Category Archives: Jawa Barat

Selain Nasi Jamblang, jangan lupa mengunjungi Goa Sunyaragi Jika sedang berlibur ke Cirebon

Long Weekend again!

Libur panjang sebelum ini, saya punya agenda dadakan ke Bandung, and you know lah ya, kalau uda long weekend kereta api arah pulang Jakarta dari Bandung sudah habis. Mau naik bus/travel, kebayang macetnya.  Iseng, saya coba dong nyari Tiket Kereta dengan rute Jakarta – Bandung. Bandung – Cirebon. Cirebon – Jakarta. Dan ada. :)))

Hitungan Jam mulai deh saya browsing, mau kemana mana aja. Karena cuma kurang lebih satu hari, saya menekankan ke kuliner, berburu batik dan menyempatkan wisata sejarah. Dan setelah mencoba Nasi Jamblang Ibu Nur yang menjadi khas-nya kota Cirabon. Saya mengunjungi satu tempat wisata yang menurut saya, syahdu. Goa Sunyaragi.

goa-sunyaragi

Tiket masuknya hanya 10,000,- rupiah saja. Didalamnya, kita akan menemukan bangunan yang berupa bebatuan kecil seperti foto pada diatas. Continue reading

Advertisements

[Charity Lovers] One Day Fun Doing Fun Batch #5 Goes to Bogor

Rasanya super duper terharu bisa sampai di Batch 5 untuk rangkaian kegiatan One Day Fun Doing Fun. Setelah main di Jakarta, kemudian ke Batam, pindah ke Bandung dan Yogyakarta berusaha untuk tetep beda kota. Ahaha. Jujur saja, saya ga pernah punya mimpi untuk membawa One Day Fun Doing Fun menjadi roadshow seperti sekarang ini. Tapi ya jujur, bersilaturahmi dan bermain seperti ini rasanya nagih sekali. Dan selalu punya keinginan untuk terus diulang. 🙂

Ga sengaja blogwalking, kemudian ketemu ulasan tentang Kampung Budaya Sindang Barang, kemudian browsing, kemudian cek lokasi tempat dan langsung suka langsung cocok langsung bikin janji.

Seru nih, di Kampung Budaya, saya sudah membayangkan adik-adik bisa mengenal sejarah, bermain permainan tradisional (yang jaman sekarang uda didominasi oleh mainan gadget) main kotor dengan belajar nanam padi & nangkap ikan. Mereka juga akan tetap bekerja sama dengan kakak-kakak relawan yang turut serta. Continue reading

Warung Oppa, Depok.

Ramadhan tahun ini ga berasa, ya? Tau-tau sudah mau menjelang 10 hari terakhir aja lagi. Yang ajaib sepanjang Ramadhan ini adalah; saya jarang banget bukber. Haha. Bisa dihitung pake jari deh. Jadi Meme meme yang beredar tentang padatnya aktifitas bukber, ga berlaku disaya. 😀

Salah satu bukber tahun ini, saya coba menyambangi satu tempat makan yang lagi hits didaerah Depok. Namanya Warung Oppa!

Sebelum Ramadhan, saya bersama temen temen dari #Team26 Kelas Inspirasi Jakarta 5 sudah main main disini. Yang bikin seru karena ada rooftop nya. Dan didesign dengan sangat amat menyenangkan sekali.

DCIM100MEDIA

Rooftop Warung Oppa

Dengan rumput buatan yang halus sekali dan dipadukan dengan bantal-bantal lucu, serta angin sepoi sepoi dan jingle suara tahu bulat yang menggema bikin kita mager maksimal. Untuk nongkrong dengan sangat santai mumpuni sekali. Continue reading

Sentul, The Next One Day Fun Doing Fun-kah?

Sebelum mengadakan One Day Fun Doing Fun Batch 4 di Yogyakarta, saya saban hari browsing tempat oke yang kira-kira masuk kategori untuk dilaksanakannya One Day Fun Doing Fun. Dan tercetuslah satu tempat yang menurut saya oke banget. Gunung Pancar, Sentul.

Gunung Pancar2

sumber foto : gunungpancar.com

Continue reading

Voluntrip Round 2; Explore The Happiness

Sebuah papan bertuliskan Citayam terlihat oleh kedua mata saya. Orang-orang berhamburan keluar, sementara saya sibuk melepas headset yang sedang kami (saya & kang Mas) gunakan. Menuju Bogor dari Stasiun Tanah Abang kami gunakan untuk menonton kembali film Ngenest. Kereta yang kosong membuat kami nyaman untuk menonton langsung dari leptop. Setelah berlalu dari Citayam, WhatsApp Call masuk atas nama Zi, member team teaching Indoor saya.

“Iya, Zi?”

“Kak, dimana?”

“Mau masuk Cilebut nih.”

“Oke, kak. Ditunggu ya.”

Sembari Kang Mas memasukkan leptop kedalam tasnya, saya memastikan bahwa kita akan segera merapat di Cilebut.

“Ini sudah stasiun Cilebut kan, Mas?” tanya saya memastikan ketika perlahan Comuterline mulai berhenti.

Belum sempat di jawab, sontak kami berdua melihat ke arah luar. Dan bacaan pertama yang tertera adalah .. Cibinong. Kami bertatapan kaget.

“Cibinong?” tanya saya.

“Kok Cibinong?” respon kang Mas.

“Emang lewat Cibinong?” tanya saya lagi.

“Harusnya engga, ya.” Jawab kang Mas lempeng.

Kami telat bergerak. Pintu sudah tertutup kembali, dan kereta kembali jalan tanpa menghiraukan keheranan kami. Saya berdiri. Melihat papan rute kereta. Dan, kereta ini berjalan ke Nambo.

Lantas, kami berpandangan, tertawa sambil berujar pelan, “kok kita bego?” 😀 Saya bukan kali pertama ke Bogor, begitu juga dengan kang Mas. Tapi seumur umur baru ini kami nyasar ke Nambo.

“Harusnya transit di Citayam, mba. Percuma turun di Cibinong juga, akan naik kereta ini juga. Soalnya cuma ada satu rel.” ujar seseorang didepan kami yang ga tega ngelihat kami saling mengutuk dihadapannya.

Sementara arah jarum jam sudah melewati pukul 4. Waktu dimana seharusnya paling lama kami berkumpul. Segala sesuatu tentu saja berkecamuk di kepala saya, mulai dari galau harus bilang ke Zi bahwa saya nyasar, sampai plan B jika saya tidak jadi berangkat. Haha. Setengah jam berlalu, akhirnya saya bilang juga kalau nyasar. Dan sejam setelahnya, saya  bilang;

“Kalau tinggal aku the last one, tinggal aja ya. Hahaha. Ga enaaaaaaakk..”

Voluntrip Round 2 adalah gerakan sosial dari Dompet Dhuafa. Sesuai namanya, Voluntrip merupakan gabungan dari Volunteer dan Trip. Menjadikan kegiatan Volunteer berbarengan dengan jalan-jalan. So saya banget kan, ya. 😀 Saya mendapatkan informasinya dari Group WhatsApp. Iseng, saya isi form nya. Dan ketika pengumuman, saya lupa kapan saya daftar dan ini kegiatannya kapan. Well, tampak ga niat, ya! Haha. Semakin kaget ketika tahu Technical Meeting-nya bersamaan dengan Briefing Kelas Inspirasi Jakarta 5, dan kegiatannya sehari sebelum pelaksanaan Kelas Inpisari Jakarta 5. Bersamaan dengan itu, saya sedang #lemburhore banget dikantor.

Di bismillah-in aja, dikerjakan pelan-pelan. Dicoba semampunya, toh sampai juga sampai hari H. Meski drama.

Melihat saya yang udah gendong tas gede berisi alat tempur untuk teaching indoor dan penyuluhan, kang Mas menghibur dengan, “kalau ditinggal, kita liburan ke tempat lain aja, ya :)” Continue reading

Dibalik Inspirator & Dokumentator #KelasInspirasi, ada Fasilitator

Pulang dari mengajar di Semarang, saya disamperin sama mantan atasan saya dulu. Ia datang ke meja saya dan bercerita bagaimana dia sedang jalan jalan disebuah mall, kemudian menulis form, in the end dia baru tahu kalau barusan dia menulis form untuk pendaftaran kelas inspirasi secara offline di Bogor.

Waktu itu sih ya, ga kepikiran ikutan lagi. Tas bekas dari Semarang aja belum di unpack. Dilalahnya saya malah iseng buka buka laman kelas inspirasi. Klik klik klik, tetiba saya sukses mendaftar sebagai fasilitator. *toyor my self*

Fasilitator itu ngapain aja sih? Sepanjang 3x ikutan kelas Inspirasi. Fasil (begitu Fasilitator biasa disapa, red) bertugas untuk menjadi garda terdepan antara Relawan dan pihak sekolah. Menjadi tempat bertanya apa aja bagi keduanya. Memastikan bahwa relawan in line dengan 7 prinsip KI. Jadi tim keeper. Intinya, fasil itu ibarat panitia disekolah itu. Biasanya satu sekolah terdiri dari 1-2 Fasil, tergantung jumlah rombel dan relawannya. Enak engga? Enak kata saya, mah. Terlibat di Kelas Inspirasi, tapi ga ngajar 😀

Setelah dinyatakan lulus sebagai salah satu fasil dari 50 orang untuk 30 SD, kita diminta Briefing awal fasil. Yang diadakan seminggu sebelum briefing relawan. Kebetulan saya menjadi fasil sendiri, sementara beberapa ada yang fasilnya berdua atau bertiga gitu. *melirik sirik* ehtapi yang berdua atau bertiga, muridnya juga banyak sih. Diatas 500 orang bahkan ada yang 1000 siswa. No, thanks. 😀

IMG_20151017_133906 copy

Continue reading

Selamat Bertugas dan Selamat Menginspirasi

Menuju hari H Kelas Inspirasi Bandung, Saya berfikir bagaimana caranya untuk bisa menyampaikan materi dengan baik, dengan cara yang sederhana sehingga bisa sampai dengan baik. Saya mencari referensi dengan bertanya ke banyak orang. Media apa yang saya gunakan, ide apa yang sebaiknya saya jalankan. Ini bikin saya jadi memutar otak dan merasa jadi kreatif mendadak 😀

H-2 saya baru kepikiran buat semacam pohon cita cita untuk mengisi waktu kalau kalau nanti kelas mulai membosankan. Saya baru kepikiran cari ice breaking lucu lucu yang ga membosankan. H-1, disela sela meeting yang seharian, kerjaan yang belum terselesaikan, pikiran saya sukses kemana mana. 😀

Ketika break lunch, saya kabur dari kantor untuk beli beli karton, dan alat alat penunjang kreatif lainnya. Malemnya, dibarengi beberes kamar, packing, saya menyelesaikan tugas maha mulia ini. Papan cita cita dengan tema; “Gantungkan cita citamu setinggi bintang dilangit”

bintang2

Preparation

Continue reading