya berhasil menebar inspirasi di 4 kota; Lombok, Bandung, Semarang & Bogor. Ceritanya, saya ceritakan disini.
  2. 3x One Day Fun Doing Fun. Pada awal tahun, saya hanya menargetkan 1-2x One Day, Namun Allah lagi-lagi memberi lebih. Saya mengajak One Day Fun Doing Fun ke 3 kota; Batam Bandung & Yogyakarta.
  3. Travel More; Tahun ini saya berhasil menginjakkan kaki & menjelajah ditempat-tempat yang belum pernah saya datangi sebelumnya. Diantaranya; Lombok, Banda Aceh, Kudus, Purwokerto.
  4. Financial Planning; Masih jauh dari harapan saya, sih. Tapi setidaknya selama setahun saya berhasil tidak memecahkan celengan yang setiap bulan di autodebet dari rekening saya. Challenge Accepted! πŸ˜€
  5. Islamic Youth. Saya bertahan hanya beberapa bulan, namun tetap bermimpi untuk terus istiqomah mengamalkan yang sunnah, rajin membaca, menyempatkan tilawah. Bismillah, semoga tahun ini lebih baik lagi.

Cukuplah itu membuat saya ‘melompat’ lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Well, di tahun 2016 ini saya ingin menjadi yang lebih baik lagi. Mengerjakan apapun yang saya sukai. Yuk ah, Bismillah. πŸ™‚

resolusi.jpg

Hadiah untuk Mama.

Berbicara tentang Ibu/Mama, tidak akan pernah ada habisnya. Kehebatan masing masing malaikat tanpa sayap ini berbeda-beda bagi setiap anak yang dilahirkannya. Ada Ibu yang merelakan karirnya untuk keluarga, ditempat lain ada Mama yang masih bisa membagi waktu untuk tetap bekerja dengan tidak meninggalkan kewajibannya didalam rumah. Ada Ibu yang berjuang sendirian (single parents) membesarkan keluarga. Semuanya hebat. Setuju?

Mama saya sendiri tergolong di kelompok Ibu Rumah Tangga, beliau memilih berhenti kerja setelah menikah dan hamil anak pertama, Ayah saya tidak keberatan untuk itu.

Mamalah yang saya cium tangannya sebelum keluar rumah dan menyambut saya setiap pulang kerumah. Mama yang ketika saya dirantau, selalu punya feeling yang kuat, jika saya kenapa kenapa ditanah orang.

Jadi dulu, ketika di kuliah di Bandung, setiap pulang ke Batam dan kembali lagi ke Bandung, isi koper saya bukan baju-baju. Tapi sembako. πŸ˜€ Ceritanya, mama tidak bisa membekali saya cukup uang, sehingga yang ia bisa lakukan adalah belanja di koperasi kantor untuk menutupi kebutuhan sehari-hari saya. Kebayang kan, isi kopernya dari pembalut sampe garam. :’)

Cerita lain, kalau saya akan menghadapi UTS/UAS yang harus menggunakan kemeja. Mama-lah yang akan membelikan kemudian dikirimkan ke Bandung. Iyes, belinya pake CC nya papa. πŸ˜€

Jadi, selama saya kuliah minim uang cash. Hehe.

Awal-awal kerja, saya harus menghadiri beberapa meeting besar dengan vendor, yang kemudian mama inisiatif membelikan saya sepaket make-up untuk menunjang pekerjaan saya.

Setelah 5 tahun kerja, dan mulai menginjaki kaki dimana-mana, Mama belakangan mulai suka request gitu, ketika saya ke Bali kemaren, beliau minta dibelikan beberapa daster Bali. Begitu juga ketika saya di Jogja.

Saya jadi kepikiran, selama ini pernah ngasih apa aja ya, ke Mama. Beberapa yang saya inget; Continue reading

Berburu Seafood di PLTU

Setelah nyobain Cut The Crab dan saya jadi doyan banget sama kepiting. Temen-temen trip ngerekomendasiin makan seafood di PLTU Ancol. Letaknya diluar PLTU, persis seberang kali. Berjejer beberapa resto Seafood yang aneka dagangannya ditaruh didepan.

Dari awal kemari, saya selalu makan di tempat ini, resto Seafood Ayu Cirebon. Terlihat lebih rame daripada tetangga-tetangganya. πŸ˜€

SeafoodAyu1

Kalau udah disini, saya cukup memesan Kepiting & Kerang. Tanpa nasi. Hehe. Saya suka kerang sudah lama, kalau di kota-kota seporsi kerang harganya sekitar 9 ribu – 30 ribu. Tergantung tempat dan bumbunya apa. Nah, disini, Kerang Hijaunya sekilo Rp. 16,000,- aja mak. Hanya direbus aja, rasanya enak. nyam. Continue reading

Makna ‘Pulang’

Pada tanggal 12 Desember 2015 kemarin, saya baru saja menyelesaikan One Day Fun Doing Fun Batch 4 Di Yogya. Ada satu moment yang membuat saya nyesek.

Kala itu, kakak-kakak dan Adik-adik sedang ditugaskan untuk membuat yel-yel. Adalah kelompok Bebek ketika dipanggil untuk maju, tak satupun kakak-adik nya maju, salah satu Kakak mencoba memberi kode kepada saya, untuk tidak dulu dipanggil berulang ulang, ‘adiknya ngambek’ bisiknya. Saya dekatilah adik yang katanya sedang ngambek ini. ‘kenapa?’ tanya saya meminta konfirmasi.

Aul namanya. Ia adalah anak yang percaya diri dan sangat sensitif. Di games yang pertama, kakak kakak ini diajak untuk bermain dengan media Balon.

Main Balon.jpg

Di games ini, Aul mengajukan diri menjadi ketua. Ketika games usai, ia memegang balon yang sudah tidak lagi digunakan, sampai tiba-tiba salah satu temannya iseng memecahkan balon yang sedang ia pegang. Sejak itu, pundung-lah Ia.

Continue reading