Banyak orang menilai bahwa tahun 2023 berjalan begitu cepat, serasa sekejap mata, kaya bangun bangun tahun udah hampir berakhir 2023-nya. Tapi engga buatku, tahun ini super seru untuk dijalani.
Beberapa highlight yang terjadi ditahun ini versi Alania adalaaaahh…
IKUT KELAS BELAJAR
Memberanikan diri daftar Career Class 2023. Kelas belajar setiap akhir pekan, salah satu cara aku mulai belajar berkomitmen. Materinya oke, pengisinya apalagi, dan jadwal tambahannya yang ajigile.
Rekor bikin aku untuk akhir pekan sudah produktif sejak pagi hari. Pukul 6 udah keluar rumah. Pukul 7 belajar bahasa korea sambil dandan karena jam 8 bertugas jadi WO. Wkakaka. Kalo dipikir sekarang, ya Allah aku ngapain. haha.
Sering nonton kelas susulan karena jadwal bentrok dengan Pengajian, Jalan-jalan, acara kantor dan jadwal sok sibuk lainnya.
Alhamdulillah diberikan rejeki untuk masih bisa menikmati dan menjalani Ramadhan ditahun ini! :’)
Sebelum malam nanti takbiran untuk marhaban yaa lebaran, mau rekap dulu sebulan ini ngapain aja. Happy banget, sebulan ini ga pernah sekalipun bukber di kantor. Beberapa kali di krl karena kesorean dari kantornya. Buka dirumah masih didominasi. Acara seru masih bisa diikuti. Acara baru juga ada. Check this out!
R E M E M B E R 2023.
Salah satu agenda bukber bersama anak yatim yang ku ikut andil berpartisipasi. Penerima manfaatnya sekitar 750 anak. Relawannya kurang lebih 100. Persiapannya cukup minim namun maksimal. I’m happy Karenna masih bisa disambi jadwal ku keluar kota, belajar dan rebahan diakhir pekan.
CAHAYA HAFIDZ QURAN 2023.
Karena tahun lalu masih dalam masa transisi pandemi, ku belom mau ikut kegiatan yang berkumpul dengan banyak orang. Maka, aktivitas sosialku yaa menjadi bagian dari Cahaya Hafidz Quran. Kontes hafalan Al Quran yang diadakan secara online dan diikuti oleh adik adik se-Indonesia.
Saya senang banget tahun 2022 dapet kesempatan untuk dua kali menginjakkan kaki di Bali. Buat saya Bali punya kenangan paling manis dengan kenangannya masing-masing. Pertama kali saya menginjakkan kaki di Bali bersama keluarga. Kemudian Bali menjadi tempat pertama saya untuk solo traveling. Setelah itu, saya bolak balik mengunjungi Bali dengan bergantian partner trip.
Ketika saya solo traveling ke Bali, saat itu belum ada Gojek/Grab kaya sekarang. Pilihannya kalau ndak public transport yang masih sangat jarang ya taksi. Escape weekend saya habiskan seorang diri untuk menjelajah kuta – ubud menggunakan transportasi umum. Saya sendirian kesana kemari, hanya berkomunikasi terbatas dengan penjaja atau driver bus.
Awal bulan November kemarin, seperti tahun tahun sebelumnya, ku scrolling segala OTA untuk menentukan tujuan Birthday Trip. Meski sebenernya pada bulan itu sudah ada agenda untuk travelling ke Bandung dan baru aja balik dari Cirebon. Muahaha.
Bolak balik ngeliatin rute Bali, tapi urung karena selain sayang uangnya, saya udah punya tiket untuk ke Batam tanggal 1 Desember sd 5 Desember 2022 yang rencananya akan melipir plesiran ke Singapore diantara tanggal tersebut.
Tapi Allah maha pengasih lagi maha penyayang nyata adanya. Tiba-tiba kantor menginisiasi kegiatan rapat tahunan yang rencananya diadakan di Bali. :’))))))
Yang terlintas dikepala saya begitu diajakin bolang one day trip ke Cirebon yaa tahu batik trusmi dan empal gentong H. Apud. Sudah pernah saya tulis juga perjalanannya disini dan disini.
Gapapa banget buat saya mendatangi tempat berulang kali. Sekalian saja melepas rindu. Terakhir kali ke Cirebon sepertinya tahun 2017.
Eh, malah tahun ini ga sempet sungkem sama H. Apud dan Trusmi, malah nemu beberapa tempat baru lagi di Cirebon.
Perjalanan dimulai dari kereta api dari Sta. Senin yang lumayan pagi, Pukul 06.00, nyampe nyampe Cirebon sekitar pukul 10.00 dan akan kembali lagi naik kereta sekitar pukul 17.00 menuju Sta. Gambir.
Senang sekali situasi sekarang mulai membaik, setelah vaksin booster sudah mulai gampang didapatkan, konser musik mulai diizinkan, penggiat wisata juga mulai kembali buka. Musikal Petualangan Sherina yang seharusnya tampil pada tahun 2020 bisa kembali diadakan ditahun ini.
Ku sempet nonton MPS 2018 dan terlewat beli tiket di tahun 2020 karena sudah memasuki aroma aroma pandemi. Semenjak tahun 2018, udah diniatin sih, kalau ada lagi bakal nonton dan berdoa semoga ada rezekinya biar bisa nonton dengan tiket yang dilantai dasar. Haha. 🤭
Salah satu direktur kantor saya pernah dapat penugasan di Thailand, kemarin ketika Thomas Cup 2022, saya streaming sambil mbatin, “Ibu Anu kalo masih di Thailand, beliau bakal nonton ga, ya?”
Kemudian, ditengah-tengah kesibukan war tiket Petualangan Sherina dan Weslife, salah seorang temen saya berburu tiket buat nonton Badminton di Istora Senayan, yang konon pembelian tiketnya juga ‘horor’, bersaing dan cepet habisnya. Iseng, saya ikutan nitip 😅😂
Pada suatu pagi, salah seorang teman memberikan link melalu Wapri ke saya yang isinya tautan twitter;
Ga ngerti kenapa masih ada yang bangga dengan culture kerja sampe jam 3 subuh, kerja di weekend, deadline ga masuk akal. Trus nyinyirin orang2 yg jam kerjanya normal dan gak mau diganggu di luar jam kerja.
Kalo lo msh sering kerja 12 jam sehari, kantor lo problematik.
Dalam masa deg deg-an nungguin hasil swab test, menulis blog adalah salah satu agenda yang kurencanakan jika hasilnya positif untuk mengisi waktu masa isolasi. Eh pas hasilnya positif, langsung blank dan males. Pun terus berlanjut sampai hari ini. Wakakak.
Apa kabar nih man teman?
Beberapa hari yang lalu rame banget media sosial dengan berita tentang kedatangan vaksin corona di Bandara Soekarno Hatta. Sebagai survivor Covid-19, tentu saja ini berasa angin segar dan hilal dari sebuah harapan. :’)
Genap sudah kita menginjak hari ke-200 masa pandemi wabah Covid-19. World Health Organization (WHO) menyatakan Covid-19 sebagai wabah dunia pada tanggal 11 Maret 2020.
Setelah 200 hari berlalu, apa kabar hidupku sejauh ini?
Rejeki dan Ujian datang bergantian. Diuji dengan teh sinta yang kena Lay Off, diberikan rejeki dengan fasilitas tambahan dari kantor di masa PSBB awal. Jadi tau rasanya punya Sopir pribadi rumah-kantor itu kek apa.
Diuji dengan diberhentikannya fasilitas Sopir Pribadi di masa transisi, diganti dengan rezeki bisa anter Kakak, Keponakan, Sepupu dan Orang Tua ke Garut untuk liburan sekaligus mengungsi tanpa drama di cegat dijalan.
Highlight-nya mungkin diantara 200 hari ini, diuji dengan terpapar Covid-19. Namun diganti dengan rejeki, teman-teman, sahabat, rekan kerja yang baik baik dan perhatian sekali selama menjalani masa isolasi. Ga berhenti sampai disitu, gegara Isolasi Mandiri akhirnya dipaksa beradaptasi untuk urusan domestik rumah tangga. Tiba-tiba jadi piawai di Dapur, bisa masak ini itu.
Setelah melalui drama bolak balik Swab dan Isolasi selama kurang lebih 1,5 bulan, menimbulkan ide untuk bikin produk sendiri bareng Teh Sinta dan Adik-adik.
Diluar itu semua, masih punya banyak list tontonan baik dari Netflix, Viu, Vlive, Disney+, Youtube. Masih punya list baca buku yang ingin diselesaikan. Masih ada list beberapa menu masakan yang ingin dicoba.
Dipikir-pikir banyak sekali yang pandemi ‘ambil’ selama 200 hari ini. Waktu bertemu dengan teman-teman, sahabat dan keluarga. Pekerjaan orang tersayang yang tiba tiba hilang. Kesempatan untuk berkegiatan sosial dengan adik-adik yang kurang mampu.
Hanya satu yang akan kupertahankan untuk tidak diambil oleh pandemi. Semangat kita.
Bismillah ya teman-teman, 100 hari menuju 2021. Semoga segera ada kabar baik. Semoga segera kembali hidup kita yang seperti sebelum pandemi. Semoga Allah terus ada untuk melindungi kita dengan rejeki dan keberkahannya.